Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Mi Instan? ‘Mi Instan’ makanan yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan masyarakat luas karena kasus penarikan produk di Taiwan, yang kabarnya mengandung.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Mi Instan? ‘Mi Instan’ makanan yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan masyarakat luas karena kasus penarikan produk di Taiwan, yang kabarnya mengandung."— Transcript presentasi:

1 Mi Instan? ‘Mi Instan’ makanan yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan masyarakat luas karena kasus penarikan produk di Taiwan, yang kabarnya mengandung bahan yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Padahal yang kita tahu, mi instan di Indonesia menjadi makanan favorit yang sangat praktis. Bahkan mungkin tidak hanya di Indonesia saja, di Korea dan Jepang misalnya, rata-rata masyarakatnya mengonsumsi mi instan. Tetapi apakah mengonsumsi mi instan itu baik untuk kesehatan? Mi instan adalah mi yang sudah dimasak terlebih dahulu dan dicampur dengan minyak, dan bisa dipersiapkan untuk konsumsi hanya dengan menambahkan air panas dan bumbu-bumbu yang sudah ada dalam paketnya. Sifatnya yang praktis dan cepat penyajiannya membuat makanan ini banyak disukai orang, terutama mereka yang tidak punya banyak waktu. Tetapi bagaimana dengan gizinya dan bahan-bahan yang digunakan? Kandungan gizi mi instan, umumnya sudah sesuai dengan standar AKG, walaupun demikian mengonsumsi mi instan sebaiknya dilengkapi dengan tambahan sayur dan lauk-pauk. Perlu juga diwaspadai bahan-bahan tambahan yang terdapat pada mi instan, misalnya pada bahan mie dan bumbunya. Seperti yang tertera dibalik kemasan mi instan: - Komposisi mi: tepung terigu, minyak sayur, tepung tapioka, garam, pengatur keasaman, pewarna makanan (tartrazin CI 19140) - Bumbu: garam, penguat rasa (mononatrium glutamate), gula, perasa ayam, bubuk lada, bubuk kair, perasa bawang putih, bubuk cabe, vitamin (A, B1, B5, B6, B12, Niasin, Asam Folat). Tartrazin CI 19140 merupakan pewarna makanan yang menghasilkan warna kuning lemon, tapi lebih sering untuk pewarna minuman karena sifatnya yang larut dalam air. Tartrazin digunakan untuk produk-produk biskuit, mi instan, sereal, instan soup, permen, es krim, minuman kaleng, dan sebagainya. Pada penggunaan yang berlebihan, reaksi yang ditimbulkan adalah hipersensifitas (alergi) pada penderita asma dan intolerasi pada aspirin. Berikutnya ada mononatrium glutamate atau lebih dikenal dengan monosodium glutamate (MSG). MSG digunakan untuk penguat rasa/penyedap rasa. Itulah sebabnya mengapa mi instan rasanya enak dan gurih. Namun penggunaan MSG secara berlebihan dapat menyebabkan reaksi seperti migrain, alergi, mual, muntah, dan sebagainya. Untuk itu, apabila produk mengandung 2 zat tersebut, maka pabrik harus mencantumkannya di label kemasan. Kasus di Taiwan, penarikan mi instan produk Indonesia dikarenakan mengandung zat pengawet E218 (methyl p-hydroxybenzoate) atau nipagin pada kecap yang terdapat dalam bungkus mi instan. Di setiap negara penggunaan zat pengawet pada makanan memiliki standar yang berbeda. Di Indonesia pemakaian nipagin dibatasi maksimal 250 mg/kg, sedangkan di Hongkong 550 mg/kg. Tetapi di Taiwan dan di beberapa negara bagian Eropa, pemakaian nipagin tidak diperbolehkan. Tentunya batasan tersebut ditentukan oleh pola konsumsi masyarakat di setiap negara. Kalau masyarakatnya sangat sering mengonsumsi bahan makanan tersebut, maka batas maksimal nipagin akan diperkecil. Dan bila masyarakatnya jarang mengonsumsi bahan makanan tersebut, maka batas maksimal agak lebih besar. Nipagin banyak ditemui pada mi basah, camilan, dan berbagai jenis minuman untuk memperpanjang masa simpan makanan dan efektif melawan mikroba yang membuat makanan cepat rusak. Mengonsumsi sesuatu secara berlebihan sangatlah tidak baik, apalagi yang dikonsumsi adalah zat pengawet. Mungkin efek sakit dalam waktu dekat tidak terasa, tetapi dalam jangka waktu lama bila konsumsi nipagin melebih batas harian yang diperbolehkan (acceptable daily intake) dan berlangsung terus- menerus, tubuh tidak akan mampu menguraikan atau mengeluarkan melalui proses metabolisme. Sudah dapat dipastikan penyakit apa yang akan menggerogoti tubuh Anda. Jadi selektiflah dalam memilih makanan instan. Baca label makanan secara hati-hati untuk mengetahui risiko yang ada. Jika memang Anda menggemar berat mi instan, sebaiknya mulai sekarang kurangi dengan mengonsumsi mi instan maksimal 3 hari sekali.


Download ppt "Mi Instan? ‘Mi Instan’ makanan yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan masyarakat luas karena kasus penarikan produk di Taiwan, yang kabarnya mengandung."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google