Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

POLITIK MENURUT PARA AHLI

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "POLITIK MENURUT PARA AHLI"— Transcript presentasi:

1 POLITIK MENURUT PARA AHLI
Ratri kusumawardani ( ) Frida rahmawati ( ) Aifaul Maula S ( ) Dhina Sidhik ( ) Bayu Ahmad maulana (16

2 Niccolo Machiavelli Niccolo Machiavelli dilahirkan di Florence pada tahun Ia seorang ahli sejarah dan negarawan Italia juga merupakan tokoh pada Zaman Renaisance.  Pada saat itu Machiavelli adalah sebagai ahli teori dan figur utama dalam realitas teori politik, ia sangat disegani di Eropa pada masa Renaissance. Dua buku Discorsi Sopra La Prima Deca di Tito Livio (Diskursus tentang Livio) dan II Principe (Sang Pangeran) awalnya ditulis sebagai harapan untuk memperbaiki kondisi pemerintahan di Italia Utara.

3 Karya Machiavelli itu membuatnya dikenal sebagai seorang ilmuwan politik Renaissance.
Seorang pemikir politik zaman renaisans yang terkenal dengan teorinya yang kontroversial sampai saat ini masih banyak yang menjadikan terinya sebagai hand book dalam karir politiknya. Machiavelli berfokus pada metode apa yang harus digunakan seseorang dalam memperebutkan serta mempertahankan kekuasaan.

4 Pemikiran-Pemikiran Niccolo Machiavelli
Ajaran Niccolo Machiavelli tentang negara dan hukum ditulis dalam bukunya yang sangat terkenal yang diberi nama II Principle artinya Sang Raja atau Buku Pelajaran untuk Raja. Buku ini dimaksudkan untuk dijadikan tuntutan atau pedoman bagi para raja dalam menjalankan pemerintahanya, agar raja dapat memegang dan menjalankan pemerintahan dengan baik, untuk menyatukan kembali negara Italia yang pada waktu itu mengalami kekacauan dan daerah negara terpecah-belah. Dalam buku tersebut juga menerangkan pendirian Machiavelli terhadap azas-azas moral dan kesulilaan dalam susunan ketatanegaraan.

5 Pandangan Niccolo Machiavelli tersebut diatas sangat terpengaruh bahkan dapat dikatakan merupakan pencerminan daripada apa yang dikenalnya dalam praktek sebagai seorang ahli negara dan apa yang dijalankannya, karena dianggapnya perlu sekali untuk menyelenggarakan kepentingan-kepentingan negara, diangkatnya menjadi teori umum mengenai praktek ketatanegaraan dengan cara yang gagah dan berani. Sebab itu berkatalah Niccolo Maciavelli dalam bukunya II Principe dalam bab 19 bahwa, “penguasa", yaitu pimpinan negara haruslah mempunyai sifat-sifat seperti kancil dan singa. Tujuan Niccolo Maciavelli ialah untuk mencapai cita-cita atau tujuan politik demi kebesaran dan kehormatan negara Italia, agar menjadi seperti masa keemasan Romawi. "Oleh karena itu tujuan negara lain dengan masa lampau. Tujuan negara masa lampau menurut pendapatnya: kesempurnaan, kemuliaan abadi, untuk kepentingan perseorangan berupa penyempurnaan dari manusia. Sedangkan tujuan negara sekarang menghimpun dan mendapatkan kekuasaan yang sebesar-besarnya".

6 Negara dan Penguasa menurut Niccolo Machiavelli
Situasi politik dan keadaan negara pada masa itu telah mengubah pola pikir Machiavelli. Hal ini dapat kita lihat dalam gagasan atau pemikirannya tentang negara dan pemimpin atau penguasa. Gagasan atau pemikiran Machiavelli yang tajam dan sangat kontroversial mendapat tanggapan yang berbeda dari orang lain. Italia menghadapi tantangan besar karena tidak berdaya terhadap kekuasaan negara asing misalnya Jerman, Perancis dan Spanyol. Machiavelli hidup dalam perubahan kekuasaan secara cepat, kurang stabil dan mengalami krisis legitimasi. Menurut Machiavelli politik dan moral adalah dua bidang yang tidak memiliki hubungan sama sekali, yang diperhitungkan hanyalah kesuksesan sehingga tidak ada perhatian pada moral di dalam urusan politik. Baginya hanya satu kaidah etika politik: yang baik adalah apa saja yang memperkuat kekuasaan raja.

