Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENDEKATAN-PENDEKATAN KOMUNIKASI DALAM MENGELOLA KONFLIK

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENDEKATAN-PENDEKATAN KOMUNIKASI DALAM MENGELOLA KONFLIK"— Transcript presentasi:

1 PENDEKATAN-PENDEKATAN KOMUNIKASI DALAM MENGELOLA KONFLIK
Apologi Komunikasi Asertif Negosiasi Arbitrase Litigasi Mediasi Menangani Kritik

2 Apologi Apologi berarti permohonan maaf
Secara tradisional, permintaan maaf pada dasarnya memiliki tiga tahap. Pertama, orang yang telah melakukan salah harus menyatakan persis apa yang dia lakukan. Kedua, pelaku menjelaskan mengapa ia melakukan hal itu. Menyatakan penyesalan.

3 KOMUNIKASI ASERTIF (PENEGASAN)
Akar dari banyak masalah komunikasi adalah kurangnya penegasan. Anda tahu bahwa keuntungan sedang diambil dari Anda dan Anda marah karena orang lain menemukan kebutuhan mereka terpenuhi, sementara Anda tidak. Anda dapat mengetahui bagaimana Anda merasa takut untuk menyatakan kebutuhan Anda karena Anda takut orang tidak akan seperti Anda, Anda akan mendapatkan masalah, atau Anda tidak tahu persis bagaimana menjelaskan apa yang Anda butuhkan.

4 Perbandingan antara tindakan Asertif, Nonasertif, Agresif
Tindakan asertif bertujuan untuk mengkomunikasikan kebutuhan Anda melalui komunikasi yang jujur dalam langsung. Ketegasan tidak bermakna sedang mengambil keuntungan dari orang lain; hal itu berarti mengambil kendali atas hidup Anda dan dunia Anda sendiri. Tindakan nonasertif (tidak tegas) bertujuan untuk menghindari konflik. Pernyataan yang tidak tegas terkandung dalam “memikirkan orang lain terlebih dahulu,” “Jadilah biasa saja,” dan “biarkan tetap damai.” Konsekuensi dari perilaku tidak tegas adalah Anda tidak akan mendapatkan apa yang Anda kehendaki, terasingkan dari diri sendiri dan orang lain. Tujuan dari perilaku agresif adalah untuk menguasai, untuk mendapatkan semua milik Anda dengan segala cara. Jika Anda seorang yang agresif, Anda mungkin membuat beberapa pernyataan semacam “Menang dengan biaya berapapun,”

5

6 Negosiasi Negosiasi adalah tindakan tawar-menawar untuk mencapai kesepakatan dengan sedikitnya dua orang atau kelompok yang bekerja pada suatu masalah bersama.

7 Prinsip-prinsip dalam negosiasi:
Jika memungkinkan, persiapkan terlebih dahulu. Membingkai ulang pertanyaan dan argumen. Merespon, jangan bereaksi Mengidentifikasi dan mengubah taktik.

8 Gaya negosiasi: Negosiasi Kalah-menang (win-lose), berpusat pada keinginan satu orang untuk mendapatkan apa yang dia inginkan sementara orang lain diabaikan. Negosiasi kalah-kalah (lose-lose), resolusi kalah-kalah, tidak ada orang yang puas dengan hasil negosiasi karena tidak ada yang mendapatkan apa yang diinginkannya. Negosiasi menang-menang (win-win/sama-sama menang), tujuannya untuk mencari solusi yang memuaskan setiap orang.

9 Arbitrase Arbitrase adalah proses alternatif untuk menyelesaikan perselisihan. Tidak diputuskan oleh seorang hakim atau juri, kasus diputuskan oleh pihak ketiga yang ahli dalam bidang tertentu. Pihak ketiga mendengar bukti dan kemudian membuat keputusan tentang bagaimana konflik tersebut akan dapat diselesaikan. Dalam arbitrase, kedua belah pihak sebelumnya telah sepakat bahwa mereka akan mematuhi keputusan tersebut.

10 Litigasi Litigasi adalah komunikasi permusuhan di mana suatu perselisihan diselesaikan dengan menyajikan bukti kepada seorang hakim atau juri, yang memutuskan siapa yang benar. Litigasi biasanya dilakukan oleh pengacara yang memanggil saksi dan bertanya kepada mereka untuk mengungkapkan informasi dengan mengikuti seperangkat aturan yang ditentukan dan yang telah ditetapkan oleh hukum dan diinterpretasikan oleh orang yang bertanggung jawab, biasanya hakim.

11 Mediasi Mediasi adalah proses di mana orang netral yang tidak memiliki kepentingan terhadap komunikasi hasil fasilitas antara pihak dan tanpa memberikan solusi kepada para pihak, memungkinkan mereka untuk memahami dan menyelesaikan perselisihan mereka. Mediasi menjadi teknik komunikasi yang banyak pengadilan adalah pengganti mandat dalam nonlitigasi dalam hal seperti tahanan, perceraian, dan perselisihan tetangga.

12 Proses Mediasi Buka: Perkenalan dan kesepakatan. Penjelasan, kesepakatan mengenai agenda untuk proses mediasinya. Penetapan: Ikhtisar, Rincian, Gerakan dan Negosiasi. Tutup: Penyelesaian. Buat dengan jelas apa perjanjian verbalnya, menulis penandatanganan kontrak yang diperlukan, membuat rencana untuk masa depan, termasuk waktu yang ditentukan untuk meninjau perjanjian. Membuat ringkasan dan menutup laporan.

13 Cara menghadapi Kritik:
Menangani Kritik Kritik - tindakan menilai - biasanya dianggap sebagai tindakan negatif oleh penerima. Hanya sedikit dari kita yang dapat mengatasi kritik dengan baik. Cara menghadapi Kritik: Ketika dikritik, mencari informasi lebih lanjut. Parafrase ide-ide dari orang yang membuat kritik untuk mengklarifikasinya bagi kalian berdua. Tanyakan kepada diri sendiri apa konsekuensi yang akan ditimbulkan dari Anda tidak mengubah perilaku yang sedang dikritik. Dengarkan orang itu, jika kritik hanya, menerima pendapat.


Download ppt "PENDEKATAN-PENDEKATAN KOMUNIKASI DALAM MENGELOLA KONFLIK"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google