Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sejarah Politik dan Hubungan Internasional

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sejarah Politik dan Hubungan Internasional"— Transcript presentasi:

1 Sejarah Politik dan Hubungan Internasional
KONSTELASI POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL PADA DEKADE AWAL SAMPAI PERTENGAHAN ABAD KE-20 Mata Kuliah: Sejarah Politik dan Hubungan Internasional Pengajar : M. Hasmi Yanuardi, S.S., M. Hum. Semester : 103/Ganjil (Tahun Akademik )

2 PERANG DUNIA I (1914-1918) Penyebab Umum Bangkitnya Jerman
Sampai pertengahan abad 19 Jerman terdiri dari berbagai negeri yang terpisah-pisah; Kerajaan Prussia merupakan salah satu negeri di tanah Jerman yang sangat penting; Penguasa Prussia pada tahun 1860-an menginginkan negeri-negeri Jerman bersatu;

3 Perancis yang tidak menginginkan negeri- negeri Jerman bersatu berperang melawan Prussia ( );

4 Perancis dikalahkan. Prussia berhasil menyatukan negeri-negeri Jerman dan membentuk Kekaisaran;
Wilhelm I (Raja Prussia) menjadi Kaisar pertama Jerman; Otto von Bismarck (Perdana Menteri Prussia) menjadi Kanselir Jerman;

5 Perekonomian Jerman semakin kuat ( ) yang disebabkan revolusi industri. Tahun 1914, Jerman berhasil menyaingi hasil industri Britania; Bismarck merupakan pemimpin Jerman yang handal. Pasca 1871 dia menghentikan keterlibatan Jerman dalam segala macam peperangan, termasuk kemungkinan berperang dengan Rusia dan Britania;

6 Bismarck berhasil memastikan Perancis terisolasi;
Kebijakan tidak berkonfrontasi dengan negara-negara lain berubah pada masa Kaisar Wilhelm II (1880) dan Bismarck tidak lagi menjabat Kanselir (1890).

7 2) Kaisar Baru dan Kekuatan Dunia
Jerman menjadi negara industri yang makmur dan berambisi menyaingi kekuasaan Britania di dunia; Kaisar Wilhelm II bertindak agresif dalam kebijakan luar negerinya dan mengakhiri hubungan baik dengan Rusia yang telah Bismarck lakukan; Dampaknya: negara-negara lain mulai memandang Jerman sebagai ancaman.

8 Ilustrasi Perilaku Jerman
3) Perlombaan Senjata Setelah 1897, Jerman membangun Angkatan Laut yang kuat; 1900, Jerman mengeluarkan kebijakan pembangunan Industri Kapal Perang baru (41 buah) dan Kapal Penjelajah (60 buah);

9 Britania merespon dengan menambah jumlah armada lautnya yang diikuti kembali oleh Jerman;
Perancis ikut meningkatkan jumlah kekuatan angkatan bersenjatanya; Rusia memanfaatkan jalur kereta api untuk fungsi kemiliteran guna menghadapi Jerman dan Austria- Hongaria.

10 4) Dua kelompok Aliansi Jerman menandatangani perjanjian aliansi (persekutuan) dengan Austria-Hongaria (1879); Perancis menggalang aliansi dengan Rusia (1892); Britania sempat mempertimbangkan bergabung dengan aliansi Jerman dan Austria-Hongaria untuk menghadapi Perancis;

11 Britania memutuskan menjalin persahabatan dengan Perancis (1904) dan Rusia (1907);
Alasannya: Britania menganggap kebijakan Jerman di bawah Kaisar Wilhelm II sangat buruk dan membahayakan kestabilan dunia. Aliansi ini dikenal sebagai ‘entente’ (artinya: negara-negara yang bertujuan bekerja sama): Triple Entente.

12 Eropa 1914 Wilayah-Wilayah yang Saling Bersitegang

13 ALIANSI KEKUATAN MILITER 1914

14 Penyebab Khusus Putra Mahkota Austria-Hongaria, Franz Ferdinand, dan istrinya, Sophie, ditembak mati oleh Gavrillo Princip di kota Sarajevo, Bosnia; Gavrillo Princip berasal dari etnis Serbia. Kebanyakan etnis Serbia di Bosnia menginginkan Bosnia berada di bawah kekuasaan negeri Serbia dan bukan di bawah kekuasaan Austria-Hongaria. Austria-Hongaria mencari pembenaran untuk menyatakan perang kepada Serbia.

