Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

7 SWAMEDIKASI B A T U K ANGGOTA : Raphaela Jeselyn ( ) William Nathanial T. ( ) Perwira Jon Tua ( ) I Gusti Lanang Bagus.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "7 SWAMEDIKASI B A T U K ANGGOTA : Raphaela Jeselyn ( ) William Nathanial T. ( ) Perwira Jon Tua ( ) I Gusti Lanang Bagus."— Transcript presentasi:

1 7 SWAMEDIKASI B A T U K ANGGOTA : Raphaela Jeselyn ( 2017210222 ) William Nathanial T. ( 2017210270 ) Perwira Jon Tua ( 2017210 240 ) I Gusti Lanang Bagus Tri S ( 2017212240 ) Rachmadiana ( 2017212275 ) Reviyanti Eka P. ( 201721251 ) Sri Rahmawati ( 201721258 ) Subajuroma ( 2017212259 ) K E L O M P O K

2 Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernafasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir atau mukus, makanan, debu, asap dan sebagainya Batuk juga merupakan salah satu gejala paling umum yang menyertai penyakit seperti asma, bronkitis, dan COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) Batuk sering kali menjadi tanda terdapat suatu penyakit di dalam atau di luar paru dan merupakan gejala dini suatu penyakit  DEFINISI BATUK

3 Adanya berbagai iritan yang memasuki saluran nafas melaluiinhalasi (asap, debu, atau asap rokok) atau melalui inhalasi (sekresi jalan nafas dan benda asing) Infeksi pernafasan karena virus maupun bakteri yang menyebabkan inflamasi, konstriksi, dan kompresi jalan nafas juga dapat menyebabkan batuk   IRITAN IRITASIKELAINAN OBAT INFEKSI ETIOLOGI BATUK Penggunaan obat golongan ACEI juga sering dihubungkan dengan kejadian batuk, diduga berhubungan dengan akumulasi bradikinin atau substance P yang juga didegradasi oleh enzim ACE Batuk iritasi karena sekresi jalan nafas (seperti postnasal drip) faktor pemicunya tidak dikenal dan batuknya bersifat persisten Adanya kelainan pada jantung, yaitu gagal jantung kongestif, juga dapat menimbulkan batuk karena adanya edema di daerah peribronkial dan interstisial

4 Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Donec mauris lorem, vestibulum ac rutrum id, suscipit in dui. Donec vitae dapibus tellus. 4 POINT ICON FASE 1 IRITASI Iritasi dari salah satu saraf sensorik nervus vagus di laring, trakea, bronkus besar, atau serat aferen cabang faring dapat menimbulkan batuk FASE 2 INSPIRASI Pada fase inspirasi glotis secara refleks terbuka lebar akibat kontraksi otot abduktor kartilago aritenoidea. Inspirasi terjadi secara dalam dan cepat, sehingga udara dengan cepat dan dalam jumlah banyak masuk ke dalam paru. FASE 3 KOMPRESI Pada fase ini tekanan intratoraks meningkat hingga 300 cm H2O agar terjadi batuk yang efektif FASE 4 EKSPIRASI Pada fase ini glotis terbuka secara tiba-tiba akibat kontraksi aktif otot ekspirasi, sehingga terjadilah pengeluaran udara dalam jumlah besar dengan kecepatan yang tinggi disertai dengan pengeluaran benda-benda asing dan bahan-bahan lain H20H20 MEKANISME BATUK

5 KLASIFIKASI BATUK BERDASARKAN TANDA KLINIS Batuk Kering Merupakan batuk yang ditandai rasa gatal di tenggorokan, namun tidak mengeluarkan lendir atau dahak. Penyebab batuk kering adalah alergi (makanan, debu, asap), asma, dan komplikasi obat-obatan. Obat yang bisa digunakan harus bersifat menekan batuk (antitusif). Batuk Berdahak, Batuk berdahak biasa disebut dengan batuk infeksi. Batuk berdahak disebabkan adanya infeksi bakteri dan virus, seperti influensa, campak, tuberculosa.. Dahak yang mengental dalam jumlah banyak bisa menyumbat saluran pernafasan dan mengganggu penderita. Obat yang digunakan adalah pengencer dahak (expectorant) sehingga dahak bisa dikeluarkan dengan mudah. Selain itu, batuk berdahak karena infeksi virus bisa diobati dengan antibiotik dan obat anti jamur yang penggunaannya tentu harus sesuai dengan rekomendasi dokter.

