Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENCAPAIAN KINERJA P3BS SD MEI 2017

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENCAPAIAN KINERJA P3BS SD MEI 2017"— Transcript presentasi:

1 PENCAPAIAN KINERJA P3BS SD MEI 2017
TIM KINERJA P3B SUMATERA

2

3 REKAP PER PERSPEKTIF 00

4

5 Kinerja P3BS Yang Tidak Tercapai Maksimal
s.d Mei 2017 Penyelesaian Pekerjaan GI Realisasi 12 GI dari target 16 GI. Hal ini disebabkan oleh Uprating peralatan bay Pht 150 kV di GI Pangkalan Brandan, GI Binjai, GI Kuala Tanjung dan GI Kisaran terkendala pemadaman. 2. TROD Realisasi 79,32 Jam dari target 51,43 Jam. Trip IBT#2 150/70kV 60MVA di GI Pekalongan pada bulan Februari 2017 karena isolasi breakdown kabel yang ke arah MK dengan durasi total mencapai 23,28 jam. Kondisi hujan deras pada saat kejadian gangguan menyebabkan penormalan gangguan terkendala dimana pemeriksaan tidak dapat dilakukan secara menyeluruh. 3. FUELMIX Realisasi 6,98 % dari target 5,17 %, Hal ini disebabkan karena banyaknya Gangguan pembangkit non BBM di Sub Sistem Sumbagselteng, diantaranya PLTU Teluk sirih, Ombilin, Tenayan 1, Banjar sari 2, FYI (First Year Inspection) PLTU Keban agung 1 menyebabkan beroperasi nya pembangkit berbahan bakar minyak seperti PLTG Pauh limo dan PLTD Sungai juaro.

6 Kinerja P3BS Yang Tidak Tercapai Maksimal
s.d Mei 2017 Pada sub sistem Sumbagut, Mundurnya FYI PLTU Pangkalan susu 1, gangguan PLTU Nagan raya 1 dan PLTU Labuhan Angin 2, memaksa pembangkit sewa berbahan bakar minyak diantaranya: PLTD SW BBS, BGP dan AKE untuk tetap beroperasi, termasuk PLTD titi kuning, PLTD Lueng bata, Pulau pisang dan Cot trueng untuk mengurangi defisit pasokan daya. Penyebab lainnya adalah beroperasinya MPP Paya pasir (PLN Batam) dengan bahan bakar minyak sampai saat ini (8 Juni 2017) karena proses gasifikasi belum selesai, bahkan menurut info, proses gasifikasi akan diundur sampai bulan Juli 2017. 4. SUSUT TRANSMISI: Realisasi 3,35% dari target 2,98%. Target susut transmisi belum tercapai Karena regional balance belum tercapai dan rating gangguan pembangkit masih tinggi (EFOR 28,39%) sehingga transfer daya antar subsistem masih tinggi (rata-rata 230 MW antar subsistem) Gangguan pembangkit utama di Subsistem Lampung, Sumbar dan Aceh sehingga meningkatkan transfer daya dan menyebabkan susut transmisi tinggi

7 Kinerja P3BS Yang Tidak Tercapai Maksimal
s.d Mei 2017 5. PENCAPAIAN INVESTASI: Nilai penyerapan Anggaran Investasi sampai dengan bulan Mei 2017 adalah sebesar Rp ,- atau sebesar 69% dari target penyerapan sampai dengan Mei 2017 yaitu sebesar Rp ,- Terhadap penetapan Anggaran Kas Investasi (AKI) 2017, realisasi penyerapan adalah sebesar 9,87%

8 PROGRAM KERJA MANAJEMEN UKURAN KEBERHASILAN TARGET
Action Plan NO KPI PROGRAM KERJA MANAJEMEN RESIKO MITIGASI RISIKO RENCANA AKSI ANGGARAN UKURAN KEBERHASILAN TARGET INDIKATOR TARGET 1 TROD 0,31 Mempercepat pemulihan gangguan transmisi dengan menerapkan sistem informasi kondisi yang akurat dan cepat Durasi gangguan karena alat akibat wiring Menurunkan Durasi gangguan karena alat akibat wiring A. Peremajaan buku wiring B. Pengarsipan wiring dan Schematic Diagram C. Workshop Troubleshooting - Data wiring dan schematic terbaru terdokumentasi dengan baik dan mudah diakses pada saat diperlukan

9 PROGRAM KERJA MANAJEMEN UKURAN KEBERHASILAN TARGET
Action Plan NO KPI PROGRAM KERJA MANAJEMEN RESIKO MITIGASI RISIKO RENCANA AKSI ANGGARAN UKURAN KEBERHASILAN TARGET INDIKATOR TARGET 2 Fuel Mix (PLN + Sewa + IPP) 3,55 Pengoptimalan Pengoperasian Pembangkitan non BBM Terhadap Kesiapan Pembangkit 1. CF Pembangkit tidak sesuai PPA dan standar perusahaan 2. peningkatan susut transmisi karena transfer yang besar 3. terkena take or pay gas dan Claim IPP 1. Melakukan revisi Afa IPP 2. Perbaikan tegangan dan jointing untuk menekan susut transmisi 3. pengoptimalan operasi Pembangkit gas sesuai dengan kontrak 1. melakukan rescheduling pemeliharaan PLTA berdasarkan inflow waduk 2. Menekan Deviasi fuel mix realisasi, maksimum 1% lebih tinggi dari ROH 3. Menekan Deviasi perencanaan beban sistem maksimum 3 % 4. pengoptimalan pengoperasian pembangkitan non BBM terhadap kesiapan pembangkit (EAF vs CF) 5. Penjadwalan pembangkit sesuai optimasi hidro thermal dan variasi musim 6. Peningkatan transfer dari SBT ke SBU 7. Peningkatan kapasitas penghantar 8. Usulan hujan buatan ke KITSBU dan KIT SBS 9. Percepatan operasi SUTET 275 KV 10. Percepatan proses uji commissioning Pembangkit non BBM 1. produksi energi BBM tidak melebihi target yang ditentukan 2. penjadwalan pembangkit sesuai kondisi sistem dan optimasi hidro thermal

