Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Model Pengambilan Keputusan (1)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Model Pengambilan Keputusan (1)"— Transcript presentasi:

1 Model Pengambilan Keputusan (1)
SI403 Riset Operasi Suryo Widiantoro, MMSI, M.Com(IS)

2 Capaian pembelajaran materi perkuliahan
Mahasiswa mampu menggunakan model- model pengambilan keputusan untuk mengelola proses dan rantai pasok

3 Topik Bahasan Break even analysis Preference matrix

4 Pembuatan keputusan melibatkan langkah dasar :
Manajer Operasi membuat beberapa keputusan saat mereka bekerja mengelola proses dan rantai pasok (supply chain) Pembuatan keputusan melibatkan langkah dasar : Mengenali dan secara jelas mendefinisikan masalah Mengumpulkan informasi untuk menganalisis alternatif-alternatif yang memungkinkan Memilih dan mengimplementasi pilihan alternatif yang paling layak

5 Atau menggunakan prosedur yang lebih formal
Caranya: Berpikir dengan keras di dalam ruangan yang tenang Berinteraksi dengan orang lain Atau menggunakan prosedur yang lebih formal Prosedur formal Analisis break-even Matriks preference Teori keputusan (decision theory) Pohon keputusan (decision tree)

6 Pada pertemuan ini akan dibahas mengenai:
Break-even analysis membantu manajer untuk mengidentifikasi seberapa banyak perubahan dalam volume atau permintaan yang diperlukan sebelum alternatif kedua menjadi lebih baik daripada alternatif pertama Preference matrix membantu manajer berurusan dengan multi kriteria yang tidak dapat dievaluasi dengan sebuah pengukuran tunggal, seperti total keuntungan (profit) atau kerugian/biaya (cost)

7 Break even analysis

8 mengevaluasi sebuah ide untuk produk atau layanan yang baru, atau
Penentuan volume penjualan hingga produk atau layanan tersebut menjadi impas digunakan untuk: mengevaluasi sebuah ide untuk produk atau layanan yang baru, atau menilai kinerja produk atau layanan yang ada Break even quantity  volume dimana total pemasukan (revenue) sama dengan total biaya Hal ini dilakukan dengan menggunakan teknik yang disebut break-even analysis Break-even analysis juga dapat digunakan untuk membandingkan proses dengan mencari volume dimana 2 proses yang berbeda memilik total biaya yang sama besarnya

9 Break-even analysis didasarkan pada asumsi bahwa semua biaya (cost) yang berhubungan dengan produksi produk atau layanan tertentu terbagi menjadi 2 kategori Bagian dari total biaya yang berubah (misalnya: biaya per unit untuk material, pekerja, dan terkadang overhead) mengikuti volume output. Bila Q = volume unit yang dihasilkan atau pelanggan yang dilayani setiap tahun, maka total variable cost = cQ Kategori biaya (cost) Variable cost (c) Fixed cost (F) Bagian dari total biaya yang tetap konstan (misalnya: biaya tahunan untuk menyewa atau membeli peralatan dan fasilitas baru (termasuk depresiasi, bunga, pajak, dan asuransi), gaji, utilitas, dan sebagian anggaran penjualan atau iklan) walau volume output berubah

10 Untuk menghasilkan sebuah layanan atau barang dibutuhkan total biaya (total cost)  fixed cost ditambah variable cost dikalikan dengan volume Variable cost per unit diasumsikan adalah sama walaupun nilai Q besar atau kecil, sehingga biaya total adalah linear Bila disumsikan bahwa semua unit yang dihasilkan terjual, maka total pemasukan tahunan (total annual revenue)  pemasukan per unit yang terjual (p) dikali volume yang terjual (Q)

11 Break-even quantity juga dapat ditentukan secara grafis:
Bila ditetapkan total pemasukan (total revenue) sama dengan biaya total, maka diperoleh titik break-even quantity berikut Break-even quantity juga dapat ditentukan secara grafis: biaya dan pemasukan memiliki hubungan linear break-even quantity adalah titik dimana garis total revenue berpotongan dengan garis total cost

12 Contoh #1 Sebuah rumah sakit mempertimbangkan sebuah perawatan baru yang ditawarkan dengan harga $200 per pasien. Fixed cost per tahun adalah sekitar $100,000, dengan variable cost total sebesar $100 per pasien. Hitung berapa break-even quantity untuk perawatan baru ini?  Gunakan cara matematis dan grafis

13 cara matematis Pembahasan: Q = F : (p – C) = $ : ($200/pasien - $100/pasien) = pasien cara grafis

14 CATATAN! Break-even analysis
tidak dapat memberitahu manajer apakah mengejar sebuah ide produk atau layanan baru atau menghentikan yang sudah ada hanya memperlihatkan kemungkinan apa yang akan terjadi untuk berbagai tingkat volume biaya dan penjualan (sales) Untuk mengevaluasi pertanyaan “what-if” maka digunakan sebuah pendekatan yang disebut sensitivity analysis  sebuah teknik yang secara sistematis mengubah parameter di dalam sebuah model untuk menentukan dampak/pengaruh dari perubahan tersebut

15 Contoh #2 Diyakini kemungkinan pesimis perkiraan penjualan (sales forecast) dari perawatan baru seperti yang terlihat di diagram pada contoh #1 adalah 1,500 pasien. Berapakan total kontribusi perawatan baru tersebut terhadap keuntungan dan biaya operasi per tahun?

