Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM ENDOKRIN OLEH : ASTRIA BLANDINA GAIDAKA. Pendahuluan Endokrin (Yunani : endo = inside, krinein = to separate, to secrete) Sekret → sirkulasi darah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM ENDOKRIN OLEH : ASTRIA BLANDINA GAIDAKA. Pendahuluan Endokrin (Yunani : endo = inside, krinein = to separate, to secrete) Sekret → sirkulasi darah."— Transcript presentasi:

1 SISTEM ENDOKRIN OLEH : ASTRIA BLANDINA GAIDAKA

2 Pendahuluan Endokrin (Yunani : endo = inside, krinein = to separate, to secrete) Sekret → sirkulasi darah → sel-sel target → aksi ex. hormon Eksokrin (Yunani : exo = outside, krinein = to separate, to secrete) Sekret → saluran khusus → aksi ex. keringat, saliva, enzim-enzim perncernaan

3 Pendahuluan Endokrinologi : ilmu yang mempelajari fungsi kelenjar buntu dalam keadaan fisiologis dan patologis Kelenjar buntu : kelenjar sekresi yang tidak mempunyai saluran keluar (kelenjar endokrin) >< (kelenjar eksokrin) Hasil sekresi : hormon

4 Growth hormone mengatur pertumbuhan sel dengan mengikatkan growth hormone pada reseptor sel target.

5 Hormon : suatu bahan kimia yang disekresi oleh satu atau sekelompok sel (kelenjar buntu) ke dalam cairan tubuh yang menyebabkan timbulnya efek fisiologis pada sel lain dalam tubuh (sel sasaran) yang mempunyai reseptor spesifik untuk bahan tsb. Berfungsi untuk mengontrol tingkat aktivitas jaringan, terutama aktivitas yang memerlukan 'waktu' (berbeda dengan sistem saraf yang bertanggung jawab untuk respon bersifat cepat dan akurat), dengan cara mengubah reaksi kimia dalam sel terhadap bahan yang spesifik.

6 Perbedaan Sistem Endokrin dan Sistem Saraf Sistem SarafSistem Endokrin 1. Sinyal listrik 2. Aksi segera 3. Pengaturan cepat : - denyut jantung - kontraksi otot - refleks, dll 4. Neuron, serabut saraf 5. Sekresi : Neurotransmitter 6. Komunikasi antar neuron → sinapsis 1. Sinyal kimia 2. Aksi lambat 3. Pengaturan jangka panjang - pertumbuhan-perkembangan - metabolisme - reproduksi, dll 4. Sel-sel kelenjar endokrin 5. Sekresi : hormon 6. Transport via sirkulasi darah → reseptor

7

8

9 Hormon yang disekresi 1. Hipofisis Anterior a. Growth Hormone (GH) b. Adrenocorticotropic hormone (ACTH) c. Thyroid Stimulating Hormone (TSH) d. Prolactin (PRL) e. Gonadotropic hormone (Gn) 2. Hipofisis Posterior (menyimpan) a. Antidiuretic Hormone (ADH) b. Oxytocin

10 1. Hormon-Hormon Hipofisis Anterior a. Growth Hormone (GH/ somatotropic hormone/ somatotropin) Disekresi oleh hipofisis anterior atas rangsangan growth hormone releasing hormone yang disekresi hipotalamus. Growth hormone inhibiting hormone (somatostatin) menghambat sekresi GH Efek GH : pertumbuhan seluruh jaringan tubuh, meliputi ukuran dan jumlah sel guna pertumbuhan dan reparasi jaringan.

11 Regulasi sekresi GH Konsentrasi GH : –Dewasa : 1,6 - 3 ng/ml –Anak: 6 ng/ml –GH disekresi seumur hidup GH meningkat dalam beberapa menit sehubungan dengan : Nutrisi : asam amino tertentu (arginin, lesitin) stress, a.l :  kelaparan  hipoglikemia  exercise  tidur nyenyak  trauma

12 Abnormalitas Sekresi GH  Panhypopituitarism (sekresi semua hormon dari hipofisis anterior menurun, dapat terjadi secara congenital atau mendadak/pelan-pelan dalam hidup) 1. Dwarfism (Kretinism) - Pada masa anak-anak - Tumbuh proportional, tetapi derajat pertumbuhan rendah 2. Panhypopituitarism pada dewasa kausa : - tumor → menekan hipofisis anterior → fungsi terganggu/ menurun

13  Sekresi GH Meningkat 1. Giantism (Gigantisme) Kelainan dimulai pada anak- anak 2. Akromegali - Terjadi bila tumor sel acidophil timbul setelah dewasa (episifis sudah menutup) - Tidak menjadi lebih tinggi tetapi tulang menebal (tulang-tulang kecil pda tangan dan kaki) - soft tissue tumbuh terus → organ tubuh > besar (lidah, hepar, ginjal,dll)

