Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

HAKIKAT , CIRI - CIRI, DAN FUNGSI BAHASA MENURUT LUDWIA WITTGEINSTEIN

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "HAKIKAT , CIRI - CIRI, DAN FUNGSI BAHASA MENURUT LUDWIA WITTGEINSTEIN"— Transcript presentasi:

1 HAKIKAT , CIRI - CIRI, DAN FUNGSI BAHASA MENURUT LUDWIA WITTGEINSTEIN
Dosen : Penulis : Eko Naryo Marwadi ( ) Dewi Safitri ( ) Wenda Puspita ( ) Vivi Ahadiatami ( ) Ismanto( ) Kelas : x1E Kelompok : 2 (dua) Materi : I. Hakikat Bahasa II. Ciri – Ciri Bahasa III. Fungsi Bahasa BAHASA INDONESIA

2 Hakikat Bahasa Menurut Ludwia Wittgenstein
Menurut Wittgenstein hakikat bahasa merupakan gambaran logis dunia empiris, yang tersusun atas proposisi-proposisi dan menggambarkan 'keberadaan suatu peristiwa' (state of offairs). Filsafat Wittgenstein dibagi menjadi dua periode, Periode pertama berjudul Tractatus Logico-Philosophicus ( 1922), yang intinya tentang teori gambar (picture theory) dan mengungkapkan tentang logika bahasa. Periode kedua adalah Philosophical Investigations (1953), yang memuat tentang 'permainan bahasa' (language games).

3 Dalam pengantar Tractatus Logico-Philosophicus , Wittgenstein menyoroti persoalan besar kekacauan bahasa . Kekacauan bahasa itu disebabkan oleh kesalahpahaman dalam penggunaan bahasa logika, yang mengakibatnya tidak adanya “tolak-ukur” yang dapat menentukan apakah suatu ungkapan filsafat itu bermakna dan kosong belaka Dalam pengantar Philosophical Investigations, Wittgenstein menyoroti persoalan dengan gaya bahasa yang sangat longgar, cenderung sintetik, bahkan dekat dengan cerita detektif. Semboyannya dalam Philosophical Investigations : “Makna setiap kata tergantung penggunaannya dalam bahasa, dan makna sebuah bahasa tergantung penggunaannya dalam kehidupan.”

4 Dua fase pokok dalam masa Philosophical Investigations yang harus diperhatikan untuk mendapatkan pembedaan pemahaman dengan masa Tractatus Logico-Philosophicus: Filsafat bahasa biasa (ordinary language philosophy). Munculnya filsafat bahasa biasa dipicu oleh kegalauan terhadap kegagalan bahasa logika dalam menjelaskan jubelan realitas Fakta bahwa sangat banyak lalu-lintas bahasa dalam kehidupan nyata sehari-hari, yang menghasilkan makna-makna yang sangat beragam bahkan terhadap satu kata atau proposisi, memperlihatkan betapa bahasa logika tidak mampu menjawab keinginan dasar filsafat analitika untuk mengentaskan kerancuan makna bahasa.

5 Tata permainan bahasa (language game).
Tata aturan permainan berbahasa dalam konteks ilmiah dan biasa atau keseharian,penggunaan bahasa ini memiliki tata aturan permainannya sendiri, yang bila dicampur-adukkan, akan melahirkan kekacauan berbahasa dan pemaknaannya. Apa yang menjadi tata aturan permainan ilmiah, tidak bisa dicampurkan penggunaannya dalam tata aturan permainan bahasa biasa. Demikian pula sebaliknya. Pemikiran Wittgenstein ini sangat terang muncul dalam pernyataannya: “Makna sebuah kata tergantung penggunaannya dalam sebuah kalimat, makna sebuah kalimat tergantung penggunaannya dalam sebuah bahasa, dan makna sebuah bahasa tergantung penggunaanya dalam sebuah kehidupan”.

6 Ciri – Ciri Bahasa Menurut Ludwig Wittgenstein
Sifat atau ciri – ciri bahasa, antara lain adalah : 1. Bahasa adalah sebuah sistem 2. Bahasa berwujud lambang 3. Bahasa berupa bunyi 4. Bahasa bersifat arbiter 5. Bahasa itu bermakna 6. Bahasa bersifat konvensional 7. Bahasa bersifat unik 8. Bahasa bersifat universal 9. Bahasa itu bervariasi 10. Bahasa bersifat produktif 11. Bahasa bersifat dinamis 12. Bahasa berfungsi sebagai alat interaksi sosial 13. Bahasa merupakan identitas penuturnya

7 2. Bahasa sebagai lambang
1.  Bahasa sebagai system Sebagai sebuah sistem, bahasa itu sekaligus bersifat sistematis dan sistemis. - Dengan sistematis, artinya, bahasa itu tersusun menurut suatu pola: tidak tersusun secara acak, secara sembarangan. - Sistemis, artinya, bahasa itu bukan merupakan sistem tunggal, tetapi terdiri juga dari sub-sub sistem; atau sistem bawahan. 2. Bahasa sebagai lambang Lambang dengan berbagai seluk beluknya dikaji orang dalam kegiatan ilmiah dalam bidang kajian yang disebut ilmu semiotika atau semiologi, yaitu ilmu yang mempelajari tanda-tanda yang ada dalam kehidupan manusia, termasuk bahasa.

