Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM KOLOID UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL WASHLIYAH

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM KOLOID UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL WASHLIYAH"— Transcript presentasi:

1 SISTEM KOLOID UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL WASHLIYAH
Ade Irma Yusnari Ema Salamah Kurnia Hayati Lilah Friyani Ziza Putri Aisyia Fauzi

2 SISTEM KOLOID Sistem koloid adalah bentuk campuran yang keadaannya terletak diantara larutan dan suspensi (campuran kasar). Materi koloid dapat dihamburkan atau disebarkan dalam suatu medium, sehingga dihasilkan suatu dispersi (sebaran) koloid. Sistem koloid terdiri dari fase terdispersi (bersifat diskontinu / terputus – putus) dengan ukuran tertentu dalam medium pendispersi (bersifat kontinu). Zat yang didispersikan disebut fase terdispersi sedangkan medium yang digunakan untuk mendispersikan disebut medium pendispersi.

3

4

5

6 JENIS – JENIS KOLOID

7 TIPE SISTEM KOLOID Sistem koloid digolongkan menjadi tiga golongan berdasarkan interaksi partikel – partikel, molekul – molekul, atau ion – ion dari fase terdispersi dengan molekul – molekul dari medium dispersi. Koloid liofilik Koloid liofobik Koloid amfifilik ( koloid gabungan)

8 KOLOID LIOFILIK Koloid liofilik ( liofil dari bahasa Yunani,
lio = cairan, philia = suka) adalah koloid yang mempunyai gaya tarik menarik yang cukup besar antara zat terdispersi dengan mediumnya. Karena afinitasnya terhadap medium dispersi, bahan- bahan tersebut membentuk dispersi koloid atau sol. Sebagai contoh ketika agar-agar dicampur dengan air maka terbentuk sol koloid atau sol liofil. Koloid liofil distabilkan oleh adanya solvasi, yaitu butir-butir koloid membungkus diri dengan air mediumnya.

9 Sol hidrofil memiliki ciri – ciri :
Mengadsorpsi mediumnya Dapat dibuat dengan konsentrasi yang relatif besar Tidak mudah digumpalkan Viskositas lebih besar daripada mediumnya Bersifat reversible Efek tyndall lemah Fase terdispersi umumnya terdiri dari molekul organik seperti gelatin, insulin, albumin. Contoh koloid hidrofil : sabun, detergen, agar-agar, kanji.

10 KOLOID LIOFOBIK Koloid liofobik (liofob dari bahasa Yunani,
lio = cairan, phobia = takut / benci) adalah koloid yang mempunyai gaya tarik-menarik yang sangat lemah atau bahkan tidak ada antara zat terdispersi dengan mediumnya. Fase terdispersi biasanya terdiri dari partikel anorganik seperti emas atau perak. Koloid liofobik distabilkan oleh adsorpsi ion atau muatan listrik pada koloid.

11 Sol hidrofobik memiliki ciri-ciri :
Tidak mengadsorpsi mediumnya Hanya stabil pada konsentrasi kecil Viskositas hampir sama dengan mediumnya Irreversible Mudah digumpalkan Efek tyndall lebih jelas Contoh koloid hidrofobik : sel belerang, sol sulfida, sol logam

12 KOLOID AMFIFILIK (GABUNGAN)
Koloid amfifilik atau koloid gabungan merupakan golongan ketiga dari penggolongan koloid yang berhubungan dengan gejala antarmuka, molekul – molekul atau ion – ion tertentu disebut amfifil atau zat aktif permukaan. Fase terdispers terdiri dari agrerat (misel) dari molekul-molekul organik kecil atau ion-ion yang mempunyai ukuran individual dibawah ukuran koloid.

13 SIFAT OPTIK KOLOID Koloid mempunyai sifat optik antara lain :
Efek Tyndall

14 EFEK TYNDALL Efek tyndall adalah penghamburan cahaya oleh koloid, peristiwa dimana jalannya sinar dalam koloid dapat terlihat karena partikel koloid dapat menghamburkan sinar ke segala arah. Apabila larutan dan koloid disinari, maka akan terjadi fenomena yang berbeda, larutan akan meneruskan cahaya(transparan), sedangkan koloid menghamburkannya.

15

16 Contoh efek tyndall dalam kehidupan sehari –hari :
Sorot lampu mobil pada malam yang berkabut Sorot lampu proyektor Sinar matahari yang masuk melewati celah ke dalam ruangan berdebu, maka partikel debu akan terlihat dengan jelas.

17 DAFTAR PUSTAKA Alfred Martin Farmasi Fisik. Jakarta. Universitas Indonesia Keenan Kimia Untuk Universitas. Jakarta . Erlangga

18


Download ppt "SISTEM KOLOID UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL WASHLIYAH"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google