Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Penyakit Arteri Perifer

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Penyakit Arteri Perifer"— Transcript presentasi:

1 Penyakit Arteri Perifer
Penyakit arteri perifer atau Peripheral artery desease (PAD) merupakan gangguan obstruktif suplai darah ke anggota tubuh bagian atas dan bawah, dan sebagai penyebab utama penurunan suplai darah berkaitan dengan aterosklerosis koroner, diabetes mellitus dan penyakit jantung iskemik.

2 EPIDEMIOLOGI Sekitar 8,5 juta orang di amerika serikat terkena PVD. Hal ini terjadi pada sebagian besar orang yang berumur di atas 60 tahun. Penyakit ini juga biasanya di derita oleh orang yang terkena diabetes melitus. Laki-laki lebih sedikit beresiko terkena PAD di bandingkan perempuan. PAD merupakan penyebab utama kecacatan antara orang-orang di atas 60 tahun, serta orang-orang yang terkena diabetes, 40% orang-orang yang terkena PAD tidak memiliki gejala.

3 LAPISAN ENDOTEL MENGALAMI KERUSAKAN
PATOFISIOLOGI LAPISAN ENDOTEL MENGALAMI KERUSAKAN PERMEABILITY BARRIER ZAT-ZAT INFLAMASI KELUAR LDL MASUK KE INTIMA DAN MENUMPUK DI SUBENDOTEL TERBENTUKNNYA FIBROUS, FIBROFATTY, PLAK ATHEROSKLEROTIK

4 FAKTOR RESIKO Umur ≥ 65 tahun
Umur tahun, dengan faktor resiko atherosclerosis ( Diabtes melitus, riwayat merokok, hiperlipidemia, hipertensi) atau keluarga dengan sejarah peripheral artery desease Umur < 50 tahun, dengan diabetes melitus dan 1 resiko tambahan atherosklerosis Individu yang diketahui terkena penyakit arterosklerosis di pembuluh darah lain (koroner, karotid, sucvlavian, renal, mesentric artery stenosis atau abdominal aortic aneurisma)

5 TANDA & GEJALA Penyakit arteri perifer dapat juga datang tanpa adanya keluhan, tetapi biasanya muncul keluhan seperti rasa tidak nyaman ketika aktivitas, rasa sakit, kelelahan, terlokalisasi pada suplai pembuluh darah pada otot tertentu. Stenosis pada arteri femoral atau poplitea biasanya mengeluh nyeri pada betis ketika aktivitas, jika terjadi stenosis pada arteri brachialis keluhan muncul pada tangan

6 GEJALA UMUM Keram, nyeri pada area otot yang bekerja ketika aktivitas (klaudikasio) Mati rasa atau kelemahan Dingin di kaki bagian bawah atau kaki, terutama bila dibandingkan dengan sisi lain Luka pada jari-jari kaki, atau luka yang tidak sembuh Perubahan warna pada kaki Rambut rontok atau pertumbuhan rambut yang lebih lamabat pada kak Kuku kaki bertumbuh lebih lambat Kulit mengkilap pada kaki Denyut nadi lemah pada kaki Disfungsi ereksi pada kaki

7 DIAGNOSA pemeriksaan fisik vascular, termasuk auskultasi arteri femoral, palpasi denyut nadi perifer dan inspeksi kulit tes laboratorium Pengukuran tekanan anggota tubuh dengan menggunakan Ultrasound Doppler untuk menilai aliran darah distal merupakan pemeriksaan kunci pada penderita penyakit jantung perifer dan dapat dilakukan saat istirahat atau saat melakukan latihan (treadmill). Ankle Brachial Index (ABI), menjadi alat ukur untuk mengetahui rasio tekanan sistolik pada ankle (tekanan lebih besar pada tibia posterior dan arteri dorsal pedis) dengan tekanan sistolic pada arteri brachial, biasanya digunakan untuk mendiagnosa dan menetukan derajat penyakit pembuluh darah perifer ( ABI skor <0,90 terindikasi terkena penyakit arteri perifer). Computed Tomography Arteriography (CTA) Magnetic resonance arteriography (MRA)

