Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAHASA DALAM TATA NASKAH DINAS

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAHASA DALAM TATA NASKAH DINAS"— Transcript presentasi:

1 BAHASA DALAM TATA NASKAH DINAS
Muhammad Hambali

2 BAGAIMANA BAHASA DALAM TATA NASKAH DINAS?
BAKU  SESUAI KAIDAH LOGIS SANTUN HEMAT DAN CERMAT  TIDAK BERTELE-TELE FORMAL  TIDAK MENGANDUNG KESAN PRIBADI

3 PEDOMAN PERATURAN PERUNDANGAN
Pasal 36 Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 25—45 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara. Permendikbud Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

4 ASPEK BAHASA DALAM TATA NASKAH DINAS
BENTUK: Ejaan, tanda baca, pilihan dan pembentukan kata, kalimat MAKNA: Kebenaran, kelogisan, kesantunan

5 MENGAPA ASPEK BAHASA PENTING?

6 Koperasi Nelayan itu didirikan oleh seorang tokoh masyarakat bernama Drs. Karyadi, M.A.

7 HUBUNGAN EJAAN DAN MAKNA KALIMAT
Dalam hal penataan administrasi di kantor ini, peran Ibu Siti Fatimah tidak dapat diremehkan. Dalam hal penataan administrasi di kantor ini, peran ibu Siti Fatimah tidak dapat diremehkan. APA PERBEDAAN DUA KALIMAT DI ATAS?

8 APA SAJA KAIDAH YANG DIGUNAKAN UNTUK TATA NASKAH DINAS?
Ejaan, tanda baca, pembentukan kata PUEBI Kata baku KBBI Format dan struktur Buku Pedoman Tata Naskah Dinas UB

9 ASPEK BAHASA YANG SERING DIGUNAKAN: 1. HURUF KAPITAL

10 PEMAKAIAN HURUF KAPITAL
Huruf pertama awal kalimat Contoh: Saya membaca. Huruf pertama unsur nama orang Contoh: Dewi Sartika Huruf pertama nama agama, kitab suci, Tuhan Contoh: Islam, Kristen, Allah, Alquran Huruf pertama unsur nama gelar (gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, maupun akademik) Contoh: Doktor Irfan

11 PEMAKAIAN HURUF KAPITAL (lanjutan)
Huruf pertama unsur jabatan atau pangkat yang diikuti nama Contoh: Profesor Supomo Huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa Contoh: bahasa Indonesia, suku Jawa Huruf pertama nama bulan, tahun, hari, dan hari besar atau hari raya Contoh: hari Senin, bulan November, tahun Hijriah

12 PEMAKAIAN HURUF KAPITAL (lanjutan)
Huruf pertama nama peristiwa sejarah Contoh: Konferensi Asia-Afrika Huruf pertama nama geografi Contoh: Jalan Veteran, Pulau Bali Huruf pertama semua kata dalam nama negara, lembaga, organisasi dan dokumen, kecuali kata depan dan kata hubung Contoh: Undang-Undang Guru dan Dosen Peraturan Rektor tentang Remunerasi Huruf pertama singkatan gelar atau pangkat Contoh: Prof. Maryaeni, S.H., M.Hum.

13 ASPEK BAHASA YANG SERING DIGUNAKAN: 2. TANDA BACA

14 Penulisan hari dan tanggal  tanda koma
Contoh: hari, tanggal (√) hari/tanggal (x) Penulisan sampai dengan  tanda pisah Contoh: pukul 09.00—10.00 (√) pukul (x)

15 Perihal tanda titik Tanda titik tidak digunakan di belakang tanggal dan alamat penerima surat Contoh: Jl. Veteran Malang (√) Jl. Veteran Malang. (x) Tanda titik tidak digunakan pada angka atau huruf yang sudah bertanda kurung Contoh: (1) meja (√) (1). Meja (x)

16 ASPEK BAHASA YANG SERING DIGUNAKAN: 3. SINGKATAN DAN AKRONIM

17 PENULISAN SINGKATAN Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti tanda titik pada setiap unsur singkatan itu Contoh: W.R. Supratman M.Hum. Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti dengan tanda titik Contoh: hlm. Yth. dsb.

18 PENULISAN SINGKATAN (lanjutan)
Singkatan yang terdiri atas huruf awal pada nama lembaga, badan, organisasi, atau nama dokumen resmi ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik Contoh: DPR UB Singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata yang bukan nama diri ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik Contoh: PT NIP KTP

19 PENULISAN SINGKATAN (lanjutan)
Akronim nama diri yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik Contoh: LIPI BIN Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dai deret kata ditulis dengan huruf awal kapital Contoh: Kemristekdikti Bappenas

20 PENULISAN SINGKATAN (lanjutan)
Akronim bukan nama diri yang berupa gabungan huruf awal dan suku kata atau gabungan suku kata ditulis dengan huruf kecil tanpa tanda titik Contoh: pemilu rapim tilang

21 KESALAHAN YANG SERING TERJADI PADA NASKAH DINAS: ASPEK BAHASA

22 PENGGUNAAN KATA YANG TIDAK PERLU PENGGUNAAN SIMBOL YANG TIDAK BAKU

23 PILIHAN KATA YANG SALAH
PENGGUNAAN TANDA BACA YANG SALAH

24 PENULISAN PEMBENTUKAN di-
PENGGUNAAN TANDA BACA PENULISAN PEMBENTUKAN di-

25 PENULISAN di- YANG DIRANGKAI
BENTUK AKTIF BENTUK PASIF membaca dibaca menulis ditulis menarik ditarik memeluk dipeluk BANDINGKAN merumah? di rumah memeja? di meja membawah? di bawah menyana? di sana mengantaranya? di antaranya

26 PENULISAN SINGKATAN

27 MACAM-MACAM KALIMAT PENUTUP DI TATA NASKAH DINAS UB
Demikian, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Demikian atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih. Demikian atas perhatian dan bantuannya disampaikan terima kasih. Demikian atas perhatian dan kehadirannya, kami ucapkan terima kasih.

28 MASALAHNYA? ACUAN KATA TIDAK JELAS; PENGGUNAAN KATA YANG TIDAK PERLU
Bapak/Ibu/Saudara PENGGUNAAN KATA YANG TIDAK PERLU

29 TIDAK FORMAL

30 KESALAHAN YANG SERING TERJADI PADA NASKAH DINAS: ASPEK MAKNA

31 TIDAK KONSISTEN TIDAK LOGIS Minimal 15 menit

32 TIDAK LOGIS

33 TIDAK SANTUN

34 TERIMA KASIH


Download ppt "BAHASA DALAM TATA NASKAH DINAS"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google