Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

POPULASI DAN SAMPEL KELOMPOK 1 FATHIN AMMAR ASIDIK ENDAH MARIADI

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "POPULASI DAN SAMPEL KELOMPOK 1 FATHIN AMMAR ASIDIK ENDAH MARIADI"— Transcript presentasi:

1 POPULASI DAN SAMPEL KELOMPOK 1 FATHIN AMMAR ASIDIK ENDAH MARIADI
MAWAR AZTANTI IZMI ISTIQAMAH

2 POPULASI Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek yang diteliti itu Jadi, populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain.

3 POPULASI Menentuan populasi dibantu oleh 4 faktor: Isi Satuan Cakupan (scope) Waktu Contoh: Suatu penelitian tentang pendapatan keluarga petani di Kabupaten Jombang tahun 2005, maka populasinya dapat ditetapkan dengan 4 faktor tsb: Isi  Semua keluarga petani Satuan  Petani penggarap/pemilik tanah Cakupan (scope)  Kabupaten Jombang Waktu  tahun 2005

4 SAMPEL Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel adalah kelompok kecil yang secara nyata diteliti dan ditarik kesimpulan. Penelitian dengan menggunakan sampel lebih menguntungkan dibandingkan dengan penelitian menggunakan populasi, karena penelitian dengan menggunakan sampel lebih menghemat biaya, waktu dan tenaga.

5 MENGAPA SAMPLING? Populasi besar, tidak mungkin seluruh elemen diteliti Keterbatasan waktu penelitian, biaya, dan sumber daya manusia Penelitian terhadap sampel bisa lebih reliabel daripada terhadap populasi, misalnya, karena elemen sedemikian banyaknya maka akan memunculkan kelelahan fisik dan mental para pencacahnya sehingga banyak terjadikekeliruan. populasi homogen, penelitian terhadap seluruh elemen dalam populasi menjadi tidak masuk akal

6 Non Probability Sampling
TEKNIK SAMPLING Teknik Sampling Probability Sampling Sampling acak (random sampling) Proportionate Stratafied Random Sampling Disproportionate stratified random sampling Area (Cluster) sampling (sampling menurut daerah Non Probability Sampling Sampling Sistematis Sampling Kuota Sampling Aksidental Purposive Sampling Sampling Jenuh Snowball Sampling

7 Probability Sampling Teknik penarikan sampel, dimana setiap unsur atau elemen sampling diberi kesempatan yang sama dan persis sama untuk diikutkan/dipilih dalam sample. Syarat dalam penarikan sample probabilitas adalah tersedianya daftar anggota populasi atau daftar unsure/elemen populasi (kerangka sample/sampling frame).

8 Probability Sampling Simple Random Sampling ( Penarikan sample secara Random/Acak Sederhana) Setiap individu atau subyek memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih dalam keseluruhan populasi. Selain itu kesempatan harus independent, artinya kesempatan bagi suatu subyek untuk dipilih tidak mempengaruhi kesempatan subyek-subyek lain untuk dipilih Syarat: Anggota populasi dianggap homogen Cara pengambilan sampel bisa melalui undian atau menggunakan tabel angka random Banyak digunakan dalam penelitian sains Populasi tidak terlalu tersebar secara geografis

9 SIMPLE RANDOM SAMPLING
PROSEDUR SIMPLE RANDOM SAMPLING Susun “sampling frame” Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil Tentukan alat pemilihan sampel Pilih sampel sampai dengan jumlah terpenuhi.

10 Probability Sampling 2. Proportionate Stratified Random Sampling Teknik ini digunakan apabila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata proporsional. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan memperhatikan strata yang ada. Artinya setiap strata terwakili sesuai proporsinya. Misal: Seorang peneliti ingin mengetahui sikap manajer terhadap satu kebijakan perusahaan. Dia menduga bahwa manajer tingkat atas cenderung positif sikapnya terhadap kebijakan perusahaan tadi. Agar dapat menguji dugaannya tersebut maka sampelnya harus terdiri atas paling tidak para manajer tingkat atas, menengah, dan bawah.

11 I II III I II III SIMPLE RANDOM SAMPLING
PROSEDUR Proportionate Stratified Random Sampling I II III I II III Siapkan “sampling frame”, daftar yang berisikan setiap elemen populasi yang bisa diambil sebagai sampel Bagi sampling frame tersebut berdasarkan strata yang dikehendaki Tentukan jumlah sampel dalam setiap stratum Pilih sampel dari setiap stratum secara acak.

