Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

10 Pengantar Bisnis Pemberdayaan Karyawan dan Tim

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "10 Pengantar Bisnis Pemberdayaan Karyawan dan Tim"— Transcript presentasi:

1 10 Pengantar Bisnis Pemberdayaan Karyawan dan Tim
Ryani Dhyan Parashakti,SE.MM Ekonomi Manajemen

2 Pengertian ? Pemberdayaan (empowerment) “membagi kekuasaan (power sharing) atau mendelegasikan kekuasaan dan wewenang kepada bawahan di dalam organisasi” Pemberdayaan “adalah wewenang untuk membuat keputusan dalam kegiatan operasional individual tanpa harus memperoleh persetujuan dari siapapun”* ryani dhyan parashakti

3 MENGAPA KONSEP PEMBERDAYAAN UNIK BAGI ORGANISASI ?
1. Bawahan didorong dan dimotivasi untuk menggunakan inisiatifnya yang selama ini terpendam dalam diri bawahan akibat adanya prosedur birokrasi. 2. Bawahan tidak saja diberi wewenang tetapi juga sumber daya (resources), seperti budget/uang sehingga bawahan tidak saja membuat keputusan, tetapi mereka bisa melihat hal itu diterapkan.* ryani dhyan parashakti

4 ALASAN UTAMA/MANFAAT PENERAPAN PEMBERDAYAAN
Pemberdayaan memicu dan menciptakan motivasi yang kuat dari bawahan, karena berhubungan langsung dengan pemenuhan kebutuhan tingkat tinggi dari bawahan (aktualisasi diri, penghargaan diri,kebutuhan pertumbuhan). Pemberdayaan secara aktual meningkatkan jumlah total dari kekuasaan yang ada di organisasi, shg organisasi menjadi kuat. Pemimpin dapat memperoleh manfaat dari tambahan kemampuan partisipasi bawahan yang bisa diperoleh organisasi (spt : pemimpin dpt berkonsentrasi pd pencapaian visi organisasi, pemimpin tidak perlu selalu mengawasi ).* ryani dhyan parashakti

5 KONDISI DASAR BAGI PENERAPAN PEMBERDAYAAN
PARTISIPASI – peningkatan partisipasi meningkatkan komitmen bawahan thd kemajuan organisasi. “Partisipasi sebagai syarat suksesnya pemberdayaan” INOVASI – pimpinan mendukung inovasi oleh bawahan. Pimpinan harus memandang bhw kegagalan inovasi bawahan merupakan kesukesan yg tertunda. AKSES PADA INFORMASI – bawahan harus diberikan akses yg luas thd informasi krn daaapat menumbuhkan keyakinan. AKUNTABILITAS – wewenang membuat keputusan harus diiringi dg tanggung jawab.* ryani dhyan parashakti

6 ELEMEN POKOK YG HARUS DIPENUHI SEBELUM BAWAHAN DIBERDAYAKAN
Bawahan harus memiliki informasi yang menyeluruh tentang kinerja perusahaan-tidak ada informasi yang dirahasiakan. Bawahan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk memberikan kontribusi bagi tujuan perusahaan. Bawahan harus mempunyai kekuasaan dan wewenang untuk membuat keputusan penting. Bawahan harus memahami makna dan akibat dari pekerjaannya. Bawahan harus diberikan reward atas kinerja yg dapat dicapainya.* ryani dhyan parashakti

7 KEUNTUNGAN & KERUGIAN PEMBERDAYAAN
Respon yg cepat thd kebutuhan pelanggan. Efisiensi waktu untuk penyelesaian pek dan pelayanan thd pelanggan. Meningkatkan kepuasaan kerja karyawan. Kokohnya hub karyawan-pelanggan Munculnya ide-ide kreatif utk meingkatkan kualitas produk & pelayanan.* KERUGIAN Investasi yg besar untuk seleksi karyawan Investasi yg besar utk program pelatihan karyawan. Kompensasi untuk karyawan yg tinggi.* ryani dhyan parashakti

8 10 Prinsip Pemberdayaan Karyawan
Tunjukkan rasa penghargaan thd karyawan Libatkan dalam visi, misi, dan renstra Beritahu tujuan2 penting yang akan dicapai Berikan kepercayaan Berikan informasi yang cukup untuk pembuatan keputusan Delegasikan wewenang dan pekerjaan Berikan feedback thd pekerjaan karyawan Pecahkan masalah “fokuskan thd sistem yg tdk baik….” Mendengarkan karyawan dan bertanya. Berikan reward dan recognation ryani dhyan parashakti

9 Dua orang atau lebih yang bekerjasama atas dasar persamaan persepsi
Apa sih bedanya ……. ? KELOMPOK : Dua orang atau lebih yang bekerjasama atas dasar persamaan persepsi TIM : Kumpulan orang dalam suatu kelompok yang memiliki tujuan yang sama, setiap anggota saling ketergantungan, bekerja dalam suasana saling percaya, saling memotivasi, dan permasalahan diselesaikan secara win-win solution ryani dhyan parashakti