15 Jerman memutuskan berperang
Pada tahun 1913 terjadi perebutan daerah bekas wilayah Turki oleh Austria-Hongaria, Serbia, dan Rusia; Tanggal 5 Juli 1914, Kaisar Jerman mendukung sepenuhnya Austria- Hongaria untuk menyerang Serbia. Jerman sudah menduga Rusia akan mendukung di belakang Serbia.

16 Sikap Britania yang Ragu-Ragu
Jerman tidak yakin Britania akan ikut berperang; Antara Britania dengan Perancis dan Rusia tidak terjalin persekutuan resmi (aliansi resmi); Britania pada dasarnya tidak berminat berperang di samping Perancis dan Rusia untuk melawan Jerman;

17 Sir Edward Grey (Menlu Britania) mendapat tekanan dari para pejabat sipil senior untuk segera menyatakan sikap berada di samping Perancis dan Rusia, namun Grey menolak dengan alasan hal tersebut akan memancing Jerman kembali berperang; Sir Edward Grey masih berupaya mencegah peperangan melalui negosiasi yang berlangsung sampai 3 Agustus 1914 saat Jerman menyerang Perancis melalui Belgia;

18 Britania pada 4 Agustus 1914 menghentikan negosiasi dan menyatakan perang kepada Jerman.
Franz Ferdinand dan Istri sebelum Ditembak oleh Gavrilo Princip di Sarajevo, Bosnia (28 Juni 1914) Penangkapan Gavrilo Princip Sesaat setelah penembakan

19 Garis Besar Jalannya Perang
28 Juli 1914: Austria-Hongaria menyatakan perang terhadap Serbia; 4 Agustus 1914 Jerman dan Austria-Hongaria (Kekuatan Sentral/Tengah) dalam kondisi berperang menghadapi Perancis, Rusia, dan Britania (Kekuatan Aliansi/Entente); Kedua Kekuatan Aliansi maupun Sentral mencari sekutu baru: Romania dan Italia ikut berperang di sisi Aliansi; Bulgaria berada di pihak Sentral. Pada umumnya masing-masing negara tersebut berharap mendapat keuntungan dari hasil perang, yakni perluasan wilayah teritorial.

20 Jerman menggunakan kapal selam (U-boats) di Laut Utara dan menyerang kapal-kapal dagang Britania guna memutus jalur suplai setelah gagal menghancurkan Angkatan Laut Britania; Amerika Serikat ikut membantu perang di sisi Aliansi Britania, Perancis, dan Rusia; Jerman turut menyerang kapal-kapal Amerika Serikat. April 1917 Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jerman; Saat Amerika Serikat ikut serta dalam Kelompok Aliansi, Rusia sedang mengalami kekalahan di sisi Timur.

21 Rusia di sisi Timur mengalami kekalahan dari pihak Jerman akibat terjadinya revolusi yang dikenal sebagai Revolusi Bolsheviks (1917); Penguasa baru Rusia (golongan komunis) menghentikan peperangan dan menandatangani Perjanjian Brest- Litovsk (Maret 1918);

22 Pada Agustus 1918, pasukan bantuan dari Amerika Serikat mulai ditempatkan di sisi Barat. Persenjataan berat seperti Tank berhasil menembus pertahanan Jerman; Para Jenderal Jerman menyadari Jerman akan kalah.Pemerintah Jerman meminta Presiden Amerika Serikat, Woodrow Wilson , untuk berdamai. Perang Dunia I berakhir saat disepakatinya peletakan senjata (armistice) pada 11 November

23 Revolusi Rusia Rusia Pra-komunisme
Rusia pada 1917 masih berada di bawah kekuasaan Tsar Nicholas II; Tsar Nicholas II berkuasa secara mutlak; Mayoritas rakyat Rusia adalah petani yang hidup dalam kondisi sangat miskin dan tinggal di Pedalaman;

24 Sebagian kecil tinggal di daerah
perkotaan dan bekerja di pabrik dan pertambangan; Rusia mengalami kekalahan dari Jepang dalam perang ( ); Tsar menjanjikan reformasi politik dengan membentuk sebuah parlemen Rusia yakni ‘duma’;

