Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

CARA PENYAJIAN HAL-HAL DASAR

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "CARA PENYAJIAN HAL-HAL DASAR"— Transcript presentasi:

1 CARA PENYAJIAN HAL-HAL DASAR
TABEL DAN GAMBAR KUTIPAN DAFTAR PUSTAKA Ami Purnamawati

2 CARA PENYAJIAN TABEL DAN GAMBAR
Ami Purnamawati

3 TABEL DAFTAR YANG BERISI DATA/INFORMASI, TERSUSUN SECARA JELAS DAN TERINCI MENURUT SISTEM ANALISIS SILANG HORISONTAL DAN VERTIKAL UNTUK MEMPERMUDAH ANALISIS DAN INTERPTRETASINYA HARUS TERDIRI DARI TIGA ATAU LEBIH KOLOM DAN TIGA ATAU LEBIH BARIS Ami Purnamawati

4 GAMBAR DATA ATAU INFORMASI YANG DIBUAT UNTUK MEMPERJELAS TABEL UNTUK DATA/INFORMASI YANG TIDAK DAPAT DISUSUN PADA TABEL GRAFIK, DIAGRAM, DENAH, SKEMA, PETA DAN FOTO Ami Purnamawati

5 ATURAN PENYAJIAN TABEL
TABEL DAN GAMBAR HARUS DITIK, TIDAK BOLEH DITEMPEL (KECUALI FOTO) SETIAP TABEL ATAU GAMBAR DIBERI NOMOR DAN JUDUL. JUDUL TABEL DILETAKKAN DI ATAS TABEL. DITIK DENGAN MENGGUNAKAN HURUF SEMI-CAPITAL NOMOR TABEL MENGGUNAKAN ANGKA ARAB LETAK TABEL BISA BERDIRI ATAU MEMANJANG Ami Purnamawati

6 ATURAN PENYAJIAN TABEL
DIUSAHAKAN SEUTUHNYA PADA SATU HALAMAN, BAIK SEBAGIAN MAUPUN SELURUH HALAMAN, HINDARI PEMOTONG TABEL APALAGI GAMBAR YANG DIPISAHKAN DI LAIN HALAMAN. HINDARI PULA PENYAMBUNGAN TABEL ATAU GAMBAR (DISAMBUNG/DIREKAT), BAIK KE KANAN, MAUPUN KE BAWAH BAGI TABEL YANG MEMUAT BARIS TIDAK LEBIH DARI 10 BARIS, PENGETIKAN SPASI BARIS DAPAT DILAKUKAN DUA SPASI BARIS; TETAPI JIKA LEBIH, DIATUR ANTARA 1,5 SAMPAI 1 SPASI BARIS Ami Purnamawati

7 JANGAN MENYAJIKAN TABEL-TABEL DAN GAMBAR-GAMBAR PADA SATU HALAMAN BERTURUT-TURUT TANPA INTERPRETASI TABEL ATAU GAMBAR DI ATASNYA, ATAU BUATLAH KALIMAT-KALIMAT PEMBUKA BAGI TABEL ATAU GAMBAR YANG AKAN DISAJIKAN SEMUA TABEL YANG MEMUAT DATA SEKUNDER HARUS DICANTUMKAN SUMBERNYA SECARA JELAS, DITIK DUA SPASI BARIS DI BAWAH GARIS PEMBATAS TABEL TABEL YANG MEMUAT DATA PRIMER ATAU DIOLAH SENDIRI TIDAK PERLU MENCANTUMKAN SUMBERNYA JUDUL GAMBAR TERLETAK DI BAGIAN BAWAH GAMBAR (PELETAKAN NOMOR DAN JUDUL GAMBAR DI BAWAH KETERANGAN-KETERANGAN Ami Purnamawati

8 CARA PENYAJIAN KUTIPAN PUSTAKA
HAL-HAL YANG DIKUTIP BENTUK KUTIPAN STRUKTUR KUTIPAN DAN CARA PENYAJIANNYA Ami Purnamawati

9 HAL-HAL YANG DIKUTIP Ami Purnamawati
PERNYATAAN-PERNYATAAN TEORITIS BESERTA DEFINISI-DEFINISINYA YANG BENAR SEBENAR-BENARNYA UNTUK MENCARI ASUMSI-ASUMSI (PATOKAN PIKIR) UNTUK MENURUNKAN PREMIS-PREMIS YANG AKAN DISUSUN PADA KERANGKA PEMIKIRAN DALAM UPAYA MENJAWAB MASALAH-MASALAH YANG TELAH DIIDENTIFIKASI/ DIRUMUSKAN Ami Purnamawati

