Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

FISIOTERAPI MUSKULOSKELETAL PADA PATOLOGI SPINE

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "FISIOTERAPI MUSKULOSKELETAL PADA PATOLOGI SPINE"— Transcript presentasi:

1 FISIOTERAPI MUSKULOSKELETAL PADA PATOLOGI SPINE
Oleh: Sugijanto Disampaikan pada kuliah reguler FT Muskuloskeletal III

2 TEMPOROMANDIBULAR DYSFUNCTION SYNDROME
Keluhan spesifik: Pd pria/wanita 20-40th. Nyeri rahang/telinga, kadang menyebar ke wajah, daerah temporal/sekitar leher. Nyeri mengunyah, kesulitan menyedot. Clicking, subluxation dan recurrent dislocation. Temuan dlm asesmen: Saat depresi terjadi translasi keanterior berlebihan, Clicking, popping/cracking saat depresi/elevasi Pola gerak C, S saat depresi/elevasi Nyeri tekan dan penebalan sendi.

3 TEMPOROMANDIBULAR INTERNAL DERANGEMENT
Keluhan: Pd usia muda/tua. Penyebab minor trauma/proses penuaan. Nyeri saat gerak mengunyah/diam, nyeri dalam atau ngilu. Kadang nyeri menyebar kewajah. Morning stiffness saat dipakai mengunyah Mengunyah bunyi klik atau krepitesi Temuan asesmen: Grk terbatas capsular pattern. Pada unilateral pola geral depresi/elevasi bentuk L. JPM test nyeri dan firm end feel

4 PATOLOGI CERVICAL SPINE: Whiplash injury
Oleh kecelakaan ‘Asceleration’ (hyper extension=lebih berat)/ ‘Desceleration’ (hyperflexion) injury. Pd hyper extension: Sprain lig longitudinal anterior, disk, facets capsule, atlanto occypital - Atlanto axial joint capsule. ; Muscle strain sternocleidomastoid, scaleni, longus colli.; Retropharyngeal haematome, intraoesophageal haemorrhage dan sympahetic chain reaction. Pd hyperflexion: Strain posterior musculature, sprain lig.nushae dan longit posterior, kerusakan facets, atlanto occypital - Atlanto axial joint capsule, kerobekan disk dan haemorrhage radix. Hypermobile/instability/Listhesis.

5 Keluhan Fase acute 2-3mgg:
Post traumatic head ache, nyeri-kaku leher. Otot sternocleidomastoid, scaleni, longus colli nyeri dan spasm, ROM awalnya bebas kemudian menjadikaku ssd jam, Temuan asesmen: Forward head position, Active ROM; terbatas Defisit neurologis: C5 atau C6 Keluhan Fase subacute 2-10 mgg: Nyeri dalam menyebar ke kepala, interscapular dan lengan. Local tenderness otot sternocleidomastoid, scaleni, longus colli. ROM normal dengan muscular guarding end feel. JPM test terbatas bila facets terkena. X ray: flat neck.

6 Keluhan Fase chronic 2-10 mgg:
Nyeri dalam menyebar ke kepala, interscapular dan lengan. Temuan asesmen: Tight-contracture dan fibrotic m. longus colli, sternocleidomastoid, scaleni, tenderness longus colli. M. multifidus C5-C6 spasm spt karet dan bengkak. ROM hipermobil atau instability. JPM test terbatas bila facets terkena. X ray: flat neck.