25 Rusia dalam Perang Dunia I berperang melawan Jerman dan Austria-Hongaria yang membawa bencana bagi rakyat Rusia; Kaum Soviet dan Bolshevik Revolusi meletus di Saint Petersburg (Petrograd) pada Maret 1917 diikuti dengan pemogokan dan kerusuhan; Hukum dan ketertiban kacau. Pihak militer melakukan pemberontakan dan menolak mengatasi;

26 Tsar dikalahkan dan diturunkan dari tahta pada 15 Maret 1917;
Terjadi kekacauan mengenai siapa pengganti Tsar; Duma membentuk pemerintahan sementara ; Para pekerja dan tentara di Petrograd mendirikan sebuah komite pemerintahan atau disebut ‘soviet’; Soviet didirikan di beberapa kota besar;

27 Pemerintahan Sementara dan Soviet saling menyatakan sebagai lembaga yang sah;
Bolshevik adalah sebuah kelompok kaum komunis pada saat pecah revolusi yang dipimpin oleh Lenin; Lenin dan kaum Bolshevik berniat menyingkirkan Pemerintahan Sementara;

28 ‘All power to the Soviet!’
Slogan yang terkenal dari kaum Bolshevik: ‘All power to the Soviet!’ Leon Trotsky, sahabat Lenin, merupakan tokoh kunci dalam organisasi Soviet di Petrograd; Pada 6-7 November para pejuang Bolshevik (Pasukan Merah) merebut kekuasaan di Petrograd; Keberhasilan tersebut diikuti oleh seluruh Soviet di masing-masing daerah dan revolusi dimulai.

29 Perang Sipil Rusia Pengambilalihan kekuasaan oleh kaum Bolshevik banyak ditentang oleh orang- orang Rusia; Mei 1918 pertempuran terjadi antara Pasukan Merah dan pasukan anti- komunis yang disebut: Kelompok Putih (Whites); Kelompok Putih mendirikan pemerintahan sendiri di Ukraina, Georgia, dan Siberia; Pihak Britania, Perancis, Amerika Serikat, dan Jepang membantu Kelompok Putih ;

30 Akibat perpecahan diantara Kelompok Putih dan penarikan diri pasukan asing semenjak 1919, tahun 1920 perang sipil di Rusia berakhir. Kaum Bolshevik menang. Revolusi Dunia? Lenin mendorong agar revolusi Rusia diikuti oleh berbagai negara; Lenin berpandangan: tanpa adanya revolusi di negara-negara lain Revolusi Rusia akan hancur; 1919, Organisasi Komunis Internasional (Comintern: the Communist International) didirikan oleh kaum Bolshevik;

31 Trotsky diasingkan pada 1927;
1924, Lenin meninggal. Saat itu belum juga segera terlihat perkembangan revolusi dunia; Stalin mengambil alih kekuasaan Uni Soviet; Joseph Vissarionovich Stalin Trotsky diasingkan pada 1927; Stalin belum banyak melakukan keberhasilan guna mendorong revolusi di dunia;

32 Stalin berkonsentrasi mengubah Uni Soviet menjadi negara industri yang kuat;
Pada kenyataannya banyak pemerintahan di dunia yang khawatir dengan penyebaran ide komunisme.

33 ALASAN SEJUMLAH RAKYAT RUSIA MENGINGINKAN PERUBAHAN PADA 1917
Adanya jurang pemisah yang sangat besar antara golongan kaya dan golongan miskin. Para petani dan pekerja pabrik menginginkan sebuah kondisi yang relatif adil. Rakyat biasa tidak memiliki kekuatan politik. Rakyat kecewa karena Tsar dapat melakukan apapun yang dia kehendaki. Rakyat juga kecewa karena duma ternyata tidak memiliki kekuasaan yang nyata.

34 Militer Rusia bertempur sangat buruk pada Perang Dunia I dan berhasil dikalahkan oleh Jerman.
Perang Dunia I mengakibatkan kehancuran bagi ekonomi Rusia. Harga- harga melambung tinggi dan bahan makanan pokok menjadi langka. Sekelompok anak-anak miskin Jalanan selama Revolusi Rusia berlangsung

35 TIGA KEKUATAN (THE BIG THREE)
Negara pemenang Perang Dunia I dikenal sebagai “the Big Three”, yakni Britania, Perancis, dan Amerika Serikat. Pada para pemimpin “the Big Three” bertemu di Paris dalam rangka memutuskan masa depan Eropa dan dunia.

