Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

dr. Imtihanah Amri,M.Kes, SpAn

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "dr. Imtihanah Amri,M.Kes, SpAn"— Transcript presentasi:

1 dr. Imtihanah Amri,M.Kes, SpAn
ANESTESI LOKAL dr. Imtihanah Amri,M.Kes, SpAn

2 Anestesi lokal Obat yang menghambat rangsangan saraf secara reversibel bila dikenakan secara lokal pada jaringan saraf dengan kadar cukup

3 SIFAT-SIFAT FISIKOKIMIAWI
Konsentrasi minimal anestesi lokal (analog MAC) dipengaruhi oleh : Ukuran, jenis dan mielinisasi saraf. pH (Asidosis menghambat blokade saraf). Frekwensi stimulasi saraf 2. Potensiasinya. (Potency): Dipengaruhi kelarutan dalam lemak. Makin larut, makin poten.

4 3. Mula kerjanya (latency, onset time), dipengaruhi oleh:
pKa menentukan berapa banyak yang diionisasi dan berapa banyak yang tidak diionisasi. Makin tinggi pKa, maka makin kurang bentuk basa yang tidak terionisasi. Karena hanya obat yang tidak terionisasi yang dapat penetrasi ke dalam membran saraf, maka makin rendah pKa, makin cepat mula kerjanya. Alkalinisasi anestetika lokal Konsentrasi anestetika lokal

5 4. Masa/lama kerjanya (duration of effect).
Ikatan dgn protein plasma, reseptor anestesi lokal adalah protein Kecepatan absorbsi Sebanding dengan banyaknya vaskularisasi. Tingkat absorbsi : intravena > trakeal > interkostal > kaudal > para servikal > epidural > pleksus brakialis > skiatik > subkutan. Banyaknya pembuluh darah perifer di daerah pemberian.

6 STRUKTUR KIMIA Golongan Ester - COO - Relatif tidak stabil
Dipecah secara hidrolisis dalam larutan dan di dalam plasma oleh pseudokolinesterase setelah penyuntikan Oleh karena itu larutan tersebut memiliki masa kerja (shelf-life) yang relatif pendek dan sulit disterilisasi karena tidak bisa dipanaskan Karena dipecahkan di dalam plasma, maka secara relatif non-toksik jika proses ini terjadi dengan cepat, seperti pada prokain dan kloroprokain

7 STRUKTUR KIMIA Golongan Amide -NHCO -
Ikatan amide lebih stabil daripada ester Dalam larutan tahan terhadap sterilisasi panas dan perubahan pH (yang diperlukan pada saat penambahan epinefrin). Golongan ini tidak dipecahkan di dalam plasma dan dimetabolisme di hati

8 CARA KERJA (MODE OF ACTION)
Obat bekerja pada reseptor spesifik pada natrium channel Mencegah peningkatan permeabilitas sel saraf terhadap ion natrium dan kalium, sehingga terjadi depolarisasi pada selaput saraf dan hasilnya tak terjadi konduksi saraf

9 Pusat kerja : membran sel
MK : Memblokir konduksi impuls dgn jalan mencegah kenaikan permeabilitas membran sel thd ion Na+ ( yg berperan pada potensial aksi saraf ) 2. Secara bersamaan akan meningkatkan ambang rangsang, mengurangi eksitabilitas sel sehingga kelancaran hantaran jadi terhambat.

10 Dalam memilih obat anestetik lokal dengan konsentrasi yang sesuai, faktor-faktor yang harus diperhatikan adalah : Saraf spesifik yang akan diblok. Mula kerja atau latency Masa kerja (durasi) yang dibutuhkan

11 ANESTESI LOKAL YANG IDEAL
Poten dan bersifat sementara (reversible). Tak menimbulkan reaksi lokal, sistemik atau alergik. Mula kerja cepat dengan durasi memuaskan. Stabil dan dapat disterilkan. Harga murah.