14 b. Hormon-Hormon Pankreas Pankreas adalah suatu organ yang terdiri dari jaringan eksokrin dan endokrin Eksokrin mengeluarkan larutan basa encer dan enzim pencernaan Diantara sel-sel eksokrin pankreas tersebar kelompok sel endokrin dari langerhans Fungsi pankreas terpenting adalah pemeliharaan homeostasis glukosa darah

15 Pulau Langerhans tdd : Sel Alfa (α) : menghasilkan hormon glukagon Sel Beta (β) : menghasilkan hormon insulin Sel Delta (δ) : mensintesis somatostatin (efek inhibisi pencernaan nutrien & mengurangi absorbsi nutrien, jika glukosa dan AA meningkat) Sel PP : mengeluarkan polipeptida pankreas

16 Insulin Insulin memiliki efek penting pada metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.  Efek pada karbohidrat - Peran insulin : menurunkan kadar glukosa darah & meningkatkan penyimpanan karbohidrat - Molekul glukosa tidak mudah menembus membran sel tanpa adanya insulin - Peran insulin menurunkan kadar glukosa darah dengan mempermudah msuknya glukosa ke dalam sebagian besar sel, dengan mengaktifkan sistem karrier : GLUT 4

17 Hepar sebagai blood glucose buffer Bila Glukosa ↑ Glukosa Normal Bila Glukosa ↓ Glukosa Normal Glycogenolysis↑ Gluconeogenesis ↑ uptake glukosa (hepar) ↑

18  Efek pada lemak - Insulin memiliki efek untuk menurunkan kadar asam lemak darah dan mendorong simpanan trigliserida - Insulin ↓ dalam sirkulasi menyebabkan asam lemak darah meningkat akibat sel lemak tidak mampu membentuk trigliserida. Insulin ↓ dalam waktu lama → sintesis kolesterol, trigliserida dan fosfolipid ↑ → aterosklerosis  Efek pada protein - Insulin menurunkan kadar asam amino darah & meningkatkan sintesis protein

19 Glukagon Disekresi oleh sel ? Efek glukagon >< efek insulin Efek glukagon : –Karbohidrat : menurunkan sintesis glikogen, meningkakan glikogenolisis dan merangsang glukoneogenesis → hiperglikemia –Lemak : mendorong penguraian lemak, menghambat sintesis trigliserida → hiperlipidemia (as. lemak darah ↑) –Protein : menghambat sintesis protein, meningkatkan penguraian protein di hepar

20

21 c. Hormon-Hormon Tiroid Kelenjar tiroid tdd 2 lobus jaringan endokrin, menyatu dibagian tengah, tampak seperti dasi kupu-kupu di atas trakea, dibawah laring sel sekretorik utama tiroid tersusun menjadi gelembung berongga yang membentuk unit fungsional disebut folikel sel sekretoriknya disebut sel folikel lumen folikelnya dipenuhi koloid (tempat penyimpanan hormon tiroid) bahan dasar : tirosin dan iodium Fungsi hormon tiroid : penentu utama laju metabolik tubuh keseluruhan, pertumbuhan & perkembangan tubuh.

22 Kelainan Fungsi Tiroid Struma / Goiter : pembesaran kelenjar tiroid, timbul jika terdapat berlebihan terhadap kelenjar tiroid. Pembesaran ini dapat menyertai hipotiroidisme atau hipertiroidisme.

23 Hipertiroidisme Toxic goiter = thyrotoxicosis = Grave's disease Penyakit autoimun, eksofalmos (karena adanya exophthalmos producing subtance : suatu komplek karbohidrat yang menahan air, berada di belakang bola mata) retensi cairan dibelakang mata ini mendorong bola mata ke depan

24 Hipotiroidisme Tidak selalu terjadi struma (goiter) terjadi myxedema Cretinism Mental reterdation

25 d. Parathormon Disekresi oleh kelenjar paratiroid Ada 4 buah kelenjar paratiroid disekitar kelenjar tiroid Fungsi : mengatur kadar kalsium plasma Kadar normal : 10 mg% Kalsium tubuh : –99 % dalam tulang dan gigi –0,9 % dalam sel jaringan lunak –0,1 % dalam CES

26 Abnormalitas sekresi parathormon dan tulang 1. Ricketsia

27 2. Osteomalacia Ricketsia pada orang dewasa Disebabkan oleh Steatorrhea (Diare karena gangguan pencernaan dan absorpsi lemak)

28 3. Osteoporosis Penyakit yang ditandai dengan penurunan massa tulang dan gangguan mikro-arsitektur tulang, sehingga tl menjadi rapuh dan mudah patah terjadi secara perlahan ('The silent thief') Siklus pembentukan tulang, tl baru dibentuk dan tl lama dirombak – perombakan –30-40 th: seimbang –> 40 th: perombakan > pembentukan Perombakan tl yg berlebihan : Osteoporosis Penyebab : > 50 th : produksi estrogen menurun dan resorpsi tulang ↑, pemakaian obat tertentu, tidak cukup gizi, gaya hidup

