Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TOPIK 1 PENDEKATAN DAN SISTEMATIKA FILSAFAT Kelompok 1: Fega Arif Rahmayanto( ) Putri Zunia Norviana( ) Kurnia Aqsho Novina ( )

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TOPIK 1 PENDEKATAN DAN SISTEMATIKA FILSAFAT Kelompok 1: Fega Arif Rahmayanto( ) Putri Zunia Norviana( ) Kurnia Aqsho Novina ( )"— Transcript presentasi:

1 TOPIK 1 PENDEKATAN DAN SISTEMATIKA FILSAFAT Kelompok 1: Fega Arif Rahmayanto(1401417335) Putri Zunia Norviana(1401417357) Kurnia Aqsho Novina (1401417374)

2 Tujuan Perkuliahan Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian filsafat Mahasiswa dapat menjelaskan metode dalam filsafat Mahasiswa dapat menjelaskan yang dimaksud dengan ontology Mahasiswa dapat menjelaskan yang dimaksud dengan epistimologi Mahasiswa dapat menjelaskan yang dimaksud dengan aksiologi

3 Peta Konsep Filsafat Pengertian filsafat Metode filsafat ontology epistimologi aksiologi

4 Pengertian Filsafat Filsafat secara Etimologi Kata filsafat yang dalam Bahasa Arab falsafah yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan istilah philoshopy, adalah berasal dari Bahasa Yunani Philoshopia. Kata Philoshopia terdiri atas kata philein yang berarti cinta (love) dan shopia yang berarti kebijaksanaan (wisdom), sehingga secara etimologi filsafat berarti cinta kebijaksanaan (love of wisdom).

5 Filsafat secara Terminologi Plato: Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli. Aristoteles: Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang didalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat keindahan). Al Farabi: Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) tentang hakikat bagaimana alam maujud yang sebenarnya. Rene Descartes: Filsafat adalah kumpulan semua pengetahuan dimana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan.

6 Dapat disimpulkan bahwa : Filsafat adalah imu pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu yang ada secara mendalam dengan menggunakan akal sampai pada hakikatnya.

7 Metode filsafat Runes dalam dictionary of philosophy sebagaimana dikutip oleh Anton Bakker telah dikembangkan 10 metode filsafat yang dapat disusun menurut garis historisnya: a.Metode kritis: Socrates, Plato. Bersifat analisis istilah dan pendapat. b. Metode intuitif: Plotinus, Bergson. Dengan jalan instropeksi intuitif dan dnegan pemakaian symbol-simbol diusahakan pembersihan intelektual (bersama dengan penyucian moral) sehingga tercapai suatu penerangan pikiran. c. Metode skolastik: Aristoteles, Thomas Aquinas, filsafat abad pertengahan. Bersifat sintetis deduktif. Dengan bertitik-tolak dari definisi atau prinsip yang jelas dengan sendirinya, ditarik berbagai kesimpulan.

8 d. Metode geometris : Rene Descartes dan pengikutnya Melalui analisis mengenai hal-hal kompleks, dicapai intuisi akan hakikat-hakikat “sederhana” (ide terang dan berbeda dari yang lain); dari hakikat itu dideduksikan secara matematis segala pengertian lainnya. e.Metode empiris: Hobbes, Locke, Barkeley, david Hume Hanya pengalamanlah menyajikan pengertian benar, maka semua pengertian (ide-ide) dalam intropeksi dibandingkan dengan cerapan-cerapan (impresi) dan kemudian disusun bersama secara geometris. f. Metode transcendental: Immanuel Kant, Neo-Skolastik Bertitik tolak dari tepatnya pengertian tertentu, dengan jalan analisis diselidiki syarat-syarat apriori bagi pengertin sedemikian.

