Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

OLEH KELOMPOK 1 (X UNGGULAN 2)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "OLEH KELOMPOK 1 (X UNGGULAN 2)"— Transcript presentasi:

1 OLEH KELOMPOK 1 (X UNGGULAN 2)
SOSIOLOGI OLEH KELOMPOK 1 (X UNGGULAN 2)

2 NAMA KELOMPOK MUH RISAL RUSMAN (01) ARNOLD APRIANTO R. (07) MUH IRHAM ILYAS (13) AGUNG ARRASIDIN (19) YOLITHA EKASARI S. (25) HARDIYANTI NUR S. (31)

3 STANDAR KOMPETENSI Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. KOMPETENSI DASAR Mendeskripsikan proses interaksi sosial sebagai dasar pengembangan pada keteraturan dan dinamika kehidupan sosial.

4 INDIKATOR Mengemukakan tipe-tipe tindakan sosial.
Menjelaskan pengertian interkasi sosial, dinamika kehidupan sosial dan tindakan sosial. Menjelaskan syarat-syarat terjadinya interaksi sosial. Mengklasifikasikan faktor-faktor pendorong terhadap interkasi sosial. Mendeskripsikan bentuk-bentuk interaksi sosial. Menggambarkan tahap-tahap terbentuknya keteraturan sosial. Mengklasifikasikan dampak interaksi sosial yang berupa pola keteraturan dan dinamika kehidupan sosial.

5 Tindakan Rasional Instrumental Tindakan Rasional Berorientasi Nilai
Tindakan Tradisional Tindakan Afektif Tindakan Sosial Dinamika Kehidupan Sosial Syarat Terjadinya Kontak Sosial & Komunikasi Faktor Pendorong Imitasi, Sugesti, Identifikasi, Simpati, Empati dan Motivasi Bentuk-Bentuk Asosiatif Kerja sama, Akomodasi, Asimilasi dan Akulturasi Interaksi Sosial Disosiatif Persaingan, Pertentangan dan Kontravensi Keteraturan Sosial Tertib Sosial Order Keajegan Pola Dampak Pola Keteraturan dan Dinamika Kehidupan

6 Tipe Tipe Tindakan Sosial
Tindakan Sosial dapat dibedakan menjadi 4 tipe: Tindakan Rasional Instrumental Tindakan ini dilakukan seseorang dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dengan tujuan yang akan dicapai. Contoh: guna menunjang kegiatan belajarnyadan agar bisa memperoleh nilai yang baik, Fauzi memutuskan untuk membeli buku-buku pelajaran sekolah daripada komik. Tindakan Rasional Beroroentasi Nilai Tindakan ini bersifat rasional dan memperhitungkan manfaatnya, tetapi tujuan yang ingin dicapai tidak terlalu dipentingkan oleh si pelaku. Contoh: menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing.

7 Tindakan Tradisional Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak rasional. Seseorang melakukan tindakan hanya karena kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tanpa menyadari alasannya atau membuat perencanaan terlebih dulu mengenai tujuan yang ingin dicapai. Contoh: berbagai upacara adat yang terdapat di masyarakat. Tindakan Afektif Tindakan ini sebagian besar dikuasai oleh perasaan atau emosi tanpa pertimbangan-pertimbangan akal budi. Contoh: tindakan meloncat-loncat karena kegirangan.

8 PENGERTIAN INTERAKSI, DINAMIKA KEHIDUPAN SOSIAL DAN TINDAKAN SOSIAL
Interaksi Sosial adalah hubungan-hubungan timbal balik antara orang-perorangan, kelompok dengan kelompok maupun antara perorangan dengan kelompok. Menurut Kimball Young & Raymond W. Mack, Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis dan yang menyangkut hubungan antarindividu, antara individu dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok lainnya

9 Dinamika kehidupan sosial adalah keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. Tindakan Sosial adalah Suatu perbuatan atau aktivitas manusia yang dilakukan dengan berorientasi pada atau dipengaruhi oleh orang lain dalam masyarakat.

