Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENULISAN ARTIKEL ILMIAH PADA JURNAL ILMIAH

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENULISAN ARTIKEL ILMIAH PADA JURNAL ILMIAH"— Transcript presentasi:

1 PENULISAN ARTIKEL ILMIAH PADA JURNAL ILMIAH
WASMEN MANALU FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2 PERBANDINGAN JUMLAH PUBLIKASI TERINDEKS DI SCOPUS
Sumber: SCIMAGO Journal Ranking (

3

4 PENDAHULUAN SEBELUM MENULIS ARTIKEL ILMIAH ADA PRASYARAT MUTLAK YANG HARUS DIPENUHI YAITU ADA PENELITIAN YANG DIRANCANG DAN DILAKUKAN DENGAN BAIK DENGAN HASIL YANG SUDAH DIANALISIS, DITABULASIKAN DAN DIILUSTRASIKAN DENGAN BAIK, DAN TELAH DIPAHAMI DAN DIKUASAI DENGAN BAIK DAN YANG TELAH MEMPUNYAI SIMPULAN

5 PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
Penulisan artikel ilmiah merupakan jembatan antara peneliti dan pembaca, penulisannya membutuhkan teknik khusus. Penulis artikel dituntut untuk dapat menulis dengan gaya bahasa sendiri. Artikel ilmiah juga merupakan suatu bentuk kontribusi keilmuan kepada kemajuan iptek dan dapat dipandang sebagai sarana promosi diri seorang ilmuwan

6 PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
Secara universal penulisan artikel ilmiah sudah dimapankan mengikuti aturan yang ada. Hal ini adalah untuk memudahkan komunikasi antarilmuwan. Untuk menjamin efektivitas transformasi ilmiah maka suatu artikel ilmiah harus memenuhi tiga unsur, logika ilmu yang tepat, bahasa yang jelas, lugas dan komunikatif, serta sesuai dengan aturan jurnal yang akan memuat artikel tersebut.

7 PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
Seorang penulis perlu taat mengikuti konvensi dari masing-masing bidang ilmu yang ditekuninya dengan berpedoman pada jurnal ilmiahnya. Masing-masing jurnal mempunyai gaya selingkung sendiri yang dapat diikuti pada petunjuk penulis yang ingin menerbitkan karya ilmiahnya.

8 TAHAPAN PROSES PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
PEMILIHAN JURNAL PENCARIAN PETUNJUK PENULISAN PENCARIAN SALAH SATU CONTOH ARTIKEL PENULISAN ARTIKEL MENGIKUTI PETUNJUK PENGIRIMAN NASKAH

9 TAHAPAN PROSES PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
PENGIRIMAN NASKAH PENGEMBALIAN NASKAH OLEH KETUA DEWAN REDAKSI PERBAIKAN NASKAH PENGIRIMAN NASKAH YANG SUDAH DIPERBAIKI PEMERIKSAAN CONTOH CETAK

10 TAHAPAN PROSES PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
PENYELESAIAN ADMINISTRASI PEMESANAN REPRINT ATAU CETAK LEPAS PENERIMAAN REPRINT PENGIRIMAN REPRINT KE KOLEGA

11 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
UKURAN DAN JENIS KERTAS SPASI PENOMORAN HALAMAN JUMLAH BARIS PER HALAMAN MARGIN PENOMORAN SETIAP BARIS TULISAN PENULISAN HALAMAN JUDUL PENULISAN BADAN ARTIKEL

12 PENULISAN HALAMAN JUDUL
ADA KALANYA JURNAL MENGHARUSKAN HALAMAN JUDUL YANG TERPISAH DARI ARTIKEL. HALAMAN JUDUL MEMUAT JUDUL ARTIKEL, NAMA-NAMA PENGARANG ATAU PENULIS, LEMBAGA AFILIASI MASING-MASING PENULIS, DAN ALAMT PENULIS KORESPONDENSI

13 PENULISAN JUDUL Setiap penulis artikel ilmiah pada hakikatnya berkeinginan tulisannya dibaca secara luas oleh masyarakat ilmiah. Judul merupakan bagian pertama dari suatu artikel ilmiah yang dibaca sebelum pembaca membaca isi artikel ilmiah. Suatu judul artikel ilmiah, selain harus bersifat khas untuk meningkatkan daya tarik pembaca, juga harus singkat dan mampu menggambarkan keseluruhan isi artikel tersebut.

