Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENUTUPAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENUTUPAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG."— Transcript presentasi:

1 PENUTUPAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

2 PREFACE : Tahap ini merupakan usaha untuk menyiapkan pencatatan untuk tahun akuntansi mendatang. Dengan melakukan penutupan, pengaruh transaksi dari tahun akuntansi yang lalu dapat dihilangkan.

3 A. JURNAL PENUTUP ( Closing Entries )
Seluruh akun nominal yang terjadi pada akhir periode harus di-nol-kan dengan maksud angkanya harus dipindahkan ke akun riil (modal). Hal ini dilakukan dengan membuat jurnal penutup melalui akun ikhtisar laba – rugi (income summary). Hal – hal yang harus dibuat jurnal penutupnya yaitu akun penjualan dan komponennya, akun pembelian dan komponennya, biaya-biaya lainnya, saldo laba – rugi, dan prive.

4 Jurnal Penutup Halaman …… Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit 2007
Desember 31 Penjualan Retur Pembelian dan PH Potongan Pembelian Pendapatan Bunga Ikhtisar Laba – Rugi Retur Penjualan dan PH Potongan Penjualan Pembelian Beban Angkut pembelian Beban Gaji Beban Perlengkapan Beban Penyusutan Peralatan 411 512 513 611 313 412 143 511 515 521 522 523 Rp. XXXX

5 Lanjutan …… Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit 2007 Desember 31
Bila Terjadi Laba : Ikhtisar Laba – Rugi Modal, Y Bila Terjadi Rugi : Prive, Y 313 311 312 Rp. XXXX - Total Rp. XXXXX

6 B. MENUTUP AKUN BUKU BESAR ( Ledger’s Account to Closed )
Akun buku besar sepanjang tahun dapat dicatat berdasarkan jurnal dan pada akhir tahun dilengkapi dengan ayat jurnal penyesuaian (adjustment). Akun buku besar belum ditutup pada waktu kertas kerja selesai dikerjakan. Namun, setelah kertas kerja selesai dikerjakan, langkah berikutnya adalah membuat ayat jurnal penutup, yang kemudian dipindahkan ke buku besar bersangkutan, sehingga akun tersebut akan menjadi dua bagian, yaitu : 1. Akun terbuka atau akun neraca (open account) 2. Akun tak bersaldo (shut account) yang merupakan akun nominal.

7 C. NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN ( Post Closing – Trial Balance )
Merupakan neraca saldo yang disusun dari akun bukubesar setelah ayat jurnal penutup dicatat. Neraca saldo setelah penutupan dibuat dengan mencantumkan saldo-saldo akun terbuka (akun neraca). Jadi, sebenarnya neraca saldo setelah penutupan sama dengan angka-angka yang terdapat pada akun terbuka dan merupakan saldo awal tiap akun pada periode berikutnya.

8 D. JURNAL PEMBALIK ( Reversing Entries )
Didefinisikan sebagai suatu ayat jurnal yang dibuat awal periode akuntansi untuk menghapus pengaruh ayat jurnal penyesuaian periode sebelumnya sehingga transaksi-transaksi selanjutnya dapat dicatat secara tepat dan konsisten. Ingat !! Jurnal Pembalik bukanlah suatu keharusan dalam sistim akuntansi

9 Pos-pos yang perlu dibuat jurnal pembalik adalah yang dicatat secara deferal dan akrual, yaitu :
1. Beban dibayar dimuka, jika transaksi tersebut pada saat terjadi dicatat sebagai beban Misalnya pada tanggal 1 September 2008 dibayar dimuka sewa gedung sebesar Rp ,00 untuk masa 6 bulan. Jurnal umum : Beban Sewa Rp ,00 (1 September 2008) Kas Rp ,00 Jurnal Penyesuaian : Sewa Dibayar Dimuka Rp ,00 (31 Desember 2008) Beban Sewa Rp ,00 Jurnal Pembalik : Beban Sewa Rp ,00 (1 Januari 2009) Sewa Dibayar Dimuka Rp ,00

10 2. Beban yang masih harus dibayar
Lanjutan ….. 2. Beban yang masih harus dibayar Misalnya, pada saat tutup buku per 31 Desember 2008 masih ada gaji bulan Desember yang belum dibayar sebesar Rp ,00 karena pegawai yang bersangkutan cuti. Jurnal Penyesuaian : Beban Gaji Rp ,00 (31 Desember 2008) Utang Gaji Rp ,00 Jurnal Pembalik : Utang Gaji Rp ,00 (1 Januari 2009) Beban Gaji Rp ,00

11 Lanjutan ….. 3. Pendapatan diterima dimuka, jika transaksi tersebut pada saat terjadi dicatat sebagai pendapatan Misalnya, pada tanggal 1 Mei 2008 diterima sewa dimuka sebesar Rp ,00 untuk satu tahun. Jurnal Umum : Kas Rp ,00 (1 Mei 2008) Pendapatan Sewa Rp ,00 Jurnal Penyesuaian : Pendapatan Sewa Rp ,00 (31 Desember 2008) Sewa Diterima Dimuka Rp ,00 Kalkulasi : 8/12 x Rp ,00 = Rp ,00 Rp ,00 – Rp ,00 = Rp ,00 Jurnal Pembalik : Sewa Diterima Dimuka Rp ,00 (1 Januari 2009) Pendapatan Sewa Rp ,00

12 4. Pendapatan yang masih harus diterima
Lanjutan ….. 4. Pendapatan yang masih harus diterima Misalnya, pada tanggal 31 Desember 2008 masih harus diterima sewa bulan Nopember dan Desember sebesar Rp ,00. Jurnal Penyesuaian : Piutang Sewa Rp ,00 (31 Desember 2008) Pendapatan Sewa Rp ,00 Jurnal Pembalik : Pendapatan Sewa Rp ,00 (1 Januari 2009) Piutang Sewa Rp ,00

13 SUMMARY : SIKLUS AKUNTANSI (ACCOUNTING CYCLE)
Proses akuntansi yang diawali dengan menganalisis serta menjurnal transaksi dan diakhiri dengan mengikhtisarkan dan melaporkan transaksi tersebut disebut dengan Siklus Akuntansi. Hasil terpenting dari siklus akuntansi adalah laporan keuangan.

14 PROSES AKUNTANSI SECARA GARIS BESAR
Kegiatan Perusahaan / organisasi Informasi Akuntansi Masukkan/ Input Keluaran/ Output Tindakan/ Keputusan Pengambilan Keputusan oleh pemakai informasi

15 KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI
Pengambilan Keputusan Dalam Perusahaan Keseimbangan manfaat Dengan biaya Dapat Dipahami Berguna untuk Pemakaian Informasi Syarat Umum Syarat Khusus Bagi Pemakai Syarat Positif Materiality Dapat diperbandingkan (termasukl konsistensi) Tepat Waktu Feed back Nilai Prediksi Relevan Syarat Utama Unsur Syarat Sekunder Batas Pelaporan Menyajikan Yang Seharusnya Netral Dapat Diuji Dipercaya

16 TERIMA ~ ~ KASIH

17 LITERATUR BUKU : Hendi Soemantri, Siklus Akuntansi, Buku SMK Tingkat 1, Penerbit Armico Bandung, Kardiman, Agus Suranto, et.al, Prinsip-Prinsip Akuntansi 2, Buku SMA Kelas XII, Penerbit Yudhistira, 2006. Alam S., Akuntansi, Buku SMA Kelas XII, Penerbit Erlangga, 2012. Alam S., Akuntansi, Buku SMA Kelas 2, Penerbit Erlangga, 2003.


Download ppt "PENUTUPAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google