10 SYARAT SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
KONTAK SOSIAL KOMUNIKASI

11 Kontak Sosial Kontak sosial merupakan aksi individu atau kelompok dalam bentuk isyarat yang memiliki makna bagi si pelaku dan si penerima, dan si penerima membalas aksi itu dengan reaksi. Kontak Sosial dapat berlangsung dalam 3 bentuk: Kontak antarindividu yaitu kontak yang terjadi antarindividu. Contoh:Kontak antara Ibu dan anak Kontak antarkelompok yaitu kontak yang terjadi antara kelompok satu dengan kelompok lain. Contoh:Kontak bisnis antarperusahaan

12 Kontak antar individu dengan kelompok yaitu kontak yang terjadi antara individu dengan kelompok. Contoh:Kontak antara siswa-siswa dengan guru Selain itu, kontak sosial dibedakan menjadi dua dilihat dari langsung tidaknya kontak tersebut terjadi yaitu Kontak Primer yaitu hubungan timbal balik yang terjadi secara langsung. Contoh: Bersalaman. Kontak Sekunder yaitu kontak yang memerlukan perantara sebagi media untuk melakukan timbal balik. Contoh: Berbica melalui telpon.

13 KOMUNIKASI Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya. Namun, suatu komunikasi dapat berlangsung efektif apabila pesan yang disampaikan ditafsirkan sama oleh pihak penerima pesan tersebut.

14 Terdapat lima unsur pokok dalam komunikasi yaitu:
Komunikator adalah orang yang menyampaikan pesan ke pihak lain. Komunikan adalah orang yang menerima pesan dari komunikator. Pesan adalah sesuatu yang disampaikan komunikator kepada komunikan. Media adalah alat yang dipakai untuk menyampaikan suatu pesan berupa tulisan, lisan dan gambar. Efek adalah perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan setelah memperoleh pesan dari komunikator.

15 FAKTOR FAKTOR PENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
Imitasi adalah proses sosial tindakan seseorang untuk meniru orang lain , baik sikap , penampilan , gaya hidupnya bahkan berusaha meniru apa saja yg dimiliki orang lain. Contoh: Imitasi Positif (Siswa meniru gaya berpidato Soekarno) Imitasi Negatif (Siswa yang ikut-ikutan tawuran ataupun meminum minumanan keras)

16 Sugesti adalah suatu rangsangan , pengaruh , tanggapan , atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain. Identifikasi adalah adanya kecenderunagn-kecenderungan dalam dari seseorang agar menjadi sama pihak lain yang dimaksud. Simpati adalah proses kejiwaan seseorang yang tertarik kepada individu lain , dapat juga terhadap kelompok lan karena sikapnya, penampilannya, kharismanya atau perilakunya

17 Empati adalah simpati yang mendalam sampai dapat mempengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang.
Motivasi adalah suatu dorongan yang diberikan individu atau kelompok kepada individu atau kelompok lainnya sehingga orang atau kelompok yang diberi motivasi tersebut melaksanakan apa yang di motivasikan dengan penuh tanggungjawab.

18 BENTUK BENTUK INTERAKSI SOSIAL
Proses-Proses Sosial yang Asosiatif Proses sosial yang bersifat asosiatif dapat terjadi apabila seseorang maupun kelompok melakukan interaksi sosial dimana masing masing pihak memiliki pandangan yang mengarah pada kesatuan. Bentuk bentuk interaksi sosial pada proses asosiatif yaitu: Kerja sama Akomodasi Asimilasi Akulturasi

19 Kerja sama (cooperation) adalah suatu rasa yang timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan kesadaran terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut. Kerja sama juga meliputi lima bentuk yaitu: Kerukunan, yang meliputi gotong royong. Bergainning, perjanjian mengenai tawar-menawar pertukaran barang ataupun jasa.

