Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MEMORY.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MEMORY."— Transcript presentasi:

1 MEMORY

2 Definisi Memori. Encoding, Storage, Retrieval Memory. Mengukur Memori Letak Memori Lupa.

3 DEFINISI MEMORI Memori atau ingatan ialah sebagai proses pada saat manusia mengodekan, menyimpan, dan menarik kembali informasi yang telah lampau (Feldman, 2011).

4 Encoding PROSES DASAR INGATAN STORAGE 3 RETRIEVAL

5 ENCODING #1 PROSES DASAR INGATAN
Encoding adalah sebuah proses saat informasi masuk ke dalam penyimpanan ingatan. PROSES DASAR INGATAN #1

6 PROSES ENCODING ATTENTION ELABORATION LEVELS OF PROCESSING IMAGINATION

7 Aspek Atensi ENCODING #1 Reseptor adjustment : Postural adjustment :
penyesuaian alat indra terhadap objek yang menjadi perhatianya. Postural adjustment : penyesuaian sikap tubuh terhadap objek yang menjadi perhatiannya. Muscle tention : adanya tegangan otot, dalam hal ini berhubungan dengan adanya perhatian, disitulah adanya pemusatan energi. Central nervous adjustment : penyesuaian saraf pusat dalam melakukan perhatian. Hal ini dikarenakan dalam setiap penyesuaian mekanisme saraf pusat yang mengaturnya. Increases clearness : semakin jelas objek yang menjadi perhatian, akan semakin menarik perhatian individu. ENCODING #1

8 Jenis Atensi DARI SEGI TIMBULNYA PERHATIAN DARI SEGI BANYAKNYA OBJEK
Atensi Spontan Atensi Tidak Spontan DARI SEGI BANYAKNYA OBJEK Atensi Konsentratif Atensi Distributif DARI SEGI FLUKTUASI ATENSI Atensi Statik Atensi DINAMIK

9 ke dalam memori jangka panjang.
ELABORATION Elaborasi ( elaboration ) adalah luasnya pemrosesan informasi yang terlibat dalam pengodean. Elaborasi menambah kekhususan kode memori untuk mengingat sepotong informasi, seperti nama, pengalaman, atau ciri lainnya, ke dalam memori jangka panjang. ENCODING #3

10 LEVELS OF PROCESSING Tingkat dangkal LEVEL OF PROCESSING
Konsep tingkat pemrosesan (levels of processing) merujuk pada ide bahwa encoding terjadi pada sebuah rangkaian dari dangkal ke dalam, dengan pemrosesan yang lebih dalam menghasilkan ingatan yang lebih baik. Tingkat dangkal LEVEL OF PROCESSING Tingkat Menengah Tingkat Terdalam ENCODING #2

11 LEVELS OF PROCESSING ENCODING #2
Baik tidaknya ingatan sangat tergantung pada: 1. Dalamnya processing 2. Banyaknya elaborasi terhadap input MASUKNYA INFORMASI LEVEL 1 : PERSEPSI KEDALAMAN PROCESSING LEVEL 2 : STRUKTURAL ANALYSIS LEVEL 3 : MEANING ANALYSIS BANYAKNYA ELABORASI ENCODING #2

12 IMAGINATION ENCODING #4
Sesuatu yang ada dalam memori seseorang, apakah itu yang berasal dari sensasi (penginderaan), persepsi ataupun bentuk pengetahuan lainnya, dimanfaatkan oleh imajinasi untuk menumbuhkan suatu yang baru dan bisa jadi berbeda dengan apa yang telah dihasilkan ingatan (memori) tersebut. ENCODING #4

13 STORAGE #2 PROSES DASAR INGATAN
Penyimpanan mencakup bagaimana informasi dipertahankan seiring dengan waktu dan bagaimana informasi direpresentasikan dalam ingatan. PROSES DASAR INGATAN #2

14 #STORAGE

15 SENSORY MEMORY SHORT-TERM MEMORY #STORAGE
Memori sensoris merujuk pada penyimpanan informasi awal dan hanya bertahan sangat singkat. Memori sensori visual (ikonik) mempertahankan informasi sekitar 1/4 detik. Sementara memori sensori auditori (gema) bertahan antara detik. SHORT-TERM MEMORY Memori jangka pendek merupakan sistem memori yang memiliki kemampuan terbatas dan terlibat dalam suatu proses mengingat suatu informasi untuk kurun waktu yang singkat. Memori jangka pendek juga digunakan untuk mempertahankan informasi yang diterima dari memori jangka panjang untuk penggunaan sementara.

