Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

FAUNA BAHARI PERTEMUAN 6 JUNI TRIASTUTI

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "FAUNA BAHARI PERTEMUAN 6 JUNI TRIASTUTI"— Transcript presentasi:

1 FAUNA BAHARI PERTEMUAN 6 JUNI TRIASTUTI
PROGRAM STUDI S-1 BUDIDAYA PERAIRAN UNIVERSITAS AIRLANGGA 2007

2 1. FILUM PROTOZOA Biologi :
1. Mikroskopis, uniselular, mampu membentuk cyst 2. Habitat pada perairan dan tempat lembab (protozoa bebas) dan di dalam atau pada hewan dan tumbuhan (protozoa parasitik: protozoa usus dan protozoa darah) 3. Kelas: Ciliata (Infusoria), Rhizopoda (Sarcodina), Flagellata (Mastigophora), Sporozoa

3 1.1 Ciliata (Infusoria) -1 Memiliki bulu getar di seluruh tubuh untuk : 1. bergerak, 2. menangkap makanan, 3. menimbulkan arus air untuk pernafasan Kosmopolitan, planktonik (Tintinnidae) Memiliki kantung kitin sebagai pelindung (lorica)  sebagai identifikasi Tintinnidae

4 1.2 Rhizopoda (Sarcodina) -1
Bergerak dengan pseudopodia Ordo yang utama : 1. Ordo Foraminifora : a. Memiliki cangkang (chitin, kapur, silika, gelatin) b. Pseudopodia keluar melalui lubang tunggal atau banyak lubang dengan gerakan ‘streaming’ c. Cangkang memiliki lebih dari satu ruang sebagai tempat tumbuh tubuhnya d. Ukuran tubuh ± 1 mm dan makanan berupa protozoa kecil dan diatom e. Bersimbiosa dengan zooxanthellae f. Hidup di lumpur dan membentuk nenes atau lumpur (ooze) g. Planktonik (holoplankton), kosmopolitan h. Suhu perairan rendah  tubuh lebih kecil dan kompak

5 1.2 Rhizopoda (Sarcodina) -2
2. Ordo Radiolaria : a. Memiliki cangkang (silika), berbentuk bulat b. Ukuran < 2 mm c. Marga yang utama : Achantaria cangkang dari strontium sulfat dengan jumlah di laut sangat sedikit tapi mampu mengekstrasi dan menimbun strontium dalam cangkang

6 1.3 Flagellata (Mastigophora) -1
Sebagai ‘hewan’ karena dapat bergerak (memiliki flagella) dan memakan ‘hewan’ renik lain. Sebagai tumbuhan karena mampu berfotosintesa, mensekresi selulosa sebagai pelindung (≈ alga Kelas Dinophyceae) Hidup soliter atau berkelompok Reproduksi aseksual secara binary fission dan seksual dengan penggabungan dua gamet dalam kelompok. Autotrof, heterotrof atau miksotrof. Terbagi dalam anak kelas : 1. Phytomastigina (Chrysomonadida, Cryptomonadida, Dinoflagelleta dan Euglenoidida) 2. Zoomastigina (hidup di air tawar, tanah dan sebagai parasit)

7 1.3 Flagellata (Mastigophora) -2
Ordo Dinoflagellata 1. memiliki cangkang (selulosa), terdapat sulcus dan girdle 2. memiliki dua flagella (cambuk) 3. bersifat holofitik 4. kromatofor berwarna coklat, hijau pucat atau kuning 5. pencernaan secara holozoik melalui pseudopoda 6. reproduksi secara aseksual (pembelahan) 7. plankton utama dalam rantai makanan di lautan 8. mensekresi racun alkaloid  kerang-kerangan  racun 9. Jenis utama : a. Noctiluca miliaris (laut berwarna merah di siang hari, bercahaya di malam hari) b. Gonyaulax polyhendra dan Gymnodinium breve (menimbulkan warna merah di laut karena pigmen, beracun (red tide) dan menghabiskan oksigen terlarut

8 1.4 Sporozoa Memiliki spora yang terbungkus (sporocyst)
Bersifat parasitik dengan memindahkan sporocyst dari satu inang ke inang yang lain Menginfeksi kelompok Vertebrata, Arthropoda, Mollusca dan Vermes. Sedikit ditemukan pada Echinodermata, Coelenterata dan Protozoa.

9 2. FILUM PORIFERA (SEPON) -1
Biologi : 1. memiliki pori yang merupakan saluran untuk menyerap air oleh sel leher (collar cell) = Choanoflagellata 2. multiselular primitif (jaringan tidak terorganisasi) 3. kosmopolitan (penyebaran larva dan hewan muda oleh arus) 4. bentuk seperti tabung, masif, teratur atau tidak, sebagai kerak pada batu, cangkang, dll untuk menempel 5. spikula dapat menyembul dan bergerak seperti bulu getar 6. warna putih atau abu-abu, kuning, oranye, merah dan hijau (warna alga zoochlorellae yang bersimbiosis) 7. filter feeder dan membuang hasil metabolisme berupa CO dan nitrogen 8. Reproduksi aseksual membentuk tunas (gammules), seksual dengan memproduksi telur dan spermatozoa

