Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

OSEANOGRAFI SALINITAS

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "OSEANOGRAFI SALINITAS"— Transcript presentasi:

1 OSEANOGRAFI SALINITAS
Oleh: Andi Fadilah A1A512084 Ginanjar Ilham Fauzan A1A512044 Pendidikan Geografi FKIP Unlam 2014

2 Definisi Salinitas Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air. Salinitas juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah. Kandungan garam pada sebagian besar danau, sungai, dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai air tawar. Salinitas laut adalah jumlah kadar garam yang terdapat dalam air laut. Salinitas berpengaruh terhadap kehidupan organisme perairan. Setiap daerah perairan di bumi ini memiliki salinitas yang berbeda-beda. Air laut secara alami merupakan air saline dengan kandungan garam sekitar 3,5%. Beberapa danau garam di daratan dan beberapa lautan memiliki kadar garam lebih tinggi dari air laut umumnya. Sebagai contoh, Laut Mati memiliki kadar garam sekitar 30%.

3 Faktor Salinit Air Laut
1. Penguapan 2. Curah hujan 3. Banyak sedikitnya sungai yang bermuara

4 PENYEBAB TINGKAT SALINITAS BERBAGAI LAUT
Air laut sendiri banyak mengandung zat-zat yang teralut di dalamnya yang merupakan sumber dari beberapa zat kimia penting dan ini adalah salah satu sumber alam yang pertama kali dikelola oleh manusia. Sodium klorida (NaCl), adalah ekstrak yang paling besar yang biasanya dipergunakan pada perusahaan- perusahaan kimia dalam memproduksi klorida dan sodium hidroksida. Perbedaan salinitas air laut disebabkan oleh banyak sedikitnya penguapan yang terjadi. Penguapan dapat menambah besarnya salinitas, makin besar penguapan makin besar pula salinitasnya. Banyak sedikitnya hujan juga dapat mempengaruhi tingkat salinitas. Dan terakhir adalah banyak sedikitnya sungai yang bermuara ke laut tersebut. Masuknya air tawar dari sungai menyebabkan salinitas menjadi rendah.

5 Salinitas air tertinggi terdapat di daerah laut subtropis yang terletak di lintang 200 Lu dan 200 LS, kemudian menurun kembali pada daerah lintang tinggi. Di daerah katulistiwa salinitasnya rendah karena curah hujan di daerah ekuator tinggi. Laut Mediterania mempunyai suhu 11,5 derajat C dan mempunyai nilai salinitasnya > 36,5 per mil, suhu berkisar 10 derajat C dan salinitasnya < 36 per mil. Sehingga kepadatan Samudera Atlantik lebih rendah dari laut Laut Mediterania. Laut Mediterania atau dikenal juga Laut Tengah mempunyai salinitas, kepadatan air dan suhu yang lebih tinggi dibandingkan Lautan Atlantik. Kenapa demikian karena adanya lapisan yang memisahkan air di selat gilbaltar yang mempunyai salinitas yang berbeda ketika air dari Laut Tengah memasuki Lautan Atlantik melalui Selat Jibraltar. Sehingga hanya air permukaan laut tengah saja yang bercampur dengan air Samudera Atlantik.

6 Salinitas di daerah subpolar (yaitu daerah di atas daerah subtropis hingga mendekati kutub) rendah di permukaan dan bertambah secara tetap (monotonik) terhadap kedalaman. Di daerah subtropis (atau semi tropis, yaitu daerah antara 23,5o - 40oLU atau 23,5o - 40oLS), salinitas di permukaan lebih besar daripada di kedalaman akibat besarnya evaporasi (penguapan). Di kedalaman sekitar 500 sampai 1000 meter harga salinitasnya rendah dan kembali bertambah secara monotonik terhadap kedalaman. Sementara itu, di daerah tropis salinitas di permukaan lebih rendah daripada di kedalaman akibatnya tingginya presipitasi (curah hujan).

7 Fenomena Salinitas Pada Ppertemuan Antara Smber air
Pertemuan Dua Laut/Lautan (Air asin dan Air asin). Laut Mediterania mempunyai suhu 11,5 derajat C, salinitas > 36,5 per mil, dan kepadatan yang tinggi. Sedangkan Lautan Atlantik memiliki suhu 10 derajat C, salinitas < 36 per mil, dengan kepadatan lebih rendah dari Laut Mediterania [2]. Dari ketiga sebab tersebut, yang paling dominan adalah karena salinitasnya. Karena itu batas tersebut, oleh para ilmuwan disebut sebagai HALOCLINE.

8 Pertemuan Laut dan Sungai di Muara/Estuari (Air asin dan Air tawar).
tempat bertemunya air tawar (segar) dengan air asin, ditemukan situasi yang berbeda dengan yang terdapat pada tempat bertemunya dua air laut. Penemuan menunjukkan bahwa yang memisahkan air tawar dari air laut di muara adalah zona Pycnocline yang ditandai oleh adanya perbedaan salinitas dan kepadatan yang bertahap dan jelas memisahkan kedua lapisan air tersebut. Pycnocline adalah layer/lapisan yang memisahkan air yang mempunyai kepadatan yang berbeda . Perubahan salinitas pada penghalang (zona pemisah) antara air tawar dan air laut

9 Sekian Terima kasih


Download ppt "OSEANOGRAFI SALINITAS"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google