7 Ia juga sangat menentang hubungan antara negara dan agama yang tidak jelas. Sebab kekuasaan agama kerapkali mendominasi kekuasaan negara. Agama hanyalah suatu instrumen sosial untuk menyatukan masyarakat dan agama bermanfaat untuk modal sosial. Sebaiknya agama diatur oleh kekuasaan negara. Bila keadaan menuntut demi kekuasaannya maka dia perlu mengambil sikap yang sebaliknya. Artinya penguasa bisa bersikap jahat dan menindas rakyat demi kepentingan kekuasaannya. Suatu negara yang baik bila kota-kotanya sudah ditata dengan baik sehingga para musuh akan berhati-hati untuk menyerangnya. Kota yang kokoh (dengan tembok dan benteng) tentu akan mudah untuk dipertahankan.

8 Metode Pemerintahan Efektif dalam bentuk Kepenguasaan ala Machiavelli
Machiavelli mengingatkan penguasa agar menjauhkan diri dari penjilat dan minta pendapat apa yang layak dilakukan. Seorang penguasa yang cermat tidak harus memegang kepercayaannya jika pekerjaan itu berlawanan dengan kepentingannya. The Prince (Sang Pangeran) sering dijuluki orang “buku petunjuk untuk para diktator.” Karier Machiavelli dan berbagai tulisannya menunjukkan bahwa secara umum dia cenderung kepada bentuk pemerintahan republik ketimbang pemerintahan diktator.  Machiavelli berpendapat bahwa nilai-nilai yang tinggi, atau yang dianggap tinggi, adalah berhubungan dengan kehidupan dunia, dan ini dipersempit pula hingga kemasyhuran,

9 Machiavelli menolak adanya hukum alam, yang seperti telah diketahui adalah hukum yang berlaku untuk manusia sejagat dan sesuai dengan sifat hukum, mengikat serta menguasai manusia. Gagasan kekuasaan machiavelli patut dikaji setidaknya karena dua alasan, yaitu : a. Gagasannya telah menjadi sumber inspirasi yang tak pernah kering bagi banyak penguasa sejak awal gagasan itu dipopulerkan sampai abad XX. b. Banyak negarawan dan penguasa dunia yang secara sembunyi atau terus terang mengakui telah menjadikan buku Machiavelli itu sebagai hand book (buku pegangan) mereka dalam memperoleh dan mempertahankan kekuasaannya.

10 Bila seseorang penguasa berhasil merebut suatu kerajaan maka ada cara memerintahkan negara yang baru saja direbut itu. Pertama, memusnahkannya sama sekali dengan membumihanguskan negara dan membunuh seluruh keluarga penguasa lama. Kedua, dengan melakukan kolonisasi mendirikan pemukiman-pemukiman baru dan menempatkan sejumlah besar pasukan infantry di wilayah koloni serta menjalin hubungan baik dengan negara-negara tetangga terdekat.

11 Nasehat Machiavelli dalam Politik & Kekuasaan
Niccolo Machiavelli termasyhur karena nasihatnya yang blak-blakan bahwa: “Seorang penguasa yang ingin tetap berkuasa dan memperkuat kekuasaannya haruslah menggunakan tipu muslihat, licik dan dusta, digabung dengan penggunaan kekejaman penggunaan kekuatan”. Pikiran dasar buku ini adalah, untuk suatu keberhasilan, seorang Penguasa harus mengabaikan pertimbangan moral sepenuhnya dan mengandalkan segala, sesuatunya atas kekuatan dan kelicikan. Machiavelli menasehatkan sang Pangeran agar dapat dukungan penduduk, karena kalau tidak, dia tidak punya sumber menghadapi kesulitan.

12 Machiavelli memperingatkan Pangeran agar menjauhkan diri dari penjilat dan minta pendapat apa yang layak dilakukan. Menurut Asvi Warman Adam bahwa “Sejarah mengajarkan kepada kita apa yang tidak dapat kita lihat, untuk memperkenalkan kita kepada penglihatan yang kabur sejak kita lahir”. Wineburg (2006: vii). Filosofi politik dari Machiavelli adalah nilai-nilai yang tinggi atau yang dianggap tinggi dan penting berhubungan dengan kehidupan dunia, khususnya menyangkut kemasyhuran, kemegahan serta kekuasaan belaka, karena sangat menolak adanya hukum alam yang berlaku secara universal bagi seluruh manusia dan umat manusia di jagat ini.

