Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERANG DUNIA II Hartanto, S.I.P, M.A..

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERANG DUNIA II Hartanto, S.I.P, M.A.."— Transcript presentasi:

1 PERANG DUNIA II Hartanto, S.I.P, M.A.

2 PENDAHULUAN Dimulai tahun 1939 – 1945 Blok Sentral & Blok Sekutu
Periode Jalannya PD II : 1. Periode Permulaan ( 1939 – 1942 ) 2. Turning Point /saat – saat membalik (1942) 3. Periode Terakhir ( 1943 – 1945 )

3 LAHIRNYA NEGARA TOTALITARIAN
1. Fascisme Italia 2. Naziisme Jerman 3. Militerisme Jepang

4 SEBAB – SEBAB PERANG 1. Sebab Umum * Munculnya Politik Aliansi
* Kegagalan Liga Bangsa – Bangsa Menjalankan Tugasnya * Munculnya Politik Aliansi * Kekacauan Bidang Ekonomi Menyebabkan Timbulnya Pemerintahan Diktaktor * Munculnya Nasionalisme Berlebihan * Munculnya Paham – Paham Baru * Munculnya Politik Agresi Militer * Jerman Tidak Mengakui Lagi Perjanjian Versailles * Cita – Cita Jerman Membalas Kekalahan pada Perang Dunia I

5 2. Sebab Khusus - Serangan Jerman atas Polandia tanggal 1 September 1939 mengawali pertempuran di front Eropa dan Afrika Utara - Serangan Jepang terhadap pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai tanggal 7 Desember 1941 mengawali pertempuran di Front Pasifik

6 Mussolini dan Hitler

7 JALANNYA PERANG Tahun 1939 a. 1 September 1939 Jerman
menyerbu Polandia b. 3 September Inggris dan Prancis mengumumkan perang kepada Jerman

8 * Tahun 1940 1) 9 April, pasukan Jerman menyerbu Denmark dan Norwegia
2) 10 Mei, Pasukan Jerman menyerbu Belgia dan Belanda

9 3) 10 Juni, Italia mengumumkan
perang kepada Inggris dan Prancis 4) 13 Juni, Paris jatuh ke tangan Jerman, Prancis menyerah dan daerahnya dibagi 2 yaitu bagian utara dikuasai Jerman dan bagian selatan dikuasai Jendral Henry Philippe Petain. AL Prancis direbut Inggris

10 6) 10 Juli, Pertempuran Britain dimulai
5) 22 Juni, Prancis menandatangani gencatan senjata dengan Jerman 6) 10 Juli, Pertempuran Britain dimulai Albert Kesselring German field marshal Albert Kesselring, one of Adolf Hitler’s top defense advisers in World War II (1939- 1945), led the German air force during the Battle of Britain in 1940 and 1941. 7) 27 September, Jerman, Italia dan Jepang bersatu dalam perjanjian 3 negara membentuk poros Roma-Berlin-Tokyo

11 Tahun 1941 i. Tentara Jerman menyerbu Balkan sampai ke Pulau Kreta. Rumania dan Bulgaria memihak Jerman. Tentara Italia dipukul mundur di Afrika bagian utara oleh Inggris. Tentara Jerman di bawah Erwin Rommel menyerbu Afrika ii. 6 April, pasukan Jerman menyerang Yunani dan Yugoslavia iii. 13 April, Rusia dan Jepang mengadakan perjanjian non-agresi iv. 22 Juni, Jerman menyerang Uni Soviet, Jerman terpaksa mengurangi kekuatannya di front barat dalam menghadapi Sekutu. Oleh sebab itu, Inggris terbebas dari serangan AU Jerman dan menang dalam The Battle of Britain v. 8 September, pasukan Jerman memblokade yang berlangsung sampai Januari 1944

12 vi. 7 Desember, Jepang menyerang Pearl Harbour, Hawaii ( awal perang Pasifik )

13 8 Desember, AS, Inggris, Kanada mengumumkan perang kepada Jepang
Declaration of War Against Japan On December 8, 1941, the day after the Japanese attacked Pearl Harbor, U.S. President Franklin Roosevelt addressed a joint session of Congress and asked for a declaration of war against Japan. Roosevelt called December 7 “a date which will live in infamy.”

