Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

EKOSISTEM TERESTRIAL.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "EKOSISTEM TERESTRIAL."— Transcript presentasi:

1 EKOSISTEM TERESTRIAL

2 TIPE EKOSISTEM TERESTRIAL
Berdasarkan terbentuknya: Ekosistem alami Ekosistem buatan

3 EKOSISTEM ALAMI Faktor yang menentukan: Letak Geografis
kedudukan dalam garis lintang ketinggian dari permukaan laut Iklim sinar matahari, suhu, kelembaban dan curah hujan 3. Tipe tanah

4 POLA EKOSISTEM ALAMI Pola Utama:
Tropical Rain Forest/ Hutan hujan tropis Hutan decidua/ subtropical Forest Taiga/ Coniferae Forest/ Hutan Cemara Tundra/ Padang lumut Tipe Antara: Savana Stefa Gurun Karst

5 Sabana : padang rumput yang dipenuhi oleh semak / perdu dan diselingi oleh beberapa jenis pohon yang tumbuh menyebar, seperti palem dan akasia. Stepa :  dapat berupa semi-gurun, atau ditutupi oleh rumput atau semak, atau keduanya, tergantung dari musim dan garis lintang. Carilah perbedaan karakteristik dari sabana dan stepa..!!!

6 EKOSISTEM PERALIHAN

7 EKOSISTEM PERALIHAN Ekosistem terestrial yang berbatasan dengan ekosistem aquatik Terdiri dari : Pantai : Peralihan dengan lautan Rawa : Peralihan dengan air Tawar/ danau Flood Plain : Bantaran Sungai

8 EKOSISTEM PANTAI

9 EKOSISTEM PANTAI PADA PANTAI LANDAI BERPASIR
Merupakan peralihan dengan laut Terdiri dari: 1. komunitas Pes caprae PADA PANTAI LANDAI BERPASIR VEGETASI: Ipoemoea, spinifex, pandan, widuri

10 Jenis vegetasi

11 2. Komunitas Mangrove Pada pantai landai berlumpur Vegetasi: bakau, kayu api

12 Ciri-ciri hutan Mangrove yang paling khas adalah persentase lumpur pada lahan sehingga mengakibatkan kurang aerasi tanah dengan salinitas yang tinggi. Keadaan ini membuat tidak semua jenis tumbuhan bisa tumbuh atau bertahan hidup diarea seperti ini. Tumbuhan bakau yang memiliki karakteristik berakar kuat dan mampu beradaptasi terhadap perubahan kadar air dalam tanah yg ektrim dan mampu berevolusi bentuk fisik untuk menyesuaikan diri dengan suhu dan keadaan tanah disekitarnya adalah jenis tumbuhan yang mendominasi hutan Mangrove.

13 Proses terjadi hutan Mangrove tidak berlangsung dalam tempo yang singkat. Proses ini dimulai dengan pembentukan endapan dari beberapa material seperti lumpur , sampah organik dan sisa-sisa vegetasi yang secara akumulatif membentuk sebuah dangkalan yang nantinya akan semakin meluas seiring waktu dan menjadi tempat tumbuhnya tumbuhan bakau jenis Avicennia Alba dan Rhizophora Apiculata

14 3.Komunitas Baringtonia Pada pantai bertebing curam dan tanah padas Vegetasi : Ficus, Ketapang

15 Ekosistem rawa Terdiri dari: 1. Rawa air tawar Sumber airnya dari aliran sungai/ danau Vegetasi: eceng gondok, teratai, kangkung Kepadatan populasi: merata dari pinggir ke tengah 2. Rawa Gambut Sumber airnya dari air hujan, bersifat asam, variasi tumbuhan tidak banyak dan dominan berada di daerah tepi. Jenis vegetasi hutan gambut biasanya terdiri dari jenis Palmae, Pandanus,dan beberapa dari famili Dipterocarpaceae. PH habitat biasanya 3,2 dan bersifat hampir steril  jumlah vegetasi tidak banyak tetapi KHAS

16 GAMBUT Suatu tipe tanah yang dibentuk dari sisa-sisa tumbuhan danmempunyai kandungan bahan organik yang sangat tinggi. Permukaan gambut seperti kerak yang berserabut, menutupi bagian dalam yang lembap berisikan potongan-potongan kayu besar dan sisa-sisa tumbuhan lainnya. Gambut dapat diklasifikasikan atas dua bentuk, yaitu : 1. Gambut Ombrogen 2. Gambut Topogen

17 Klasifikasi Gambut Gambut Ombrogen
Banyak ditemui di dekat pantai dan kedalaman gambutnya mencapai 20 m. Air draenasenya sangat asam dan miskin zat hara. Tumbuhan mendapatkan zat hara hanya dari tumbuhan itu sendiri, dari gambut, dan dari air hujan.

18 2. Gambut Topogen Merupakan tipe gambut yang jarang ditemui, biasanya dibentuk pada lekukan-lekukan tanah. Tumbuhan yang ada pada tanah ini mendapatkan zat haranya dari tanah mineral, air sungai, sisa tumbuhan dan air hujan. Terdapat di pantai-pantai di balik bukit-bukit pasir dan daerah pedalaman dimana air draenasenya terhambat. Biasanya tebal gambut inisekitar 4 m. gambut dan air draenasenya bersifat agak asam dan mengandung zat hara yang relatif banyak.

19 EKOSISTEM BUATAN PEDESAAN ------------------ PERKOTAAN
Manusia/ Penduduk Fisik Sampah

20 MANUSIA/ PENDUDUK Jumlah/ Kepadatan Mata pencaharian Lingkungan
Mobilitas sosial Interaksi sosial Solidaritas sosial Stratifikasi sosial

21 MATA PENCAHARIAN DESA KOTA
Berkaitan dengan tanah dan mahluk hidup (pertanian, perikanan dan peternakan) Tergantung musim Berkaitan dengan benda mati (mesin, transportasi, peternakan)

22 JUMLAH/ KEPADATAN PENDUDUK
ASPEK PEMBEDA DESA KOTA JUMLAH/ KEPADATAN PENDUDUK RENDAH TINGGI DEFERENSIASI SOSIAL VARIASI PEKERJAAN RENDAH VARIASI PEKERJAAN HETEROGEN STRATIFIKASI SOSIAL PERBEDAAN KAYA DAN MISKIN RELATIF RENDAH PERBEDAAN KEKAYAAN SANGAT TINGGI INTERAKSI SOSIAL ERAT/ DEKAT RENGGANG SOLIDARITAS SOSIAL TINGGI DAN BIASANYA BERSIFAT INFORMAL FORMAL (PERSATUAN/ ASOSIASI)

23 LINGKUNGAN Lingkungan FISIK/ anorganik
ex: tipe rumah, pagar, bahan bangunan, jalan dll Lingkungan BIOLOGI/ Organik Ex: jenis tumbuhan yang di tanam/ hewan yang dipelihara Lingkungan SOSIAL

24 FISIK DESA Vs KOTA ASPEK DESA KOTA  Menentukan kondisi temperatur
MATERI Tanah dan tumbuhan lebih dominan Bangunan lebih dominan STRUKTUR Bangunan jarang dan rendah Bangunan rapat dan tinggi GERAKAN AIR HUJAN Banyak meresap dalam tanah Banyak menuju selokan/ sungai GAS CO2 Sedikit/ seimbang Banyak ,menimbulkan pencemaran TIPE SAMPAH Sifat organik (Biodegradable) Anorganik (Nondegradable)

25 TIPE KHUSUS Komplek Perumahan/ Real Estate Sekitar kampus


Download ppt "EKOSISTEM TERESTRIAL."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google