6 KLASIFIKASI BATUK BERDASARKAN DURASI Batuk akut merupakan jenis batuk yang berlangsung kurang dari 3 minggu. Batuk jenis ini biasanya disebabkan oleh masuk angin, influenza, atau infeksi sinus Batuk kronik merupakan jenis batuk yang bertahan selama lebih dari 8 minggu, bahkan ada juga yang menahun. Jenis batuk ini juga terjadi secara berulang. Penyebab batuk kronik antara lain adalah asma, TB, dan batuk rejan. Batuk rejan dapat dicegah sejak dini dengan cara memberikan imunisasi DPT. Sub akut Kronik Akut Subakut adalah fase peralihan dari akut akan menjadi kronis. Dikategorikan subakut bila batuk sudah 3 – 8 minggu. Terjadi karena gangguan pada epite

7 PENGOBATAN BATUK Terapi Non Farmakologi Pada umumnya batuk berdahak maupun tidak berdahak dapat dikurangi dengan cara sebagai berikut : Sering minum air putih, untuk membantu mengencerkan dahak, mengurangi iritasi atau rasa gatal. Hindari paparan debu, minuman atau makanan yang merangsang tenggorokan dan udara malam yang dingin. Terapi Farmakologi Antitusif Ekspektoran Mucolitik

8 PENGGOLONGAN OBAT EKSPEKTORAN Obat ini digunakan untuk meningkatkan sekresi mukus di saluran napas sehingga bermanfaat untuk mengurangi iritasi dan batuknya akan berkurang dengan sendirinya. Batuk berdahak sebaiknya tidak diobati dengan obat penekan batuk karena lendir akan semakin banyak terkumpul di paru-paru. Efek samping seperti pusing, ruam kulit, alergi. Contoh obat batuk ekspektoran : Amonium klorida, potasium sitrat, guaifenesin dan gliseril guaiakolat.

9 PENGGOLONGAN OBAT ANTITUSIF Menghambat atau menekan batuk dengan menekan pusat batuk serta meningkatkan ambang rangsang sehingga akan mengurangi iritasi. Secara umum berdasarkan tempat kerja obat, antitusif dibagi atas antitusif yang bekerja di perifer dan antitusif yang bekerja di sentral. Efek samping golongan obat ini seperti mual, muntah, pusing, dan mengantuk. Contoh obat batuk antitusif : Dekstrometorfan, Difenhidramin

10 PENGGOLONGAN OBAT Golongan ini bekerja dengan menurunkan viskositas mucus/dahak, biasanya digunakan pada saat kondisi dahak cukup kental dan banyak. Obat golongan ini berkhasiat melarutkan dan mengencerkan dahak yg kental sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui batuk dan sering digunakan pada penderita Bronkhitis. Efek samping seperti mual, muntah, diare, nyeri ulu hati, ruam kulit. Contoh obat batuk mukolitika: Asetilsistein, Bromheksin. MUCOLITIK

11 PENGIKLANAN OBAT PERKA BADAN POM NO. 8 TAHUN 2017 (1)Obat yang termasuk dalam daftar G atau obat yang hanya dapat diserahkan dengan resep dokter hanya dapat diiklankan pada media cetak ilmiah kedokteran atau media cetak ilmiah farmasi. (2)Obat yang dapat diiklankan kepada masyarakat umum merupakan obat yang termasuk dalam daftar obat bebas dan obat bebas terbatas. Hal ini sesuai dengan analisis risk & benefit terhadap kesehatan masyarakat PERSYARATAN

12 PENGIKLANAN OBAT PERKA BADAN POM NO. 8 TAHUN 2017 PERSYARATAN (1)Iklan yang dipublikasikan harus memenuhi persyaratan objektif, lengkap, dan tidak menyesatkan. (2)Persyaratan objektif, lengkap, dan tidak menyesatkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kepala Badan ini. Pernyataan dalam iklan Keterangan atau pernyataan dalam Iklan harus sesuai dengan informasi yang disetujui pada persetujuan izin edar.

13 PENGIKLANAN OBAT PERKA BADAN POM NO. 8 TAHUN 2017 Kriteria Iklan a. Informasi lengkap yang harus dicantumkan dalam Iklan Nama obat 1.Nama yang dicantumkan dalam Iklan harus sesuai dengan nama obat yang tercantum pada surat persetujuan izin edar. 2.Iklan yang mencantumkan lebih dari 1 (satu) nama Obat harus mencantumkan indikasi masing-masing produk dengan jelas. b. Nomor izin edar obat ( khusus untuk Iklan pada media cetak dan luar ruang)

14 thank you!


Download ppt "7 SWAMEDIKASI B A T U K ANGGOTA : Raphaela Jeselyn ( ) William Nathanial T. ( ) Perwira Jon Tua ( ) I Gusti Lanang Bagus."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google