Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sesi 4: KONSEP PROMOSI KESEHATAN

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sesi 4: KONSEP PROMOSI KESEHATAN"— Transcript presentasi:

1 Sesi 4: KONSEP PROMOSI KESEHATAN
Visi Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat FIKES UHAMKA: “Program Studi Kesehatan Masyarakat FIKES UHAMKA pada tahun 2020 menjadi salah satu pusat pendidikan tinggi kesehatan masyarakat yang menghasilkan lulusan unggul di tingkat nasional yang memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial. “ Sesi 4: KONSEP PROMOSI KESEHATAN Tim Dosen: Dian Kholika Hamal, SKM., M.Kes Nanny Harmani, SKM., M.Kes Nama Mata Kuliah, Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat FIKES UHAMKA

2 MIRACLE PROFIL LULUSAN KESMAS
MANAGER I INNOVATOR R RESEARCHER A APPRENTICER C COMMUNITARIAN L LEADER E EDUCATOR

3 Kompetensi SKM Naskah Akademik Pendidikan Kesmas
Kemampuan mengkaji dan menganalisis situasi kesehatan masyarakat Kemampuan mengembangkan perencanaan program dan kebijakan kesehatan masyarakat Kemampuan berkomunikasi secara efektif Kemampuan memahami budaya setempat Kemampuan memberdayakan masyarakat Menguasai dasar ilmu kesehatan masyarakat Kemampuan merencanakan keuangan dan memiliki keterampilan manajerial dana kesehatan Kemampuan memimpin dan berpikir sistem

4 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Capaian Pembelajaran Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang pengertian promosi kesehatan dalam berbagai sudut pandang, konsep serta prinsip promosi kesehatan Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

5 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Tujuan Mahasiswa mampu menjelaskan dan mendiskusikan tentang defenisi promosi kesehatan dalam berbagai sudut pandang. Mahasiswa mampu menjelaskan dan mendiskusikan tentang konsep promosi kesehatan. Mahasiswa mampu menjelaskan dan mendiskusikan tentang tentang prinsip promosi kesehatan.. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

6 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Materi Pembelajaran Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

7 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Sejarah Parktik pendkes di Indonesi dan global (80-an)  menekankan perubahan perilaku penduduk sehingga informasi kes diberikan melalui berbagai media dan teknologi pendidikan Pd kenyataannya, perubahan perilaku hidup sehat sangat lamban  perbaikan kes sangat kecil Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

8 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Hasil studi  pengetahuan masy ↑, praktik ↓ 80% masy tahu cara mencegah penyakit DBD dgn melakukan 3M, 35% yg mempraktikkan 3M Pendkes belum “memampukan” (ability) tp baru “memaukan” (willingness) masy untuk berperilaku hidup sehat Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

9 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Kesan negatif bagi pendkes  hanya mementingkan perubahan perilaku melalui pemberian informasi/penyuluhan kes tp kurang melihat bahwa perubahan perilaku juga perlu fasilitas, bukan hanya pengetahuan. WHO (1984)  revitalisasi PENDKES mjd PROMKES (Health promotion) Promkes tdk hanya mengupayakan perubahan prilaku saja, ttp juga perubahan perilaku yang memfasilitasi perubahan perilaku tsb dan menekankan kemampuan hidup sehat. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

10 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
DEFENISI Definisi istilah promkes dalam ilmu kesmasy (health promotion) mempunyai dua pengertian. 1. Leavel and Clark  ada 5 tingkat pencegahan penyakit dalam perspektif kesehatan : Health Promotion Specific protection (imunisasi) Early diagnosis and prompt treatment Diasability limitation Rehabilitation Promkes dalam konteks ini adalah peningkatan kesehatan Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

11 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
2. Upaya memasarkan, menyebarluaskan, mengenalkan atau “menjual” kesehatan.  Promosi kesehatan adalah “memasarkan” atau “menjual” atau “memperkenalkan” pesan2 kesehatana atau “upaya2” kesehatan sehingga masyarakat “menerima” atau “membeli” (dlm arti menrima perilaku kes) atau “mengenal” pesan2 kes tsb, yg akhirnya masyarakat mau berperilaku hidup sehat. Merupakan revitalisasi atau pembaruan dari pendkes ke promkes. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