14 PENULISAN JUDUL Disarankan suatu judul tidak lebih dari 12 kata dalam bahasa Indonesia, 8 kata dalam bahasa Jerman, dan 10 kata dalam bahasa Inggris. Judul yang singkat tetapi jelas, bukan suatu hal yang mudah dibuat. Judul artikel perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

15 PENULISAN JUDUL Beberapa judul artikel pada suatu jurnal ilmiah sering kali ditemukan terlalu singkat sehingga judul tersebut kurang menggambarkan isi artikel. Judul yang terlalu panjang sering kali mengaburkan makna isi artikel, apalagi pada judul tersebut terdapat kata-kata klise seperti penelaahan, studi, pengaruh dan lain-lain.

16 PENULISAN JUDUL Hindari penggunaan kata-kata yang rendah bobot ilmiahnya. Untuk menghindari judul yang terlalu panjang dengan tetap mempertahankan kejelasan makna judul, maka sebaiknya dibuatkan sub-judul. Judul artikel ilmiah ilmu-ilmu sosial sedapat mungkin dirumuskan dalam kalimat-kalimat relasional dan menghindari kalimat-kalimat yang mengandung kausalitas.

17 PENULISAN JUDUL Disarankan dalam penulisan judul untuk menonjolkan kata kunci. Dianjurkan untuk menempatkan kata kunci yang paling penting dan khas di awal judul. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pelayanan penelusuran pustaka (literature scanning service) yang sering kali menggunakan “sistem kata kunci” (key word system).

18 PENULISAN JUDUL Penempatan kata kunci dalam judul memberikan dua keuntungan bagi penulis. Pertama, judul seperti itu merupakan judul yang paling deskriptif, ini sangat membantu pembaca untuk mendapatkan gambaran awal isi artikel juga dapat merangsang pembaca menjadi pembaca aktif.

19 PENULISAN JUDUL Kedua, judul yang mencantumkan kata kunci, memungkinkan suatu artikel dikelompokkan ke dalam klasifikasi yang benar oleh pelayanan penelusuran pustaka, tentunya akan sangat membantu ilmuwan lain dalam penelusuran literatur secara cepat dan tepat.

20 CONTOH-CONTOH JUDUL ARTIKEL
Contoh judul yang memerlukan perbaikan: Studi Penurunan Kandungan Fosfat Dalam Limbah Tahu Studi Penggunaan Tembaga (Cu) Sebagai Catalytic Converter Pada Knalpot Sepeda Motor Dua Tak Terhadap Emisi Gas Co Pseudoanerisma Tumor stromal gastointestinal TAREKAT: SEJARAH TIMBUL DAN PENGARUHNYA DI DUNIA ISLAM SPIRITUALITAS – AGAMA: TRANSFORMASI TRADISI INDIVIDUAL KE KOMUNAL Penciptaan Bahan Baku General Seni dengan Memanfaatkan Limbah Bahan Tanah Liat Keramik Porselin Sebagai Bahan Campuran dengan Teknik Pengolahan Silinder Putar Guna Meningkatkan Kualitas Bahan Baku Effisiensi Produk

21 Pembinaan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Tentang Pengolahan Buah Nenas Menjadi Dodol Nenas di Kecamatan Tambang, Kampar, Propinsi Riau Keefektifan Zat Penghambat Tumbuh Tanaman Untuk Pengendalian Tomat “Sweet Cherry” dan Tomat “Yelow Pear” Satu-Dua Aspek Soal Membagi Urusan Pemerintahan Hubungan Masyarakat, Prinsip, Kasus dan Masalahnya. Area and Administration Pengaruh Konsentrasi NaOH Terhadap Sifat-Sifat Karaginan Euhenna Cottonil dari Karimun Jawa dan Madura

22 PENULISAN BARIS KREDIT
Pada suatu jurnal internasional, bila pembimbing lebih dari satu, maka pembimbing yang paling senior bertindak sebagai pengayom penulis muda dan biasanya namanya ditempatkan paling akhir.

23 PENULISAN BARIS KREDIT
Penulis terakhir sering kali berperanan sebagai penulis untuk korespondensi dan namanya diikuti dengan tanda bintang, yang keterangannya diberikan pada catatan kaki. Hal ini dilakukan mengingat penulis pertama merupakan mahasiswa penulis tesis atau disertasi yang akan meninggalkan kampus setelah selesai masa studinya.