14 Japanese Conquests in Asia and the Pacific
War in Asia and the Pacific Following the attack on Pearl Harbor, Japanese forces compiled an impressive list of conquests in a remarkably short time. By May 1942 the Japanese stood with open avenues of attack to both India and Australia. However, three events in 1942 helped turn the tide of the war for the Allies. The Doolittle bombing raid on Tokyo in April unnerved Japanese officials who had believed the home islands were secure. Then, when they attempted to capture more islands to the south and east to prevent another such raid, the overextended Japanese naval forces were crushed by the U.S. Navy at the battles of Coral Sea and Midway in May and June of With their naval offensive capacity crippled, the Japanese were forced to adopt a more defensive posture, while the Allies had time to regroup and halt further Japanese expansion and to formulate the island-hopping strategy used to reconquer the Pacific.

15 Tahun 1942 15 Februari, Singapura jatuh ke tangan Jepang
26 – 28 Februari, armada laut Jepang mengalahkan kekuatan laut Sekutu dalam Pertempuran Laut Jawa 9 April, pasukan AS dan Filipina menyerah di semenanjung Bataan 18 April, armada udara AS membom Tokyo dalam Serangan Doolitle 4 – 8 Mei, armada laut Sekutu membendung serangan Jepang dalam Pertempuran Terumbu Karang

16 f) 4 – 6 Juni, pasukan Sekutu mengalahkan Jepang dalam Pertempuran Midway

17 g) 7 Agustus, pasukan marinir AS mendarat di Guadalcanal

18 25 Agustus, Hitler memerintahkan pasukannya merebut Stalingrad
23 Oktober, pasukan Inggris menyerangkedudukan pasukan Sentral di El Alamein, Mesir 8 November, pasukan Sekutu mendarat di Aljazair dan Maroko

19 12 November, Jerman dipukul mundur dalam Pertempuran di el-Alamein di muka Alexandria oleh Jendral Montgomery

20 Tahun 1943 1) 2 Februari, pasukan Jerman menyerah di Stalingrad
2) 13 Mei, pasukan Sentral di Afrika Utara menyerah 3) 4 Juli, pasukan Jerman menyerang kota Kursk, Uni Soviet Tank Shipment to the USSR With greatly improved mobility and firepower, World War II tanks played a major role in the battle for Europe. While German tanks could outgun most of those of their enemies, the Soviets won the greatest tank battle in history at Kursk in 1943 against the Germans. More than 3000 tanks took part in this battle.

21 4) 10 Juli, pasukan Sekutu menyerang Sicilia
5) 3 September, Italia menyerah kepada Sekutu 6) 9 September, Pasukan Sekutu mendarat di Salerno, Italia 7) 20 November, pasukan AS menyerang Tarawa

22 Big Three, Tehrān, Iran Soviet leader Joseph Stalin, United States president Franklin D. Roosevelt, and British prime minister Winston Churchill, seated left to right, meet in Tehrān, Iran, in 1943 to discuss their military strategy and post-World War II policy for Europe. The leaders decided to invade France in 1944, against Churchill’s recommendations. The meeting marked the apex of the East-West wartime alliance. Stalin, Roosevelt, and Churchill, the leaders of the three major Allied powers, came to be known as the “Big Three.”

23 Tahun 1944 1 Mei, Italia menyerah pada Sekutu yang dipimpin oleh Jenderal Eisenhower 6 Juni, pasukan Sekutu mendarat secara besar – besaran di Normandia, Prancis. Peristiwa itu terkenal dengan sebutan D-Day

24 General Dwight D. Eisenhower Promoted to four-star general, the U. S
General Dwight D. Eisenhower Promoted to four-star general, the U.S. Army’s highest rank at that time, General Dwight D. Eisenhower became supreme Allied commander in Europe and organized the largest sea-to-land invasion in history, dubbed “Operation Overlord.” The Allies crossed the English Channel and invaded the northern coast of occupied France.

25 D-Day Troops The United States First Army moves supplies inland from beaches code-named Utah and Omaha in northern France on June 6, D-Day, as General Dwight D. Eisenhower called it, surprised the Germans, who expected the invasion to come from farther north.