12 LIDOKAIN Derivat asetanilida
Pilihan utama anestesi permukaan maupun infiltrasi Ansetetik lokal kuat untuk topikal dan suntikan Mula kerja cepat dan lebih stabil Melewati sawar darah otak

13 Toksisitas sistemik dari obat-obat anestetik lokal
Konsentrasi obat Vaskularisasi di tempat suntikan Absorbsi obat Dosis Jenis obat yang digunakan. Obat-obat dengan toksisitas yang paling rendah adalah prilokain, mepivakain, kloroprokain, dan prokain dibandingkan dengan obat-obat lainnya. Kecepatan penyuntikan

14 Penambahan epinefrin, maka puncak konsentrasi dapat diturunkan 20%-50% akan mengurangi insiden intoksikasi, juga dapat memperpanjang masa kerja serta lapangan operasi bersih Hipersensitivitas Usia Keadaan umum Berat badan

15 Penambahan Vasokonstriktor
Kebanyakan AL bersifat vasodilatator, kec : kokain. Oleh karenanya AL perlu dikombinasikan dengan penambahan vasokonstriktor. Tujuan Pe+an Vasokonstriktor : Menunda transport AL keluar dan dgn demikian memperpanjang waktu kerja. Untuk mengurangi toksisitas sistemik.

16 Kontraindikasi Vasokontriktor
Tidak diperbolehkan pada operasi yang pasokan darahnya besar. Ex : kepala, leher, anus dan daerah urogenital. Coz, tjd absorpsi yg cepat dan serentak dari AL & vasokonstriktor shg toksisitas meningkat. 2. Pada daerah yang pasokan darahnya sedikit. Ex : jari2 kaki & tangan, hidung, kuping Coz, bisa terjadi gangren.

17 Tanda-tanda dan Gejala-gejala Toksisitas
Sistem Saraf Pusat (SSP) : Numbness of the mouth and tongue. Lightheadedness. Tinnitus Visual disturbance. Irrational behavior and speech. Muscle twitching. Unconsciousness. Generalized convulsion. Coma. Apnoea.

18 Sistem kardiovaskular :
Intoksikasi kardiovaskular menyebabkan : Depresi / lambatnya konduksi otot jantung (otomatisasi miokard) Depresi / melemahnya otot jantung (kontraktilitas miokard) Vasodilatasi perifer.

19 Sistem pernapasan : Relaksasi otot polos bronkus. Henti nafas akibat paralise saraf frenikus, paralise interkostal atau depresi langsung pusat pengaturan nafas.  Sistem muskolosletal : Bersifat miotoksik (bupivacain > lidokain > prokain).Tambahan adrenalin beresiko kerusakan saraf. Regresi dalam waktu 3 – 4 minggu Imunologi : Golongan ester menyebabkan reaksi alergi lebih sering karena merupakan derifat PABA.

20 Pencegahan Terhadap Toksisitas
Gunakan dosis anjuran (hafal dosis maksimal). Aspirasi berulang-ulang setiap obat disuntikkan. Gunakan test dose yang mengandung epinefrin. Jika dibutuhkan obat dalam dosis besar atau jika obat diberikan secara IV, (misalnya untuk anestesi regional IV) gunakan obat dengan toksisitas rendah, dan berikan secara bertahap dan gunakan waktu yang lebih lama sampai mencapai dosis total.

21 Obat harus selalu disuntikkan secara perlahan-lahan (jangan lebih cepat dari 10 ml/menit) dan pertahankan kontak verbal dengan pasien, yang dapat melaporkan gejala-gejala ringan sebelum seluruh dosis yang harus diberikan masuk.

22 Pengobatan intoksikasi :
Berikan Oksigen, jika perlu dengan pernapasan buatan menggunakan bag dan mask. Hentikan konvulsi jika berlanjut sampai detik. Berikan antikonvulsan IV, misal thiopental mg atau diazepam mg. Thiopental merupakan pilihan utama karena efeknya lebih cepat, oleh karena itu seyogyanya sudah tersedia sebelum penggunaan anestetik lokal

23 TERIMA KASIH


Download ppt "dr. Imtihanah Amri,M.Kes, SpAn"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google