24 PENULISAN BARIS KREDIT
Penulis korespondensi tidak selalu penulis utama. Penulis korespondensi akan bertanggung jawab atas semua korespondensi serta perbaikan yang menyangkut artikel tersebut. Versi penulisan nama penulis sangat bervariasi, akan tetapi penulis hendaknya taat asas dalam menuliskan namanya, khususnya yang tidak memiliki nama keluarga.

25 Nama penulis harus konsisten baik dalam bentuk dan pengejaannya
Nama penulis harus konsisten baik dalam bentuk dan pengejaannya. Perhatikan keragaman dalam penulisan nama berikut ini: Djohara Djajadinata - Johara Jayadinata - Johara Dj. - Johara J. - Djajadinata Djohara - Jayadinata Johara - Djohara Dj.

26 Nama penulis harus konsisten baik dalam bentuk dan pengejaannya
Nama penulis harus konsisten baik dalam bentuk dan pengejaannya. Perhatikan keragaman dalam penulisan nama berikut ini: Sutopo Gani Nugroho - Sutopo G. Nugroho - Nugroho, S.G. - S. Gani Nugroho

27 PENULISAN ALAMAT LEMBAGA AFILIASI
Alamat lembaga penulis harus ditulis dan lengkap, perlu dilengkapi dengan nomor telepon, fax dan alamat , untuk memudahkan korespondensi dengan ilmuwan lain.

28 PENULISAN ALAMAT LEMBAGA AFILIASI
Nama lembaga yang ditulis pada artikel ilmiah haruslah nama lembaga tempat dilakukan penelitian, bukan lembaga asal penulis. Hal ini terutama untuk mahasiswa pascasarjana yang merupakan penulis tesis atau disertasi.

29 PENULISAN ALAMAT LEMBAGA AFILIASI
Jika penulis pertama yang merupakan penulis tesis tersebut ingin memperkenalkan nama lembaganya sebaiknya ditempatkan pada catatan kaki dengan menuliskan alamatnya saat ini (present address).

30 PENULISAN BADAN ARTIKEL
ABSTRAK DAN KATA KUNCI PENDAHULUAN MATERI DAN METODE HASIL DAN PEMBAHASAN ATAU HASIL, PEMBAHASAN SIMPULAN ATAU IMPLIKASI UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR PUSTAKA TABEL JUDUL GAMBAR GAMBAR

31 ABSTRAK DAN KATA KUNCI ABSTRAK MERUPAKAN RINGKASAN KESELURUHAN PENELITIAN YANG MELIPUTI LATAR BELAKANG, TUJUAN, METODE, HASIL DAN SIMPULAN DALAM BENTUK SINGKAT DAN JELAS JUMLAH KATA DALAM ABSTRAK UMUMNYA ANTARA 100 DAN 250 KATA ABSTRAK DIAKHIRI DENGAN KATA KUNCI

32 ABSTRAK Abstrak merupakan suatu ringkasan yang lengkap dan menjelaskan keseluruhan isi artikel ilmiah. Abstrak umumnya disajikan dalam satu paragraf dan disarankan tidak lebih dari 200 kata.

33 ABSTRAK Abstrak ditempatkan pada bagian awal artikel ilmiah.
Penulisan abstrak yang baik perlu dipertimbangkan mengingat bagian ini merupakan bagian artikel yang dibaca setelah judul. Sangatlah beralasan, dibaca tidaknya suatu artikel ilmiah tergantung pada kesan yang diperoleh pembaca saat membaca abstraknya. Bagian artikel yang paling sulit dikerjakan adalah abstrak. Abstrak dalam bahasa Inggris merupakan satu kemutlakan yang harus ada.

34 ABSTRAK Abstrak harus bersifat informatif dan deskriptif, artinya setiap informasi yang terkandung pada abstrak tersebut harus berdasarkan fakta. Dengan kata lain, sangat tidak diperkenankan untuk mencantumkan informasi yang tidak ada faktanya yang jelas dalam isi artikel pada suatu abstrak.