36 Berbagai Persoalan Negara-Negara Pemenang
Para pemimpin negara-negara pemenang menghadapi sejumlah persoalan yang rumit, antara lain: Jerman hampir berhasil mengalahkan Britania, Rusia, dan Perancis. Negara-negara pemenang berupaya memastikan agar Jerman dikemudian hari tidak melancarkan peperangan lagi; Golongan komunis telah mengambil alih kekuasaan di Rusia dan ingin menghancurkan berbagai pemerintahan yang kapitalistik melalui revolusi pekerja;

37 Eropa bagian Tengah dan Timur dalam kondisi hancur
Eropa bagian Tengah dan Timur dalam kondisi hancur. Keluarga kerajaan baik Jerman maupun Austria-Hongaria telah turun tahta sebelum konferensi perdamaian; Pemerintahan Britania dan Perancis sempat melakukan sejumlah perjanjian rahasia selama perang berlangsung. Mereka sempat menjanjikan Jepang sebuah perlakuan khusus di Asia. Di bawah Perjanjian London (‘Treaty of London’), 1915 Italia bersedia bergabung dengan pihak ‘Aliansi’ (Triple Entente) dengan imbalan janji mendapatkan sesuatu yang dimiliki Austria-Hongaria. Ketika berakhir perang, pihak Jepang dan Italia menagih sesuatu yang telah dijanjikan;

38 Golongan-golongan nasionalis di wilayah Eropa Timur banyak yang mendirikan pemerintahan baru sebelum perang secara resmi berakhir. Pada awal bulan November 1918 berdiri beberapa negara baru yakni Yugoslavia, Polandia, dan Cekoslovakia; Perang Dunia I berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan oleh pihak ‘Aliansi’, sehingga mereka belum sempat memikirkan pengaturan tentang perdamaian. Saat pihak ‘Aliansi’ memulai perundingan perdamaian terlihat jelas bahwa kelompok negara-negara pemenang tersebut memiliki pandangan yang berbeda mengenai masa depan.

39 Empat Belas Pasal Perdamaian Wodrow Wilson
1) Diplomasi yang bersifat dihapuskan; 2) Adanya kebebasan di laut; 3) Adanya kebebasan berdagang; 4) Pengurangan persenjataan; 5) Berbagai tuntutan mengenai daerah koloni (tanah jajahan) diatur; 6) Berbagai negara harus meninggalkan wilayah Rusia dan mengakui hak-haknya dalam menentukan sendiri susunan pemerintahannya;

40 7) Jerman harus meninggalkan wilayah Belgia; 8) Alsace dan Lorraine harus dikembalikan kepada Perancis; 9) Menentukan kembali batas-batas wilayah Italia berdasarkan alasan-alasan etnologis; 10) Bangsa-bangsa yang berbeda di dalam wilayah Austria-Hongaria harus diberi kebebasan;

41 11) Pasukan asing harus meninggalkan beberapa negara di sekitar wilyaha Balkan (Serbia, Montenegro dan Romania); 12) Bangsa-bangsa non-Turki yang berada di wilayah kekuasaan Imperium Turki harus bebas dalam membentuk pemerintahannya sendiri; 13) Polandia yang bebas (merdeka) harus direalisasikan. Poland harus memiliki akses ke laut; 14) Membentuk sebuah organisasi internasional (Liga Bangsa-Bangsa).

42

43 Pokok-Pokok Perjanjian Versailles
Pembicaraan perdamaian dimulai pada Januari 1919 dan Wilson menginginkan pembicaraan mengenai pembentukan Liga Bangsa-Bangsa didahulukan; Wilson meyakini bahwa semua bangsa memiliki hak menentukan nasibnya sendiri; Hak menentukan nasibnya sendiri tersebut dapat mendorong wakil-wakil bangsa- bangsa di dunia menuju Paris;

44 Bangsa-bangsa di bawah kekuasaan Britania dan Perancis menginginkan kemerdekaan. Namun kedua negara tersebut tidak menghendakinya; Akhirnya diputuskan bahwa penentuan nasib sendiri bangsa-bangsa yang berada di bawah kekuasaan Britania dan Perancis tidak dilaksanakan; Bangsa-bangsa seperti Irlandia dan Vietnam yang sudah sempat hadir di Paris menjadi kecewa;

