Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Motivation as a Psychological Force

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Motivation as a Psychological Force"— Transcript presentasi:

1 Motivation as a Psychological Force
Motivasi Movere Dorongan Motivasi dapat digambarkan sebagai kekuatan pendorong di dalam individu untuk melakukan sesuatu

2 Needs Innate Needs Acquired Needs

3 Goals Generic goals Product-spesific goal

4 The Selection of Goals Approach object, tujuan positif menuju perilaku mana yang diarahkan Avoidance object, tujuan negatif dari mana perilaku diarahkan

5 Interdependence of Needs and Goals
Kebutuhan dan tujuan itu saling bergantung, tidak ada yang bisa muncul tanpa keduanya. Tetapi, orang sering tidak menyadari bahwa kebutuhan mereka merupakan tujuannya.

6 Rational Vs Emotional Motives
Rasional Motif, suatu dorongan untuk bertindak menurut pikiran yang sehat, patut, dan layak Emosional motif, motif yang dipengaruhi oleh perasaan

7 Dinamika Motivasi Motivasi adalah konstruksi dinamis yang terus berubah dalam kaitannya dengan pengalaman hidup. Kebutuhan dan target manusia akan berubah seiring kondisi fisik individu, lingkungan, interaksi dengan orang lain, dan pengalaman.

8 Alasan mengapa kebutuhan/tujuan manusia terus berubah seiring berjalannya waktu
1. Banyak kebutuhan yang tidak terpenuhi sepenuhnya. 2. Kebutuhan baru muncul seiring kebutuhan lama terpenuhi. 3. Kesuksesan dan kegagalan mempengaruhi tujuan.

9 Tujuan Alternatif Apabila konsumen tidak mencapai tujuan tertentu, mereka akan mengantisipasi dengan tujuan alternatif. Tujuan alternatif bisa saja muncul dari tujuan utama seiring berjalannya waktu ke waktu.

10 Frustration Kegagalan mencapai tujuan itu sering membuat jadi prustasi. Kegagalan yg terjadi biasanya berasal dari individunya sendiri maupun dari lingkungan.

11 Defense Mechanisms Defense mechanism berfungsi untuk menolak atau mengubah kenyataan, namun juga sekaligus melindungi kita dari konflik kecemasan.

12 Banyaknya kebutuhan dan variasi tujuan
Perilaku Konsumen sering memenuhi lebih dari satu kebutuhan.

13 Motif-Motif Gairah ( Arousal of Motives)
Sebagian besar kebutuhan Individu sangat banyak. Gairah dari kebutuhan tersebut muncul dari oleh rangsangan internal yang ditemukan dalam kondisi fisiologis, dengan proses emosional atau kognitif, atau dengan rangsangan lingkungan luar.

14 Gairah Fisiologis (Physiological Arousal)
Kebutuhan tubuh pada suatu saat tertentu didasarkan pada kondisi fisiologis saat ini. 2) Gairah Emosional (Emotional Arousal) Terkadang melamun dapat menghasilkan suatu gairah emosional. Manusia yang gagal dalam mencapai tujuannya terkadang melamun dan membayangkan diri mereka dalam situasi yang diinginkan. Gairah Kognitif (Cognitive Arousal) Kebutuhan manusia muncul pada saat manusia berpikir.

15 Types and Systems of Needs

16 Maslow's Hierarchy of Needs

17 An Evaluation Of The Need Hierarchy And Its Marketing Applications
Hierarki teori kebutuhan maslow mendalilkan hierarki lima tingkat kebutuhan manusia yang prepoten. Kebutuhan orde yang lebih tinggi menjadi kekuatan pendorong di balik perilaku manusia karena kebutuhan tingkat rendah terpenuhi.

18 Segmentation and Promotional Aplication
Hierarki kebutuhan Maslow mudah beradaptasi dengan segmentasi pasar dan perkembangan permintaan iklan karena ada barang konsumsi yang dirancang untuk memenuhi setiap tingkat kebutuhan dan karena sebagian besar kebutuhan dibagikan oleh segmen konsumen yang besar

19 A TRIO OF NEEDS -Power : Kebutuhan Kekuasaan
-Affliation : Kebutuhan Afiliasi -Achievment : Kebutuhan Untuk Sukses

20 The measurement of motives
Motives adalah konstruksi hipotetis. Untuk alasan ini, tidak ada metode pengukuran tunggal yang bisa dianggap sebagai indeks yang andal. Seringkali responden mungkin tidak mengetahui motifnya atau tidak mau mengungkapkannya saat ditanya langsung. Projective techniques juga disebut metode kualitatif.

21 Motivational research
Istilah motivational research, yang secara logis harus memasukkan semua jenis penelitian ke dalam motives manusia, telah menjadi “term of art". pertama kali digunakan oleh Dr. Ernest Dichter untuk merujuk pada penelitian kualitatif yang dilakukan pada tahun 1950 dan 1960an. Dr. Dichter mengadaptasi teknik psikoanalitik freud untuk mempelajari kebiasaan membeli konsumen.

22 Evaluation of motivational research
Motivational research tidak hanya mencakup aspek asal freudiannya, namun juga menggabungkan sejumlah metode dan prosedur kualitatif terutama yang membuatnya menjadi bagian dari riset konsumen sehari-hari. Metode penelitian konsumen kualitatif terdiri dari sesi kelompok fokus dan wawancara mendalam. salah satu kegunaan srtrategisnya saat ini adalah pengembangan gagasan baru untuk kampanye promosi yang bertujuan untuk menembus kesadaran konsumen dengan menarik kebutuhan yang tidak dikenali.

23 Penelitian kualitatif juga memungkinkan pemasar untuk mengeksplorasi reaksi konsumen terhadap gagasan dan salinan iklan dan menghindari kesalahan akibat menempatkan iklan yang tidak efektif dan belum teruji.

24 Thank You


Download ppt "Motivation as a Psychological Force"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google