35 ABSTRAK Abstrak yang baik harus mengandung empat unsur: argumentasi logis perlunya dilakukan observasi atau penelitian untuk memecahkan masalah, pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah (metode), hasil yang dicapai dalam penelitian serta simpulan dan saran.

36 ABSTRAK Setiap unsur hendaknya diungkapkan dalam kalimat yang singkat dan jelas, dengan demikian keseluruhan abstrak menjadi tidak terlalu panjang.

37 ABSTRAK Usahakan menulis abstrak sebaik mungkin agar pembaca dapat menangkap isi artikel tanpa harus mengacu ke artikel lengkapnya. Abstrak harus dapat dimengerti oleh ilmuwan dari disiplin ilmu apa saja. Pelayanan abstrak (abstracting service) menyukai abstrak yang pendek, karena secara langsung mengutip keseluruhannya.

38 ABSTRAK Abstrak yang terlalu panjang unit pelayanan tersebut akan memenggalnya supaya menjadi lebih pendek. Namun, pemenggalan seperti ini seringkali kurang memperhatikan secara cermat detil isinya, sehingga dapat mengaburkan makna abstrak keseluruhan.

39 ABSTRAK Kejadian seperti ini tentunya sangat merugikan penulis, karena pembaca menjadi kurang berkenan menbacanya karena kekaburan maknanya. Abstrak harus disusun secara lengkap, tetapi ringkas, cermat, obyektif dan cendikia.

40 ABSTRAK Abstrak haruslah bersifat berdiri sendiri dalam penyajian informasi, tidak bersifat bergantung pada teks. Data dalam abstrak, hendaknya disajikan secara tepat dan pasti sehingga pembaca tidak perlu mengacu pada ilustrasi yang disajikan di dalam teks, seperti tabel dan gambar. Dengan alasan yang sama, sebaiknya dihindari penggunaan singkatan pada abstrak. Penyajian abstrak dengan cara seperti ini menjadi sangat penting.

41 ABSTRAK Hal ini disebabkan karena sering kali pembaca hanya membaca abstraknya saja pada suatu waktu, dan dilanjutkan membaca teksnya pada waktu yang lain. Abstrak artikel yang dipublikasikan pada jurnal internasional akan dipublikasikan secara luas melalui “on line service” di internet sebelum jurnal yang memuat artikel tersebut diterbitkan oleh penerbit. Pada kondisi seperti ini, bila abstraknya tidak disajikan dengan baik, maka sudah pasti artikelnyapun tidak akan diakses oleh para pembaca.

42 KATA KUNCI Kata kunci adalah kata-kata yang mengandung konsep pokok yang dibahas dalam artikel. Kata kunci dapat diambil dari thesaurus bidang ilmu masing-masing. Kata kunci walaupun sangat sederhana penting dalam pengindeksan artikel serta dapat membantu keteraksesan suatu tulisan kepembaca melalui pemindaian komputer di internet.

43 KATA KUNCI Bila seseorang ingin mencari suatu artikel dengan membaca kata kunci maka salah satu kata kunci yang Anda tuliskan dapat membuka artikel tersebut. Pilihlah kata kunci yang paling baik mewakili topik yang dibahas dalam artikel tersebut. Jumlah kata kunci bervariasi dari 3 sampai 6 kata-kata tunggal dan cara pengurutannya dari yang spesifik ke yang umum dan ditulis dalam suatu baris.

44 PENILAIAN SISTEMATIKA PADA JUDUL ARTIKEL
Apakah judul tidak terlalu panjang atau terlalu pendek (dapat memenuhi 12 kata). Apakah judul telah menggambarkan secara singkat inti karangan sesuai dengan permasalahannya. Apakah judul menarik Apakah judul tepat, benar, logis, cermat, informatif/indikatif

45 PENILAIAN SISTEMATIKA PADA BARIS KEPEMILIKAN
Baris Kepemilikan (Baris Kredit) Apakah nama-nama sudah diurut sesuai dengan besarnya peran para penulisnya. Apakah nama tersebut sudah ditulis sesuai dengan aturan jurnalnya Apakah alamat korespondensi telah dilengkapi sesuai aturan yang baku

46 PENILAIAN SISTEMATIKA PADA ABSTRAK
Apakah merupakan suatu abstrak satu paragraf atau abstrak terstruktur Apakah sudah tercakup komponen IMRAD. (introduction, methods, results and discussion) Bacalah ide pokoknya, apakah abstrak yang dibuat telah tersusun sebagaimana mestinya dan sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam hal panjang maupun gaya penulisannya serta merupakan satu kesatuan ide. Apakah abstrak sudah informatif/indikatif