45 Berbagai wilayah akhirnya dibagi-bagi berdasarkan negara pemenang;
Berbagai wilayah yang dibentuk berada di bawah mandat Liga Bangsa-Bangsa; Jerman kehilangan beberapa koloninya di Afrika yang diberikan kepada Britania, Perancis, dan Afrika Selatan; Polandia, Lithuania, Estonia, dan Latvia dibentuk;

46 Clemenceau menginginkan Polandia menjadi negara yang kuat guna melemahkan posisi Jerman. Beberapa wilayah Polandia berasal dari bekas wilayah Jerman, Rusia dan Austria- Hongaria; Sebagian wilayah Prusia Barat (Jerman) seperti Posen dan Upper Silesia diberikan ke Polandia; Teritorial Polandia berada di antara tanah Jerman dan Prusia Timur (Jerman); Polandia perlu diberi jalur (akses) ke laut sesuai dengan 14 pokok-pokok yang diusulkan Wilson;

47 Perancis menginginkan pelabuhan Danzig yang merupakan wilayah berpenduduk mayoritas berbahasa Jerman agar diserahkan kepada Polandia. Lloyd George tidak setuju; Status kota pelabuhan Danzig menjadi “kota yang bebas” (“free city”): artinya kota tersebut tidak berada di bawah kontrol negara manapun, namun di bawah kontrol Liga Bangsa-Bangsa;

48 Big Three (AS, Britania, dan Perancis) setuju wilayah Alsace dan Lorraine dikembalikan kepada Perancis; Perancis menginginkan menguasai wilayah Saarland yang kaya akan tambang batu bara, namun akhirnya disepakati bahwa wilayah tersebut dalam waktu 15 tahun berada di bawah kontrol Liga Bangsa- Bangsa. Selama 15 tahun tersebut Perancis mendapatkan hak menguasai tambang batu bara di Saarland;

49 Keinginan Perancis untuk menguasai wilayah Jerman yang luas dan makmur: Rhineland, tidak disetujui;
Perancis bertujuan menguasai Rhineland adalah agar Jerman menjadi negara yang lemah tidak sepenuhnya disetujui oleh Britania dan Amerika Serikat karena akan membangkitkan semangat balas dendam dari Jerman di kemudian hari;

50 Pada akhirnya ‘the Big Three’ menyepakati bahwa militer Jerman tidak diperkenankan memasuki Rhineland dan wilayah tersebut harus diduduki oleh pasukan gabungan (aliansi) pemenang perang selama 15 tahun; Jerman kehilangan beberapa distrik kecil seperti Eupen, Moresnet, dan Malmédy yang harus diserahkan kepada Belgia; Di daerah Schleswig Utara harus digelar plebisit atau jajak pendapat terkait apakah penduduk setempat menginginkan wilayah tersebut tetap menjadi wilayah Jerman atau bergabung dengan Denmark. Hasilnya: Bergabung dengan Denmark;

51 Berdasarkan usulan Perancis di dalam Perjanjian Versailles bahwa angkatan bersenjata Jerman harus secara ketat dibatasi; Jerman dilarang memiliki (menggunakan) tank dan kendaraan bersenjata lainnya; Angkatan Udara Jerman dihapuskan; Jumlah pasukan angkatan darat Jerman dibatasi menjadi sekitar orang; Angkatan laut Jerman hanya memiliki 6 kapal perang saja dan tidak ada lagi kapal selam

52 Sebagian kutipan Perjanjian Versailles:
Clause The Allied governments affirm and Germany accept the responsibility of Germany and her allies for causing all the loss and damage to which the allied governments and their nationals have been subjected as a consequence of the war imposed upon them by the aggression of the Germany and her allies. Clause The Allied governments require and Germany undertakes that she will make compensation for all damage done to the civilian population of the Allied powers.

53 Amerika Serikat sepakat dengan Perancis terkait kesalahan Jerman yang menyebabkan terjadinya perang, namun berbeda pandangan mengenai jumlah kompensasi yang sesuai akibat perang yang harus ditanggung Jerman; Perancis menginginkan Jerman membayar: $200 miliar untuk perbaikan akibat perang; Britania menginginkan Jerman membayar: $ 120 miliar; Amerika Serikat memandang Jerman harus membayar: $ 22 miliar. Sampai pada akhir perjanjian tetap tidak ditemukan kesepakatan jumlah yang harus Jerman bayarkan.