8 Dalam semiotika atau semiologi (yang di Amerika ditokohi oleh Charles Sanders Peirce dan di Eropa oleh Fendinand de Saussure) dibedakan adanya beberapa jenis tanda, yaitu, antara lain tanda (sign), lambing (simbol), sinyal (signal), gejala (symptom), gerak isyarat (gesture), kode, indeks, dan ikon. 3. Bahasa adalah bunyi Bunyi bahasa (speech sound) adalah satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang di dalam fonetik diamati sebagai “fon” dan di dalam fonemik sebagai “fonem”. 4. Bahasa itu bermakna Oleh karena lambang-lambang itu mengacu pada sesuatu konsep, ide, atau pikiran, maka dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna.

9 5.  Bahasa itu arbiter Kata arbiter diartikan sewenang-wenang, berubah-ubah, tidak tetap. 6. Bahasa itu konvensional Semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konfensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya 7.   Bahasa itu produktif Meskipun unsur-unsur itu terbatas, tapi dengan unsur-unsur dengan jumlahnya yang terbatas terdapat di luar satuan-satuan bahasa yang jumlahnya yang tidak terbatas, meski secara relative sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa. 8.  Bahasa itu unik Unik artinya mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh yang lain.

10 9.  Bahasa itu universal Universal Artinya ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada di Dunia ini. 10. Bahasa itu dinamis Dinamis memiliki arti bahwa manusia tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sepanjang keberadaan manusia itu, sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat tak ada kegiatan manusia yang tidak disertai oleh bahasa. 11. Bahasa itu bervariasi Bervariasi memiliki arti bahwa bahasa digunakan oleh sekelompok orang yang termasuk dalam suatu masyarakat bahasa. Yang termasuk dalam masyarakat bahasa adalah mereka merasa menggunakan bahasa yang sama.

11 12.Bahasa berfungsi sebagai alat interaksi sosial/komunikasi
Bahasa merupakan suatu sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer(manasuka), yang dapat diperkuat dengan gerak-gerik badaniah yang nyata 13.Bahasa merupakan identitas penuturnya Bahasa dalam identitas penuturnya merupakan orang yang berbicara .

12 Fungsi Bahasa Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri. Mampu mengungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan. Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati dan pikiran kita. Ada 2 unsur yang mendorong kita untuk mengekspresikan diri, yaitu: * Agar menarik perhatian orang lain terhadap diri kita. * Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi.

13 Sebagai alat komunikasi.
- Pada saat menggunakan bahasa sebagai komunikasi, berarti memiliki tujuan agar para pembaca atau pendengar menjadi sasaran utama. - Bahasa yang dikatakan komunikatif karena bersifat umum.Manusia memakai dua cara berkomunikasi, yaitu verbal dan non verbal. - Berkomunikasi secara verbal dilakukan menggunakan alat/media bahsa (lisan dan tulis), sedangkan berkomunikasi cesara non verbal dilakukan menggunakan media berupa aneka symbol, isyarat, kode, dan bunyi seperti tanda lalu lintas,sirene setelah itu diterjemahkan kedalam bahasa manusia.

14 Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi sosial.
Pada saat beradaptasi dilingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan bahasa yang non standar pada saat berbicara dengan teman- teman dan menggunakan bahasa standar pada saat berbicara dengan orang tua atau yang dihormati. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa memudahkan seseorang untuk berbaur dan menyesuaikan diridengan bangsa.

15 Sebagai alat kontrol Sosial.
Yang mempengaruhi sikap, tingkah laku, serta tutur kata seseorang. Kontrol sosial dapat diterapkan pada diri sendiri dan masyarakat. Contohnya buku- buku pelajaran, ceramah agama, orasi ilmiah, mengikuti diskusi serta iklan layanan masyarakat. Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita

16 Kesimpulan Menurut Wittgenstein hakikat bahasa merupakan gambaran logis dunia empiris, yang tersusun atas proposisi-proposisi dan menggambarkan 'keberadaan suatu peristiwa' (state of offairs). Filsafat Wittgenstein dibagi menjadi dua periode, periode pertama berjudul Tractatus Logico-Philosophicus ( 1922), yang intinya tentang teori gambar (picture theory) dan mengungkapkan tentang logika bahasa. periode kedua adalah Philosophical Investigations (1953), yang memuat tentang 'permainan bahasa' (language games). Kegunaan dan Fungsi Bahasa secara umum adalah sebagai alat komunikasi,alat untuk mengekspresikan diri, dan pula integrasi serta alat kontrol sosial.

17 TERIMA KASIH Dosen : Penulis : Eko Naryo Marwadi (201243500395)
Dewi Safitri ( ) Wenda Puspita ( ) Vivi Ahadiatami ( ) Ismanto( ) Kelas : x1E Kelompok : 2 (dua) Program Study : TEKNIK INFORMATIKA


Download ppt "HAKIKAT , CIRI - CIRI, DAN FUNGSI BAHASA MENURUT LUDWIA WITTGEINSTEIN"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google