12 Probability Sampling 3. Disproportionate strataified random sampling
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel dengan populasi berstrata tetapi kurang proporsional, artinya ada beberapa kelompok strata yang ukurannya kecil sekali. Dalam cara disproporsional, penentuan sampel dilakukan tidak dengan mengambil proporsi yang sama bagi setiap subkelompok atau strata akan tetapi dimaksudkan untuk mencapai jumlah tertentu dari masing-masing strata.

13 SIMPLE RANDOM SAMPLING
Contoh Disproportionate stratified random sampling Strata Anggota Populasi Persentase (%) Sampel proporsional Non Proporsional 1 2 3 4 = (3 x 50) 5 SD 150 37,5 19 18 SMP 125 31,25 16 15 SMU 122 30,5 14 Sarjana 0,75 Jumlah 400 100 50 Jumlah populasi di suatu daerahmemiliki 150 orang lulusan SD, 125 orang lulusan SMP, 122 orang lulusan SMU dan 3 orang lulusan Sarjana. Maka Pengambilan sampel untuk SD sebanyak 18 orang, SMP sebanyak 15 orang, sedangkan untuk SMU sebanyak 14 orang dan Sarjana sebanyak 3 orang.

14 Probability Sampling 4. Area (Cluster) sampling
Teknik Sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas. Sampling daerah mempergunakan wilayah geografik sebagai titik tolak. Terutama dalam studi yang tidak memungkinkan peyelidik untuk lebih dahulu mengetahui besarnya populasi, yang dijadikan pegangan ialah pola geografik tempat populasi itu. Digunakan jika objek yang akan diteliti sangat luas Populasi biasanya dalam bentuk gugus atau kelompok-kelompok tertentu. Anggota gugus/kelompok mungkin tidak homogen

15 Area (Cluster) sampling
Misalnya akan diambil populasi seluruh guru SD di Kota Bogor. Pengambilan sampelnya dengan cara membagi wilayah Kota Bogor ke dalam enam wilayah, kemudian dari masing-masing kecamatan diambil perwakilannya. Jumlah sampel tiap kecamatan diambil secara proporsional. A B C D E F A B C D

16 Nonprobability Sampling
Tehnik non probability sampling merupakan cara pengambilan sampel yang pada prinsipnya menggunakan pertimbangan tertentu yang digunakan oleh peneliti. Tehnik ini dapat dilakukan dengan mudah dalam waktu yang sangat singkat. Tapi kelemahan tehnik ini adalah hasilnya tidak berlaku bagi seluruh populasi, karena sebagian besar dari populasi tidak dilibatkan dalam penelitian

17 Nonprobability Sampling
1. Sampling Sistematis Sampling sistematis yaitu memilih sampel dari suatu daftar menurut urutan tertentu. Setiap elemen populasi dipilih dengan suatu jarak interval (tiap ke n elemen) dan dimulai secara random dan selanjutnya dipilih sampelnya pada setiap jarak interval tertentu. Jika ada 20 guru, semuanya diberi nomor urut no. 1 s.d. 20. Pengambilan sampel dapat dilakukan berdasarkan urutan nomor genap saja atau urutan nomor ganjil saja.

18 Sampling Sistematis 1 2 4 2 3 4 8 6 8 7 6 5 10 12 9 10 11 12 16 15 14 13 16 14 20 20 17 18 19 18

19 Nonprobability Sampling
2. Sampling Kuota Pengambilan sampel dilakukan terhadap anggota populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan. Merupakan metode penetapan sampel dengan menentukan quota terlebih dahulu pada masing-masing kelompok, sebelum quata masing-masing kelompok terpenuhi maka peneltian belum dianggap selesai.

20 Nonprobability Sampling
3. Sampling Aksidental Teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Biasanya teknik ini digunakan untuk studi kasus yang dimana aspek dari kasus tunggal yang representatif diamati dan dianalisis Misal: Peneliti ingin mengetahui minat siswa untuk mengunjungi perpustakaan. Untuk pengambilan sampel, peneliti memberikan angket kepada para pengunjung perpustakaan dan dijadikan sebagai sampel.