8 DERAJAT ABI Noncompressible > 1.4 Normal ABI 1.00 – 1.30
Borderline (Equivocal) 0.91 – 0.99 Mild to Moderate Impairment 0.41 – 0.90 Severe Impairment < 0.40

9 KLASIFIKASI PENYAKIT ARTERI PERIFER
Fontaine Classification Tahap 1, nyeri ringan saat berjalan Tahap 2, nyeri berat saat berjalan jarak pendek (intermittent caludication) nyeri timbul bila berjalan >200 m stadium Iia dan <200 m pada stadium e II-b Tahap 4, nyari saat istirahat, terutama di kaki, yang bertambah nyeri bila di tinggikan Tahap 5, hilangnya jaringan biologis (gangrene) dan kesulitan berjalan

10

11 PERAN FISIOTERAPI PADA PENYAKIT ARTERI PERIFER
Problem yang terjadi pada ganggun perifer arteri disease yaitu Terganggunya integritas kulit, akibat suplai darah yang tidak lancar Nyeri (claudication) ketika aktivitas berjalan Penurunan daya tahan tubuh Penurunan aktivitas fisik dan mobilitas tubuh yang mengakibatkan kelemahan otot, kontraktur sendi, kapasitas aerobik terganggu dan edema.

12 TUJUAN Tujuan fisioterapi pada penyakit arteri perifer meliputi :
Mengurangi rasa sakit akibat klaudikasio intermitten Meningkatkan toleransi latihan dengan meningkatkan jarak berjalan kaki sebelum timbulnya klaudikasio Mencegah oklusi arteri kronik yang dapat menyebabkan ulkus kaki, gangren dan amputasi Mencegah kelemahan otot dan menjaga kemampuan aerobik.

13 PROGRAM LATIHAN Program Latihan untuk penyakit artery perifer (AHA, 2016) : Latihan dilakukan selama minimal menit/sesi. Dilakukan minimal 3 kali/minggu selama minimal 12 minggu Latihan awal dimulai dengan kecepatan 2.0 mph, secara bertahap dapat di tingkatkan 2-3% setiap 2-3 menit dan dapat diturunkan kembali kecepatannya jika pasien tidak mampu. Pasien diminta untuk berjalan sampai merasakan nyeri pada kaki di level 3-4 dari claudicatio pain scale, berhenti dan susuk dan istirahat sampai nyeri kaludikasio menurun dan melanjutkan latihan. Pemanasan dan pendinginan, dilakukan sebelum dan sesudah latihan

14 Trainning Program Trainning objective Stress form Intensity Repetition Trainning volume Step 1 Pre training Untuk belajar dan mempraktikkan bagaimana melakukan gerakan yang benar Dynamic <30% 1 RM, RPE <12 5-10 2-3 x latihan seminggu Step 2 resistance/endurance trainning Untuk meningkatkan kapasitas aerobik dan intermuskular dan koordinasi 30-40% 1RM RPE 12-13 12-25 Step 3 Untuk meningkatkan masa otot, meningkatkan fungsi intermuskular dan daya tahan 40-60% 1 RM RPE <15 8-15

15 KONTROL FAKTOR RESIKO Keseimbangan kalori dan aktivitas fisik untuk mencapai atau mempertahan berat badan yang sehat Mengkonsumsi makanan yang kaya sayuran dan buah-buahan. Pilih gandum, makanan tinggi serat Konsumsi ikan, khususnya minyak ikan setidaknya 2x seminggu Batasi asupan lemak jenuh <7% dari energi, lemak trans <1% energi, dan kolesterol <300 mg per hari dengan memilih daging tanpa lemak dan sayuran alternatif; memilih bebas lemak, 1% lemak dan produk susu rendah lemak; dan meminimalkan asupan lemak terhidrogenasi parsial. Meminimalkan asupan minuman dan makanan dengan menambahkan gula Memilih dan menyiapkan makanan dengan sedikit atau tanpa garam Jika mengkonsumsi, jangan berlebihan Ketika makan makanan di luar rumah, ikuti saran dari American Heart Association Diet and life style

16

17 TERIMA KASIH


Download ppt "Penyakit Arteri Perifer"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google