7 Acute locking of cervical spine
Pd anak/remaja, krn grk tak terkontrol, nyeri pd articular pilar, umumnya C2-C3. Patologi pd intervertebral complex mechanic, rupture annulus-disc bulging dan facet blockade. Keluhan: kaku dan nyeri gerak setelah bangun tidur. Temuan asesmen: Acute neck pain pagi hari, Antalgic position: lat fleksi-rotasi kearah sisi lesi Rotasi satu sisi nyeri & terbatas, ekstensi hilang. Grk pasif ROM lebih besar dr aktif. JPM test terbatas oleh muscle spasm, traksi mengurangi nyeri

8 Local Cervical facet pain
Keluhan: Usia 25-50th. Nyeri daerah scapular, dpt sampai lengan umumnya unilateral, kadang headache. Ada riwayat trauma atau nyeri leher akut hilang timbul. Nyeri memburuk sore hari dan saat otot-otot tegang dlm wkt lama misal stress dan menahan kepala melawan gravitasi (depan komputer/membaca) Temuan asesmen: Grk aktif dgn overpressure: nyeri hebat saat lateral fleksi/rotasi; Nyeri saat ekstensi. Grk 3 dimensi ekstensi nyeri sisi ipsilateral.

9 GENERAL CERVICAL DEGENERATIVE DISEASE. (SPONDYLOSIS DEF / S.A.C).
Keluhan: Usia diatas 50th. Kaku leher makin memberat, disertai shoulder girdle pain/arm pain. Nyeri dan kaku bilateral (kdg satu sisi leb berat). Kdg head ache (cervicogenic) pd occyput. Tahunan mengeluh nyeri leher. Kaku leher dan head ache pagi hari dan berkurang siang hari, malam memburuk. Temuan asesmen: Tes aktif dan pasif : Ekstensi terbatas, terbatas ringan lateral fleksi dan terbatas ringan-sedang saat rotasi dan fleksi; Nyeri saat ROM penuh.

10 Cervical disc dysfunction
Patologi: Usia 30-35, umumnya C5-6, C6-7, C4-5. Akibat repetitive micro injury→annulus fissure→herniasi. Inflamasi menyebabkan radiculopathy/myelothy. Keluhan: Nyeri mendadak, pd cervical/scapular area, menyebar ke bahu-lengan disertai parestesias Temuan asesmen: Nyeri radicular, parestesias, kelemahan myotome tertentu dan refleks fisiologis menurun. Fase akut: ROM terbatas segala arah, batuk-bersin nyeri, fase kronik nyeri radicular wkt fleksi Tes 3 dimensi ekstensi nyeri radicular, distraksi nyeri berkurang. CT Scan/MRI positif.

11 Cervical instability Patologi: Keluhan: Temuan asesmen:
Umumnya C4-C5. Akibat hyperextension injury. Keluhan: Nyeri leher menyebar. Temuan asesmen: Ada riwayat acceleration injury, atau kerja posisi fleksi, hypertrphy otot leher depan/ dada depan. ROM aktif/pasif terbatas, Multifidi guarding spasm, sternocleidomastoid hypertrophy/fibrotic dan nyeri tekan, longus colli spasm Segmental movement test C4-C5 hypermobile, dibawah C5 terbatas.

12 Cervical head ache Patologi: Patologi facets C0-C1, C1-C2, C2-C3, cervical myofascial syndrome, C1, C2, C3 nerve root iritation. Keluhan: Nyeri pegal leher nyebar ke kepala satu sisi kdg menyebar ke mata dan bahu. Nyeri ↑ grk leher / ekstensi cervical atas / posisi janggal. Temuan asesmen: Forward head position, ROM cervical terbatas, nesk flexor tight/contracture kadang neck extensor. Segmental test C0-C1, C1-C2, C2-C3 terbatas dan palpasi memicu nyeri primer. Dijumpai trigger point pd upper trapezius/ sternocleidomastoid/ masseter Neurologic test (n.X) kadang positif.

13 PATOLOGI THORACAL SPINE: THORACIC DISC BULGING - HERNIATION
Patologi: HNP jarang, hanya T11 dan T12. Keluhan: Timbul nyeri thoracolumbar menyebar ssd angkat beban, batuk, bersin dan nafas dalam nyeri. Temuan asesmen: Jatuh kompresi trunk, atau angkat beban berat pss fleksi. Nyeri segmental, batuk mengejan nyeri thoracal Lateral disc bulging dpt kompresi radix menimbulkan referred pain. Stenosis (sangat jarang) menimbulkan gejala UMNL. Harus dipilah thd ankylosing spondylitis, metastatic tumors, chronic duodinal ulcers, intercostal neuralgia atau neurofibroma.