21 Nonprobability Sampling
4. Purposive Sampling Teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Biasanya teknik ini digunakan untuk studi kasus yang dimana aspek dari kasus tunggal yang representatif diamati dan dianalisis. Untuk menentukan siapa yang menjadi anggota sample, maka peneliti harus benar-benar mengetahui dan beranggapan bahwa orang yang dipilihnya dapat memberikan informasi yang diinginkan sesuai dengan permasalahan penelitian. Misal: Peneliti ingin mengetahui kualitas makanan, maka sampel yang dipilih yaitu responden yang ahli dalam bidang makanan, misalnya: juru masak/koki.

22 Nonprobability Sampling
5. Sampling Jenuh Teknik sampling jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini dilakukan jika jumlah populasi kurang dari 30. Jika terdapat 28 orang yang terseleksi sebagai peserta pertukaran pelajar ke Swiss, maka dalam hal ini, jumlah responden kurang dari 30 orang sehingga semua populasi dapat dijadikan sampel.

23 Nonprobability Sampling
6. Snowball Sampling Teknik sampling yang semula berjumlah sedikit kemudian anggota sampel (responden) menunjuk temannnya untuk menjadi sampel sehingga jumlahnya akan semakin banyak. Cara penarikan sampel ini dimulai dengan jumlah yang sedikit akhirnya menjadi banyak, dengan beberapa tahap Pertama, menentukan satu atau beberapa orang untuk diwawancarai Selanjutnya orang-orang tersebut akan berperan sebagai titik awal penarikan sampel selanjutnya. Salah satu kelemahannya adalah sampel yang pada tahap berikutnya adalah orang-orang terdekat (peer group). Karena itu orang pertama dipilih lebih dari satu.

24 Snowball Sampling A G H I F E D C B K L J N M

25 UKURAN SAMPEL Besaran atau ukuran sampel sampel sangat tergantung dari besaran tingkat ketelitian atau kesalahan yang diinginkan peneliti. Namun, dalam hal tingkat kesalahan, pada penelitian sosial maksimal tingkat kesalahannya adalah 5% (0,05). Makin besar tingkat kesalahan maka makin kecil jumlah sampel. Semakin besar jumlah sampel (semakin mendekati populasi) maka semakin kecil peluang kesalahan generalisasi dan sebaliknya. Semakin kecil jumlah sampel (menjauhi jumlah populasi) maka semakin besar peluang kesalahan generalisasi.

26 UKURAN SAMPEL 2.N.P.Q S = d2 (N – 1) + 2.P.Q
RUMUS ISAAC DAN MICHAEL Tabel penentuan jumlah sampel dari Isaac dan Michael memberikan kemudahan penentuan jumlah sampel berdasarkan tingkat kesalahan 1%, 5% dan 10%. Dengan tabel ini, peneliti dapat secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan jumlah populasi dan tingkat kesalahan yang dikehendaki. 2.N.P.Q S = d2 (N – 1) + 2.P.Q Keterangan : 2 dengan dk = 1, taraf kesalahan bisa 1%, 5%, 10% P = Q = 0,5 d = 0,05 S = Jumlah Sampel

27 UKURAN POPULASI Populasi (N) Sampel (n) 10 220 140 1200 291 15 14 230
144 1300 297 20 19 240 148 1400 302 25 24 250 152 1500 306 30 28 260 155 1600 310 35 32 270 159 1700 313 40 36 280 162 1800 317 45 290 165 1900 320 50 44 300 169 2000 322 55 48 175 2200 327 60 52 340 181 2400 331 65 56 360 186 2600 335 70 59 380 191 2800 338 75 63 400 196 3000 341 80 66 420 201 3500 346 85 440 205 4000 351 90 73 460 210 4500 354 95 76 480 214 5000 357 100 500 217 6000 361 110 86 550 226 7000 364 120 92 600 234 8000 367 130 97 650 242 9000 368 103 700 248 10000 370 150 108 750 254 15000 375 160 113 800 20000 377 170 118 850 265 30000 379 180 123 900 269 40000 190 127 950 274 50000 381 200 132 1000 278 75000 382 136 1100 285 384

28 RUMUS SLOVIN n = sampel; N = populasi;
d = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05. Misalnya, jumlah populasi karyawan adalah 125, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%, maka jumlah sampel yang digunakan untuk mengetahui tingkat semangat bekerja mereka adalah:

29 TERIMA KASIH


Download ppt "POPULASI DAN SAMPEL KELOMPOK 1 FATHIN AMMAR ASIDIK ENDAH MARIADI"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google