12 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Dengan penggunaan istilah promkes sbg “pengganti” pendkes ini, mempunyai implikasi thdp batasan atau defenisinya. Jika seblumnya pendkes lbh diartikan sbg upaya yg terencana utk perubahan perilaku masy sesuai dgn norma2 kes, maka promkes tdk hanya mengupayakan perubahan perilaku saja, ttp jg perubahan lingkungan yg memfasilitasi perubahan perilaku.  peningkatan kemampuan hidup sehat, tdk hanya berperilku hidup sehat. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

13 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Lawrence Green (1984)  promkes adalah segala bentuk kombinasi pendkes dan intervensi yg terkait ekonomi, politik dan organisasi, yang dirancang untuk memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kes”  Promkes bertujuan untuk menciptakan suatu keadaan, yakni perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

14 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Piagam Ottawa (Ottawa Charter: 1986), hasil rumusan Konferensi Internasional PromKes di Ottawa, Canada  Promkes adalah suatu proses untuk memampukan masy dalam memelihara dan meningkatkan kes mereka. Dalam mencapai derajat kes yg sempurna baik fisik, mental, maupun sosial, masyarakat harus mampu mengenal dan mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya. (fisik, sosbud dan ekonomi) Batasan promkes di sini mencakup dua dimensi yakni “kemauan” dan “kemampuan” Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

15 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Victorian Health Foundation-Australia, 1997  promkes adalah suatu program perubahan lingkungan masyarakat yang menyeluruh, dalam konteks masyrakatnya. Bukan hanya perubahan prilaku, tetapi juga perubahan lingkungannya. Ex : budaya antri Oki, promkes bukan sekedar mengubah perilaku tp juga mengupayakan perubahan lingkungan, sistem, dsb. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

16 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Promkes dan Perilaku Masalah kesmasy ditentukan 2 faktor utama, yaitu faktor perilaku dan non-perilaku (fisik, sosial, ekonomi, politik dsb) Non perilaku, ex: upaya pemberantasan penyakit menular, peyediaan sarana air bersih dan pembuangan tinja, penyediaan pelayanan kesehatan, dsb  faktor fisik (non perilaku) Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

17 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Upaya intervensi thdp faktor perilaku dapat dilakuakan melalui dua pendekatan, yakni: Pendidikan (education)  upaya persuasi atau pembelajaran kpd masy  hasil berlangsung lama, langgeng krn didasari kesadaran tp lbh lama. Paksaan atau tekanan (coercion)  agar masy melakukan tindakan2 utk memeliharan dan meningkatkan kes  hasil tdk langgeng tp cepat.  ex: “safari KB” 1980-an  masy (ibu2) dikumpulkan, lalu dilakukan pemasangan alat kontrasepsi oleh petugas kes, tetapi bbrp hari kemudia mrk datag lagi ke Puskesmas untuk mencabut alat kontrasepsinya Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

18 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Lawrence Green (1980)  perilaku ditentukan oleh 3 faktor utama, yakni: Faktor predisposisi (predisposing factors) Faktor pemungkin (enabling factors) Faktor penguat (reinforcing factors) Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

19 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Faktor predisposisi (predisposing factors)  pengetahuan dan sikap thdp apa yg akan dilakukan ex: ibu yg memriksakan kehamilan akan mudah jk ibu tahu manfaat periksa hamil, tahu siapa dan dmn periksa hamil tsb dilakukan Sikap positif thdp periksa hamil Kepercayaan, tradisi, sistem dan nilai di masyarakat  ex: kepercayaan bahwa org hamil tdk bleh keluar rumah, akan menghambat perilaku periksa hamil Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

20 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Faktor pemungkin (enabling factors)  pendukung (fasilitas, sarana atau prasarana) ex: untuk terjadinya ibu periksa hamil, maka diperlukan bidan atau dokter, fasiitas periksa hamil seperti Puskesmas, RS, Klinik, Posyandu dsb. Ex: agar masy BAB di jamban, maka harus tersedia jamban, atau mempunyai dana utk membangun jamban sndiri. Pengetahuan dan sikap saja blm menjamin perubahan perilaku, maka diperlukan sarana atau fasilitas untuk memungkinkan atau mendukung perilaku tsb Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

