Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ASUHAN GIZI PADA LANSIA DAN PASIEN GERIATRI

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ASUHAN GIZI PADA LANSIA DAN PASIEN GERIATRI"— Transcript presentasi:

1 ASUHAN GIZI PADA LANSIA DAN PASIEN GERIATRI
Anugrah Novianti, SGz, M.Gizi PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

2 Deteksi dini (Penapisan dan Pengkajian) dan pemberian zat gizi adekuat sebagai tata laksana awal merupakan hal yang penting dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah gizi pada lansia

3 Kebutuhan Energi (Kalori)
BB aktual digunakan pada pasien dengan IMT kurang dan normal. Kebutuhan energi pasien dengan IMT kurang dapat berubah sesuai dengan perubahan berat badan aktual yang di dapatkan saat monev. BB ideal digunakan pada pasien dengan IMT lebih atau obese.

4 Kebutuhan Energi (Kalori)
BB aktual digunakan pada pasien dengan IMT kurang dan normal. Kebutuhan energi pasien dengan IMT kurang dapat berubah sesuai dengan perubahan berat badan aktual yang di dapatkan saat monev. BB ideal digunakan pada pasien dengan IMT lebih atau obese. Kebutuhan energi lansia sehat dimulai dari kka/kg/hari Sedangkan, kebutuhan energi pasien lasia dengan kondisi stress metabolik kksl/kg/hari

5 Kebutuhan Protein Asupan protein untk lansia disarankan lebih tinggi dibandingkan dewasa muda. PROT-AGE merekomendasikan 1 – 1,2 gram protein/kgBB/ hari untuk lansia sehat. Pasien lansia dengan risiko malnutsrisi : 1,2 – 1, 5 gram/kgBB/hari Pasien dengan diagnosa malnutrisi dan infeksi parah : 2 gram/kgBBhari Kebutuhan ini tidak berlaku untuk lansia dengan gangguan ginjal atau pada lansia yang harsus membatasi konsumsi protein.

6 Kebutuhan Lemak Jenis Lemak Kebutuhan Total Lemak As Lemak Jenuh (SFA)
As. Lemak Trans (TFA) As. Lemak Tidak Jenuh Ganda (PUFA) As. Lemak Tidak Jenuh Tunggal (MUFA) US Dietary Guidelines 2015 Kolesterol 20-35% dari total kalori 10% dari total kalori < 1% total kalori 6 – 11% total kalori Total lemak – SFA – PUFA – TFA < 300 mg/hari < 200 mg /hari utuk individu dengan risiko tinggi oenyakit kardiovaskular dan DM tipe 2

7 Peningkatan Kebutuhan Cairan
Kebutuhan cairan harian lansia dihitung berdasarkan berat badan : 25 – 30 ml/kgBB Faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan : Faktor Peningkatan Kebutuhan Cairan Demam Berkeringat Hiperventilasi Hipertiroid 12,5% untuk setiap kenaikan suhu 10C di atas normal 10 – 25% 10 – 60% 25 – 60%

8 Pemberian NPO (Nutrisi Per Oral)
Mengonsumsi berbagai jenis makanan sesuai dengan pedoman diet sehat dan seimbang Meningkatkan frekuensi makanan dalam sehari dengan kudapan (selingan) di antara waktu makan utama (3x makan utama 3x makan selingan, porsi kecil tapi sering) Menghindari perut kosong di malam hari (> 12 jam) dengan memundurkan jam makan malam serta mengawalkan sarapan pagi dan atau memberikan kudapan Memberikan makanan dengan dengan nilai kalori tinggi dan atau protein tinggi Mendesain menu sesuai dengan keinginan/preferensi pasien dan memodifikasi tekstur makanan menurut kemampuan mengunyah dan menelan Memberikan suasana yang menyenangkan saat makan.

9 Tingkat Modifikasi Diet untuk Gangguan Menelan
Deskripsi Contoh Rekomendasi Tingkat 1 Tingkat 2 Homogen, kohesif Tidak perlu dikunyah, hanya perlu mengendalikan bolus Makanan semi solid yang lembab dan kohesif Memerluka sedikit kemampuan mengunyah Sereal matang yang homogen dengan tekstur halus Bubur halus tanpa gumpalan; daging, sayuran utuh Sup saring, Puding, Yogurt Sereal masak bertekstur Daging giling Buah/sayuran yang lunak

10 Tingkat Modifikasi Deskripsi Contoh Rekomendasi Tingkat 3 Tingkat 4 Makanan padat lunak, lebih membutuhkan kemampuan mengunyah Tidak ada modifikasi, diperbolehkan makan apapun Roti, nasi atau pati lain Buah atau sayur yang telah dimasak Daging lunak atau yang telah diiris tipis Tidak ada restriksi

11 Sarkopenia dan Frailty
Sarkopenia  Terjadi penurunan massa otot 3-8% per dekade Dibutuhkan pencegah untuk mencegah risiko fraktur dan osteoporosis dengan cara mengonsumsi protein dengan jumlah yang lebih tinggi. Untuk memaksimalkan sistesis protein otot diperlukan asupan protein gram protein dengan kualitas tinggi per setiap makan (setara dengan 10 gram asam amino esensial) Leusin  salah satu jenis as. Amino esensial dapat meningkatkan sistesis protein otot sehingga suplementasinya diduga dapat mencegah terjadinya sarkopenia. Sebaiknya, konsumsi protein ini juga dikombinasikan dengan latihan resistensi yang dilakukan minimal 2x dalam seminggu. Penelitian mengungkapkan hal ini mampu meningkatkann rerata massa bebas lemak 1,3 kg

12 Tugas Pasien perempuan 68 tahun, TB 158 cm (berdasarkan konversi perhitungan tinggi lutut) dan BB 53 kg (IMT 21,2) datang ke poliklinik geriatri dengan keluhan mudah lelah sejak dua minggu terakhir, memiliki gangguan mengunyah dan menelan. Anamnesis untuk menapis dan mengkaji status gizi pasien dengan MNA menunjukkan adanya penurunan nafsu makan, penurunan berat badan 2 kg dalam 3 bulan terakhir dan mobilitas pasien aktif. Suami dan anak pasien meninggal bulan lalu karena kecelakaan lalu lintas. Penapisan dengan SF-MNA menghasilkan skor 9 (kemungkinan malnutrisi). Hitung kebutuhan energi, zat gizi makro dan cairan pasien tersebut (contoh menu) !


Download ppt "ASUHAN GIZI PADA LANSIA DAN PASIEN GERIATRI"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google