Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pembelajaran PPKn dengan Model Controversial Public Issues (CPI)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pembelajaran PPKn dengan Model Controversial Public Issues (CPI)"— Transcript presentasi:

1 Pembelajaran PPKn dengan Model Controversial Public Issues (CPI)
Inovasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Pembelajaran PPKn dengan Model Controversial Public Issues (CPI)

2 Latar Belakang Perkembangan zaman diiringi dengan pemikiran-pemikiran yang sangat maju yang pada akhirnya mengundang berbagai kontroversi dan perdebatan. Terlebih lagi dengan adanya Declaration of Human Right, setiap orang berhak menyampaikan gagasan dan pemikirannya secara bebas Terkait dengan isu-isu kontroversi sekolah seyogyanya memiliki strategi untuk melatih peserta didiknya memiliki kematangan berfikir dalam menentukan sikap.

3 Apa itu CPI ? CPI singkatan dari Controversial Public Issues, nama lain Controversial Issues, isu Kontroversi CPI pada dasarnya adalah masalah-maslah publik yang kontroversial, mengundang perdebatan. Artinya masalah masalah yang disajikan adalah masalah yang membuat orang setuju dan tidak setuju something easy, readily or outomatically accepted by one person or group may be highly debatable to others (Muessing, 1975: 4)

4 Kenapa Memilih CPI? Perkembangan zaman menuntut seseorang memiliki kualitas dan daya saing, oleh karena itu pemikiran yang kritis dalam menanggapi isu-isu kontroversi sangat diperlukan Perlunya mengembangkan pembelajaran yang aktif, patisipatif tanpa meninggalkan nilai-nilai Demokratis Peserta didik perlu dilatih dan dibiasakan untuk berfikir secara terbuka dan menyadari bahwa tidak semua orang memiliki pandangan yang sama

5 Mengenal CPI Model CPI diperlukan untuk membentuk kemampuan berpartisipasi guna memecahkan masalah-masalah dalam suatu masyarakat demokratis dengan cara berdiskusi (Hess) CPI merupakan salah satu pembelajaran kontekstual (Kokom Komalasari) model pembelajaran CPI bisa diterapkan dalam pembelajaran PKn atau IPS CPI menawarkan isu-isu hangat yang menjadi permasalahan publik termasuk kekuatan dan kelemahan

6 Sintak CPI 1 Guru dan siswa melakukan brainstorming mengenai isu-isu kontroversial Siswa berkelompok memilih salah satu kasus untuk dikaji. Siswa melakukan inkuiri, mengundang narasumber, membaca buku, mengumpulkan informasi lain Siswa menyajikan atau mendiskusikan hasil inkuiri, mengajukan argumentasi, mendengarkan counter-argument atau opini lain Siswa menerapkan konsep, generalisasi, teori ilmu sosial untuk secara akademis menganalisis permasalahan. (Kokom Komalasari, 2010:263)

7 Sintak CPI 2 Guru atau siswa menyodorkan suatu kasus isu
Guru mengundang berbagai pendapat siswa mengenai isu tersebut (Setiap pendapat harus disertai alasan). Pendapat-pendapat yang berbeda diidentifikasi sebagai isu kontroversial dan dijadikan bahan diskusi kelas Setiap siswa dapat menjadi pembela atau penyerang suatu pendapat Guru tidak perlu mengarahkan kegiatan kelas untuk mendapatkan kesepakatan-kesepakatan Guru dan siswa menarik kesimpulan mengenai kesamaan dan perbedaan pendapat yang ada, kelemahan dan keunggulan masing-masing (Hasan, 1996)

8 Fungsi dan Tujuan CPI Melalui perbedaan pendapat tentang suatu isu maka materi isu kontroversial secara langsung membangkitkan kemampuan berpikir seseorang Melalui bacaan atau mendengar mengenai suatu kejadian maka secara spontan bereaksi menentukan kepada pihak mana dia berada. Melalui pendapat yang berbeda, orang dapat mengembangkan pendapat baru lebih baik Siswa yang terbiasa dengan berbagai pandangan yang berbeda akan dapat menempatkan dirinya dan menyumbangkan pemikirannya sebagai anggota masyarakat secara baik.

9 anjutan ... Keterampilan akademis untuk membuat hipotesis, mengumpulkan evidensi, menganalisis data, dan menyajikan hasil inkuiri; Menghadapi kehidupan sosial yang kompleks dengan keterampilan berkomunikasi, menanamkan rasa empati, mempengaruhi orang lain, toleran, bekerja sama dan lain-lain Isu–isu yang dibahas berguna untuk mempelajari studi kasus dengan memahami penggunaan konsep, generalisasi, dan teori ilmu-ilmu sosial.

10 Keunggulan CPI Mengajarkan kepada siswa keterampilan akademis untuk membuat hipotesis, mengumpul evidensi, menganalisis data dan menyajikan hasil inkuiri. Melatih siswa untuk menghadapi kehidupan sosial yang kompleks dengan keterampilan berkomunikasi, menanamkan rasa empati, memengaruhi orang lain, toleran, bekerja sama, dan lain-lain. Isu-isu yang dibahas berguna untuk mempelajari studi kasus dengan memahami penggunaan konsep, generalisasi, dan teori ilmu-ilmu sosial (Kokom Komalasasri 2010:270)

11 Keunggulan CPI Melalui pendapat yang berbeda, orang dapat mengembangkan pendapat baru yang lebih baik, Disini terjadi proses analogis, sintesis dalam berpikir Peserta didik yang terbiasa dengan berbagai pandangan yang berbeda akan dapat menempatkan dirinya, serta dapat menyumbangkan pemikirannya sebagai anggota masyarakat secara baik Memberikan wawasan dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa sehingga tujuan yang diharapkan dalam pembelajaran dapat terjamin dengan baik (Etin Slokatin)

12 Kelemahan CPI Tidak mudah menjadi moderator yang adil (lickona).
Topik yang diangkat dibatasi tidak boleh menimbulkan pertentangan suku, agama, dan ras Pembelajaran diakhiri dengan suasana kelas masih terbagi jika simpulan belum diterima siswa Siswa yang aktiv mendominasi disukusi jika moderator tidak pandai mengatur Siswa yang pasif akan cenderung diam jika tidak diberi kesempatan Jika isu yang diangkat kurang kontroversi maka komposisi peserta didik antara yang mendukung dan menolak tidak seimbang atau bahkan tidak ada yang menolak atau mendukung

13 Implementasi CPI pada Materi Pelanggaran HAM
3.1. Menganalisis Kasus Pelanggaran HAM dalam rangka perlindungan, pemenuhan dan kemajuan HAM Kasus pelanggaran HAM Contoh pelanggaran HAM Contoh Kasus kontroversi LGBT Eksekusi Mati gembong narkoba


Download ppt "Pembelajaran PPKn dengan Model Controversial Public Issues (CPI)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google