Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

FENOMENA TRANSPORT PEMBAWA

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "FENOMENA TRANSPORT PEMBAWA"— Transcript presentasi:

1 FENOMENA TRANSPORT PEMBAWA
Disusun Oleh: Muhammad Haris Riyan Wicaksono

2 1. KONSENTRASI PEMBAWA MUATAN
Pembawa mayoritas muatan pada semikonduktor tipt-n dan tipe-p masing-masing adalah elektron dan hole. Dalam semikonduktor tipe-p pembawa muatan bukan hanya hole tetapi juga sejumlah kecil elektro. Demikian juga untuk semikonduktor tipe-n, pembawa mayoritasnya elektron dan pembawa minoritasnya adalah hole. Pada suatu keadaan tidak dapat dibedakan antara konsentrasi pembawa mayoritas dan pembawa minoritasnya maka semikonduktor seperti ini disebut semikonduktor intrinsik

3 2. MOBILITAS PEMBAWA MUATAN
Partikel bermuatan (pembawa muatan) yang bergerak dalam benda padat sering bertubrukan dengan kisi-kisi kristal dan ketidakmurnian. Elektron-elektron pada pita konduksi dalam semikonduktor pada dasarnya epartikel-partikel bebas.

4 Pada kesetimbangan thermal, energi rata-rata sebuah elektron konduksi dapat dicari dari teorema ekuipartisi energi.Elektron-elektron dalam semikonduktor mempunyai 3 derajat kebebasan dalam ruang 3-dimensi. Energi kinetik elektron diberikan oleh : ……………………………………………..1 dengan mn = massa efektif elektron, vth = kecepatan rata-rata, k = konstanta Boltzmann dan T = temperatur absolut.

5 Elektron-elektron dalam semikonduktor bergerak secara cepat ke seluruh arah. Panas yang timbul karena gerakan masing-masing elektron disebabkan karena tumbukan dengan kisi-kisi atom, atom-atom pengotor dan beberapa pusat hamburan. Jarak rata-rata antara dua elektron-elektron yang bertumbukan disebut jarak bebas rata-rata

6 Bila sebuah medan listrik kecil diberikan pada sampel semikonduktor, masing-masing elektron memiliki gaya sebesar - qε dan elektron akan dipercepat dengan adanya medan listrik tersebut. Secara percobaan dapat dibuktikan adanya perbandingan yang menghubungkan antara medan listrik ε dan kecepatan pembawa muatan v. Konstanta perbandingan itu disebut mobilitas.

7 Besar suatu mobilitas dalam semikonduktor merupakan suatu parameter yang penting dalam transport pembawa muatan yang menggambarkan kekuatan gerakan elektron karena pengaruh medan magnet. Persamaan mobilitas elektron (µ ) adalah ……………………………………………..2 ………………………………………….3

8 Nilai mobilitas berhubungan langsung dengan waktu bebas rata-rata antara tumbukan atom-atom yang ditentukan oleh mekanisme hamburan. Hamburan kisi menyebabkan panas vibrasi pada kisi atom di atas temperatur absolut. Vibrasi ini akan mengganggu potensial periodik kisi dan sebagian energi akan ditransfer antara pembawa muatan dan kisi-kisi atom. Vibrasi kisi akan semakin besar dengan kenaikan temperatur.

9 Gambar berikut ini menunjukkan ilustrasi dua dimensi dari distribusi muatan di dalam logam. Lingkaran abu-abu menunjukkan muatan positif yang terdiri atas inti atom dan elektron-elektron dalam. Titik hitam menunjukkan elektron bebas (kadang-kadang disebut gas elektron).

10 v = µE ………………………………………….3
- Jika pada metal diberikan medan listrik E, elektron akan mendapatkan percepatan (a = qE/m) dan kecepatannya akan terus meningkat selama belum bertumbukan dengan ion. Namun jika elektron menumbuk ion, elektron akan kehilangan energinya, dan masuk ke dalam kondisi steady state dan mendapatkan kecepatan tertentu yang disebut kecepatan drift, yang arahnya berlawanan dengan arah medan listrik. Kecepatan rata-rata elektron dalam keadaan ini : v = µE ………………………………………….3 µ disebut mobilitas elektron, dengan satuan : meter/Volt-detik

11 - Kecepatan drift steady state ini menjadi lebih dominan daripada gerakan termal elektron. Gerakan elektron yang terarah ini menghasilkan arus listrik. Gambar jumlah elektron dalam suatu penampang - Jumlah elektron yang mengalir per satuan waktu : N/T ……………4 Besarnya arus listrik I (Ampere) : …………………………………...5 karena L/T adalah v, yaitu kecepatan rata-rata (kecepatan drift) Rapat arus (current density) J (A/m2) adalah : …………………………………6

12 3.ELEKTRON DAN HOLE DALAM SEMIKONDUKTOR INTRINSIK
Semikonduktor intrinsik adalah semikonduktor yang dibuat dengan metode khusus untuk meningkatkan kemurniannya setinggi mungkin, sehingga hasilnya bisa dianggap sebagai semikonduktor murni.