16 WORKING MEMORY LONG-TERM MEMORY #STORAGE
Memori kerja merupakan sistem memori yang terdiri dari memori jangka pendek dan sejumlah proses mental yang mengendalikan pemanggilan suatu informasi yang berasal dari memori jangka panjang, dan kemudian menginterpretasikan informasi tersebut, sesuai kebutuhan. LONG-TERM MEMORY Memori jangka panjang adalah jenis ingatan yang relatif permanen dan menyimpan jumlah informasi yang besar untuk jangka waktu yang panjang. Faktor yang menentukan seberapa baik memori diingat adalah bagaimana materi pertama kali dipersepsi, diproses, dan dipahami.

17 ISI MEMORI JANGKA PANJANG
#STORAGE ISI MEMORI JANGKA PANJANG IMPLICIT (UNCONCIOUS) PROCEDURAL (Skills, Tasks) LONG-TERM MEMORY EXPLICIT (CONCIOUS) DEKLARATIVE (Facts, Events) SEMANTIC (Facts, Concepts) EPISODIC (Events, Experiences)

18 RETRIEVAL #3 PROSES DASAR INGATAN
Pengambilan kembali (retrieval) ingatan terjadi ketika informasi yang disimpan pada ingatan dikeluarkan dari penyimpanan. PROSES DASAR INGATAN #3

19 Retrieval dari LTM dapat dibantu dengan :
Isyarat pemanggilan Mengarahkan pada informasi yang tersimpan dalam LTM State-dependent memory; pengaruh situasi dalam proses retrieval Proses Rekonstruktif Modifikasi atas informasi yang telah tersimpan Seringkali sulit dibedakan dengan proses konstruksi karena tidak jelas apakah modifikasi terjadi, sewaktu encoding atau penyimpanan.

20 MENGUKUR MEMORI LONG-TERM MEMORY #STORAGE EXPLICIT IMPLICIT RECALL
RECOGNITION PRIMING RELEARNING METHOD

21 LETAK MEMORI AREA PADA OTAK FUNGSI MEMORI TERKAIT LOBUS FRONTAL
Tugas-tugas memori jangka pendek PREFRONTAL CORTEX Efisiensi pada proses pengodean dari kata-kata atau gambar. HIPPOCAMPUS Pembentukan memori deklaratif jangka panjang; dapat menyatukan berbagai elemen memori sehingga kelak dapat dipanggil kembali sebagai suatu entitas yang utuh. CEREBELLUM Pembentukan dan pengingatan kembali sejumlah respon kondisioning klasik sederhana. CEREBRAL CORTEX Menyimpan memori jangka panjang, mungkin di area-area yang terlibat dalam pembentukan persepsi awal suatu informasi.

22 LUPA Menurut Plotnik, lupa merupakan ketidakmampuan untuk memperoleh, memanggil, atau mengenali kembali informasi yang telah tersimpan atau masih tersimpan dalam long-term memory.

23 LUPA REPLACEMENT PROACTIVE INTERFERENCE INTERFERENCE THEORY
KEGAGALAN ENCODING KEGAGALAN RETRIEVAL HUKUM EBBINGHAUSE DECAY THEORY REPLACEMENT INTERFERENCE THEORY PROACTIVE INTERFERENCE RETROACTIVE INTERFERENCE Cue-dependent forgetting State-dependent memory Mood-dependent memory REPRESI AMNESIA ALZHEIMER

24 “Setiap manusia merupakan kumpulan dari memorinya sendiri.
Memori memberi kita sebuah masa lalu, dan menawarkan kita masa depan.”

25 THANKS KELOMPOK 4 PRESENTED BY : Aisyah Anisatul Kamalia 46114120089
Riri Andrian Winda Febrianti Restya Puspa Pertiwi


Download ppt "MEMORY."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google