Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

OM SWASTYASTU. NAMA KELOMPOK  I Gede Made Indra Adi Suputra( )  Wayan Dhani Saputra ( )  Wayan Mahendra Pratama( )

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "OM SWASTYASTU. NAMA KELOMPOK  I Gede Made Indra Adi Suputra( )  Wayan Dhani Saputra ( )  Wayan Mahendra Pratama( )"— Transcript presentasi:

1 OM SWASTYASTU

2 NAMA KELOMPOK  I Gede Made Indra Adi Suputra( 1815333002 )  Wayan Dhani Saputra ( 1815333004 )  Wayan Mahendra Pratama( 1815333006 )

3 KINEMATIKA Kinematika adalah cabang ilmu Fisika yang membahas gerak benda tanpa memperhatikan penyebab gerak benda tersebut. Penyebab gerak yang sering ditinjau adalah gaya atau momentum. Pergerakan suatu benda itu dapat berupa translasi atau perpindahan, rotasi. Dalam hal ini akan dibahas mengenai gerak translasi dan rotasi.

4 KINEMATIKA Ada 3 besaran fisis yang digunakan untuk mengetahui gerak sebuah partikel yaitu : 1. Posisi (r), satuannya meter posisi relatif, perpindahan (  r), jarak tempuh 2. Kecepatan ( v ), satuannya m/s kecepatan rata-rata (v rata-rata ) dan sesaat ( v ) 3. Percepatan ( a ), satuannya m/s 2 percepatan rata-rata (a rata-rata ) dan sesaat (a)

5 GERAK TRANSLASI POSISI Contoh dari gerak translasi : menggeser meja dari suatu tempat ke tempat yang lain, mobil bergerak dari kota A ke kota B, dan sebagainya. Contoh dari gerak rotasi : planet Merkurius mengelilingi Matahari, elektron mengelilingi inti atom, putaran baling- baling helikopter, dan lain-lain. Suatu perpindahan benda dicirikan oleh perubahan posisi dari benda tersebut. Perubahan posisi benda selalu dinyatakan dalam parameter waktu. Sebagai contoh, perjalanan sebuah bis dari Bandung ke Jakarta. Oleh karena itu posisi benda adalah fungsi dari waktu. Posisi : X = f(t)

6 GERAK TRANSLASI Gambar di bawah ini menyatakan kordinat dari posisi bis pada waktu tertentu. Dari gambar diperoleh pada jam 7.00 posisi bis masih di Bandung. Satu jam kemudian posisinya berada di Ciranjang. Jam 9.00 berada di kota Cianjur. Dan jam 10.00 sudah berada di Jakarta. waktu Jakarta Cianjur Ciranjang Bandung 7.00 8.00 9.00 10.00

7 GERAK TRANSLASI Contoh fungsi posisi terhadap waktu: X(t) = 2t 2 +2t – 1 X(t) = ln(t 2 ) untuk t  1 Persamaan posisi sebagai fungsi waktu di atas adalah dalam kerangka satu dimensi, karena benda hanya bergerak dalam arah koordinat X saja. Untuk kerangka dua dimensi atau tiga dimensi posisi tersebut harus dinyatakan dalam bentuk vektor dalam komponen arah sumbu koordinat X, komponen sumbu koordinat Y, dan komponen sumbu koordinat Z.

8 KECEPATAN Besaran lain dalam gerak translasi yang menyatakan perubahan posisi terhadap waktu adalah kecepatan. Umumnya posisi dinyatakan dalam bentuk vektor (kecuali untuk gerak satu dimensi), maka kecepatan juga merupakan besaran vektor. Kecepatan sebuah benda sama dengan turunan pertama dari posisi terhadap waktu. Kecepatan : Contoh : Posisi : r(t) = t i + (t – 1) 2 j – k kecepatan : v(t) = i + (t  1) j

9 KECEPATAN Kecepatan rata-rata : Sehingga persamaan posisi dapat dinyatakan : r(t) = r 0 + v.  t Untuk persamaan posisi dalam satu dimensi : X(t) = X 0 + v.  t r(t 0 ) dan X(t 0 ) menyatakan posisi pada keadaan awal

10 PERCEPATAN Percepatan adalah perubahan kecepatan terhadap waktu dan merupakan besaran vektor. Percepatan sebuah benda adalah turunan pertama dari kecepatan terhadap waktu, atau turunan kedua dari posisi terhadap waktu. Percepatan rata-rata : Percepatan:

11 GERAK LURUS BERATURAN (GLB) t X Xo Jika sebuah benda mengalami GLB, maka grafik X – T berupa garis lurus. Kemiringan fungsi x(t) dinyatakan oleh : Gerak lurus beraturan adalah gerak perpindahan benda pada garis lurus dan mempunyai kecepatan konstan. Persamaan gerak lurus beraturan dinyatakan oleh : x(t) = x o + vt x o : posisi awal v : kecepatan

12 GLBB (Gerak Lurus Berubah Beraturan) Gerak suatu benda pada lintasan lurus terhadap titik acuan tertentu dengan percepatan (a) tetap/ konstan.