10 2. FILUM PORIFERA (SEPON) -2
Kelas Calcarea 1. spikula dari kapur karbonat 2. dinding tubuh tersusun atas dermal epithelium (kulit) dan gastral epithelium (lapisan dalam) 3. menempel pada batu tepat di bawah garis air surut Kelas Hexactinellida 1. habitat laut dalam dan kosmopolitan 2. spikula dari silikon dengan enam jari atau kelipatannya (triakson), panjang, silindris, tegak, spikula membentuk rangka sambung Kelas Demospongia 1. kosmopolitan 2. bentuk masif, berwarna cerah 3. spikula dari silikon dan spongin dengan bentuk lurus (monakson), tetrakson

11 2. FILUM PORIFERA (SEPON) -3
Ordo utama : 1. Tetraxonida a. Hidup pada kedalaman 90 – 360 m b. Spikula merupakan modifikasi tetrakson 2. Monaxonida a. Hidup pada perairan dangkal b. Tipe spikula monakson dan ada yang berspongin 3. Ceratosa a. Hidup di perairan tropik dan subtropik b. Spikula berspongin 4. Myxospongia a. Tidak memiliki spikula b. Hidup sebagai kerak pada substrat

12 3. FILUM COELENTERATA -1 Biologi :
1. berukuran besar, berbentuk simetri meruji, kosmopolitan 2. dinding tubuh luar disebut eksoderma dan endoderma di bagian dalam 3. memiliki sel penyengat (nematocyst) diseluruh tubuh terutama pada tentakel (pertahanan diri, mencari makan) 4. memiliki serat otot terpusat, serat saraf dan alat indera pada Hydra sedikit - tersebar dan banyak - terpusat pada Aurelia 5. Makanan berupa nekton kecil  nematocyst  tentakel  mulut  rongga gastrovaskular 6. Reproduksi aseksual dengan pembelahan dan tunas, seksual dengan menghasilkan telur dan spermatozoa 7. Berkoloni dan bergabung membentuk tabung dan polip

13 3. FILUM COELENTERATA -2 Kelas Anthozoa 1. Karang :
a. Berkoloni atau soliter (suhu rendah) b. Karang lunak  koloni polip tanpa kerangka sumbu c. Karang batu  hewan yang membentuk terumbu Kelas Hydrozoa : a. Berkoloni, mengikuti arus air, memiliki nematocyst b. Memiliki polip makan, polip bertahan (menyengat), polip reproduksi (medusa) Kelas Scyphozoa a. Soliter, ‘plankton’, terdiri atas mesoglea dan tentakel b. Tentakel berisi neamtocyst c. Reproduksi membentuk medusa

14 4. FILUM CTENOPHORA Biologi : Plankton, bentuk simetri biradial
Memiliki 8 sabuk berbulu getar melintang (meridional) Tentakel tanpa nematocyst tetapi memiliki sel perekat (colloblast) Hermaprodit Memiliki kelas Tentaculata dan Nuda

15 5. FILUM PLATYHELMINTHES
Biologi : Kelompok cacing pipih Tidak beruas, tripoblastik, simetri bilateral, tidak beranus dan coelom Hermaprodit Kelas : Turbelaria (hidup bebas) Trematoda (parasit) Cestoda (endoparasit) Nemertinea (hidup bebas)

16 6. FILUM NEMATHELMINTHES
Biologi : Kelompok cacaing benang Bulat, tidak beruas, panjang dan ramping, permukaan halus, salah satu ujung meruncing Kelamin terpisah Kosmopolitan di dasar perairan Mikroskopik, mayoritas sebagai parasit Kelas : - Nematoda - Achantochephala

17 7. FILUM ROTIFERA (TRICHELMINTHES)
Biologi Kepala memiliki bulu getar untuk bergerak dan menarik makanan ke arah mulut Bentuk tubuh silindris dan bercangkang Ekor atau kaki menempel pada benda Kelamin terpisah

18 8. FILUM BRYOZOA Biologi : Kelompok hewan lumut
Hidup berkoloni, memiliki saluran pencernaan sendiri Hermaprodit atau kelamin terpisah Habitat pada garis air surut terendah Kelas : - Endoprocta (tanpa rongga tubuh) - Ectoprocta (memiliki rongga tubuh)

19 9. FILUM SIPUNCULOIDEA Biologi : Kelompok cacing kacang
Bentuk tubuh silindris, tidak beruas Habitat pada pasir (litoral), di atas garis pasut rawa mangrove, membuat lubang pada batu karang Dapat bergerak (merayap)

20 10. FILUM ECHIUROIDEA Biologi :
Kelompok yang mempunyai bekas peruasan pada hewan dewasa (cacing senduk) Berbentuk silindris, tidak beruas, dinding tubuh tipis dan penuh cairan dalam rongga tubuh, memiliki prestomium (belalai) Memiliki mulut, usus dan anus Habitat di dasar lumpur atau pasir di bawah garis pasut, membuat liang berbentuk ‘U’ Hidup secara komensalisme dengan beberapa jenis hewn dalam lubang yang sama


Download ppt "FAUNA BAHARI PERTEMUAN 6 JUNI TRIASTUTI"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google