13 - Pada suhu yang sangat rendah (mis. 0° K) struktur ideal pada gb. 2
- Pada suhu yang sangat rendah (mis. 0° K) struktur ideal pada gb.2.3 bisa tercapai dan kristal berperilaku seperti insulator, karena tidak ada pembawa muatan (carrier) yang bergerak bebas. - Pada suhu kamar (25°C), dengan energi sebesar 0,72 eV untuk germanium dan 1,1 eV untuk silikon, elektron bisa terlepas dari ikatan kovalen (Gb. 24). Elektron tersebut menjadi elektron bebas dan meninggalkan bekas yang disebut hole.

14 4. DONOR DAN AKSEPTOR 4.a. Donor
- Zat pendoping dengan lima elektron valensi (pentavalen), seperti antimon, fosfor, dan arsen disebut donor atau pendoping tipe-n. Atom-atom pendoping ini akan menggantikan posisi sejumlah atom asli germanium atau silikon. - Elektron ke lima dari donor tidak terikat kemanapun dan dapat mengantarkan arus atau melakukan rekombinasi dengan hole semikonduktor intrinsik.

15 - Energi yang diperlukan untuk membebaskan elektron ke lima ini dari atom hanya sebesar 0,01 eV untuk Ge dan 0,05 untuk Si. - Penambahan donor akan menambah satu tingkat energi baru di bawah pita konduksi, dengan jarak 0,01 eV untuk germanium dan 0,05 eV untuk silikon.

16 4.b. Akseptor - Jika semikonduktor intrinsik di-doping dengan sejumlah kecil atom trivalen, maka setiap atom doping akan mengkontribusikan tiga elektron dan menyisakan satu hole pada ikatan kovalen.

17 - Zat pen-doping seperti ini disebut akseptor atau ketidakmurnian tipe-p.
- Jumlah ketidakmurnian yang harus diberikan, untuk menimbulkan efek konduktivitas, relatif sangat kecil. Contoh : ketidakmurnian sebanyak 1 untuk 108 germanium pada suhu 30° akan meningkatkan konduktivitas sebesar 12 kali lipat. - Penambahan akseptor (ketidakmurnian tipe-p) pada semikonduktor intrinsik akan menimbulkan tambahan tingkat energi sedikit di atas pita valensi, seperti pada gambar 2.9 di atas.

18 np = ni2……………………………………………………..7
5. HUKUM MASS-ACTION Penambahan ketidakmurnian tipe-n mengurangi jumlah hole. Sebaliknya, doping ketidakmurnian tipe-p menurunkan konsentrasi elektron bebas pada semikonduktor intrinsik. Analisis teoritis menunjukkan hasil, di mana dalam kesetimbangan termis, hasil kali antara konsentrasi elektron bebas (n) dan hole (p) adalah konstan dan independen terhadap jumlah donor dan akseptor. Hubungan seperti ini dinamakan hukum mass-action, yang diekspresikan sbb. : np = ni2……………………………………………………..7 Konsentrasi intrinsik ni merupakan fungsi temperatur.

19 Kesimpulan penting : pemberian doping pada semikonduktorn intrinsik tidak hanya meningkatkan konduktivitas, tetapi juga menghasilkan konduktor, dengan carrier dominan elektron maupun hole. Pada semikonduktor tipe-n, elektron merupakan majority carrier dan hole merupakan minority carrier.

20 6. PERSAMAAN ALIRAN ARUS Ada dua macam mekanisme yang menyebabkan arus mengalir : 6.a Arus Hanyut (drift) Pertama, arus mengalir disebabkan berjalannya partikel bermuatan karena adanya medan listrik. Dan arus yang timbul ini dinamakan arus hanyut.

21 6.b. Arus Difusi Kedua, bila konsentrasi berbeda dari satu titik ke titik lain, maka arus akan mengalir walaupun tidak ada medan listrik. Arus yang mengalir ini disebut arus difusi. Rapat arus sebanding dengan gradien konsentrasi dan konstanta perbandingannya disebut konstanta difusi. Konstanta difusi untuk arus hole Jp adalah : ………………………………………….8 dengan Dp adalah konstanta difusi dengan satuan m2/dt).

22 Sekian & Terima Kasih


Download ppt "FENOMENA TRANSPORT PEMBAWA"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google