10 KUTIPAN YANG SEPENUHNYA ASLI SEBAGAIMANA YANG TERTULIS PADA KEPUSTAKAAN ITU
KUTIPAN LANGSUNG BENTUK KUTIPAN KUTIPAN ‘SERAPAN ISI’ DENGAN MENGGUNAKAN GAYA BAHASA PENGUTIP SENDIRI. KUTIPAN TAK LANGSUNG Ami Purnamawati

11 STRUKTUR KUTIPAN DAN CARA PENYAJIANNYA
Ami Purnamawati

12 NAMA YANG MENYATAKAN (TAHUN TERBIT PUSTAKA: HALAMAN) “MATERI PERNYATAAN”.
MATERI PERNYATAAN (NAMA YANG MENYATAKAN, TAHUN TERBIT PUSTAKA: HALAMAN) Ami Purnamawati

13 NAMA YANG MENYATAKAN SEORANG PENULIS MENULIS DUA JUDUL PUSTAKA PADA TAHUN YANG SAMA MASING-MASING PUSTAKA DIBERI TANDA a dan b Kotler P (2000 a : 90) ATAU (Kotler P, a : 90) Kotler P (2000 b : 60) ATAU (Kotler P, 2000 b : 60) Ami Purnamawati

14 DUA ORANG PENULIS BERNAMA KELUARGA SAMA, MASING-MASING MENULIS PADA TAHUN YANG SAMA
SINGKATAN NAMA KECIL YANG DAPAT MEMBEDAKANNYA SMITH L (2005 : 160) ATAU (SMITH L, 2005 : 160) SMITH C (2005 : 53) ATAU (SMITH C, 2005 : 53) Ami Purnamawati

15 DUA ORANG PENULIS BERNAMA KELUARGA SAMA MENULIS SATU PUSTAKA
KEDUA NAMA KELUARGA ITU DISEBUTKAN Burgman and Burgman ( 2002:15) ATAU (Burgman and Burgman, 2002 : 15) Ami Purnamawati

16 TIGA ORANG PENULIS ATAU LEBIH (BERBEDA NAMA KELUARGANYA) MENULIS PUSTAKA BERSAMA
PADA PENYAJIAN KUTIPAN PERTAMA, SEMUA NAMA KELUARGA PENULIS DICANTUMKAN PADA KUTIPAN BERIKUTNYA, NAMA KELUARGA PENULIS PERTAMA DICANTUMKAN, SERTA DIIKUTI PERKATAAN et.al atau dkk Burgman, Stern, and Dilman (2004:211) ATAU (Burgman, Stern, and Dilman, 2004:211) Kutipan pertama Kutipan berikutnya Burgman, et. Al (2004:211) Ami Purnamawati

17 JIKA MENGUTIP DARI PUSTAKA YANG TIDAK MENCANTUMKAN NAMA PENULISNYA
TIDAK DITULIS anonymous, MELAINKAN MENCANTUMKAN NAMA LEMBAGA YANG MEMPUBLIKASIKANNYA Departemen Koperasi (2001 :17) ATAU (Departemen Koperasi, 2001 :17) Ami Purnamawati

18 JIKA MENGUTIP PERNYATAAN YANG TELAH DIKUTIP ORANG LAIN
Geertz C (dalam Herman Soewardi, 1978:68) TIDAK DIANJURKAN, JIKA TIDAK TERPAKSA. SEBAIKNYA DICARI SUMBER ASLINYA Ami Purnamawati

19 MATERI PERNYATAAN PANJANG PENDEKNYA MATERI KUTIPAN
PENGGUNAAN TANDA KUTIP PENGAMBILAN SEBAGIAN MATERI KUTIPAN Ami Purnamawati

20 PANJANG PENDEKNYA MATERI KUTIPAN
Ami Purnamawati

21 KURANG DARI LIMA BARIS BAGIAN KUTIPAN HARUS DIAPIT OLEH DUA TANDA KUTIP GANDA (“…”), DITIK DUA SPASI BARIS SESUAI DENGAN SPASI BARIS TEKS Ami Purnamawati