10 PROGRAM KERJA MANAJEMEN UKURAN KEBERHASILAN TARGET
Action Plan NO KPI PROGRAM KERJA MANAJEMEN RESIKO MITIGASI RISIKO RENCANA AKSI ANGGARAN UKURAN KEBERHASILAN TARGET INDIKATOR TARGET 3 Susut Transmisi 2,91 Pengaturan Pembebanan Pembangkit dan Transfer Antar Sub Sistem 1. meningkatnya BPP karena pengoperasian pembangkit mahal untuk mengurangi transfer daya antar subsistem 2. terjadi drop tegangan 3. terjadi peningkatan fuelmix dan konsumsi bbm 1. mengoperasikan pembangkitan untuk mengurangi susut dengan memperhatikan fuelmix 2. perbaikan drop tegangan dengan pemasangan kapsitor 3. optimasi penjadwalan pembangkit dengan memperhatikan transfer daya antar subsistem Pemetaan susut antar titik transfer sub sistem Koreksi kesalahan berita acara 12.rb 0% Pengaturan pembebanan pembangkit dan transfer antar sub sistem Pengaturan tegangan Real Time saat mencapai 137 kV dan 155 kV Perbaikan jointing pada penghantar berbeban tinggi Meningkatkan peran UPT dengan Indikator susut transmisi dalam kinerja utama UPT Evaluasi susut transmisi oleh UPT : evaluasi dan tindak lanjut energy input output di masing-masing GI evaluasi dan tindak lanjut metering / kWh transaksi evaluasi dan tindak lanjut kelas meter 1. susut transmisi tidak melebihi 2,91%

11 PROGRAM KERJA MANAJEMEN UKURAN KEBERHASILAN TARGET
Action Plan NO KPI PROGRAM KERJA MANAJEMEN RESIKO MITIGASI RISIKO RENCANA AKSI ANGGARAN UKURAN KEBERHASILAN TARGET INDIKATOR TARGET 4 Pencapaian Investasi 49 a. Menyusun rencana Disburse berdasarkan kontrak pekerjaan b. Menyusun AKB Investasi untuk kepastian ketersediaan likuiditas pembayaran c. SKI Murni segera terkontrak d. Monitoring progres fisik pekerjaan e. Maksimalisasi Durasi Pembayaran Pekerjaan Investasi a. Keterlambatan proses kontrak pekerjaan, proses mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksaan pengadaan barang & jasa yang akan mengakibatkan keterlambatan progres fisik dan penyerapan disburse b. Terlambatnya penyelesaian pekerjaan karena beberapa kendala antara lain, masalah sisoal/pembebasan lahan, kendala izin padam, kendala kesiapan material/adanya proses pabrikasi yang membutuhkan jangka waktu c. Realisasi disburse tidak sesuai dengan rencana AKB yang telah disusun d. Tertundanya pembayaran karena kurangnya kelengkapan syarat bayar a. Mempercepat proses pengadaan b. Koordinasi dengan pihak terkait, baik internal ataupun ekternal untuk penyelesaian kendala dalam proses pelaksanaan pekerjaan c. Melakukan monitoring terhadap SKKI Lanjutan dan SKKI Murni terkontrak yang penyerapan disbursenya tidak sesuai dengan AKB yang telah disusun d. Komunikasi dan koordinasi dengan pihak pelaksana untuk melengkapi berkas tagihan sesuai dengan Syarat dan Tata Cara Pembayaran yang terdapat pada Pasal kontrak pekerjaan a. Segera melakukan penetapan SKKI b. Monitoring progres fisik pekerjaan c. Adanya monitoring disburse d. Pelaksanaankomunikasi intensif dengan pihak pelaksana terkait pekerjaan yang penyelesaiannya tidak sesuai dengan jadwal kontrak a. Anggaran Kas Investasi tahun 2017 sebesar Rp ,- b. Target Disburse tahun 2017 sebesar 95% atau Rp ,- - Realisasi Disburse Investasi sesuai dengan target penyelesaian yang ditetapkan dalam kontrak - Selesainya (close) semua SKKI Lanjutan kecuali untuk pekerjaan yang memang memiliki jangka waktu kontrak harus meluncur ke tahun Terkontraknya semua SKKI Murni yang telah ditetapkan dalam penetapan LKAI oleh PLN Kantor Pusat - Terdisbursenya SKKI Murni pada tahun berjalan

12 TERIMA KASIH


Download ppt "PENCAPAIAN KINERJA P3BS SD MEI 2017"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google