47 PENDAHULUAN PENDAHULUAN MENGANDUNG ALASAN MELAKUKAN PENELITIAN, HIPOTESIS, DAN TUJUAN PENELITIAN PENDAHULUAN MENGANDUNG PERUMUSAN MASALAH PENDAHULUAN MENGANDUNG PENJELASAN STATE OF THE ART PENELITIAN PENDAHULUAN MENGANDUNG PEMIKIRAN PENULISAN ATAS PERMASALAHAN

48 PENDAHULUAN PENDAHULUAN JANGAN DISAMAKAN DENGAN TINJAUAN PUSTAKA
PERUJUKAN PUSTAKA JANGAN TERLALU BANYAK DALAM PENDAHULUAN JUMLAH KATA DALAM PENDAHULUAN JUGA DIBATASI

49 MATERI DAN METODE KESAHIHAN HASIL YANG DIPEROLEH DALAM PENELITIAN DITENTUKAN OLEH MATERI DAN PENDEKATAN METODOLOGI YANG DIGUNAKAN JELASKAN SECARA RINCI MATERI DAN METODE YANG DIGUNAKAN JELASKAN SEBAIK-BAIKNYA MENGENAI PERLAKUAN CARA DAN FREKUENSI PEMBERIAN

50 MATERI DAN METODE JELASKAN SECARA RINCI:
CARA DAN FREKUENSI PENGAMBILAN SAMPEL VARIABEL DAN CARA PENGUKURANNYA PROSEDUR ANALISIS KIMIA ATAU FISIK SAMPEL PROSEDUR ANALISIS STATISTIK YANG DIGUNAKAN

51 HASIL DAN PEMBAHASAN DALAM MENYAJIKAN HASIL UNGKAPKANLAH HASIL SECARA JELAS DAN LUGAS DENGAN KALIMAT SEDERHANA UNTUK PENYAJIAN DATA SEDERHANA GUNAKAN TABEL, UNTUK DATA YANG BANYAK GUNAKAN GRAFIK ATAU GAMBAR

52 HASIL DAN PEMBAHASAN JANGAN MENYAJIKAN GAMBAR YANG DIBANGUN DARI DATA YANG DISAJIKAN DALAM TABEL MULAILAH MENULIS HASIL DENGAN CARA YANG SISTEMATIS CARA PENULISAN HARUS BERSISTEM YAITU MEMULAI DARI PENYAJIAN HASIL UTAMA KEMUDIAN DIIKUTI DENGAN DATA PENDUKUNGNYA ATAU SEBALIKNYA

53 HASIL DAN PEMBAHASAN PEMBAHASAN DITULIS DENGAN BAHASA YANG JELAS DAN JANGAN MENGGUNAKAN KALIMAT YANG TERLALU PANJANG TULISLAH PEMBAHASAN SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA JELAS TERLIHAT PERBEDAAN ANTARA HASIL PENELITIAN YANG SEDANG DILAPORKAN DAN HASIL PENELITIAN RUJUKAN PUSTAKA

54 HASIL DAN PEMBAHASAN PEMBAHASAN SELALU DIARAHKAN KE HIPOTESIS (MENERIMA ATAU MENOLAK HIPOTESIS) DAN MENGAPA DEMIKIAN PENGUTIPAN DALAM PEMBAHASAN JANGAN TERLALU PANJANG, DAN LEBIH BAIK DITULIS DENGAN BAHASA SENDIRI

55 HASIL DAN PEMBAHASAN JANGAN SEKALI-KALI MENGUTIP PENDAPAT ORANG DI TEMPAT YANG SALAH KELOMPOKKAN BEBERAPA PENELITIAN SEJENIS DAN BISA DIKUTIP SECARA BERKELOMPOK SEHINGGA NASKAH AKAN MENJADI LEBIH PENDEK DAN ENAK DIBACA

56 SIMPULAN ATAU IMPLIKASI
SIMPULAN ADALAH JAWABAN ATAS HIPOTESIS YANG DIAJUKAN (ATAU JUDUL) HINDARI SPEKULASI DALAM PENGAMBILAN SIMPULAN SIMPULAN HARUS DIDASARI FAKTA YANG DITEMUKAN DALAM PENELITIAN