14 MINOR INTERVERTEBRAL DERANGEMENT (MID)
Patologi: kerusakan satu/dua facet ringan akibat mobilisasi/manipulasi terbalik. Keluhan: nyeri lokal segmental. Temuan asesmen: Nyeri segmental, kulit sensitif, otot nyeri tegang spt tali. Bila nyeri menyebar dlm dermatome overlap, PACVP dan LPAVP nyeri lokal/menyebar kelateral

15 THORACIC PAIN ASAL DR CERVICAL
Patologi: Banyak, C4-5; C6-7. Keluhan: Nyeri thoracal/interscapular girdle, provokasi duduk lama, mengemudi kendaraan. Temuan asesmen: Posisi kepala forward head position, scoliosis, atau flat back. Mobilitas aktif/pasif cervical→ nyeri/terbatas. 3dimensi ekstensi cervical nyeri ipsilateral, firm end feel. Palasi otot spasm,

16 THORACIC OUTLET SYNDROME
Patologi: entrapment plexus brachialis setinggi scalenus, pectoralis minor, costoclavicular. Keluhan: Wanita setengah baya, terutama protraactes position. Nyeri menyebar pd lengan & bahu trtm abd 900 Nyeri dpt pd cervical, wajah, kepala, bahu, lengan atas, dada, axillar, dgn parestesias, rasa tebal, terasa berat, lemah dan pucat. Temuan asesmen: Kifosis, otot pectoral tegang, grk bahu terbatas dan posisi scapula kebawah. Dowagers hump (grk upper & mid thoracal terbatas) Nyeri tekan upper & mid thoracal dan costal. Dipisahkan dgn Hyper abduction test, Adson’s test, Allen test, Ross test.

17 THORACIC PAIN ASAL DR THORAC
Patologi: Banyak, T4-5(kifosis); T7-8 (scoliosis), T9-10 (round back). Keluhan: Nyeri thoracal ke dada trtm saat duduk lama. Temuan asesmen: Posisi derformitas kifosis, scoliosis, round back atau flat back. Mobilitas aktif/pasif → nyeri/terbatas. PACVP pd puncal kurva nyeri, terbatas, firm end feel. LPAVP nyeri, terbatas, firm e f. Palasi otot spasm,

18 THORACIC HYPOMOBILITY SYNDROME
Keluhan: Terkait posture jelek. Nyeri pegal, ngilu/nyeri tajam, makin berat saat aktivitas, duduk lama atau posisi janggal. Nyeri menyebar pd spinal, paraspinal, interscapular, lengan, dada samping, sub sternal, kdg crista iliaca. Memberat saat inspirasi dalam, membungkuk, duduk/tidur wkt lama, angkat beban, tempat tidur terlalu lunak/keras. Temuan asesmen: Thoracolumbar mobility terbatas. Ekstensi terbatas kompensasi fleksi hip/lumbar lordosis. Hypomobility dada akibat hypomobility thoracal spine. Forward head position dan thoracal kyphosis. Pola pernafasan abdominal terbatas. Ekspasni dada terbatas.

19 UPPER THORACIC SPINAL SYNDROME
Upper thoracal merpk regio paling kaku. Patologi: umumnya karn injury jatuh, mengangkat beban, mendorong dll Dpt melibatkan spinal cord. Keluhan: Nyeri lengan sampai tangan. Tegang leher belakang. Temuan asesmen: Posisi derformitas kifosis, scoliosis, round back atau flat back. Hipomobil satu level/lebih T3-4; T4-5, T5-6. T4 paling sering. PACVP, LPAVP terbatas, firm end feel. Palasi otot spasm,

