Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MEMBANGUN COMPETITIVE Functional Level Strategy

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MEMBANGUN COMPETITIVE Functional Level Strategy"— Transcript presentasi:

1 MEMBANGUN COMPETITIVE Functional Level Strategy
ADVANTAGE MELALUI Functional Level Strategy Functional Level Strategy

2 Implementasi Strategy
TUJUAN Analisis Eksternal Kesempatan & Ancaman Analisis Internal Kekuatan & Kelemahan SWOT Pilihan Strategi Tkt. Fungsional Tkt. Business Tkt. Global feedback Tkt. Korporasi Implementasi Strategy Design Struktur Organisasi Matching Strategy, struktur & Kontrol Design sistem pengawasan Managing Strategic Change

3 Functional Level Strategy
Functional Level Strategy - FLS FLS merupakan strategy yang diterapkan pada level fungsional (operasional) dalam perusahaan untuk mencapai superior efficiency, quality, innovation dan customer responsiveness. FLS diarahkan untuk meningkatkan efektivitas operasi utama, seperti production, marketing, material management, R & D, dan human resources Functional Level Strategy

4 Superior Efficiency – Economies of Scale
Makin besar skala produksi, makin tersebar fixed costs Minimum Efficient Scale (MES), merupakan batas tingkat produksi dimana hanya sedikit (bahkan mungkin tidal ada) pertambahan economies of scale Dalam jangka panjang (long-run) kurve unit cost membentuk huruf L (L-shaped) Functional Level Strategy

5 Superior Efficiency – Economies of scale
Unit Cost MES Volume Functional Level Strategy

6 Superior Efficiency – Learning Effects (LE)
Learning Effect merupakan cost saving yang berasal dari learning by doing. LE cenderung lebih signifikan pada pekerjaan-pekerjaan dengan teknologi kompleks, sehinga banyak aspek pembelajaran. LE bukan hanya di bidang manufaktur, juga ada pada services. Functional Level Strategy

7 Superior Efficiency – Learning Effects (LE)
Unit Costs Economy of scale B Average costs Learning Effects C Average costs Output Functional Level Strategy

8 Marketing dan Efficiency
Hal ini bekenaan dengan posisi perusahaan dalam (pricing, promotion, advertising, product design dan distribution) meningkatkan efisiensi. Aspek hubungan average unit costs dengan customer defection rates (jumlah customer pindah ke pesaing setiap tahun). Jumlah tersebut ditentukan oleh customer loyalty (fungsi perusahaan memenuhi kebutuhan customer) Functional Level Strategy

9 HUBUNGAN ANTARA LOYALITAS KASTAMER DENGAN KEUNTUNGAN PER KASTAMER
Functional Level Strategy

10 Material Management - Efficiency
Penerapan JIT (just-in-time) dalam sistem persediaan, sehingga menurunkan biaya penyimpanan persediaan Functional Level Strategy

11 R & D Strategy - Efficiency
Dengan R&D dapat menciptakan produk yang mudah untuk dibuat Mempelopori proses inovasi Functional Level Strategy

12 Human Resource Strategy - Efficiency
Employee Training (Pelatihan TK) Self-Managing Team – anggota tim belajar semua pekerjaan dalam tim, sehingga rotasi lebih mudah dan dapat mengganti pekerja yang absen. Pay for performance Functional Level Strategy

13 Infrastructure And Efficiency
Infrastruktur dalam konteks leadership tasks memberikan artikulasi visi, bagaimana menyiapkan komitmen di seluruh sendi perusahaan untuk mencapai efisiensi Fasilitasi kerjasama antar fungsi Functional Level Strategy

14 Superior Quality – Penerapan TQM
Value Creation Function Primary Roles Infrastructure Kepemimpinan dan komitmen untuk quality Temukan cara mengukur quality Tentukan sasaran dan ciptakan insentif Tampung masukan dari karyawan Dorong kerjasama antar fungsi Production Perpendek jalur produksi Telusuri kegagalan ke sumber Functional Level Strategy

15 Superior Quality – Penerapan TQM
Value Creation Function Primary Roles Marketing Fokus kepada customer Umpan balik dari kastamer ttg kualitas produk/jasa Material management Bangun hubungan baik dengan supplier Bantu supplier terapkan TQM Telusuri kelemahan hubungan dengan supplier (Trace defects back to suppliers) Functional Level Strategy

16 Superior Quality – Penerapan TQM
Value Creation Function Primary Roles R & D Memudahkan desain produk e manufaktur Human Resources Lembagakan program pelatihan TQM Pembentukan gugus kendali mutu (Organize employee into quality team) Functional Level Strategy

17 Superior Innovation Primary Roles Value Creation Function
Infrastructure Manage the development function Facilitate cross-unctional cooperation Production Kerjasama dengan R&D untuk design produk yang mudah dibuat Dengan R&D, kembangkan proses inovasi Functional Level Strategy

18 Superior Innovation Primary Roles Value Creation Function
Marketing Siapkan informasi pasar kepada R&D Material Management No Primary responsibility R&D Kembangkan dan proses produk baru Kerjasama dengan fungsi lain, khususnya marketing dan manufac. Functional Level Strategy

19 Superior Innovation Primary Roles Value Creation Function
Human Resources Menyewa ilmuan dan teknisi handal (Hire talented scientist and engineers) Functional Level Strategy

20 Superior Customer Responsiveness
Value Creation Function Primary Roles Infrastructure Bangun dengan contoh komitmen perusahaan untuk selalu peka terhadap customer Production Respon segera melalui proses manufaktur fleksibel (Achieve rapid response through flexible Manufacturing) Marketing Kenali customer Komunikasikan customer feedback ke fungsi yang tepat Functional Level Strategy

21 Superior Customer Responsiveness
Value Creation Function Primary Roles Material Management Kembangkan sistem logistik untuk antisipasi customer demand R&D Bring (tidak secara fisik) customers into the product development process Human resources Kembangkan program pelatihan yang membawa karyawan berpikir seperti customer. Functional Level Strategy


Download ppt "MEMBANGUN COMPETITIVE Functional Level Strategy"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google