29 e. Prolactin (PRL) Fungsi : meningkatkan perkembangan payudara dan pembentukan ASI pada perempuan prolaktasi Pada pria : diduga menginduksi pembentukan reseptor LH testis

30 f. Hormon Adrenokortikal Kelenjar Adrenal terletak di puncak kedua ginjal, tdd : Adrenal medulla Adrenal cortex, tdd : –Zona glomerulosa : mineralocorticoid –Zona fasciculata : Glucocorticoid & Androgen –Zona reticularis : Hormon seks Hormon yang dihasilkan : 1. Adrenal medulla : Epinephrine dan Nor- epinephrine 2. Adrenal cortex : mineralocorticoid, glucocorticoid

31 1.Mineralocorticoid (Aldosteron) Perlu untuk keseimbangan elektrolit → life saving Tanpa aldosteron individu akan cepat meninggal karena syok sirkulasi akibat penurunan hebat volume plasma 2. Glucocorticoid (Cortisol) Cortisol berperan penting dalam metabolisme karbohidrat, protein dan lemak, memberi efek permisif pada aktivitas hormon lain, dan membantu mengatasi stres.

32 2. Hormon-Hormon Hipofisis Posterior Hipofisis posterior tidak menghasilkan hormon apapun, hanya menyimpan dan setelah mendapat rangsangan yang sesuai akan mengeluarkan hormon peptida yaitu Vasopresin (ADH) dan Oksitosin Kedua hormon dibentuk dalam badan neuron nukleus supraoptik dan paraventrikuler

33 a.Anti diuretic hormone = ADH = Vasopresin - meningkatkan retensi urine : menurunkan volume air yang hilang dalam urine (antidiuresis) melalui peningkatan reabsorpsi air dari tubulus ginjal - membantu meningkatkan tekanan darah dengan merangsang konstriksi pembuluh darah perifer. - Anomali berkatian dengan ADH :  Diabetes insipidus : Sekresi ADH rendah menyebabkan diuresis (s/d 15 liter sehari)  Idiopathic ADH syndrome : ADH yang tinggi menyebabkan reabsorpsi air meningkat, produksi urin rendah

34 b. Oksitosin Fungsi : 1. Pengeluaran ASI pada proses laktasi. - Oksitosin merangsang sel otot polos epitel alveoli (mioepitel) kelenjar mammae. - Kontraksi otot polos epitel ini akan memeras keluar isi alveoli 2. Kontraksi otot polos uterus - membantu partus, dan membantu kemudahan fertilisasi ovum (tdk hamil)

35

36 Hormon Reproduksi Merupakan organ reproduksi primer, pria = testis, wanita=ovarium Hormon yang dihasilkan merupakan steroid yaitu androgen (testosteron), estrogen, progesteron

37 a.Androgen (testosteron) Dihasilkan oleh sel leydig dalam testis Fungsi : –Diferensiasi seksual organ-organ kelamin luar, –mempengaruhi proses desensus testis, –pertumbuhan dan kelangsungan fungsi kelenjar kelamin pelengkap yang menghasilkan plasma semen waktu ejakulasi, –mempengaruhi libido serta kesanggupan sewaktu ejakulasi, –berpengaruh pada sifat kelamin sekunder serta mempertahankan kelangsungan spermatogenesis

38 b. Estrogen Dihasilkan oleh ovarium. Fungsi : –Mempengaruhi pertumbuhan dan endometrium uterus, –mempengaruhi pertumbuhan saluran kelenjar mamae untuk menyusui, –mengontrol pelepasan hormon pituitary (FSH dan LH), –bertanggung jawab pada timbulnya sifat-sifat kelamin sekunder pada wanita, –mensensitifkan otot uterus terhadap oksitosin, mengendorkan servix, vagina dan vulva serta menimbulkan tonus pada uterus

39 c. Progesteron hormon yang disekresikan oleh sel-sel lutein korpus luteum pada ovarium. Fungsi : –Mempertahankan kehamilan dengan jalan menghambat pergerakan uterus secara spontan –menghambat sekresi FSH dan LH sehingga mencegah terjadinya ovulasi, –bersama-sama dengan estrogen menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan sistem alveolar kelenjar mammae

40 Human Chorionic Gonadotropin (HCG) Hormon ini diekskresikan melalui urine wanita hamil. Disintesa oleh sel-sel sinsitiotropoblas dari placenta selama kehamilan Pada manusia diketahui ada 8 hari setelah ovulasi (kira- kira sehari setelah implantasi). HCG menyebabkan korpus luteum menjadi fungsional untuk kehamilan

41 TERIMA KASIH


Download ppt "SISTEM ENDOKRIN OLEH : ASTRIA BLANDINA GAIDAKA. Pendahuluan Endokrin (Yunani : endo = inside, krinein = to separate, to secrete) Sekret → sirkulasi darah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google