20 MID THORACIC AND COSTOVERTEBRAL DISORDER
Patologi: Terbanyak pd facet T5-T6-T7, costo vert T8-T9-T10mengangkat beban, mendorong dll Dpt melibatkan spinal cord. Banyak pd pekerja/sport dgn rotasi thorax (golfers). Keluhan: Nyeri spt pd nyeri visceral, menyebar kedada sepanjang costae, dgn baal /parestesias. Nyeri costo vertebral sampai 3-4 cm dr midline. Nyeri meningkat saat gerak atau terlentang. Temuan asesmen: Nyeri pd test snterior pressure costovertebral PACVP, LPAVP nyeri kadang terbatas, firm e f. Palasi otot paravertebrale nyeri dan spasm,

21 LOWER THORACIC SPINE AND THORACOLUMBAR DYSFUNCTION
Patologi: pd usia ±40 th sering kronik, akibat disc bulging/hipomobil facet T12-L1 Keluhan: Nyeri lumbale, crista iliaca/sacroiliac dan gluteal /inguinal (nn clunei). Nyeri crista & gluteal hgg 8-10 cm dr midline. Temuan asesmen: Gejala MID T10-L2 PACVP dan LPAVP nyeri pd crista iliaca.

22 THORACIC DERANGEMENT SYNDROME (Mc Kenzie)
Patologi: displacement/mechanical deformation struktur sendi oleh kelainan mekanis diskus. Pd thoracal posterior derangement. Akbt posisi salah/aktivitas fisik, kontraktur jar. Keluhan: Nyeri simetrik thoracal. Nyeri unilateral/simetrik dgn/tanpa menyebar. Temuan asesmen: Nyeri akhir ROM, PACVP/LPAVP nyeri firm ef.

23 THORACIC HYPERMOBILITY PROBLEMS
Patologi: Jarang & sulit diobati. Akbt muscle imbalance. Diatas segment stiff; /grk berlebih akbt terbatas lumbale & hip. Keluhan: Nyeri thoracal menyebar ssd aktivitas fisik. Temuan asesmen: PACVP/LPAVP nyeri dgn empty e f.

24 COSTAL SPRAIN Patologi: Strain akbt aktivitas fisik atau injury
Keluhan: Nyeri pd costal &/ lumbale. Batuk/bersin nyeri intercostal. Temuan asesmen: Ekspansi thorac nyeri/terbatas. Intercostal muscle spam. Nyeri tekan pd costa.

25 FIRST RIB SYNDROME Patologi: Costa 1 subluxatio dan tertarik kecranial oleh scalenus. Diikuti hypertrophy, pemendekan dan myofascial pain. Keluhan: Nyeri dan tenderness pd fossa supraspinata unilat, nyeri menyebar dermatome C8-T1. Temuan asesmen: Forward head & girdle potracted. Pd palpasi M. scalenus teraba hypertrophy/ tightness. Caudal pressure costa1 nyeri menyebar.

26 KYPHOSIS & SENILE KYPHOSIS
Patologi: Gibbus (hump back). Dowager’s hump (upper thoracal) akbt osteoporosis. Flat back. Round back. Thoracic kyphosis berlebihan disertai girdle protraction dan pemendekan serratus anterior-shoulder internal rotator, diikuti kontraktur capsular shoulder. Pd senile kyphosis disertai arthrosis berat mid thoracal. Hypomobile upper thoracal dan hypermobile lower thoracal. Keluhan: Nyeri berulang ssd aktivitas, tidur terganggu. Temuan asesmen: Posture membungkuk, ROM terbatas (lower th hipermobil) pemendekan otot-otot diatas. Pengukuran dgn menggunakan plump line, X ray.

27 OSTEOPOROSIS Patologi: Berkaitan dgn senile kyphosis, wanita pasca menopause. Diikuti compression fracture. Keluhan: Timbul nyeri memburuk ssd aktivitas, duduk lama, tidur. Badan lebih nyeman membungkuk. Temuan asesmen: Deformitas Nyeri dan terbatas grk ekstensi upper thoracal, hipermobillower thoracal. X ray, kepadatan tulang menurun.

