Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Mendisiplinkan Kajian Budaya

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Mendisiplinkan Kajian Budaya"— Transcript presentasi:

1 Mendisiplinkan Kajian Budaya
Kajian budaya adalah bidang interdisipliner yang secara selektif mengambil berbagai perspektif dari disiplin lain untuk meneliti hubungan-hubungan antara kebudayaan dan politik. Kajian budaya tertarik pada segala macam praktik, lembaga dan sistem klasifikasi yang memungkinkan ditanamkannya nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, kompetensi-kompetensi, rutinitas hidup dan bentuk-bentuk perilaku khas yang menjadi kebiasaan suatu populasi. (bennet 1998: 28)

2 Kajian budaya mengeksplorasi berbagai macam bentuk kekuasaan, termasuk gender, ras klonialisme, dll. Kajian budaya bermasud mempelajari bagaimana bentuk-bentuk kekuasaan ini saling berhubungan, serta mengembangkan cara-cara untuk memahami budaya dan kekuasaan yang bisa digunakan oleh mereka yang menjadi agen dalam upaya melakukan perubahan.

3 Wilayah institusional utama kajian budaya adalah lembaga pendidikan tinggi, dan dalam hal ini kajian budaya punya kesamaan dengan bidang-bidang disiplin akademik lain. Meski demikian, kajian budaya berusaha menjalin koneksi-koneksi diluar wilayah wilayah akademik dengan gerakan-gerakan sosial politik, para pekerja di lembaga-lembaga kebudayaan, serta manajemen kebudayaan

4 Dasar-dasar Kajian Budaya
Budaya berkaitan dengan pernyataan-pernyataan tentang makna-makna sosial, yaitu beragam cara yang kita gunakan utuk memahami dunia. Namun demikian makna-makna itu tidak menari-nari “di luar sana”, melainkan lewat tanda-tanda, terutama tanda-tanda bahasa.

5 Representasi Ini juga menuntut kita untuk menyelidiki cara-cara bagaimana makna diproduksi dalam berbagai beragam konteks. Representasi kultural dan makna memiliki sifat material, mereka tertanam dalam bunyi-bunyi, tulisan, benda-benda, gambaran-gambaran, buku-buku, majalah-majalah, dan program-program televisi. Mereka diproduksi, diwujudkan, digunakan, dan dipahami dalam konteks sosial yang spesifik.

6 Materialisme Materialisme kultural yang menyelidiki bagaimana dan mengapa makna dihasilkan pada saat proses produksi. Dengan demikian selain terpusat pada praktik-praktik pemaknaan, kajian budaya juga berusaha menghubungkannya dengan ekonomi politik, sebuah disiplin yang mempelajari kekuasaan dan distribusi sumber-sumber ekonomi dan sosial. Dengan kata lain, kajian budaya menaruh perhatian pada siapa yang memiliki dan mengendalikan produksi kebudayaan, mekanisme distribusinya , dan konsekuensi dari pola kepemilikan dan kontrol ini pada lanskap kebudayaan.

7 Budaya Populer Budaaya populer, yang mendapat perhatian melimpah dalam kajian budaya, merupakan medan dimana kesadaran diperebutkan. Untuk memahami permainan-bersama keuasaan dan kesadaran, ada dua konsep yang dulu sering digunakan dalam teks-teks awal kajian budaya, meski kini tak terlalu sering dipakai, yaitu ideologi dan hegemoni.

8 Metodologi-metodologi Kunci dalam Kajian Budaya
etnografi, yang sering dikaitkan dengan pendekatan kulturalis dan pendekatan pada “pengalaman hidup sehari-hari. Beberapa jenis pendekatan tekstual, yang cenderung mengambil dari semiotika, pascastrukturalisme, dan dekonstruksi Derridean. Serangkaian resepsi, yang akar teoritisnya bersifat elektik.

9 Etnografi Etnografi adalah pendekatan empiris dan teoritis yang diwarisi dari antropologi yang yang bertujuan mencari deskripsi dan analisis holistik tentang kebudayaan berdasarkan penelitian lapangan yang intensif. Dalam konsepsi klasiknya, “etnograf masuk dalam kehidupan sekelompok orang untuk waktu lama, melihat apa yang terjadi, mendengarkan apa yang diucapkan,mengajukan pertanyaan-pertanyaan”(Hammersley dan Atkinson, 1983: 2). Tujuanya adalah untuk mendapatkan apa yang disebut Geertz(1973) sebagai “pelukisan mendalam”(“thick descriptions”).yang menggambarkan “kejamakan struktur-struktur konseptual yang kompleks”, termasuk asumsi yang tak terucap yang dianggap sebagai kewajaran mengenaik kehidupan kebudayaan. Seorang etnograf memfokuskan perhatianya pada detail-detail kehidupan lokal dan menghubungkannya dengan proses-proses sosial secara lebih luas.

10 Pendekatan Tekstual Ada tiga macam mode analisis yang paling banyak dipakai dalam kajian budaya : semiotika Teori narasi dekonstruksionisme

11 Teks sebagai tanda Analisis ini menaruh perhatian pada ideologi atau mitos teks. Sebagai contoh analisis semiotik menggambarkan bagaimana berita televisi adalah suatu representasi yang dikonstruksi dan bukan sebuah cermin realitas. Representasi-representasi media yang sarat nilai dan selektif bukanlah gambaran yang “akurat” tentang dunia, melainkan situs-situs pertarungan untuk memperebutkan apa yang dianggap sebagai makna dan kebenaran. Televisi memang tampak “realistis” karena penyutingan nya yang halus dan potongan-potongannya yang tidak ketara, tapi realisme ini dibentuk oleh sekumpulan konvensi estetis, dan bukan refleksi “dunia nyata”.

12 Teks Sebagai Narasi Narasi adalah penuturan yang tertata dan berurutan yang mengklaim diri sebagai rekaman suatu kejadian. Narasi adalah bentuk terstruktur yang digunakan suatu kisah untuk mengajikan penjelasan tentang bagaimana dunia berjalan . Narasi memberi kita kerangka pemahaman dan aturan-aturan refrensi (rules of refference) mengenai bagaimana tatanan sosial terbentuk dan dalam melakukan hal ini memberi jawaban atas pertanyaan: bagaimana kita seharusnya hidup?

13 Dekonstruksi Mendekonstruksi berarti membelah, membongkar, untuk mencari dan menunjukan asumsi-asumsi sebuah teks. Secara lebih khusus, dekonstruksi membongkar hierarki dari oposisi-oposisi konseptual seperti lelaki/perempuan, hitam/putih, realitas/citra, alam/budaya, akal/kegilaan, dan lain-lain.

14 Kajian-kajian resepsi
Di garis depan teoritis, ada dua bidang kajian jang tebukti punya pengaruh paling penting: model “encoding-decoding” dari Hall(1981) dan kajian resepsi literer. Hall mengatakan bahwa produksi makna tidak menjamin dikonsumsinya makna tersebut sesuai yang dimaksud produsernya ( encoder ) karena pesan-pesan (televisi), yang dikonstruksi sebagai sistem tanda dengan berbagai komponen yang multipenonjolan bersifat polisemis, atau mereka meiliki lebih dari satu rangkaian makna potensial.


Download ppt "Mendisiplinkan Kajian Budaya"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google