9 g. Metode fenomenologis: Husserl, Eksistensialisme Dengan jalan beberapa pemotongan sistematis (reduction), refleksi atas fenomin dalam kesadaran mencapai penglihatan hakikat-hakikat murni. h. Metode Dialektis: Hegel, Marx Dengan jalan mengikuti dinamis pemikiran atau alam sendiri, menurut triade tesis, antitesis, sintesis dicapai hakikat kenyataan. i.Metode Neo-Positivistis Kenyataan dipahami menurut hakikatnya dengan jalan mempergunakan aturan-aturan seperti berlaku pada ilmu pengetahuan posistif ( eksakta) j. Metode analitika Bahasa: Wittgenstein Dengan jalan analisis pemakaian bahasa sehari-hari ditentukan sah atau tidaknya ucapan-ucapan filosofis (Anton Bakker, 1984, hlm. 21-21)

10 Ontology Tokoh yang membuat istilah ontology adalah Christian Wolff (1677-1714), istilah ontology berasal dari Bahasa Yunani, yaitu ta onta berarti “yang berada”, dan logi yang berarti ilmu pengetahuan atau ajaran. Dengan demikian ontology adalah ilmu pengetahuan atau ajaran tentang yang berada.

11 Menurut Ali Mudhofir (1996) ada tiga pandangan: 1. Keberadaan dipandang dari segi jumlah (kuantitas) Keberadaan dipandang dari segi jumlah (kuantitas) artinya berapa banyak kenyataan yang paling banyak itu. Pandangan ini melahirkan beberapa aliran : Monisme Aliran yang menyatakan bahwa hanya satu kenyataan fundamental. Kenyataan tersebut berupa jiwa, materi, Tuhan atau substansi lainnya yang tidak dapat diketahui. Dualisme (Serba dua) Aliran yang menganggap adanya dua substansi yang masing-masing berdiri sendiri. Pluralisme (serba banyak) Aliran yang tidak mengakui adanya satu substansi atau dua substansi melainkan banyak substansi.

12 2. Keberadaan dipandang dari segi sifat (kualitas) Spiritualisme, ajaran yang menyatakan bahwa kenyataan yang terdalam adalah roh (pneuma, Nous, Reason, Logos), yakni roh yang mengisi dan mendasari seluruh alam. Materialisme, pandangan yang menyatakan bahwa tidak ada sesuatu yang nyata kecuali materi. 3. Keberadaan dipandang dari segi proses, kejadian, atau perubahan Mekanisme, menyatakan bahwa semua gejala dapat dijelaskan berdasarkan asas-asas mekanik (mesin). Teleologi (serba-tujuan), berpendirian bahwa yang berlaku dalam kejadian alam bukanlah kaidah sebab-akibat, akan tetapi sejak semula memang ada sesuatu kemauan atau kekuatan yang mengarahkan alam ke suatu tujuan. Vitalisme, memandang bahwa kehidupan tidak dapat sepenuhnya dijelaskan secara fisika-kimiaw

13 Epistimologia Epistemologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, ilmu pengetahuan. Epistemologi meneliti sumber pengetahuan, proses dan syarat terjadinya pengetahuan, batas ilmu pengetahuan. Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi, yaitu: – Tentang sumber pengetahuan manusia. – Tentang teori kebenaran pengetahuan manusia – Tentang watak pengetahuan manusia.

14 Aksiologia Aksiologi adalah teori nilai, yaitu sesuatu yang diinginkan, disukai atau yang baik. Aksiologi menyelidiki pengertian, jenis, tingkatan, sumber dan hakikat nilai secara kesemestaan.

15 Bahan Diskusi Kel 1 dan 4 -Jelaskan hakikat filsafat menurut kalian sendiri dengan jelas dan mudah dipahami Kel 2 dan 5 -Jelaskan metode dalam filsafat secara jelas, serta jelaskan hakikat ontologi agar mudah dipahami Kel 3 dan 6 - Jelaskan hakikat dari estimologi dan aksiologi secara gamblang dan mudah dicerna menurut kelompok kalian!

16


Download ppt "TOPIK 1 PENDEKATAN DAN SISTEMATIKA FILSAFAT Kelompok 1: Fega Arif Rahmayanto( ) Putri Zunia Norviana( ) Kurnia Aqsho Novina ( )"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google