Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Manajemen Tatap Muka 12.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Manajemen Tatap Muka 12."— Transcript presentasi:

1 Manajemen Tatap Muka 12

2 Bersifat absolut? Situasional ?
Kepemimpinan Seperti apa? Seperti siapa? Bersifat absolut? Situasional ?

3 4 gaya kepemimpinan dasar (diterapkan oleh seorang entrepreneur)
Direktif Inilah salah satu gaya kepemimpinan paling klasik dan sering disebut sebagai otokratik. Seseorang yang menggunakan gaya kepemimpinan ini suka memberikan arahan atau instruksi mengenai apa yang harus dilakukan dan mengharapkan pegawainya untuk melaksanakannya sesuai dengan petunjuk yang ia berikan. Partisipatif Gaya kepemimpinan ini cenderung lebih demokratis. Seorang pemimpin dengan gaya kepemimpinan partisipatif suka mencari masukan dan saran dari pihak lain. Mereka juga tak segan untuk turun ke lapangan bersama-sama pegawai untuk menjalani dan memimpin proses pembuatan keputusan.

4 Lanjutan…. Laissez-faire Kita bisa menemui prinsip laissez faire dalam mekanisme pasar bebas. Dan seperti pasar bebas, perusahaan yang dijalankan oleh pemimpin yang gaya kepemimpinannya didominasi prinsip laissez faire juga cenderung lepas tangan. Ia tidak banyak turut campur dalam proses pengambilan keputusan sehingga ruang bagi bawahnnya untuk melahirkan insiatif sendiri. Adaptif Inilah gaya kepemimpinan yang memperhitungkan konteks lingkungan kerja dan kepribadian setiap individu yang dipimpin.

5 Implementasi ? Konteks 1:
Seorang pegawai baru yang baru saja mulai bekerja. Kita mesti pahami bahwa individu ini adalah orang baru dalam industri yang Anda tekuni dan ia belum memiliki banyak pengalaman. Gaya kepemimpinan yang paling sesuai untuk diterapkan dalam kasus ini ialah gaya direktif. Mereka ini membutuhkan banyak arahan sehingga bisa belajar menemukan jalannya. Konteks 2: Sebuah masalah muncul dan harus diatasi sesegera mungkin. Seorang individu ialah bawahan yang sudah bekerja cukup lama, mereka sudah menguasai dasar-dasar pekerjaannya tetapi masih mempelajari atmosfernya. Pendekatan yang sesuai ialah gaya kepemimpinan partisipatif. Dengan demikian, Anda sebagai pemimpin bisa membuat orang ini berpartisipasi dalam pemecahan masalah berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki dan memberikan peluang bagi Anda untuk melihat seberapa baik mereka berkembang.

6 Lanjutan… Konteks 3: Sebuah peluang penjualan besar datang menghampiri. Seorang individu bekerja sebagai tenaga penjualan yang paling berpengalaman dalam perusahaan Anda. Ia berhasil meraih penjualan besar. Pendekatan kepemimpinan yang paling sesuai bisa jadi ialah laissez faire. Anda tak perlu mengawasi apalagi memberikan instruksi kepadanya karena justru bisa kontraproduktif. Konteks 4: Contoh terakhir ini mungkin hanya untuk menekankan pesan. Bila individu yang sama berpengalamannya berada dalam posisi Anda dan Anda menyaksikan gedung yang Anda tempati tengah dilanda kebakaran, tentu Anda tidak akan berkata dengan santai bawah gedung sedang kebakaran. Konteks akan membimbing Anda untuk menggunakan pendekatan direktif untuk memberikan instruksi keluar dari gedung secepat mungkin.

7 8 tipe kepemimpinan menurut Kartini Kartono
1.      Gaya Kepemimpinan Paternalistik Tipe pemimpin paternalistik yang bersifat kepapakan, dengan sifat-sifat diantaranya : a.       Overly protective. b.      Selalu bersikap maha tahu dan maha besar. c.       Jarang memberikan kesempatan kepada bawahanya untuk berinisiatif. hanya terdapat dilingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. 2.      Gaya Kepemimpinan Karismatik Tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang kriteria kepemimpinan yang karismatik. Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar.  Banyak memberikan inspirasi, keberanian dan keyakinan teguh pada pendirian sendiri.

8 Lanjutan… 3. Gaya Kepemimpinan Bebas
Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing -masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi. 4.      Gaya Kepemimpinan Demokratis Pemimpin yang demokratik biasanya memandang peranannya selaku koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan komponen organisasi. Menyadari bahwa mau tidak mau organisasi harus disusun sedemikian rupa sehingga menggambarkan secara jelas aneka ragam tugas dan kegiatan yang tidak bisa tidak harus dilakukan demi tercapainya tujuan. Kepemimpinan demokratis biasanya berlangsung pada: a.       Organisasi dengan segenap bagianya berjalan lancar. b.      Otoritas sepenuhnya didelegasikan ke bawah, dan masing-masing menyadari tugas serta kewajibanya masing-masing.

9 Lanjutan… 5. Gaya Kepemimpinan Otokratis
Kepemimpinan otokrasis itu mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan yang harus dipatuhi. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”, antara laindalam bentuk kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat–alat lain dalamorganisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan martabat mereka. pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengkaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya. Pengabaian peranan para bawahandalam proses pengambilan keputusan. Pemimpin akan bersikap baik pada bawahanya asalkan bawahan itu patuh atas semua perintah yang telah diberikan.

10 lanjutan 6. Gaya Kepemimpinan Militeristis
Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah : a.        Lebih banyak menggunakan sistem perintah, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana. b.       Menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan. c.        Sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan. d.       Menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya. e.       Tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan- kritikan dari bawahannya. f.        Komunikasi hanya berlangsung searah.

11 Lanjutan… 7. Gaya Kepemimpinan Populistis
Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai- nilai masyarakat yang tradisional, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.

12 lanjutan 8. Gaya Kepemimpinan Administratif/Eksekutif
Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administrator-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan.

13 Tugas kumpulkan Tatap Muka 13
Anda tertarik pada figure pemimpin yang seperti apa? Mengapa? Apa daya tarik orang tersebut bagi Anda. Ceritakan dalam tulisan populer, minimal 500 kata, jangan lupa sertakan foto/gambar pemimpin tersebut. Referensi tetap dicantumkan di akhir tulisan Anda


Download ppt "Manajemen Tatap Muka 12."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google