26 19 – 20 Juni, AL AS mengalahkan
Jepang dalam Pertempuran Filipina IV. 18 Juli, PM Tojo mengundurkan diri 20 Juli, persekongkolan untuk membunuh Hitler mengalami kegagalan VI Agustus, Rumania menyerah kepada Rusia, diikuti Bulgaria. Prancis berhasil direbut AS VII. 2 September, Belgia dibebaskan oleh AS

27 bersama dengan pasukan gerilyanya
8 September, Yugoslavia dibebaskan bersama dengan pasukan gerilyanya IX Oktober, pasukan Sekutu mendarat di Filipina X – 26 Oktober, pasukan Sekutu menghancurkan armada laut Jepang dalam Pertempuran Teluk Leyte di Filipina XI Desember, pasukan Jerman menyerang pasukan AS dalam pertempuran Bulge

28 Tahun 1945 13 Februari, Hongaria menyerah kepada USSR
16 Maret, pasukan marinir AS merebut Iwo Jima 30 April, Hitler bunuh diri di Berlin 7 Mei, Jerman menyerah tanpa syarat di Reims, Prancis. Peristiwa itu mengakhiri PD II di Eropa 21 Juni, pasukan marinir AS merebut Okinawa

29 f. 6 Agustus, bom atom dijatuhkan di Hiroshima

30 g. 8 Agustus, Uni Soviet mengumumkan perang kepada Jepang
h. 9 Agustus, bom atom dijatuhkan di Nagasaki i. 14 Agustus, Jepang menyerah tanpa syarat

31 j. 2 September, Jepang menandatangani penyerahan di kapal perang U.S.S. Missouri di Teluk Tokyo

32 The Yalta Conference Allied Leaders at Yalta In February 1945 the leaders of the Allied powers, known as the Big Three, met at Yalta on the Crimean Peninsula to discuss Allied military strategy in the final months of World War II. The leaders included British Prime Minister Winston Churchill, left, American President Franklin Roosevelt, center, and Soviet Premier Joseph Stalin, right.

33 PERJANJIAN – PERJANJIAN PERDAMAIAN
Konferensi Postdam ( 2 Agustus 1945 ) The Potsdam Conference was held in 1945 in the city of Potsdam, near Berlin, ten weeks after Germany’s surrender in World War II. Leaders represented at the conference included, from right to left, Premier Joseph Stalin of the USSR, President Harry S. Truman of the United States, and Prime Minister Winston Churchill of the United Kingdom. At Potsdam the conferees met to to clarify and implement agreements previously reached at the Yalta Conference.

34 Perjanjian Perdamaian Sekutu dengan Jepang (1945) di Jepang
Perjanjian Perdamaian Sekutu dengan Italia (1945) di Paris Perjanjian Perdamaian Sekutu dengan Austria (1945) di Austria Perjanjian Perdamaian Sekutu dengan Hongaria, Bulgaria, Rumania, Finlandia (1945) di Paris

35 AKIBAT PD II Sektor politik Sektor ekonomi Sektor sosial
Sektor kerohanian

36 DUNIA PADA AKHIR PERANG DUNIA II
Nasionalisme dan Dekolonisasi di Asia dan Afrika Ekonomi dan Politik Indonesia Pasca Perang Dunia II

37 DEKOLONISASI DI ASIA – AFRIKA
9/17/2018 DEKOLONISASI DI ASIA – AFRIKA Ditandai munculnya negara-negara merdeka di Asia - Afrika FAKTOR DEKOLONISASI : Muncul faham nasionalisme – liberalisme Kebijakan dekolonisasi negara Barat/Sekutu → janji kemerdekaan bila mendukung Sekutu dalam PD II CONTOH : Indonesia, India, dll 9/17/2018

38 Lanjut.... SISTEM EKONOMI DUNIA Muncul dua sistem ekonomi yaitu :
9/17/2018 SISTEM EKONOMI DUNIA Muncul dua sistem ekonomi yaitu : Sistem liberal – kapitalis Kegiatan ekonomi ditentukan oleh pasar / masyarakat Sistem sosialis – komunis Kegiatan ekonomi diatur oleh negara Lanjut.... 9/17/2018

39 Nasionalisme dan Dekolonisasi di Asia dan Afrika
Pasca Perang Dunia II memunculkan fenomena dekolonisasi yang mengakhiri kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa yang berlangsung sejak abad ke-17. Dengan didasari oleh semangat untuk menentukan nasib sendiri, bangsa-bangsa di Asia dan Afrika menempatkan perjuangan untuk kemerdekaan menjadi hal utama yang harus diwujudkan. Runtuhnya kekuasaan kolonial di kawasan Asia-Afrika ini menjadi awal dari berubahnya struktur politik global. Nasionalisme dan identitas kebangsaan menjadi agenda penting dari negara-negara baru tersebut.