16 Pembahasan: Total kontribusi = total pemasukan – total biaya = pQ – (F + cQ) = * $200 – ($ $100 * 1.500) = $ – ($ $ ) = $50.000

17 Mengevaluasi Proses Pilihan harus dibuat di antara 2 proses atau antara proses internal dan pembelian layanan/material dari luar Asumsikan bahwa pilihan tidak berpengaruh terhadap pendapatan (revenue) Manajer perlu untuk mempelajari semua biaya dan manfaat/keuntungan (advantage) dari setiap pilihan mencari jumlah (quantity) dimana biaya total untuk kedua alternatif pilihan adalah sama

18  total biaya (total cost) untuk “buy” adalah Fb + cbQ
Keputusan buat-atau-beli (make-or-buy decision)  mencari jumlah (quantity) dimana biaya total untuk “buy” sama dengan biaya total untuk “make” Bila Fb adalah fixed cost (per tahun) dari pilihan “buy”, Fm adalah fixed cost dari pilihan “make”, cb adalah variable cost (per unit) dari pilihan “buy”, cm adalah variable cost dari pilihan “make”,  total biaya (total cost) untuk “buy” adalah Fb + cbQ  total biaya untuk “make” adalah Fm + cmQ

19 Untuk menentukan break-even quantity, maka dibuat fungsi persamaan dari keduanya untuk mendapatkan nilai Q

20 Pilihan “make” harus dipertimbangkan, dengan mengabaikan faktor kualitatif, hanya apabila variable cost lebih rendah daripada pilihan “buy” Alasannya adalah bahwa fixed cost untuk membuat layanan atau produk biasanya lebih tinggi daripada fixed cost untuk membeli Pilihan “buy” adalah lebih baik apabila volume produksi kurang daripada break-even quantity Apabila lebih besar maka pilihan “make” menjadi pilihan yang lebih baik

21 Contoh #3 Manajer restoran ABC ingin menambah menu salad di restorannya. Untuk kedua pilihan (make-or-buy), harga yang ditawarkan sama. Pilihan “make” berarti membuat bar salad berisi sayur, buah, dan topping serta membiarkan pelanggan mengambil salad sendiri: Bar salad harus disewa dan pekerja tambahan harus dibayar. Manajer menghitung fixed cost $ dan variable cost $1,5 per salad. Pilihan “buy” berarti menyiapkan salad paket untuk dijual: Paket dibeli dari pemasok lokal seharga $2 per salad. Perlu memasang kulkas tambahan dengan annual fixed cost $2.400. Manajer memperkirakan penjualan salad adalah per tahun. Hitunglah jumlah (quantity) untuk make-or-buy! Pilihan mana yang sebaiknya diambil?

22 Pembahasan: Q = (Fm – Fb) : (cb – cm) = ($12. 000 – $2
Pembahasan: Q = (Fm – Fb) : (cb – cm) = ($ – $2.400) : ($2,0 – $1,5) = : 0,5 = salad Pertimbangan 1: Karena variable cost untuk “make” ($1,5) lebih kecil daripada untuk “buy” ($2), maka pilihan jatuh pada make Pertimbangan 2: Karena angka break even quantity masih di bawah dari angka volume produksi yang ditargetkan, maka pilihan yang sebaiknya diambil adalah make

23 Preference matrix

24 Pilihan terkadang harus dibuat dalam situasi dimana beberapa kriteria tidak dapat dileburkan ke dalam sebuah pengukuran tunggal saja (misalnya: $) Contoh: Seorang manajer dalam memutuskan di kota mana di antara pilihan 2 kota untuk menempatkan pabrik baru harus mempertimbangkan beberapa faktor yang tidak dapat dikuantifikasi, seperti kualitas hidup, perilaku pekerja, penerimaan masyarakat di kedua kota tersebut