21 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Faktor penguat (reinforcing factors)  pengetahuan, sikap dan fasilitas blm menjamin tjdnya perilaku.  peraturan, undang-undang, SK dr pejabat pemerintah pusat atau setempat. ex: masy sdh tahu manfaat ber KB, tersedia fasilitas pelayanan KB, tp pak Kiay atau TOMA yg dihormatinya tdk atau blm mengikuti KB. Ex: ketentuan dr suatu instansi, bhw yg berhak mendpt tunjangan anak bagi pegawai hanya sampai anak kedua  mrpkn faktor reinforcing untuk ber-KB Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

22 Hubungan Promkes dengan Determinan Perilaku
Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

23 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Visi dan Misi Promkes Visi pembangunan kes. Indonesia  Meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agra terwujud derajat kesmasy yang setinggi-tingginya, sbg investasi SDM yg produktif secara sosial dan ekonomi Visi Promkes  Masy. mau dan mampu memelihara dan meningkatkan kes.nya” Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

24 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Dari visi tsb, terdapat 4 kata kunci, yaitu: Mau (willingness) memelihara dan meningkatkan kesehatannya Mampu (ability) memelihara dan meningkatkan kes.nya Memelihara kes, berarti mau dan mampu mcegah penyakit, mlindungi diri dari gangguan2 kes, dan mcari ptolongan pengobatan profesional bila sakit Meningkatkan kes, brarti mau dan mampu meningkatkan kes.nya. Kes perlu ditingkatkan, krn derajat kes baik individual, kelompok, atau masy bsifat dinamis, tdk statis. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

25 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Ada tiga strategi promkes, yaitu (Ottawa Charter, 1984) Advokat (Advocate) Menjembatani (Mediate) Memampukan (Enable) Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

26 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Advokat (Advocate): Kegiatan meyakinkan para pengambil keputusan atau penentu kbijakan dr berbagai tingkat, dan sektor terkait kes sehingga program kes yg akan dijalankan tsb dianggap penting  perlu dukungan kebijakan atau keputusan. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

27 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Menjembatani (Mediate): Mediator atau menjembatani antara sektor kes dgn sektor lain sbg mitra. Penting, sbb tanpa kemitraan maka sektor kes. Tdk akan mampu menangani masalah kes yg sangat kompleks dan luas Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

28 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Memampukan (Enable): Baik langsung maupun melalui toma2, promkes harus memberikan keterampilan2 kpd masy agar mrk mandiri di bidang kes. Bahwa kes. Dipengaruhi oleh bbrp fakto  ekonomi, pend, sosial, dsb. Perlu keterampilan di bid. Ekonomi (peternakan, pertanian, perkebunan), dsb. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

29 STRATEGI PROMKES (WHO, 1994)
Advokasi (Advocacy) Dukungan Sosial (Social Support) Pemberdayaan Masyarakat (Empowerment) Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

30 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Advokasi (Advocacy)  Formal  Presentasi, seminar ttg issu atau usulan program yg ingin mdpt dukungan pejabat/pemerintah Informal  sowan kpd pejabat relevan  dukungan kebijakan, dana atau fasiltas lain. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

31 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Dukungan Sosial (Social Support) Melalui toma sbg mediator antara pelaksana program kes dgn masy (penerima program) kes  bina suasana Pelatihan para toma, seminar, lokakarya, bimbingan kpd toma, dsb. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

32 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat untuk mewujudkan kemampuan masy. dlm memelihara dan meningkatkan kes. Penyuluhan kes, pengorganisasian dan pengembangan masy dlm bentuk mis : koperasi, pelatihan2 utk penignkatan pendapatan Sehingga, mis: terbentuk dana sehat, pos obat desa, dsb. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

33 5 Butir Rumusan Strategi baru Promkes Piagam Ottawa
Kebijakan berwawasan kesehatan (Healthy Public Policy) Lingkungan yang Mendukung (Supportive environment) Reorientasi Pelayanan Kesehatan (Reorient Health Services) Keterampilan Individu (Personel Skill) Gerakan Mayarakat (Community Action)

34 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Kebijakan berwawasan kesehatan (Healthy Public Policy) Sasaran: penentu kebijakan Tujuan : agar kebijakan selalu berwawasan dan buerorientasi kpd kes. Publik Mis : peraturan atau undang2 yg mengatur adanya analisis dampak lingkungan utk mendidrikan pabrik, perusahaan, RS, dsb  kebijakan yg dikeluarkan hrs memperhatikan dampaknya thdp lingk. (kesmasy) Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