10 Kelompok VS Tim KELOMPOK T I M
Anggota beranggapan pengelompokan sekedar administratif Pendekatan hanya sebagai tenaga bayaran Anggota menyadari ketergantungan antar anggota, tidak mencari keuntungan pribadi Ada komitmen thd sasaran yg akan dicapai, ikut merasakan memiliki pekerjaan dan organisasinya ryani dhyan parashakti

11 Kelompok VS Tim KELOMPOK T I M
Anggota diperintah untuk melaksanakan tugas Anggota berhati-hati dalam menyampaikan saran karena dapat dianggap sebagai upaya untuk memecah belah Anggota memiliki kontribusi terhadap keberhasilan organisasi Bekerja dalam suasana saling percaya, saran diterima dengan terbuka ryani dhyan parashakti

12 Kelompok VS Tim KELOMPOK T I M Anggota kurang rasa toleransi
Anggota dalam suatu konflik tanpa mengetahui sebab dan pemecahannya Anggota tidak peran aktif dalam pengambilan keputusan Menjalankan komunikasi dengan tulus, saling memahami perbedaan sudut pandang Konflik merupakan hal yang wajar, konflik merupakan peluang untuk mengembangkan kretivitas. (Penyelesaian konflik secara konstruktif) Anggota berpartisipasi dalam pengambilan keputusan ryani dhyan parashakti

13 Anggota Tim Yang Efektif
Proaktif Mendahulukan yang utama Selalu mulai dengan tujuan akhir Pendekatan menang-menang Berusaha mengerti orang lain sebelum dimengerti orang lain Selalu bersinergi, keterpaduan, kebersamaan Selalu mengembangkan diri ryani dhyan parashakti

14 Manfaat Membangun Tim Yang Efektif
Sasaran mudah dicapai Ada komitmen saling mendukung Tahu prioritas anggota Komunikasi lebih terbuka Pemecahan Masalah lebih efektif Terjadi umpan balik kinerja Konflik dapat diterima, penyelesaian optimal Terjadi keseimbangan antara produktivitas dan pemenuhan kebutuhan pribadi Ada penghargaan terhadap hasil kerja tim Termotivasi dalam mengeluarkan ide Terjadi disiplin dalam tim Anggota mampu bekerjasama dengan tim lain ryani dhyan parashakti

15 Tahap Perkembangan Tim (Menurut Richard Y Chang)
1. Menetapkan arah ( Drive) : Fokuskan pada misi, menetapkan tujuan-prioritas-prosedur kerja-aturan bagi tim. 2. Bergerak (Strive) : Peran dan tanggung jawab ditetapkan dengan jelas,permasalahan diselesaikan secara arif dan bijaksana. 3. Mempercepat gerak (Thrive) : Peningkatan produktivitas dengan penyelesaian masalah dengan umpan balik seluruh anggota, manajemen konflik, kerjasama dan pembuatan keputusan yang efektif. 4. Sampai (Arrive) : Pada fase ini jika tim belum mencapai puncak maka perlu melakukan koordinasi dan meninjau kembali sasaran-sasaran yang ada masih relevan / tidak. ryani dhyan parashakti

16 Membangun Kebersamaan Tim
Suatu akan efektif jika dibangun dengan rasa kebersamaan, tidak memandang pangkat suku golongan, saling menghargai,menghormati dan dilandasi rasa keterbukaan serta anggota yang memiliki karakteristik : Berorientasi pada opini. Berorientasi pada persamaan. Berorientasi pada tujuan. ryani dhyan parashakti

17 Membangun Kebanggaan Tim
Untuk mempertahankan kinerja tim perlu dibangun rasa kebanggaan tim dengan : Memotivasi anggota untuk berkomitmen. Memotivasi anggota strategi : - dapatkan nasehat dari mereka - jadikan mereka guru - libatkan mereka dalam presentasi dan delegasikan tugas ryani dhyan parashakti

18 KEKUATAN DAN KELEMAHAN
KERJASAMA TIM Kekuatan Kelemahan model kerja sama perhatian & interaksi dengan anggota meningkat lebih aman menampilkan yang terbaik variasi yang menantang persiapan/waktu ekstra tidak mudah menjadi anggota tim yang kompak dana/fasilitas ekstra ryani dhyan parashakti

19 KRITERIA KERJASAMA TIM
Pernah mengamati kerjasama tim Kemauan & Kesempatan Mampu memberi kepercayaan pada orang lain take and give Mau & mampu memperdalam bidang keahlian Membuka diri (tidak apriori) ryani dhyan parashakti

20 Perencanaan, Pelaksanaan & Penilaian
tetapkan tujuan variasi/jenis pengorganisasian materi pilih model latihan langkah pelaksanaan sesuai dengan kesepakatan siapa, kapan, di mana Program: penilaian sajian oleh mahasiswa refleksi diri bagi anggota tim Hasil : Sesuai harapan ryani dhyan parashakti