25 Preference matrix  sebuah tabel yang memungkinkan manajer untuk menilai sebuah alternatif berdasarkan beberapa kriteria kinerja Kriteria diberi skor misalnya dari 1 (paling buruk) hingga 10 (paling baik), dengan catatan skor yang sama diberlakukan ke seluruh alternatif yang sedang dibandingkan Setiap skor diberi bobot sesuai dengan dianggap penting atau tidaknya, total bobot biasanya adalah 100 Total skor total adalah jumlah skor dikalikan bobot untuk semua kriteria Manajer dapat membandingkan skor untuk setiap alternatif satu dengan lainnya berdasarkan batas tertentu yang telah disepakati

26 CATATAN! Tidak semua manajer merasa cocok dengan teknik preference matrix Manajer perlu untuk menetapkan bobot kriteria sebelum memeriksa setiap alternatif, walaupun pembobotan yang layak belum tentu dapat dilakukan Mungkin setelah melihat skor untuk beberapa alternatif barulah kemudian manajer menentukan mana yang penting dan mana yang tidak

27 Contoh #4 Tabel berikut memperlihatkan kriteria kinerja, bobot, dan skor (1 = buruk, 10 = baik) untuk sebuah jenis produk baru Pimpinan ingin memperkenalkan hanya 1 produk baru dan total skor tertinggi dari setiap produk baru adalah 800 Haruskan perusahaan meneruskan membuat produk baru ini?. Kriteria Kinerja Bobot Skor Potensi pasar 30 8 Margin keuntungan unit 20 10 Kompatibilitas operasional 6 Keunggulan bersaing 15 Kebutuhan investasi 2 Resiko proyek 5 4

28 Pembahasan: Pertimbangan: Berdasarkan ketentuan pimpinan bahwa total skor adalah 800, maka total skor 750 belum dapat diterima, sehingga produk baru harus dihentikan Kriteria Kinerja Bobot Skor Total Potensi pasar 30 8 240 Margin keuntungan unit 20 10 200 Kompatibilitas operasional 6 120 Keunggulan bersaing 15 150 Kebutuhan investasi 2 Resiko proyek 5 4 Total Skor 750

29 LATIHAN#2 MODEL KEPUTUSAN (1)

30 Soal 1 Seorang peneliti telah membuat rancangan sebuah alat baru untuk mendeteksi gelombang tsunami. Sebelum melakukan produksi secara komersil, si peneliti ingin memastikan bahwa alat tersebut akan laku di pasaran. Variable cost dihitung sebesar $7 per unit alat yang diproduksi. Sedangkan fixed cost telah ditentukan sekitar $ per tahun. Bila harga jual = $25 per unit, tentukan berapa unit yang harus diproduksi dan dijual agar mencapai break even Perkiraan penjualan tahun pertama adalah unit bila harga dipatok = $15. dalam kondisi ini, hitung berapa total kontribusi terhadap keuntungan di tahun pertama Catatan: Gunakan pendekatan matematis

31 Soal 2 Sebuah pabrik memesan komponen produk dari pemasok lokal dengan harga $1.500 per unit. Kebutuhan komponen tersebut per tahun adalah 750 unit. Untuk mengurangi biaya maka si pemilik pabrik ingin membuat sendiri komponen tersebut dengan fixed cost sekitar $ per tahun, bahan mentah $1.100 per unit, dan upah pekerja $300 per unit yang diproduksi. Mana yang sebaiknya dipilih: make atau buy Hitung berapa break even quantity

32 Soal 3 Manajer sebuah pabrik sedang menyeleksi 3 ide produk baru: A, B, dan C. Karena sumberdaya terbatas maka hanya bisa dibuat 1 ide produk saja. Kriteria kinerja dan skor, dalam skala 1 (buruk) hingga 10 (baik), terlihat di tabel berikut: Bobot ditentukan sama rata untuk setiap kriteria kinerja pada tabel di atas. Tentukan mana produk terbaik berdasarkan metode preference matrix Kriteria Kinerja A B C Ketidakpastian permintaan dan resiko proyek 3 9 2 Kesamaan dengan produk yang ada 7 8 6 ROI yang diharapkan 10 4 Kompatibilitas dengan proses produksi Keunggulan bersaing 5

33 Soal 4 Seorang pengusaha sedang memilih 2 lokasi untuk membangun pabrik baru, yaitu di Batam atau Bintan. Setelah melakukan survei, ditemukan kriteria kinerja dan skor, dalam skala 1 (buruk) hingga 10 (baik) seperti pada tabel berikut: Lokasi mana yang sebaiknya dipilih Apabila bobot dibuat sama rata, apakah terjadi perubahan lokasi yang dipilih Kriteria Kinerja Bobot Batam Bintan Biaya konstruksi 10 1 2 Ketersediaan utilitas 8 6 Layanan bisnis 3 7 Biaya real estat 20 4 Kualitas hidup Transportasi 30

34 Terima Kasih


Download ppt "Model Pengambilan Keputusan (1)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google