35 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Lingkungan yang Mendukung (Supportive environment) Sasaran : Pengelola t4 umum (pemerintah) Tujuan : agar menyediakan sarana prasarana atau fasilitas yg mendukung terciptanya perilaku hidup sehat bagi masy. Mis : tersedia t4 sampah, toilet, air bersih, ruangan perokok/non perokok, dsb.  pasar, terminal, stasiun, bandara, pelabuhan, mall, dsb. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

36 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Reorientasi Pelayanan Kesehatan (Reorient Health Services) Sasaran : penyelenggara pelayanan kes (pemerintah dan swasta) Tujuan : reorientasi agar masy jg berperan sbg penyelenggara kes. bukan hanya penerima yankes Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

37 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Keterampilan Individu (Personel Skill) Sasaran : masyarakat (individual) Tujuan : mewujudkan keterampilan individu Ex : pemahaman kpd anggota masy ttg cara2 memelihara kes, mencegah penyakit, mengenal penyakit, mencari pengobatan ke fasilitas kes. Profesional, meningkatkan kes, dsb. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

38 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Gerakan Mayarakat (Community Action) Sasaran : masyarakat Tujuan : agar dlm masy. tdpt gerakan atau kegiatan2 utk kes. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

39 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Ruang Lingkup Promkes Baik sbg ilmu (teori) maupun seni (aplikasi) mencakup berbagai bidang atau cab. Keilmuan lain  dikelompokkan menjadi 2 bidang, yt: Ilmu perilaku Ilmu2 untuk intervensi perilaku  pendidikan, komunikasi, manajemen, kepemimpinan, dsb. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

40 Ruang lingkup berdasarkan dimensi t4 pelaksanaan
Dimensi aspek sasaran yankes Dimensi tempat pelaksanaan promkes Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

41 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
1. Dimensi aspek sasaran yankes Secara garis besarnya tdpt 2 jenis yankes, yaitu: Pelayanan preventif dan promotif Adalah pelayanan bagi kelompok masy sehat, agar ttap sehat dan meningkat kes.nya. Dilaksanakan olh kelompok profesi kes. Pelayanan kuratif dan rehabilitatif Pelayanan klp masy sakit, agar sembuh dan pulih kes.nya. Dilaksanakan olh klp profesi kedokteran Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

42 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Berdasarkan jenis aspek yankes ini, promkes mencakup 4 pelayanan, yaitu : Promkes pd tingkat promotif Promkes pd tingkat preventif Promkes pd tingkat kuratif Promkes pd tingakat rehabilitatif Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

43 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Promkes pd tingkat promotif == sasaran : kelompok org sehat == Tujuan : mampu mningkatkan kesehatannya  Dalam st survai di negara2 berkembang, dlm suatu populasi terdapat antara 80%-85% org yg benar2 sehat  jk klp ini tdk mperoleh promkes maka kelompok sakit akan meningkat jumlahnya. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

44 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Promkes pd tingkat preventif == Sasaran : klp org sehat dan berisiko tinggi (bumil dan busui, prokok, klp obesitas, pekerja seks, dsb) == Tujuan : mencegah klp2 tsb agar tdk jatuh/ mjd sakit (Primary prevention) Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

45 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Promkes pd tingkat kuratif == Sasaran : Para penderita penyakit (pasien), terutama penderita penyakit kronis (asma, DM, TBC, rematik, hipertensi, dsb. == Tujuan : agar klp tsb mampu mencegah penyakit tsb tdk menjadi lbh parah (Secondary Prevention) Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

46 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Promkes pd tingkat rehabilitatif == Sasaran : klp penderita atau pasien yg baru sembuh (recovery) dr suatu penyakit. == Tujuan : agar mrk segera pulih kembali kes.nya, dan atau mengurangi kecacatan seminimal mungkin,  pemulihan dan mencegah kecacatan akibat penyakitnya (Tertiary Prevention) Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

47 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
2. Dimensi tempat pelaksanaan promkes Promkes pd tatanan keluarga (RT) Promkes pd tatanan sekolah Promkes pd t4 kerja Promkes di t4 umum (TTU) Pendkes di institusi yankes Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

48 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Promkes pd tatanan keluarga (RT) Teori pendidikan  keluarga adalah t4 persemaian manusia sbg anggota masy. == Sasaran : orangtua, terutama ibu Ibu lbh berperan dlm meletakkan dasar perilaku sehat pd anak2 mrk sejak lahir Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