13 Persoalan dasar filsafat Machiavelli adalah bagaimanakah cara seorang pemimpin itu dapat membela kekuasaannya, menjaga stabilitas keamanan negaranya dan juga kesejahteraan rakyatnya. Machiavelli adalah seorang yang realistis dan tampil berhadapan dengan realitas konkret dunia politik, dunia kekuasaan dan dunia penataan negara. Niccolo Machiavelli merupakan seorang pemikir politik dan sosial yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan perpolitikan di Eropa pada abad ke M.

14 Menurut Machiavelli seorang pemimpin bertindak berdasarkan kondisi lingkungan sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa pemimpin tersebut akan melakukan hal-hal negatif. seorang pemimpin harus dapat bersikap fleksibel sehingga dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sekitar sehingga ia dapat terus bertahan dan selain itu ia juga memiliki sifat-sifat positif maupun negatif yang diperlukan untuk memajukan negaranya. Abad pertengahan merupakan zaman dimana negara berada di bawah dominasi kekuasaan rohani gereja Katolik. Zaman Renaisaance memunculkan para tokoh dan filsuf besar yang berjuang melawan dominasi agama.

15 Dalam melihat fungsi dan peran agama, Machiavelli memberikan kritik terhadap cara hidup kaum klerus dan kekristenan. Kekristenan terlalu mengidealkan kelembutan dan kerendahan hati dan amat meremehkan hal-hal duniawi. Kekristenan juga ikut membentuk sikap egois masyarakat, sehingga masyarakat mengabaikan negara sebagai persekutuan politik dan lebih mementingkan kepuasan rohani secara pribadi. Dalam situasi kekacauan serta kemerosotan moral masyarakat, Machiavelli menganjurkan kepada kekristenan dan kaum klerus untuk kembali menghidupkan prinsip dan nilai awali, sehingga kekristenan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

16 Agama dikatakan memiliki kekuatan, karena dalam agama terdapat nilai politis yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan negara. Nilai politis agama yang dimaksudkan Machiavelli antara lain adalah: agama dapat membentuk moralitas masyarakat, agama mampu mempersatukan masyarakat, agama dapat dijadikan sebagai alat bagi penguasa untuk mencapai kekuasaan, serta memudahkan suatu Negara. Bagi Machiavelli, agama merupakan salah satu karya manusia yang patut mendapat pujian tertinggi. Dalam Discoursus, Machiavelli menulis: "Di antara orang-orang yang pantas dipuji, yang paling pantas dipuji adalah para pemimpin dan pendiri agama-agama”. Machiavelli juga mempersoalkan interpretasi agama tentang semangat dan penghayatan kekristenan. Reformasi yang dikehendakinya adalah usaha reinterpretasi tentang semangat kekristenan secara baru, yakni agama yang aktif dan peka terhadap realitas, agar dari sana terhembus suatu kekuatan, sehingga membangkitkan semangat masyarakat dan menyelamatkan mereka dari dekadensi moral.

17 Miriam Budiardjo Konsep adalah seperangkat ide yang menjadi landasan untuk berprilaku,berkarya,dan memutuskan sesuatu dalam integrasi social. Sementara definisi politik adalah Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.

18 Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:
politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles) Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan Negara. politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat. politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

19 ilmu yang mempelajari tentang perpolitikan
ilmu yang mempelajari tentang perpolitikan. Politik diartikan sebagai usaha-usaha untuk mencapai kehidupan yang baik. Orang Yunani seperti plato dan aristoteles menyebutnya sebagai en dam onia atau the good life (kehidupan yang baik).  Teori politik itu sendiri dapat dibedakan menjadi dua yaitu teori politik atas dasar moril dan teori politik atas dasar realitas atau fenomena.teori yang didasari oleh moril dapat menentukan norma norma politik sehingga teori ini dinamakan valutional .

20 Berbeda dengan teori atas dasar moril,teori yang berdasarkan realitas atau fenomena berorientasi pada fakta fakta kehidupan politik. Teori politik berdasarkan moril mempunyai beberapa golongan diantaranya: Filsafat politik Teori politik sistematis Ideologi politik

21 Konsep-konsep pokok politik :
Defenisi Ilmu Politik dengan Negara sebagai inti politik Defenisi Ilmu Politik dengan Kekuasaan sebagai inti Politik   Defenisi Ilmu Politik dengan Pengambilan Keputusan sebagai inti politik Defenisi Ilmu Politik dengan Kebijakan Umum sebagai inti politik 


Download ppt "POLITIK MENURUT PARA AHLI"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google