40 Nasionalisme dan Dekolonisasi di Asia dan Afrika
Proses dekolonisasi ini dipicu oleh adanya gerakan-gerakan nasionalisme yang berkembang di negara-negara di Asia Afrika, seperti: Gerakan Turki Muda Gerakan Nasionalisme Filipina Gerakan Nasionalisme Cina Gerakan Nasionalisme India Gerakan Nasionalisme yang ada di Mesir, Libya, Afrika Selatan, dan lainnya. Tercatat bahwa pada pasca Perang Dunia II jumlah negara yang merdeka mencapai 51 negara, dan saat ini telah mencapai 192 negara.

41 Nasionalisme dan Dekolonisasi di Asia dan Afrika
Gerakan Nasionalisme Cina Pergerakan nasional di Cina muncul pada tahun dengan dipimpin oleh Dr. Sun Yat Sen yang membawa pada kemerdekaan Cina tanggal 10 Oktober 1910 (Wuchang Day/ The Double Ten Day) Pergerakan ini didasari oleh munculnya golongan pemuda Cina yang mendapat pendidikan Barat dan oleh adanya perlawanan rakyat yang diakibatkan dominasi pemerintahan Manchuria di Cina. Setelah Chiang Kai Shek menggantikan Dr. Sun Yat Sen, kelompok Nasionalis Cina selalu berseteru dengan kelompok Komunis hingga masa naiknya Mao Zedong sebagai pemimpin Cina.

42 Nasionalisme dan Dekolonisasi di Asia dan Afrika
Gerakan Nasionalisme Filipina Gerakan Compenerismo (Persahabatan) yang didirikan oleh para mahasiswa pada 1880. Philipihine League (Liga Filipina) yang didirikan oleh Jose Rizal tahun 1891. Katipunan (Asosiasi) yang didirikan oleh Andreas Bonafacio (1892) dan kemudian diteruskan oleh Emilio Aquinaldo. Dekolonisasi Amerika Serikat di Filipina berlangsung pada 4 Juli 1946 dengan mengangkat Manuel Royas Y. Acuna sebagai presiden pertama Filipina.

43 Nasionalisme dan Dekolonisasi di Asia dan Afrika
Gerakan Nasionalisme di Mesir Diawali oleh pemberontakan Arabi Pasha pada tahun , dengan tujuan mencapai Mesir merdeka. Gerakan nasionalisme diteruskan oleh Muhammad Naguib yang berhasil mengkudeta pemerintahan kolonial Inggris pada 13 Juli 1952 dan mengubah Mesir menjadi republik. Kepemimpinan Naguib yang otoriter tidak berlangsung lama karena kemudian diganti oleh Gamal Abdel Nasser yang ternyata juga otoriter.

44 Nasionalisme dan Dekolonisasi di Asia dan Afrika
Gerakan Nasionalisme di Libya Pergerakan Nasionalisme dipelopori oleh Raja Idris El-Sanusi dalam menetang dominasi Italia sejak tahun 1916. Idris El-Sanusi berhasil memerdekaan Libya pada tahun 1949 dengan mempersatukan Tripolitania, Fezzan, dan Cyrenaica. Pemerintahan Idris kemudian dikudeta oleh Kolonel Muammar Khadafi pada tahun 1969.

45 Nasionalisme dan Dekolonisasi di Asia dan Afrika
Gerakan Nasionalisme di India Gerakan Nasionalisme di India muncul karena meningkatnya jumlah orang terpelajar. Gerakan Nasionalisme di India dipimpin oleh Mahatma Gandhi yang mendapat pendidikan tinggi di London, sehingga ia mudah mengenal konsep nasionalisme, demokrasi, liberalisme, dan kemerdekaan. Gerakan Gandhi beriringan pula dengan beberapa tokoh dari Kongres India yang juga merencanakan kemerdekaan bagi India seperti Pandit Jawaharlal Nehru, Muhammad Ali Jinnah, Banerji, dan Tikal. Kemerdekaan India diproklamirkan pada tanggal 15 Agustus 1947. Muhammad Ali Jinnah keluar dari Kongres India dan mendirikan Moslem League yang kemudian mempelopori terbentuknya negara Pakistan.