57 SIMPULAN ATAU IMPLIKASI
IMPLIKASI PENELITIAN PERLU DIKEMUKAKAN UNTUK MEMPERJELAS MANFAAT YANG DIHASILKAN OLEH PENELITIAN KALAU ADA SARAN UNTUK PENELITIAN LEBIH LANJUT BISA DITAMBAHKAN

58 UCAPAN TERIMA KASIH UCAPAN TERIMA KASIH DITEMPATKAN SEBELUM DAFTAR PUSTAKA UCAPAN TERIMA KASIH TERUTAMA KEPADA PEMBERI DANA DENGAN NOMOR KONTRAK PENELITIAN UCAPAN TERIMA KASIH JUGA DIBERIKAN KEPADA INDIVIDU YANG MEMBERIKAN SUMBANGAN BERARTI DALAM PENELITIAN, PENGOLAHAN DATA, DAN PENULISAN ARTIKEL TANPA IMBALAN DI LUAR PENULIS

59 PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
NAMA PENULIS TAHUN PENERBITAN JUDUL SUMBER HALAMAN

60 PENULISAN TABEL DALAM PENYIAPAN NASKAH ARTIKEL, TABEL SELALU DITULIS DALAM HALAMAN TERPISAH DARI TEKS SETIAP TABEL DIBERI NOMOR URUT DALAM ANGKA ARAB DAN DIKETIK DALAM HALAMAN TERPISAH IKUTI SECARA CERMAT FORMAT PENULISAN TABEL

61 PENULISAN TABEL UMUMNYA GARIS HORISONTAL SEPANJANG HALAMAN YANG DIPERBOLEHKAN HANYA TIGA, DUA DI BAGIAN ATAS, DAN SATU PENUTUP TABEL GARIS VERTIKAL SAMA SEKALI TIDAK DIPERBOLEHKAN

62 PENULISAN TABEL JUDUL TABEL DITEMPATKAN DI ATAS TABEL
PERHATIKAN FORMAT PENULISAN JUDUL TABEL PERHATIKAN PENULISAN SATUAN ANGKA DALAM TABEL DIFORMAT SESUAI DENGAN ANGKA DESIMAL

63 PENULISAN TABEL CANTUMKAN SD ATAU SE CANTUMKAN JUMLAH PENGAMATAN
CANTUMKAN SUPERSKRIP UNTUK PERBEDAAN STATISTIK KALAU ADA SINGKATAN BERIKAN PENJELASAN PADA CATATAN KAKI TABEL HARUS BISA BERDIRI SENDIRI TANPA HARUS MEMBACA TEKS

64

65

66

67 JUDUL FIGUR ATAU GAMBAR
JUDUL GAMBAR DILAMPIRKAN SETELAH TABEL TULISKAN JUDUL MASING-MASING GAMBAR DALAM HALAMAN YANG TERPISAH DARI GAMBARNYA ITU SENDIRI

68 FIGUR ATAU GAMBAR FIGUR DIGUNAKAN UNTUK MENYAJIKAN DATA YANG SANGAT BANYAK SETIAP GAMBAR DICETAK PADA HALAMAN TERPISAH BERIKAN IDENTIFIKASI NOMOR GAMBAR (DAN NAMA PENULIS) DI HALAMAN BELAKANG GAMBAR TERSEBUT BILA PERLU, TUNJUKKAN BAGIAN ATAS ATAU BAWAH GAMBAR TERSEBUT

69 FIGUR ATAU GAMBAR SERTAKAN UKURAN PENYEBARAN SD ATAU SE
KETERANGAN SIMBOL-SIMBOL YANG DIGUNAKAN DALAM GAMBAR SEBAIKNYA DIJELASKAN DALAM JUDUL UNTUK DATA DENGAN SATUAN YANG SAMA GUNAKAN SATU SUMBU X DAN SATU SUMBU Y UNTUK DATA DENGAN SATUAN YANG BERBEDA GUNAKAN SUMBU YANG BERBEDA

70

71

72

73

74

75

76

77

78

79

80

81

82

83

84

85 TERIMA KASIH


Download ppt "PENULISAN ARTIKEL ILMIAH PADA JURNAL ILMIAH"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google