28 LUMBAR INTERVERTEBRAL DISC LESION
Keluhan: Timbul nyeri lumbosacral mendadak, intensitasnya kdg meningkat. Paginya nyeri makin berat, kdg nyeri sampai tungkai. Memburuk ssd duduk lama, lebih nyeman berdiri. Temuan asesmen: Deformitas fungsional lumbale, flat back dan umumnya scoliosis cembung sisi sakit. Nyeri dan terbatas grk lumbale terutama fleksi. Lasegue, bragard atau neri positif.

29 DISK PROLAPS Keluhan: Temuan asesmen:
Timbul nyeri lumbosacral mendadak, intensitasnya meningkat. Memburuk ssd duduk lama, lebih nyaman berdiri. Temuan asesmen: Deformitas fungsional lumbale, flat back dan umumnya scoliosis cembung sisi sakit. Nyeri dan terbatas grk lumbale terutama fleksi. Lasegue, bragard atau neri positif.

30 ACUTE MECHANICAL DERANGEMENT OF LUMBALE
Patologi: Acute locked back, sudden back ache, facet blockade, subluxation/fixation atau lumbago. Penyebab grk tdk terkontrol→ mechanical derangement dan locking intervertebral joint complex. Timbul lig sprain, lesi otot, lesi facet, sinovitis, acute nuclear prolaps, acute disc hydrops dan annular tear. Keluhan: Nyeri pinggang berat ssd aktivitas/bangun tidur pagi harinya. Bilateral/umumnya unilat. Temuan asesmen: Nyeri dan terbatas semua arah grk lumbale Tes pilar anterior adan posterior bisa positif Lasegue, bragard atau neri positif ±.

31 ACUTE MECHANICAL DERANGEMENT
IMPACTED SYNOVIAL MENISCOIDE Lumbar synovial joint locking pd usia muda. Pd hypermobile facet saat aktivitas (meraih, bungkuk dll). Keluhan: Nyeri pinggang ssd aktivitas, grak terbatas satu arah. Temuan asesmen Deformitas spinal dgn muscle spasm. ROM terbatas satu sisi patologis (lat flexion), fleksi sering nyeri terbatas. SLR terbatas krn nyeri pd posterosuperior crista. Neurologic test Θ

32 ACUTE MECHANICAL DERANGEMENT (lanjutan)
LOCKING OF ARTHROTIC FACET JOINT L4-5 atau L5-S1 usia lanjut dgn dugaan OA. Keluhan: Nyeri pinggang ssd melakukan aktivitas trunki / olah raga. Nyeri lokal–menyebar segmental Temuan asesmen ROM terbatas semua arah, ekstensi nyeri terbatas. SLR terbatas krn nyeri pd posterosuperior crista. Neurologic test Θ

33 HYPOMOBILITY LESIONS: Localized restriction
Keluhan: Nyeri setelah mendadak nyeri akut Nyeri daerah lumbosacral, pagi hari lebih berat, meningkat saat lama berdiri, jalan/aktivitas lama atau berulang ekstensi lumbale. Temuan asesmen: Kemungkinan beda panjang kaki Lateral fleksi terbataskearah ipsilateral, Tes 3dimensi ekstensi nyeri ipsilateral.

34 HYPOMOBILITY LESIONS Multisegmental bilateral capsular restriction
Keluhan: Pd usia pertengahan atau usia lanjut. Ada riwayat nyeri pinggang hilang timbul lama Nyeri pinggang dan pelvic girdle memburuk saat berdiri lama atau jalan. Morning stifness berkurang siang hari dan meningkat malam. Dg nyeri hilang timbul satu/kedua tungkai. Temuan asesmen: Lumbar lordosis hilang. Grk spinal terbatas dlm capsular pattern, paling terbatas ekstensi lumbale, lateral fleksi terbatas sedang, rotasi terbatas ringan/sedang.