49 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Promkes pd tatanan sekolah Sekolah mrpkn perpanjangan tangan keluarga == Sasaran : guru Guru memperoleh pelatihan2 ttg kes dan promkes, selanjutnya guru meneruskan ke murid2nya. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

50 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Promkes pd t4 kerja T4 kerja adalah t4 dmn org dewasa mperoleh nafkah untuk kehidupan keluarganya. == Sasaran pimpinan perusahaan Memfasilitasi t4 kerja yg kondusif bagi karyawan (tersedia air bersih, t4 pembuangan ktoran, t4 sampah, kantin, ruang tempat istirahat, dsb) Apabila perusahaan menempatkan karyawan di tempat produksi (pabrik), harus tersedia APD (masker, sarung tanga, sepatu khusus, topi, helm, dsb). Menyediakan unit k3, pemasangan poster, selebaran, leaflet utk menjaga k3 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

51 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Promkes di t4 umum (TTU) == menyediakan fasilitas yg dapat mendukung perilaku sehat bagi pengunjungnya, mis: t4 sampah, t4 cuci tangan, prokok/non perokok, kantin, dsb ==pemasangan leaflet yg berisi cara2 menjaga kes or kebersihan Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

52 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Pendkes di institusi yankes == Pelaksanakan promkes di institusi yankes dpt dilakukan baik csr individual olh nakes kpd para pasien atau keluarga pasien, atau dapat dilakukan thdp klp2, mis klp penderita t3. == Promkes dpt jg dilakukan scr massal, yakni seluruh pengunjung yankes.  Leaflet ttg informasi penyakit atau masalah kes dan cara pencegahan serta perawatannya. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

53 Metode dan tehnik promkes
Individual  councelling Kelompok Kelompok kecil ( Diskusi,curah pendapat, bermain peran , dll ) Kelompok besar ( ceramah, seminar, dll ) Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

54 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
c. Massal  sulit karena sasarannya sangat variatif perlu metoda promkes untuk massa. ceramah umum Penggunaan media elektronik Penggunaan media cetak Penggunaan media diluar ruang Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

55 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Promkes pada ibu hamil Promosi kesehatan pada tingkat preventif Promkes pada ibu hamil perlu dilakukan  ibu hamil termasuk kedalam kelompok resti Tujuan utama  Mencegah agar ibu hamil tersebut tidak sakit. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

56 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Strategi untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil Program- program : Bidan desa Polindes Posyandu  ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan kehamilannya  mendeteksi kelainan kehamilan secara dini. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

57 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Pada saat kunjungan ibu kepada petugas kesehatan diberikan : - makan ibu Tablet tambah darah Pemeriksaan kadar HB ibu hamil Imunisasi TT Agar semua ibu hamil mendapat pelayanan kesehatan ( terutama untuk keluarga yg ekonomi rendah )  askeskin Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

58 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Kelemahan Dari usaha- usaha yang ada ( program ) saat ini masih belum menunjukkan hasil yang maksimal Masih ada ibu hamil yang tidak memanfaatkan pelayanan yg ada masih tingginya angka kesakitan dan kematian ibu hamil. Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

59 Penyebabnya : Kurangnya motivasi petugas kes dalam melaksanakan program ( bekerja ketika ada proyek khusus ) Kurang baik dalam pelaksanaan strategi promkes : Advokasi Dukungan sosial Pemberdayaan masyarakat  Rumusan WHO 1994 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

60 Startegi meningkatkan promkes ibu hamil.
Meningkatkan kesadaran dan motivasi berbagai pihak terkait untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil. Meningkatkan pelaksanaan strategi promkes : yang telah dirumuskan oleh WHO 1994 Advokasi Dukungan sosial Pemberdayaan masyarakat

61 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
Contoh Kasus Kabupaten A terdiri dari 8 kecamatan dan 80 desa, setiap musim kemarau, 5 hari 8 kecamatan tsb selalu kekurangan air. Sehingga terjadi kasus diare yang melanda hampir seluruh desa (55%) sumber air adalah sungai, sumur gali. Belum semua keluarga punya jamban, sumur dan kebiasaan macasyarakat mandi, cuci masih di sungai. Pekerjaan penduduk petani, pedagang dan buruh Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat

62 Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat
TERIMA KASIH Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat


Download ppt "Sesi 4: KONSEP PROMOSI KESEHATAN"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google