Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Mata kuliah: Pancasila Dosen: Drs. Mudjiyana, M.Si. Di susun oleh:

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Mata kuliah: Pancasila Dosen: Drs. Mudjiyana, M.Si. Di susun oleh:"— Transcript presentasi:

1 ANTISIPASI MUNCULNYA PAHAM SEKULARISME DALAM PRAKTEK KETATANEGARAAN DI INDONESIA
Mata kuliah: Pancasila Dosen: Drs. Mudjiyana, M.Si. Di susun oleh: Tri Rochmi Fuadati

2 Latar Belakang Saat ini, tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh negara adalah tantangan yang datang dari pemerintahan sekuler. Pemerintahan sekuler yang merusak dan meniscayakan pemisahan agama dari kehidupan. Pemerintahan sekuler dimana agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan dengan Tuhan sedangkan hubungan manusia dengan manusia hanya ditentukan berdasarkan kesepakatan sosial.

3 Rumusan Masalah Rumusan masalah yang akan di bahas pada makalah ini adalah: Apa jenis-jenis sekularisme ? Apa pengaruh buruk dari sekularisme ? Bagaimana cara mengantisipasi atau mencegah munculnya paham sekularisme ?

4 Teori dan Pembahasan TEORI
Sekularisme adalah paham yang memisahkan hal-hal dunia dengan agama. Artinya, paham ini memandang masalah dunia hanya bisa diselesaikan dengan otak. Jadi, paham sekularisme sudah meng-Tuhankan otak atau akal kita.

5 Menurut ensiklopedi, sekularisme adalah pernyataan dimana praktek pemerintahan seharusnya berada secara terpisah dari agama. Hal ini merupakan sebuah pergerakan maju ke arah modernisasi dan jauh dari nilai-nilai agama. George Holyoake berpendapat bahwa sekularisme adalah sistem etika yang didasarkan pada prinsip moral alamiah dan terlepas dari agama.

6 Oemar Bakry dalam bukunya “Islam Menentang Sekularisme” (Jakarta: Mutiara, hal 17) juga berpendapat bahwa sekularisme adalah pandangan dimana pengaruh agama harus dikurangi dan moral harus dipisahkan dari agama. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sekularisme adalah paham yang mengajarkan untuk memisahkan antara dunia dan agama.

7 PEMBAHASAN Jenis-jenis sekularisme Sekularisme memiliki dua jenis (Barry Kosmin, 2007), yaitu: 1. Sekularisme keras yang menganggap keagamaan tidak mempunyai legitimasi secara epistimologi dan tidak dijamin baik oleh akal maupun pengalaman. Tempat Tuhan telah digantikan oleh ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan dianggap sebagai penyelamat manusia.

8 Sekularisme lunak yang menganggap bahwa pencapaian kebenaran mutlak adalah mustahil dan oleh karenanya toleransi, skeptisme yang sehat bahkan agnostisisme harus menjadi prinsip dan nilai yang dijunjung dalam diskusi antara ilmu pengetahuan dan agama.

9 Pengaruh paham sekularisme
Pengaruh yang ditimbulkan dari paham sekularisme yaitu menjadikan para politikus maupun pejabat-pejabat negara mendewa-dewakan kemewahan dunia dengan mengabaikan darimana harta kemewahan di dapatkan, tidak peduli haram atau halal yang penting dapat habis perkara. Sehingga, ketatanegaraan negara ini menjadi tidak stabil bahkan hancur.

10 cara mengantisipasi atau mencegah munculnya paham sekularisme
Cara untuk mencegah atau mengantisipasi munculnya paham sekularisme adalah menghilangkan perilaku yang mendewa-dewakan kemewahan dunia yang akan menyebabkan tindakan korupsi dan akhirnya merusak ketatanegaraan negara. Cara yang dapat diambil dalam hal ini adalah selalu beribadah, memohon kepada Tuhan agar diberikan keseimbangan dunia dan akhirat.

11 Kesimpulan Paham sekularisme merupakan paham yang memisahkan dunia dan agama. Paham ini harus diwaspadai, karena paham sekularisme merupakan propaganda syetan melalui kecintaan terhadap dunia secara berlebihan yang akan membawa manusia pada kesesatan dan kehancuran. Hal ini juga akan memberi dampak negatif bagi ketatanegaraan suatu bangsa.

12 Daftar Pustaka Op. Cit, hal 171. Lihat Barry A. Kosmin, “Contemporary Secularity and Secularism”, dalam Barry A. Kosmin dan Ariela Keysar (ed.) Secularism & Secularity: Contemporary International Perspectives (Hartford, CT: Institute for the Study of Secularism in Society and Culture (ISSSC), 2007).


Download ppt "Mata kuliah: Pancasila Dosen: Drs. Mudjiyana, M.Si. Di susun oleh:"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google