Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Terjadinya sumber energi panas bumi di Indonesia serta karakteristiknya dijelaskan Budihardi (1998), yaitu ada tiga lempengan yang berinteraksi di Indonesia.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Terjadinya sumber energi panas bumi di Indonesia serta karakteristiknya dijelaskan Budihardi (1998), yaitu ada tiga lempengan yang berinteraksi di Indonesia."— Transcript presentasi:

1

2 Terjadinya sumber energi panas bumi di Indonesia serta karakteristiknya dijelaskan Budihardi (1998), yaitu ada tiga lempengan yang berinteraksi di Indonesia yaitu ; 1) Lempeng Pasifik 2) Lempeng India-Australia 3) Lempeng Eurasia Tumbukan antar lempeng India- Australia di selatan dan lempeng Eurasia di utara menghasilkan zona penunjaman di kedalaman 160 – 210km di bawah Pulau Jawa–Nusatenggara dan 100km di bawah Pulau Sumatera. Proses Terjadinya Energi Panas Bumi di Indonesia

3 Sistem yang terjadi di Indonesia umumnya merupakan sistem hidrothermal yang mempunyai temperatur tinggi (>225 o C), Pada dasarnya sistem panas bumi jenis hidrothermal terbentuk sebagai hasil perpindahan panas dari suatu sumber panas ke sekelilingnya yang terjadi secara konduksi dan secara konveksi. Adanya suatu sistem hidrothermal dibawah permukaan sering kali ditunjukkan oleh adanya menifestasi penes bumi di ermukaan seperti; mataair panas,kubangan lumpur panas, geyser. Sistem Hidrothermal

4 Energi Panas Bumi “Uap Basah” Pemanfaatan energi panas bumi yang ideal adalah bila panas bumi yang keluar dari perut bumi berupa uap kering, sehingga dapat digunakan langsung untuk menggerakkan turbin generator listrik. Namun uap kering yang demikian ini jarang ditemukan termasuk di Indonesia dan pada umumnya uap yang keluar berupa uap basah yang mengandung sejumlah air yang harus dipisahkan terlebih dulu sebelum digunakan untuk menggerakkan turbin

5 Energi Panas Bumi “Air Basah” Uap basah yang keluar dari perut bumi berupa air panas bertekanan tinggi. Untuk memanfaatkan jenis uap basah ini diperlukan separator untuk memisahkan anatar uap dan air. Uap yang dipisahkan diteruskan ke turbin untuk menggerakkan generator listrik dan air nya disuntikkan ke dalam bumi. Air panas dari perut bumi umumnya berupa air asin panas “brine” dan mengandung banyak mineral. Hal ini dapat menimbulkan penyumbatan pada pipa – pipa sistem pembangkit tenaga listrik. Sehingga dibutuhkan sistem biner (dua sistem utama yaitu wadah air panas sebagai sistem primernya dan sistem sekundernya berupa alat penukar panas yang akan menghasilkan uap untuk menggerakkan turbin)

6 Energi Panas Bumi “Batuan Panas” Energi jenis ini berupa batuan panas dalam perut bumi akibat berkontak dengan sumber panas bumi (magma). Energi ini harus diambil sendiri dengan cara menyuntikkan air ke dalam batuan panas dan dibiarkan menjadi uap panas, kemudian diusahakan dapat diamil sebagai uap panas untuk menggerakkan turbin. Karena letak sumber batuan panas jauh didalam perut bumi diperlukan teknik pengeboran khusus untuk pemanfaatannya.

7 Pada prinsipnya sama seperti PLTU, hanya pada PLTU uap dibuat di permukaan menggunakan boiler, sedangkan pada PLTP uap berasal dari reservoir panas bumi. Jika fluida di kepala sumur berupa fasa uap, maka uap tersebut dapat langsung dialirkan ke turbin dan turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak yang akan memutar generator sehingga dihasilkan energi listrik. PLTU PLTP

8 Apabila fluida panas bumi keluar dari kepala sumur sebagai campuran fluida dua fasa (fasa uap dan fasa cair) maka terlebih dahulu dilakukan proses pemisahan pada fluida. Hal ini dimungkinkan dengan melewatkan fluida ke dalam separator, sehingga fasa uap akan terpisahkan dari fasa cairnya. Fraksi uap yang dihasilkan dari separator inilah yang kemudian dialirkan ke turbin.