54 PETA WILAYAH-WILAYAH JERMAN YANG HILANG

55 Perbandingan antara 14 Pokok-Pokok yang diusulkan Wilson dan Perjanjian Perdamaian
Hal-hal yang berhasil dipenuhi 1) Jerman meninggalkan daerah Belgia; 2) Alsace-Lorraine dikembalikan kepada Perancis; 3) Pemberian kemerdekaan kepada bangsa-bangsa yang ada di Austria-Hongaria; 4) Kemerdekaan bagi Polandia.

56 Hal-hal yang dapat disepakati sebagian
Perbatasan Italia ditetapkan; Pasukan asing yang menduduki daerah Balkan harus keluar; Liga Bangsa-Bangsa dapat efektif menjaga perdamaian.

57 Hal-hal yang tidak berhasil dicapai
1) Pelarangan perjanjian-perjanjian rahasia diantara masing-masing negara; 2) Kebebasan bergerak kapal-kapal laut di dunia; 3) Perdagangan bebas diantara negara-negara tanpa pajak impor (bea masuk); 4) Pengurangan persenjataan bagi semua; 5) Pemberian kemerdekaan secara luas bagi berbagai daerah jajahan; 6) Tidak mencampuri persoalan di Rusia; 7) Pemberian kemerdekaan bagi bangsa non-Turki yang berada di dalam kekuasaan Emporium Turki.

58 PERJANJIAN PERDAMAIAN LAINNYA
Saint-Germain: Perjanjian dengan Austria 1919 (Sept.) Isi Pokok Perjanjian: Austria kehilangan wilayah Tyrol Selatan dan Istria yang harus diserahkan kepada Italia dan daerah yang cukup luas kepada tiga negara baru: Cekoslovakia, Polandia, dan Yugoslavia; Daerah yang diserahkan kepada Cekoslovakia merupakan termasuk daerah Austria yang sangat makmur dan lebih dari 3 juta penduduk penutur bahasa Jerman menjadi penduduk dari ketiga negara baru tersebut;

59 Austria mengalami pengurangan wilayah menjadi negeri yang bergunung-gunung dengan penduduk berjumlah 6,5 juta orang. Sepertiga penduduknya menetap di sekitar kota Wina; Austria dilarang melakukan unifikasi (penggabungan) atau ‘Anschluss’ dengan Jerman; Pasukan angkatan bersenjata Austria dibatasi hanya sebanyak orang.

60 Neuilly: Perjanjian dengan Bulgaria 1919 (Nov
Neuilly: Perjanjian dengan Bulgaria 1919 (Nov.) Isi Pokok Perjanjian: Beberapa daerah Bulgaria diserahkan kepada Yunani, Yugoslavia dan Romania; Pasukan angkatan bersenjata Bulgaria dibatasi secara ketat tidak diperbolehkan berjumlah lebih dari orang.

61 Trianon: Perjanjian dengan Hongaria 1920 (Maret) Isi Pokok Perjanjian: Dua pertiga wilayah Hongaria diserahkan kepada Cekoslovakia, Yugoslavia, dan Romania; Populasi Penduduk Hongaria berkurang akibat perubahan ini dari 18 juta menjadi 7 juta penduduk; Jumlah pasukan Hongaria dibatasi hanya sampai orang.

62 Sèvres: Perjanjian dengan Turki 1920 Isi Pokok Perjanjian: Turki kehilanganhampir seluruh wilayahnya di Eropa sampai Yunani; Wilayah-wilayah Emporium Turki yang berada di Arab Timur Tengah menjadi masalah: Perancis mengambil alih kekuasaan di Syria sedangkan Britania menguasai Palestina, Yordania, dan Irak; Turki diharuskan membayar pemulihan akibat perang.

63 Lausanne: Peninjauan kembali Perjanjian dengan Turki 1923 Kemal Ataturk mengambil alih kekuasaan di Turki melalui sebuah revolusi dengan menurunkan keluarga Ottoman dari tahtanya pada tahun Jenderal Ataturk tidak menganggap Perjanjian Sèvres dengan paksaan. Sehingga perlu diadakan perjanjian baru yakni: Lausanne di tahun Isi Pokok Perjanjian: Turki kembali memperoleh kembali wilayah yang pernah diserahkan kepada Yunani; Turki tidak diharuskan membayar pembangunan (biaya) akibat perang

64 PETA WILAYAH SEBELUM DAN SESUDAH PERANG DUNIA I


Download ppt "Sejarah Politik dan Hubungan Internasional"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google