13 Percepatan ada dua macam yaitu  Percepatan bila a positif (a>0)  Perlambatan bila a negatif (a<0)

14 Grafik GLBB Ketentuan a = konstan a a (m/s 2 ) t0t0 t3t3 t2t2 t1t1 t (s) Grafik a-t v0v0 t0t0 t3t3 t2t2 t1t1 t (s) v1v1 v2v2 v (m/s) Grafik v-t S0S0 t0t0 t2t2 t1t1 S1S1 S2S2 t (s) S (m) Grafik S-t

15 Dari grafik v-t v0v0 t0t0 t3t3 t2t2 t1t1 t (s) v1v1 v2v2 v (m/s) Grafik v-t Jarak yang ditempuh benda (S)

16 Dari disubstitusikan ke Sehingga

17 Persamaan GLBB Dimana: v t = kecepatan akhir benda (m/s) v o = kecepatan awal benda (m/s) a = percepatan benda (m/s 2 ) S = perpindahan benda (m) t = waktu (s)

18 GERAK VERTIKAL gerak pada arah sumbu vertikal, termasuk GLBB Gerak Jatuh Bebas (GJB) Gerak Vertikal ke Bawah (GVB) Gerak Vertikal ke Atas (GVA) Gerak Vertikal Arah ke BAWAHArah ke ATAS

19 Gerak Jatuh Bebas (GJB) = gerak suatu benda ke bawah karena gaya gravitasi dan tanpa kecepatan awal Ciri GJB : h g Rumus GJB :

20 v0v0 Gerak Vertikal ke Bawah (GVB) = gerak suatu benda ke bawah dengan kecepatan awal Ciri GVB : h g Rumus GVB : back

21 -g v0v0 Gerak Vertikal ke Atas (GVA) = gerak suatu benda dilemparkan (dengan sengaja) ke atas dengan kecepatan awal dan geraknya diperlambat Ciri GVA : h g Rumus GVA : back

22 v0v0 vtvt v 0 =0v t =0 -g Hal-hal Penting dalam GVA  h maks h maks Benda Naik g Benda Turun  Kecepatan benda saat h maks

23 Gerak Parabola  Pengertian Merupakan gerak suatu benda pada sumbu x dan y yang berbentuk parabola yang merupakan perpaduan dari kecepatan dan percepatan dengan sudut elevasi terhadap garis horizontal. Pada arah horizontal merupakan gerak GLB sedangkan pada arah vertikal merupakan GLBB. Gerak parabola ini terjadi apabila suatu benda ditembakan dengan kecepatan tertentu yang dipengaruhi gravitasi bumi dan membentuk sudut tertentu (≠ 90º) dari garis horizontal.

24

25 Gerak pada sumbu y

26 Gerak pada sumbu x Merupakan gerak GLB pada garis horizontal dengan V 0 x = V 0 cosθ. Besar kecepatan ini adalah tetap karena tidak terpengaruh gravitasi dan hambatannya diabaikan, Sehingga Kecepatan saat t (detik) : Vx = V 0 cosθ jarak saat t (detik) : x = V 0 cosθ t Jarak dari titik awal sampai ke titik terakhir : x = V 0 cosθ t total

27 Gerak Melingkar Beraturan  Pengertian Merupakan gerakan suatu benda pada lintasan berbentuk lingkaran dengan kelajuan liniear tetap.  Ciri – ciri  Kelajuan linear tetap dengan kecepatan linear berubah arah setiap waktu  Besar dan arah kecepatan sudut tetap jadi percepatan sudut sama dengan nol  Besar percepatan sentripetal tetap dengan arah selalu ke titik pusat lingkaran

28 Adapun besaran – besaran yang mempengaruhi gerak melingkar beraturan adalah :  Periode  Frekuensi  Kecepatan sudut  Kecepatan linear  Percepatan sentripetal

29

30

31

32

33

34 Pengaplikasian gerak melingkar beraturan pada hubungan antara roda roda  Sepusat  Bersinggungan

35  Terhubung dengan rantai atau sabuk

36 Gerak Melingkar Berubah Beraturan  Pengertian Adalah gerakan suatu benda pada lintasan berbentuk lingkaran dengan percepatan sudut tetap. Sehingga mengakibatkan berubahnya kecepatan sudut dan kecepatan linearnya. Jika percepatan sudut searah dengan perubahan kecepatan sudut maka perputaran benda semakin besar namun jika arahnya berbeda maka akan diperlambat.

37  Ciri – ciri gerak melingkar berubah beraturan Percepatan sudutnya tetap Kecepatan sudutnya berubah Kecepatan linearnya berubah Memiliki percepatan sentripetal dan percepatan tangensial

38

39

40 Apakah ada pertanyaan ?  Apa perbedaan percepatan rata – rata dengan percepatan sesaat?  Mengapa a sama dengan g? 

41 OM SANTIH SANTIH SANTIH OM


Download ppt "OM SWASTYASTU. NAMA KELOMPOK  I Gede Made Indra Adi Suputra( )  Wayan Dhani Saputra ( )  Wayan Mahendra Pratama( )"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google