9  Uap dari sumur produksi mula-mula dialirkan ke steam receiving header (berfungsi menampung uap panas bumi). Pada steam receiving terdapat Vent structure (katup pelepas uap) yang berfungsi menjaga tekanan pasokan uap ke pembangkit bila terjadi perubahan pasokan dari sumur uap atau pembebanan dari pembangkit.  Karena uap panas bumi dari sumur uap tidak murni uap maka uap kemudian disalurkan ke separator yang berfungsi memisahkan partikel padat yang terbawa bersama uap.  Dari separator, masuk ke deminister. (berfungsi memisahkan butiran air dari uap pans bumi, untuk menghindari terjadinya vibrasi, erosi, dan pembentukan kerak pada sudu dan nozzle turbine)  Uap yang sudah bersih dialirkan menuju turbine melalui main steam valve.  Uap akan menggerakan turbin dan memutar generator dengan kecepatan 3000 rpm. keluaran generator berupa energi listrik dengan arus 3 phasa, frekuensi 50 Hz, dan tegangan 11,8 kV.  Agar bisa dipararelkan dengan sistem distribusi Jawa-Bali, tegangan listrik dinaikan hingga 150 kV melalui step-up transformer  Uap bekas memutar turbin dikondensasikan di dalam kondenser. Proses kondensasi terjadi akibat penyerapan panas oleh air pendingin yang diinjeksikan lewat spray-nozzle. level air kondensat dijaga dalam kondisi normal oleh cooling water pump, lalu didinginkan di cooling tower sebelum disirkulasi kembali  kelebihan air kondesat akan diinjeksikan kembali (reinjeksi) ke dalam reservoir melaluiinjection well. Reinjeksi dilakukan untuk mengurangi pengaruh pencemaran lingkungan, mengurangi ground subsidence, menjaga tekanan, serta recharge water bagi reservoir

10

11 1. Well Pad ( Sumur Produksi ) 2. Steam Receiving Header (tabung untuk pengumpul uap sementara) 3. Vent Structure (pelepas uap dengan peredam suara) 4. Separator (pemisah zat padat yang menyertai uap) 5. Demister (mengeliminasi butir air yang menyertai uap) 6. Turbin (penghasil gerak mekanik yang akan diubah ke energi listrik) 7. Generator (mengubah energi mekanik putaran poros ke energi listrik) 8. Trafo utama (step up trafo) 9. Switch yard (pemutus dan penghubung aliran listrik) 10. Kondensor (mengkondensasikan uap bekas dari turbin dengan kondisi tekanan hampa) 11. Main cooling water pump (memopakan air dr kondensator ke cooling tower untuk didinginkan) 12. Cooling Tower

12 KELEBIHAN Biaya operasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) lebih rendah dibandingkan dengan biaya operasi pembangkit listrik yang lain. Ramah lingkungan, energi yang clean. Mampu berproduksi secara terus menerus selama 24 jam, sehingga tidak membutuhkan tempat penyimpanan energi (energy storage). Tingkat ketersediaan (availability) yang sangat tinggi yaitu diatas 95%. Bebas emisi ( binary-cycle ). Tidak memerlukan bahan bakar. Harga yang kompetitive.

13 KELEMAHAN Tidak bisa diekspor ( unexportable resources ). Cairan bersifat korosif. Effisiensi agak rendah, namun karena tidak perlu bahan bakar, sehingga effisiensi tidak merupakan faktor yang sangat penting. Untuk teknologi dry steam dan flash masih menghasilkan emisi walau sangat kecil. Kelebihan dan Kelemahan Energi Panas Bumi

14  Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi adalah Pembangkit Listrik (Power generator) yang menggunakan panas bumi (Geothermal) sebagai energi penggeraknya.  PLTP memanfaatkan uap panas bumi sebagai pemutar generator.  Secara singkat Prinsip kerja PLTP : Panas tekanan tinggi digunakan untuk memutar turbin muncul beda potensial menghasilkan listrik.  Teknologi PLTP dibedakan menjkadi 3 yaitu dry steam, flash steam, dan binary cycle.

15


Download ppt "Terjadinya sumber energi panas bumi di Indonesia serta karakteristiknya dijelaskan Budihardi (1998), yaitu ada tiga lempengan yang berinteraksi di Indonesia."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google