Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

NOISE DAN LINE CODING NANDA PRADANA YOZA

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "NOISE DAN LINE CODING NANDA PRADANA YOZA"— Transcript presentasi:

1 NOISE DAN LINE CODING NANDA PRADANA YOZA 1610953022

2 NOISE  Suatu sinyal gangguan yang bersifat akustik (suara), elektris, maupun elektronis yang hadir dalam suatu sistem (rangkaian listrik/elektronika) dalam bentuk gangguan yang bukan merupakan sinyal yang diinginkan.  Noise merupakan pembatas kinerja telekomunikasi yang utama Berdasarkan sumbernya, noise bisa dibedakan menjadi dua katagori : a)Noise internal adalah noise yang dibangkitkan oleh komponen- komponen dalam sistem komunikasi. b)Noise eksternal Dihasilkan oleh sumber di luar sistem komunikasi. Ada dua macam noise eksternal yaitu noise buatan manusia (man-made noise) dan noise alami (ekstra terrestrial).

3

4 Noise dalam sistem komunikasi dapat dikelompokkan menjadi empat jenis yaitu: A. Thermal Noise atau White Noise B.Intermodulation Noise C.Crosstalk D.Impulse Noise.

5 Thermal Noise  Thermal noise merupakan noise yang muncul pada seluruh media transmisi dan perangkat komunikasi akibat pergerakan elektron  Thermal noise memiliki distribusi energi yang uniform pada spektrum frekuensi dan memiliki distribusi level yang normal (Gaussian)  Thermal noise merupakan faktor penentu batas bawah sensitivitas sistem penerima  Thermal noise dapat didekati oleh suatu white noise yang memiliki rapat spektral daya yang uniform pada spektrum frekuensi  Thermal noise berbanding lurus dengan bandwidth dan suhu

6 Persamaan Noise Thermal P n = -228,6 dBW + 10 log T + 10 log B T = suhu kerja absolut (dalam satuan Kelvin) Satuan P n adalah dB W Note: Kelvin = Celsius + 273,15 Cara untuk mereduksi thermal noise antara lain adalah: 1) Persempit bandwidth 2) Kurangi jumlah resistive element 3) Kurangi temperatur komponen elektron 4) Jauhkan media transmisi dari sumber noise 5) Memberi jacket pada kabel

7 7 INTERMODULATION NOISE Intermodulation noise muncul akibat gejala intermodulasi Bila kita melewatkan dua sinyal masing-masing dengan frekuensi F1 dan F2 melalui suatu medium atau perangkat non-linier, maka akan dihasilkan frekuensi-frekuensi semu yang berasal dari frekuensi harmonisa sinyal Frekuensi-frekuensi ini bisa terletak di dalam atau di luar pita frekuensi kerja yang diinginkan Medium/perangkat non-linier F1F1 F2F2 Second-order products: 2F 1,2F 2,F 1  F 2 Third-order products: 2F 1  F 2 2F 2  F 1 Fourth-order products: 2F 1  2F 2 3F 1  F 2 Penyebab intermodulation noise a.l.: –Level input terlalu tinggi sehingga perangkat berkerja daerah non-linier –Kesalahan penalaan perangkat sehingga perangkat bekerja secara non-linier

8 8 CROSSTALK Crosstalk terjadi akibat kopling antar dua jalur sinyal yang tidak diinginkan Ada dua tipe crosstalk: Intelligible crosstalk Bila crosstalk menyebabkan paling tidak ada empat kata yang dapat didengar (dari sumber yang tidak diinginkan) selama percakapan 7 detik Unintelligible crosstalk Setiap bentuk gangguan akibat crosstalk lainnya

9 9 IMPULSE NOISE Impulse noise merupakan noise tidak kontinu yang terdiri dari pulsa-pulsa tak beraturan atau noise spikes berdurasi pendek dengan amplituda yang relatif tinggi Spike-spike ini biasa disebut hits Impulse noise sangat mengganggu transmisi data

10 4.10 Figure 4.4 Line coding schemes

11 4.11 Figure 4.5 Unipolar NRZ scheme

12 4.12 Figure 4.6 Polar NRZ-L and NRZ-I schemes

13 4.13 Figure 4.7 Polar RZ scheme

14 4.14 Figure 4.8 Polar biphase: Manchester and differential Manchester schemes

15 4.15 Figure 4.9 Bipolar schemes: AMI and pseudoternary

16 4.16 Figure 4.10 Multilevel: 2B1Q scheme

17 4.17 Figure 4.11 Multilevel: 8B6T scheme

18 4.18 Figure 4.12 Multilevel: 4D-PAM5 scheme

19 4.19 Figure 4.13 Multitransition: MLT-3 scheme

20 4.20 Table 4.1 Summary of line coding schemes


Download ppt "NOISE DAN LINE CODING NANDA PRADANA YOZA"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google