35 Segmental intervertebral instability
Patologi: Usia th. Tak jelas penyebabnya, jarang akbt injury. Keluhan: Nyeri pinggang sp gluteal bilat berulang lama. Nyeri meningkat ssd aktivitas Temuan asesmen: Posisi sering lordosis Tes Aktif/Pasif/isometrik normal. ROM > dr normal. Nyeri tekan pd otot paravert.

36 LUMBAR SPONDYLOLYSIS & SPONDYLOLISTHESIS
Patologi: Kerusakan facet/pro.artric  subluxation/dislocation. Keluhan: Nyeri belakang paha bilat, provokasi berdiri lama, aktivitas trunki. Kdg bunyi pinggang bl aktivitas Temuan asesmen: Nyeri bilat hamstrings, gluteal, kdfg sp gatrocnemius. Posisi tubuh flat back/deviasi Tes segmental gapping nyeri bilat, clicking/ crepitasi.

37 SACRO ILIAC JOINT HYPOMOBILITY
Patologi: akbt degenerasi/inflamasi (injury/infeksi mis RA) ossification. Keluhan: Nyeri gluteal menyebar ke hamstrings satu sisi, trtm ssd duduk lama, bangun tidur. Nyeri saat naik/turun tangga. Temuan asesmen: Asimetri SIAS-SIPS saat berdiri dan trunk flexion. Terbatas hip flexion, nutation. Nyeri tekan sacrum. Gapping test 

38 ACUTE SACROILIAC DYSFUNCTION
Keluhan: Timbul nyeri sacroiliac unilateral, sering akibat grk twisting. Nyeri menyebar ke paha belakang bilateral. Nyeri memburuk pd posterior torsional displacement (ekstensi hip-spine dengan felksi hip sisi kontralateral) atau anterior torsional displacement. Temuan asesment: Posterior torsional displacement (sering): Kecenderungan berdiri posisi hip, knee, dan pinggang sedikit fleksi pd sisi yang terkena. SIPS sisi sakit rendah baik posisi biasa atau dikoreksi. Rotasi anterior nyeri, rotasi posterior berkurang. SLR kontralateral menyebabkan nyeri dan berkurang bila SLR sisi sama. Anterior torsional displacement terjadi temuan sebaliknya.

39 CHRONIC SACRO ILIAC JOINT HYPERMOBILITY
Keluhan: Ada riwayat intermittent acute sacroiliac dysfunction dan menjadi nyeri kronik sacroiliac dan kedua paha belakang, terkait pasca penglahiran. Memburuk pd aktivitas lama/berulang: Kombinasi ekstensi hip-spine dengan felksi hip sisi kontralateral. Temuan asesmen: Tampak asimetri sacroiliac joint Pd sacroiliac stress test nyeri atau crepitasi.

40 DEGENERATIVE CHANGES SIJ
Patologi: Pd usila, ♀>♂ Keluhan: Nyeri gluteal, trtm bangun tidur/duduk lama Temuan asesmen: Nyeri terbatas grk nutasi-kontra nutasi Anterior/posterior Gapping test positif

41 OSTEITIS CONDENSANS ILII
Patologi: Keluhan: Temuan asesmen:

42 INFLAMATORY DISEASE & INFECTION
Patologi: Keluhan: Temuan asesmen:

43 INFERIOR & POSTERIOR PUBIC SHEARS
Patologi: Keluhan: Temuan asesmen:

44 PUBIC SEPARATION Patologi: Keluhan: Temuan asesmen:

45 PUBIC SYMPHYSIS COMPRESSION
Patologi: Keluhan: Temuan asesmen:

46 OSTEITIS PUBIS SYNDROME
Patologi: Keluhan: Temuan asesmen:

47 SACROCOCCYGEAL JOINT Patologi: Keluhan: Temuan asesmen:


Download ppt "FISIOTERAPI MUSKULOSKELETAL PADA PATOLOGI SPINE"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google