Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MENGENAL TEKNIK - PENGOLAHAN dan proses WARNA ALAM

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MENGENAL TEKNIK - PENGOLAHAN dan proses WARNA ALAM"— Transcript presentasi:

1 MENGENAL TEKNIK - PENGOLAHAN dan proses WARNA ALAM
Jazir Hamid :

2 MENGENAL TEKNIK DAN PENGOLAHAN WARNA ALAM
Sebagian besar zat warna dapat diperoleh dari tumbuhan dengan mengeksplorasi pengambilan zat warna dari tumbuhan menjadi larutan zat warna alam untuk pencelupan bahan tekstil. Proses eksplorasi dilakukan dengan teknik Ekstraksi (pengambilan zat) menggunakan pelarut air. Proses pembuatan larutan zat warna alam adalah proses untuk mengambil pigmen–pigmen penimbul warna yang berada di dalam tumbuhan baik yang terdapat pada daun, batang, buah, bunga, biji ataupun akar. Proses eksplorasi pengambilan pigmen zat warna alam dengan perebusan disebut proses ekstraksi.

3 3 HAL PENTING DALAM PEWARNAAN ALAM
MORDANTING : Beberapa zat warna akan cepat pudar warnanya tanpa proses mordanting EKSTRAKSI : Proses Pengambilan ZWA dari Sumbernya. FIKSASI : Proses Penguncian-ikatan antara zat warna alam yang sudah terikat oleh serat masih perlu diperkuat lagi dengan garam logam

4 PROSES MORDANTING Mordant diambil dari bahasa Yunani yang berarti menggigit. Dalam istilah batik : Bermakna memasukkan unsur aluminium dalam kain dengan teknik merebus dan merendam. Resep : 100 gram tawas, 30 gram soda abu, 10 liter air. Kemudian kain direbus mendidih sambil dibolak-balik dan api dimatikan dan diamkan dalam rendaman selama semalam. Atau bisa juga diredam ke dalam larutan TRO terlebih dahulu baru direbus.

5 Proses Ekstraksi Potong menjadi ukuran kecil - kecil bagian yang akan diekstrak. Masukkan ke dalam panci. Dengan perbandingan 1:10. Berat bahan yang diekstrak 1 kg maka airnya 10 liter. Rebus bahan hingga volume air menjadi setengahnya (5 liter). Sebagai indikasi bahwa pigmen warna yang ada dalam tumbuhan telah keluar ditunjukkan dengan air setelah perebusan menjadi berwarna. Jika larutan tetap bening berarti tanaman tersebut hampir dipastikan tidak mengandung pigmen warna. Saring dengan kasa penyaring larutan hasil proses ekstraksi tersebut untuk memisahkan dengan sisa bahan yang diesktrak (residu). Larutan ekstrak hasil penyaringan ini disebut larutan Zat Warna Alam. Setelah dingin larutan siap digunakan.

6 Proses Pewarnaan Basahasi kain/rendam dalam larutan TRO selama 10 menit. Angkat dan tiriskan Isi bak pencelupan dengan larutan Zat Warna Alam secukupnya. Celupkan kain yang telah direndam ke dalam larutan TRO sambil diratakan/dibolak-balik. Pastikan seluruh permukaan kain terkena zat warna. Tiriskan dan keringkan di tempat yang teduh. Setelah kering celup kembali ke dalam bak pencelupan seperti semula dan begitu seterusnya hingga diperoleh warna yang diinginkan. Setelah diperoleh warna yang maksimal kemudian diFiksasi/dikunci agar warnanya tidak luntur. Proses Fiksasi.>>>>

7 FIKSASI/PENGUNCIAN WARNA
Pada akhir proses pewarnaan alam, ikatan antara zat warna alam yang sudah menempel pada kain masih perlu diperkuat lagi dengan garam logam seperti tawas, kapur, tunjung. Selain memperkuat ikatan, garam logam juga berfungsi untuk mengubah arah warna. Pada kebanyakan warna alam, tawas akan memberikan arah warna yang sesuai dengan warna aslinya. RESEP: Tawas 50 gram/liter air Kapur akan memberi efek warna lebih tua dan. RESEP: Kapur 50 gram/liter air Tunjung akan memberikan arah warna gelap/tua. RESEP: Tunjung gram/liter air. Pada pewarnaan dengan indigo, fiksasi yang digunakan ialah dengan larutan air cuka 0,5 ml/l dengan ditambahkan 1 buah jeruk nipis/ 20 l.

8 Proses Pelorotan/Ngebyok
Untuk menghilangkan lilin/malam pada kain Batik yang telah diwarna baik menggunakan pewarna sintetis maupun pewarna alam adalah direbus yang dalam istilah perbatikan disebut dengan Nglorot/ngebyok. Agar lilin/malam yang telah lepas dari bagian motif batik dan bersenyawa dengan air panas tidak menempel kembali saat kain diangkat dari tempat perebusan, maka perlu ditambah zat pembantu seperti Kanji, Soda abu maupun waterglas. Banyak dan sedikitnya bisa disesuaikan dengan jumlah air yg digunakan untuk merebus. ( Terimaksih )

9


Download ppt "MENGENAL TEKNIK - PENGOLAHAN dan proses WARNA ALAM"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google