Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Analisis Data dalam GT.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Analisis Data dalam GT."— Transcript presentasi:

1 Analisis Data dalam GT

2 PENGOLAHAN DATA DALAM GT
 Seluruh hasil pengamatan dan wawancara mendalam dibuatkan ‘TRANSKRIP’. TRANSKRIP: Uraian dalam bentuk tulisan yang rinci dan lengkap mengenai apa yang dilihat dan didengar baik secara langsung maupun dari hasil rekaman Untuk wawancara mendalam, transkrip harus dibuat dengan menggunakan bahasa sesuai hasil wawancara (bahasa daerah, bahasa asing, bahasa ‘khusus’ dll)

3 ANALISIS TERHADAP TRANSKRIP
Menangkap makna dari teks untuk menunjukkan bagaimana makna dominan yang ada dalam teks dan makna yang dapat dipertentangkan yg bersifat, spesifik. Menunjukkan makna-makna yang melekat dalam suatu teks, utamanya makna tersembunyi yang terkandung dalam teks. Menganalisis bagaimana teks berkaitan dengan kehidupan, pengalaman, kenyataan, dan hal-hal yang bermakna tentang subjek penelitian.

4 ANALISIS DATA dalam GT  Dimaksudkan untuk mencari pemahaman mendalam tentang fenomena sosial yang diteliti sebagaimana realitas sosial tersebut dipahami oleh subjek penelitian  Untuk dapat melakukan Interpretasi terhadap makna dibalik perkataan & perilaku subjek penelitian

5 Prinsip: Constant Comparative Analysis
Kumpulkan data, analisis, lihat dan kaji pustaka, kembali lagi ke data sebelumnya, kumpulkan data lebih banyak lagi, lihat kembali kajian pustaka, analisis semua data, dll. Perbaiki pertanyaan, metode pengumpulan data, dan terus mengumpulkan data, mengkaji pustaka, membandingkan data yang sudah diperoleh, dll.

6 Perbandingan yang terus menerus
DATA T1 DATA T2 Within-narrative comparison Within-narrative comparison Code and classify data from current interview Compare themes which emerge from the language used Code and classify data from current interview Compare themes which emerge from the language used Between- narrative comparison

7 Metode Perbandingan yang Terus Menerus
GT menggunakan metode perbandingan yang beragam: dalam kode, antara kode, antara kode dalam kasus berbeda. Menggunakan N Vivo 7/8 software – untuk perbandingan terus menerus Data Saturation Tidak ada lagi hal baru yang muncul: Dari perbandingan dalam naratif, atau dari perbandingan antara naratif. Setiap kategori sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk dipercaya sebagai penemuan penelitian.

8 Coding Setiap transkrip interview diberi kode
Semua komentar dikelompokkan Open coding: cari tema dasar yang sama. Axial coding: cari koneksi satu sama lain Selective coding: membuat cerita. Jika diperlukan, dilakukan pengumpulan data lagi di lapangan untuk mencari cerita yang lebih terkonfirmasi dan menggambarkan koneksi antar konsep. Kembangkan teori

9 Proses Koding Codes: short descriptions of what is happening
Concepts: higher-level themed groups of codes Categories: a smaller number of key groups Theories: the results of the coding process

10 Proses Koding

11 Siklus analisis Axial Coding Open Coding Selective Coding

12 Dalam open coding, suatu gejala akan diidentifikasi kategori-kategorinya untuk kemudian (sesudah diberi sebutan/named, labelled) diidentifikasi atribut dan dimensi.

13 Dalam axial coding, kategori-kategori gejala yang berhasil diungkap akan dihubungkan satu sama lain. Kategori-kategori itu ada yang dapat diposisikan sebagai: kondisi yang dianggap penyebab, ialah kejadian apapun yang menyebabkan terjadinya suatu gejala gejala itu sendiri, ialah peristiwa sentral yang akan menggerakkan terjadinya serangkaian aksi/tindakan atau juga interaksi; konteks, ialah suatu kompleks kondisi – lokasi dan/atau waktu tertentu—yang menjadi ajang berlangsungnya suatu aksi atau interaksi;

14 Dalam axial coding, kondisi pengintervensi, ialah kondisi-kondisi struktural yang memudahkan atau menyulitkan jalannya proses dalam suatu konteks tertentu; aksi atau interaksi, ialah strategi tindakan yang dilakukan untuk merespons atau mengatasi permasalahan yang ada; konsekuensi, ialah hasil yang diperoleh lewat penyelenggaraan aksi atau interaksi.

15 Dalam selective coding,
suatu proses untuk menyeleksi kategori-kategori guna menemukan kategori inti atau sentral, secara sistematis dapat dipakai secara konsepsional untuk merangkai dan mengitegrasikan kategori-kategori lain dalam suatu jaringan “kisah”. Kisah panjang-lebar yang merupakan paparan deskriptif tentang realita sosial, yang diletakkan dalam fokus kajian inilah yang disebut story.

16 Dalam selective coding,
Proses mengintegrasikan kategori-kategori dalam selective coding – yang berakhir dengan story yang dapat dilaporkan ini – dalam suatu tataran analisis yang jauh lebih abstrak daripada yang berlangsung sepanjang proses axial coding. Kepekaan teoretik seorang peneliti, ialah ketajaman imajinasinya untuk mereka-reka bangunan teoretik dari data dan kategori data yang telah diperoleh, sangat diharapkan pada tahap ini.

17 Zig-Zag Data Collection and Analysis to Achieve Saturation of Categories
Data Analysis Process Memo writing Close to Saturated Categories Theory More Refined Categories Third Interview Categories Refined Categories Second Interview Toward Saturation of Categories Concepts First Interview Preliminary Categories Code l

18 Constant Comparison Procedures in Grounded Theory
Category I Category II Code A Code B Code C Indicators Raw Data (e.g. transcripts, field notes, documents


Download ppt "Analisis Data dalam GT."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google