22 LIMA BARIS LEBIH BAGIAN KUTIPAN DITEMPATKAN SEPERTI ALINEA BARU, BOLEH DIAPIT DENGAN DUA TANDA KUTIP GANDA, BOLEH TIDAK. “ ………………………………………………………… ”(Burgman, 2000:53) Ami Purnamawati

23 atau ………………………………………………………………… (Burgman, 2000:53)

24 PENGGUNAAN TANDA KUTIP
Ami Purnamawati

25 JIKA MENGUTIP DENGAN MENGGUNAKAN TANDA KUTIP GANDA, MAKA TANDA KUTIP GANDA PADA TULISAN ASLINYA DIUBAH MENJADI TANDA KUTIP TUNGGAL JIKA TIDAK MENGGUNAKAN TANDA KUTIP, MAKA PADA KATA-KATA DI DALAM KALIMAT PERNYATAAN YANG DIBERI TANDA KUTIP TETAP DIGUNAKAN TANDA KUTIP GANDA Ami Purnamawati

26 PENGAMBILAN SEBAGIAN MATERI KUTIPAN
= PENGUTIP TIDAK MENGAMBIL SEMUA MATERI JIKA YANG TIDAK DIKUTIP ITU SEBAGIAN DARI KALIMAT DINYATAKAN DENGAN TIGA TITIK (…) “… selama negara dan koperasi belum mempunyai alat untuk memimpin ekonomi nasional, inisiatif partikuler itu memenuhi tugasnya dalam masyarakat untuk menghidup-kan ekonomi dan membuka mata pencaharian bagi beribu-ribu rakyat yang termasuk golongan tak punya” (Mohamad Hatta, 1951:20) Ami Purnamawati

27 JIKA YANG TIDAK DIKUTIP ITU SATU ALINEA ATAU LEBIH
DINYATAKAN DENGAN TITIK-TITIK SEPANJANG BARIS HALAMAN ………………………………………………………………………..... Semboyan yang muluk-muluk sudah banyak dihamburkan, demonstrasi banyak dilakukan, tinggal lagi sekarang menyelenggarakan semuanya dengan organisasi. Kalau kita akan bersemboyan juga, ambillah sekarang sebagai semboyan: “dari demonstrasi ke organisasi”. Organisasi adalah pangkal kekuatan. Organisasi yang dibangun oleh kapitalisme kolonial hanya dapat kita lawan dengan organisasi pula … (Mohamad Hatta, 1951:56) Ami Purnamawati

28 CARA PENYAJIAN DAFTAR PUSTAKA
Ami Purnamawati

29 SUSUNAN DAN CARA PENGETIKAN
URUTAN PUSTAKA PADA DAFTAR PUSTAKA DISUSUN MENURUT NAMA-NAMA PENULIS ATAU PENGGANTI PENULIS SECARA ALFABETIS (MENURUT ABJAD), DARI MULAI HURUF AWAL SAMPAI DENGAN HURUF AKHIR NAMA TERSEBUT. JIKA HURUF PERTAMA BERABJAD SAMA, DILIHAT HURUF KEDUA, KETIGA DAN SETERUSNYA. KARENA SUDAH ALFABETIS SUSUNAN PUSTAKA ITU TIDAK PERLU DIBERI NOMOR URUT. Ami Purnamawati

30 JIKA UNTUK SEORANG PENULIS TERDAPAT LEBIH DARI SATU PUSTAKA, MAKA UNTUK BERIKUTNYA NAMA PENULIS TIDAK DICANTUMKAN LAGI, TETAPI DIGANTI DENGAN GARIS PANJANG SEPANJANG TUJUH SPASI KETUK. UNTUK MENDAHULUKAN PUSTAKANYA, DILIHAT TAHUN DITERBITKANNYA. JIKA TAHUN TERBITNYA SAMA, DIDAHULUKAN MANA YANG PALING POKOK DIGUNAKAN DALAM TULISAN INI. Ami Purnamawati

31 JARAK ANTARA BARIS DENGAN BARIS UNTUK SATU PUSTAKA ADALAH ‘SATU SPASI BARIS’
BARIS KEDUA DAN SETERUSNYA MENJOROK LIMA SPASI KETUK (1 CM) DARI MARGIN KIRI (BARIS PERTAMA DIMULAI PADA MARGIN KIRI) JARAK BARIS ANTARA SATU PUSTAKA DENGAN PUSTAKA BERIKUTNYA ADALAH DUA SPASI Ami Purnamawati


Download ppt "CARA PENYAJIAN HAL-HAL DASAR"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google