Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAB II. FAKTOR PEMBENTUK TANAH

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAB II. FAKTOR PEMBENTUK TANAH"— Transcript presentasi:

1 BAB II. FAKTOR PEMBENTUK TANAH
Oleh; Dr. Ir. KASIFAH, M.P. Universitas Muhammadiyah Makassar Dr. Ir.Kasifah,M.P., Unismuh Makassar

2 BAB II. FAKTOR PEMBENTUK TANAH
Ada 5 faktor pembentuk tanah, yaitu: iklim, bahan induk, organisme, tofografi, dan waktu. Hubungan antara faktor-faktor itu dengan sifat-sifat tanah diekspresikan oleh Jenny menurut persamaan berikut: S = f (i, bi, o, tf, w) Di mana: S : Sifat-sifat tanah, misalnya kandungan liat f : fungsi atau ketergantungan kepada ….. i : Iklim bi: bahan induk o : organisme (jazad hidup: vegetasi, manusia, hewan, dll) tf : tofografi w : waktu Dr. Ir.Kasifah,M.P., Unismuh Makassar

3 Dr. Ir.Kasifah,M.P., Unismuh Makassar
1. Iklim Perkembangan profil tanah sangat dipengaruhi oleh iklim terutama curah hujan dan temperatur. Kedua faktor ini menentukan reaksi-reaksi kimia dan sifat fisik di dalam tanah. Secara tidak langsung, curah hujan mempengaruhi reaksi tanah. Curah hujan yang tinggi terutama di daerah tropis dapat mencuci kation-kation basa dari lapisan permukaan tanah (top soil) ke lapisan tanah yang lebih dalam. Akibatnya, top soil lebih banyak didominasi oleh ion-ion Al dan H, sehingga akibatnya pH tanah akan turun pada top soil sampai mencapai nilai 4,5 atau lebih kecil. Dr. Ir.Kasifah,M.P., Unismuh Makassar

4 Dr. Ir.Kasifah,M.P., Unismuh Makassar
2. Bahan Induk Perkembangan suatu tanah akan tergantung pada jenis bahan induk yang menentukan sifat-sifat fisik dan kimia tanah yang dihasilkan. Batuan beku yang bersifat masam, quartzose, dan stand stone biasanya melapuk sangat lambat. Pelapukannya menghasilkan tanah-tanah berpasir kasar dengan status basa yang rendah, didominasi oleh liat kaolinit, dan tanahnya tidak subur. Sebaliknya, batuan beku yang berekasi basa dan batuan sedimen umumnya mudah melapuk dan menghasilkan tekstur lebih halus dengan status basa tinggi, didominbasi oleh liat montmorillonit, dan tanahnya umumnya subur. Bahan induk batuan kapur murni (pure limestone) yang keras, biasanya menghasilkan tanah yang berpasir dangkal (terra rossa). Sebaliknya, batuan kapur lembut yang tidak murni (inpure soft limestones) menghasilkan solum yang agak dalam dan bertekstur lebih halus. Dr. Ir.Kasifah,M.P., Unismuh Makassar

5 Dr. Ir.Kasifah,M.P., Unismuh Makassar
3. Organisme Alkumulasi bahan organik, siklus unsur hara, dan pembentukan struktur tanah yang stabil sangat dipengaruhi oleh kegiatan organisme dalam tanah. Unsur nitrogen, dapat diikat ke dalam tanah dari udara oleh mikroorganisme baik yang hidup sendiri di dalam tanah maupun yang bersimbiose dengan tanaman. Vegetasi yang tumbuh di atas tanah, dapat merupakan penghalang untuk terjadinya erosi sehingga mengurangi jumlah tanah yang hilang. Dr. Ir.Kasifah,M.P., Unismuh Makassar

6 4. Tofografi Tofografi atau relief, adalah perbedaan tinggi atau bentuk wilayah suatu daerah termasuk di dalamnya perbedaan kecuraman dan bentuk lereng. Tofografi, mempengaruhi proses pembentukan tanah dengan cara: (1) Mempengaruhi jumlah air hujan yang meresap atau ditahan massa tanah; (2) Mempengaruhi dalamnya air tanah; (3)Mempengaruhi besarnya erosi; dan (4) Mengarahkan gerakan air berikut bahan-bahan yang terlarut di dalamnya. Dr. Ir.Kasifah,M.P., Unismuh Makassar

7 Dr. Ir.Kasifah,M.P., Unismuh Makassar

8 Dr. Ir.Kasifah,M.P., Unismuh Makassar

9 Dr. Ir.Kasifah,M.P., Unismuh Makassar

10 Dr. Ir.Kasifah,M.P., Unismuh Makassar

11 5. Waktu Tanah merupakan benda alam yang terus menerus berubah, sehingga akibat pelapukan dan pencucian terus menerus maka tanah-tanah menjadi semakin tua dan semakin kurus. Profil tanah juga semakin berkembang dengan miningkatnya umur. Berdasarkan perkembangan horizonnya, maka dikenal tanah muda, tanah dewasa, dan tanah tua. Tanah muda, contohnya: tanah Aluvial dan regosol, tanah dewasa, contoh: Inceptisol (Latosol Coklat, Andosol), Vertisol, Mollisol, dan sebagainya, sedang tanah tua, contohnya: Ultisol (Podsolik Merah Kuning) dan Oxisol (Laterit). Dr. Ir.Kasifah,M.P., Unismuh Makassar


Download ppt "BAB II. FAKTOR PEMBENTUK TANAH"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google