Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

STATEMENT 2013 A Primer in Theory Construction

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "STATEMENT 2013 A Primer in Theory Construction"— Transcript presentasi:

1 STATEMENT 2013 A Primer in Theory Construction
By: Paul Davidson Reynolds Saidna Zulfiqar bin Tahir STATE UNIVERSITY OF MAKASSAR 2013

2 Konseptualisasi terhadap fenomena (Paradigm)
PENDAHULUAN TEORI Konsep Statement Hypotesis Ide Pendefinisian (terme) karakteristik nomenon dan fenomenon dijabarkan dgn variabel Konsep merepresentasikan makna yang disepakati para ahli dalam mendiskripsikan realitas Asumsi/ prediksi dasar/jawaban sementara yang akan diuji secara empiris Konseptualisasi terhadap fenomena (Paradigm)

3 DEFINISI DAN JENIS STATEMENT
Statement is a message that is stated or declared; a communication (oral or written) setting forth particulars or facts etc. Statement is a fact or assertion offered as evidence that something is true. A simple statement is a statement which has one subject and one predicate. EKSISTENCE STATEMENT RELATIONAL STATEMENT Pernyataan yang mengklaim bahwa pehenomena harus merujuk pada konsep. Contoh; “That object is a chair – objek itu adalah kursi”, “That chair is brown – kursi itu berwarna coklat”. Sebagai contoh: Ada dua individu di dalam kelompok X, a.Setiap individu dapat berbicara dengan individu lain tentang masalah pribadi di dalam kelopok X, b.Setiap individu dapat memformulasikan perbedaan kesan pribadi terhadap individu lain di dalam kelompok X, c. Sehingga kelompok itu adalah kelompok kecil yang saling berhadapan muka. Dalam kasus ini, sebuah konsep “small face-to-face group” adalah bagian yang mewakili kelompok X karena ia memiliki karakteristik a, b, dan c. Associative/ Correlation Causative Sebagai anak rektor UNM, akan meningkatkan skor tes seseorang Jika seseorang itu adalah anak rektor UNM maka ia berhak mendapatkan skor yang tinggi

4 ASSOSIATIVE & CAUSATIVE
Pernyataan asosiatif mendiskripsikan konsep-konsep yang terjadi atau berada secara bersamaan. Ketika mengukur hubungan pada level data angka-angka yang berbentuk interval dan rasio digunakan kata “correlation” Positif: ketika terdapat sebuah konsep, atau tinggi, konsep yang lain pun ada, atau tinggi dan sebaliknya. None: adanya sebuah konsep yang tidak memberikan informasi tentang keberadaan konsep yang lain, dan sebaliknya. Negatif: ketika suatu konsep terjadi, atau tinggi, konsep lainnya lemah, dan sebaliknya. Associative /Correlation Pernyataan mendiskripsikan hubungan sebab akibat (causal) antara dua konsep tersebut. Dengan kata lain, satu konsep dianggap sebagai penyebab terjadinya konsep kedua. Jika kursi ini milik universitas, maka akan dicat berwarna coklat Jika sebuah kelompok kerja kecil moralnya baik, maka produktifitas akan meningkat. Causative

5 DETERMINISTIC & PROBABILISTIC
Jika variabel X terjadi, maka variabel Y juga akan terjadi. Y akan mengikuti periode X . jenis hubungan ini disebut “Deterministic” sebab dependen variabel , Y, ditentukan oleh independen variabel X. Jika variabel X terjadi, maka variabel Y juga akan terjadi dan kemungkinan besar juga akan terjadi pada variabel P. Pernyataan yang berisi jenis hubungan ini disebut Probabilistic. Contoh; Kemungkinan besar seorang pria di Amerika serikat akan menekuni pekerjaan yang sama dengan ayahnya adalah 0.10 jika ayahnya adalah seorang pekerja. Deterministic Probabilistic