21 Komunikasi dalam organisasi
Merupakan komunikasi antar manusia (human communication) yg terjadi dalam konteks organisasi Komunikasi organisasi diberi batasan sbg arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergabung satu sama lain (the flow of messages within a network of interdependent relationship) ryani dhyan parashakti

22 Komunikasi Organisasi
Manusia dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya membutuhkan orang lain & membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok & masyarakat. ryani dhyan parashakti

23 Two way communication, komunikasi dua arah, komunikasi timbal balik, membutuhkan kerjasama yg diharapkan untuk mencapai cita-cita bersama, cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Bila sasaran komunikasi dpt diterapkan dlm suatu organisasi baik organisasi pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan, dengan tujuan utama mempersatukan individu dalam organisasi ryani dhyan parashakti

24 3 model dalam komunikasi :
1. model komunikasi linier 2. model komunikasi interaksional 3. model komunikasi transaksional. ryani dhyan parashakti

25 1. Model Komunikasi Linier
One way communication, dalam model ini komunikator memberi suatu stimuli & komunikan melakukan respon yang diharapkan tanpa mengadakan seleksi & interpretasi. Komunikasi bersifat monolog ryani dhyan parashakti

26 2. Model Komunikasi Interaksional
Sebagai kelanjutan dari model pertama, pd tahap ini sudah terjadi feedback. Komunikasi yg berlangsung bersifat dua arah & ada dialog. Tiap partisipan memiliki peran ganda, satu saat bertindak sbg komunikator, pd saat yg lain sbg komunikan ryani dhyan parashakti

27 3. Model Komunikasi Transaksional
Komunikasi dipahami dlm konteks hubungan antara dua orang atau lebih. Pandangan ini menekankan bahwa semua perilaku adalah komunikatif. Tidak ada satupun yg tidak dapat dikomunikasikan. ryani dhyan parashakti

28 Fungsi komunikasi dlm organisasi
1. DOWNWARD COMMUNICATION 2. UPWARD COMMUNICATION 3. HORIZONTAL COMMUNICATION ryani dhyan parashakti

29 1. DOWNWARD COMMUNICATION
Pemberian atau penyimpanan instruksi (job instruction) Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job retionnale) Penyampaian informasi mengenai peraturan yang berlaku (procedures & practices) Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik. ryani dhyan parashakti

30 2. UPWARD COMMUNICATION Penyampaian informasi tentang pekerjaan atau tugas yang sudah dilaksanakan. Penyampaian informasi tentang persoalan pekerjaan atau tugas yg tidak dapat diselesaikan bawahan Penyampaian saran-saran perbaikan dari bawahan Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya maupun pekerjaannya. ryani dhyan parashakti

31 3. HORIZONTAL COMMUNICATION
Memperbaiki koordinasi tugas Upaya pemecahan masalah Saling berbagi informasi Upaya pemecahan konflik Membina hubungan melalui kegiatan bersama ryani dhyan parashakti

32 FUNGSI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
1. FUNGSI INFORMATIF 2. FUNGSI REGULATIF 3. FUNGSI PERSUASIF 4. FUNGSI INTEGRATIF ryani dhyan parashakti

33 bahan 7 / perilaku organisasi / herwanparwiyanto
1. Fungsi Informatif Organisasi dapat dipandang sbg suatu sistem pemrosesan informasi (information processing system). Seluruh anggota dalam organisasi berharap akan dpt informasi yg lebih banyak, lebih baik, dan tepat waktu Informasi yg didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dpt melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti. ryani dhyan parashakti ilmu administrasi / smt.4 /fisip-uns 33

34 2. Fungsi Regulatif Berkaitan dengan peraturan-peraturan yg berlaku dalam suatu organisasi Atasan atau orang-orang dlm jajaran struktural memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yg disampaikan ryani dhyan parashakti

35 3. Fungsi Persuasif Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yg diharapkan. Banyak pimpinan lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah ryani dhyan parashakti

36 4. Fungsi Integratif Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas & pekerjaan dengan baik. Pelaksanaan komunikasi ini dapat menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yg lebih besar dlm diri karyawan terhadap organisasinya. ryani dhyan parashakti

37 GAYA KOMUNIKASI Gaya komunikasi (communication style) didefinisikan sbg seperangkat perilaku antar pribadi yang terspesialisasi, yang digunakan dlm suatu situasi tertentu (a specialized set of interpersonal behaviors that are used in a given situation) Masing-masing gaya komunikasi terdiri dari sekumpulan perilaku komunikasi yg dipakai untuk mendapat respon atau tanggapan tertentu dlm situasi yang tertentu pula. ryani dhyan parashakti

38 Ryani Dhyan Parashakti


Download ppt "10 Pengantar Bisnis Pemberdayaan Karyawan dan Tim"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google