20 Cooptation, yaitu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam suatu instansi sebagai salah satu cara agar tidak terjadi guncangan/konflik di instansi tersebut. Coalition, yaitu kombinasi antara dua lembaga organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan sama. Join venture,yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu

21 Akomodasi atau Accomodation adalah proses penyesuaian antara individu dengan individu atau antara kelompok dengan kelompok dengan maksud untuk mengurangi atau mengatasi ketegangan dan kekacauan. Bentuk akomodasi: Paksaan/koersi Kompromi Arbitrase Mediasi Konsiliasi Toleransi Statemate Ajudikasi

22 Asimilasi (Assimilation) adalah proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha setiap pihak dalam menekan atau mengurangi perbedaan antara individu maupun kelompok. Asimilasi juga merupakan perpaduan dua kebudayaan berbeda membentuk suatu kebudayaan baru yang berbeda dengan budaya asli masing-masing.

23 Akulturasi (Aculturation) merupakan proses berpadunya dua kebudayaan yang berbeda untuk membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri dari kepribadian masing-masing.

24 Proses-Proses Sosial yang Asosiatif
Proses sosial yang disosiatif dapat diartikan sebagai interaksi sosial yang bertujuan untuk berjuang saling berkompetisi dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Bentuk-bentuk interaksi sosial yang disosiatif yaitu: Persaingan Pertentangan Kontravensi

25 Persaingan (Competition) merupakan proses sosial antara orang perorang maupun kelompok yang saling berlomba atau bersaing untuk mengejar suatu nilai tertentu agar lebih maju,baik dan kuat. Pertentangan (Conflict) adalah bentuk interaksi sosial bersifat negatif. Pertentangan dapat terjadi apabila seseorang atau suatu kelompok merasa dirugakan oleh pihak lain.

26 Kontravensi (Contravention) merupakan suatu bentuk proses sosial yang berupa paduan antara persaingan dan pertentangan yang terjadi pada seseorang karena adanya gejala ketidakpastian cara berpikir seseorang, rasa tidak suka, bimbang yang disembunyikan seseorang terhadap kepribadian orang lain.

27 TAHAP TAHAP TERBENTUKNYA KETERATURAN SOSIAL
Tertib sosial merupakan keadaan dimana suatu masyarakat dinyatakan telah mencapai kondisi tertib sosial apabila dalam masyarakat telah terjadi keselarasan antara tindakan masyarakat dengan nilai dan norma yang berlaku. Order merupakan suatu keadaan dimana suatu sistem atau tatanan norma dan nilai sosial diakui dan dipatuhi oleh warga masyarakat. Keajegan merupakan suatu keadaan yang memperlihatkan kondisi keteraturan sosial yang tetap dan berlangsung terus menerus. Pola merupakan suatu bentuk umum dari interaksi sosial yang menunjukkan adanya keteraturan sosial yang lebih baku apabila dibandingkan dengan tertib sosial dan keajegan.

28 GAMBARAN TERBENTUKNYA KETERATURAN SOSIAL
TERTIB SOSIAL ORDER KEAJEGAN POLA

29 DAMPAK INTERAKSI SOSIAL
Pada interaksi sosial terjalin hubungan erat yang akan menciptakan keteraturan sosial. Oleh karena itu, interaksi social berpengaruh besar terhadap terbentuknya keselarasan social masyarakat yang bersangkutan. Melalui interaksi sosial, manusia saling bekerja sama, menghargai, menghormati, hidup rukun, dan gotong royong. Sikap-sikap tersebut mampu menciptakan keteraturan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat yang mendorong munculnya keteraturan sosial. Dengan interaksi sosial maka akan terjadi suatu perubahan di dalam masyarakat yang disebut dengan dinamika kehidupan. Interaksi sosial membuat perubahan yang terjadi dimasyarakat tercipta dengan teratur.

30 KESIMPULAN Didalam kehidupan, manusia tidak akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu, manusia perlu untuk berinteraksi dengan orang lain maupun kelompok masyarakat.

31 TERIMA KASIH


Download ppt "OLEH KELOMPOK 1 (X UNGGULAN 2)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google