6 Operasional Teoritis Konkrit TINGKATAN ABSTRAKSI
Jika suatu pernyataan mencakup konsep teori Teoritis Jika konsep teori digantikan dengan definisi operasional yang berhubungan dengan konsep-konsep teori, sehingga pernyataan-pernyataan itu dapat dikatakan menempati tingkatan operasional. Operasional jika definisi operasional digantikan dengan temuan-temuan penelitian tertentu atau gambaran nyata yang spesifik terhadap suatu kejadian, maka pernyataan itu dikatakan berada pada tingkatan konkrit. Konkrit

7 PERNYATAAN TEORITIS Sebagian besar ‘teori’ menekankan pada pernyataan-pernyataan relasional, lebih tepatnya lagi pernyataan-pernyataan kausatif. Akan tetapi pernyataan eksistensi kadang lebih penting dalam menggambarkan secara tepat dan bermanfaat mengenai kondisi dan keadaan yang ada pada pernyataan relasional. i. Kelompok kecil yang berpapasan muka bertemu pada pertemuan pertama ii. Setiap anggota kelompok memiliki profesi yang berbeda iii. Setiap anggota kelompok ingin mengerjakan tugas dengan baik iv. Tugas kelompok membutuhkan kontribusi semua anggota kelompok v. Anggota masing-masing kelompok dengan profesi yang memiliki persamaan dengan tugas kelompok akan lebih terpengaruh dengan aktifitas tugas kelompok dibandingkan dengan anggota kelompok yang memiliki profesi yang tidak sama dengan tugas kelompok. Empat pernyataan pertam, i-iv, adalah pernyataan eksistensi; yang mana menunjukkan kondisi yang seharusnya terjadi pada pernyataan yang ke-v untuk diterapkan. Pernyataan yang kelima adalah pernyataan relasional; yang menggambarkan hubungan antara karakteristik-karakteristik dimana setiap anggota kelompok bawa ke dalam situasi tersebut, profesinya, dan karakteristiknya yang berhubunga dengan anggota kelompok lain, dan tingkat pengaruhnya terhadap aktifitas tugas kelompok.

8 HUBUNGAN PERNYATAAN TEORITIS &TEORI
Pernyataan-pernyataan teoritis acap kali disebut dengan lima tanda pembeda: hukum (laws), aksioma (axioms), proposisi, hypothesis, dan generalisasi fakta (empirical generalization). Sesuatu yang membedakannya yaitu hubungan dari pernyataan teoritis terhadap teori yang sitematik dan temuan lapangan berdasarkan fakta. Hukum adalah pernyataan yang menggambarkan suatu hubungan yang mana para ilmuwan meyakininya sebagi suatu “kebenaran” absolute. Proposisi digunakan untuk merujuk kepada sebuah ide atau dugaan yang berasal dari axioma dan dibuat dalam bentuk sebuah pernyataan ilmiah Hipotesis adalah pernyataan-pernyataan tanpa dukungan dari penelitian empiris; yang belum diketahui apakah itu benar atau salah. Pernyataan-pernyataan dasar dikenal sebagai “axioma” . Pernyataan yang digunakan sebagai sebuah axioma di dalam suatu teori bisa juga disebut hukum. Generalisasi empiris serupa dengan hukum, Namun ia tidak diterima secara umum seperti hukum; kepercayaan para ilmuwan dalam sebuah hukum secara signifikan lebih besar dari pada dalam sebuah generalisasi empiris.

9 HUBUNGAN PERNYATAAN TEORITIS DENGAN DATA EMPIRIS
Hubungan antara hukum, generalisasi empiris dan hipotesis terhadap data adalah satu tingkatan yang tidak terbentuk dan harus diukur menggunakan definisi operasional yang tepat, dalam sebuah pengaturan yang nyata. Jika belum ada bukti empiris terhadap pernyataan, maka pernyataan tersebut disebut hipotesis. Jika ada dukungan yang menengahinya disebut Generalisasi empiris, jika dukungannya “sangat banyak” maka disebut hukum.

10


Download ppt "STATEMENT 2013 A Primer in Theory Construction"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google