46 4 Konsep Utama Perjuangan Mahatma Gandhi
Sikap Anti kekerasan (Non-Violent) Tidak bekerjasama dengan penjajah Inggris Aksi pemogokan kerja para buruh Aksi pemboikotan terhadap produk-poduk buatan Inggris AHIMSA SATYAGRAHA HARTAL SWADESI

47 Nasionalisme dan Dekolonisasi di Asia dan Afrika
Gerakan Nasionalisme di Birma / Myanmar Meningkatnya nasionalisme rakyat Birma dipicu oleh pindahnya pemerintahan Kolonial Inggris dari kota Mandalay ke kota Yangoon sebagai subbagian Inggris dari India. Pergerakan nasional Birma antara lain seperti Young Men’s Buddhist Association, dan pemberontakan Saya San Rebellion ( ). Para penggerak kemerdekaan Birma biasanya adalah para aktivis mahasiswa (Thakin). Salah satu tokoh Thakin yang terkenal adalah U Aung San yang mendirikan Burma Independence Army (BIA), yang selanjutnya berubah menjadi Anti-Fascist People Freedom League (AFPFL). Kemerdekaan Burma diproklamirkan pada 4 Januari 1948 dengan presiden pertamanya Sao Shwe Thaik, dengan perdana menteri Thakin Nu (U Nu).

48 Ekonomi dan Politik Indonesia Pasca Perang Dunia II
1 Sebagai salah satu negara yang baru merdeka, Indonesia dihadapkan pada kondisi internal ekonomi yang hancur akibat perang. Dalam hal ekonomi, pemerintah RI melakukan 3 penguatan penting, yaitu: Pembentukan Bank Nasional Indonesia Mengeluarkan Oeang Repoeblik Indonesia (ORI). Menasionalisasi de Javasche Bank menjadi Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.

49 Ekonomi dan Politik Indonesia Pasca Perang Dunia II
2 Ekonomi dan Politik Indonesia Pasca Perang Dunia II Setelah proklamasi kemerdekaan, Pemerintah RI mulai mengeluarkan berbagai kebijakan serta berbagai diplomasi internasional dalam memperoleh sokongan dan dukungan dari berbagai negara. Dukungan ekonomi tidak berupa pinjaman hutang, melainkan kesediaan negara luar untuk menjadi mitra dagang. Salah satu keberhasilan Presiden Soekarno yang turut didukung oleh Amerika Serikat adalah dengan membuka blokade laut Belanda untuk memperlancar hubungan perdagangan dengan negara lain.

50 Ekonomi dan Politik Indonesia Pasca Perang Dunia II
3 1950, IBRD bersama dengan Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan Selandia Baru menggagas Colombo Plan. 5 Januari 1952, Amerika Serikat memberi bantuan Mutual Security Act (MSA) yang ditandatangani oleh H. Merle Cochran dan menlu Mr. Ahmad Subardjo. Perjanjian ini sebenarnya melanggar prinsip politik luar negeri bebas aktif. 30 Mei 1958, Amerika Serikat atas nama Colombo Plan memberi dana sebesar US$ 6,3 juta kepada Indonesia khusus untuk membangun jaringan listrik bertenaga diesel di kota-kota.

51 Ekonomi dan Politik Indonesia Pasca Perang Dunia II
4 Ekonomi dan Politik Indonesia Pasca Perang Dunia II Ada dua hal yang dapat digarisbawahi dalam hal hubungan antara perkembangan ekonomi dan politik internasional dan perkembangan yang terjadi di Indonesia, yaitu: Posisi Amerika Serikat yang mulai menguat dan cukup dominan dalam tatanan ekonomi global. Posisi Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Soekarno sangat anti dengan segala hal yang berasal dari Barat, baik ideologi, ekonomi, maupun sosial-budaya. Terlebih lagi politik yang dianut oleh Indonesia adalah politik bebas-aktif.

52 Ekonomi dan Politik Indonesia Pasca Perang Dunia II
5 Ekonomi dan Politik Indonesia Pasca Perang Dunia II Dalam konteks politik dalam negeri, perubahan politik yang paling signifikan adalah dibentuknya perangkat negara dan lembaga kepresidenan, termasuk KNIP. Kondisi demokratisasi dunia pasca Perang Dunia II juga berdampak pada demokratisasi di Indonesia. Salah satunya adalah Maklumat X tanggal 3 November 1945 yang dikeluarkan oleh Wapres Moh. Hatta tentang pembentukan partai-partai politik. Secara perlahan posisi Indonesia di dunia internasional juga makin membaik, seperti diawali dengan pembukaan blokade laut Belanda di Indonesia, kemenangan diplomasi pada Konferensi Asia di New Delhi tanggal 23 Januari 1948, serta dengan pembentukan UNCI dan KTN sebagai reaksi atas Agresi Militer Belanda di Indonesia.

53 TERIMA KASIH


Download ppt "PERANG DUNIA II Hartanto, S.I.P, M.A.."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google