Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DESKRIPSI SUKU, MARGA, DAN JENIS-JENIS POHON PENTING

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DESKRIPSI SUKU, MARGA, DAN JENIS-JENIS POHON PENTING"— Transcript presentasi:

1 DESKRIPSI SUKU, MARGA, DAN JENIS-JENIS POHON PENTING
Sub Divisi Gymnospermae 1. Podocarpaceae 2. Araucariaceae 3. Pinaceae

2 Perbedaan Gymnospermae dan Angiospermae
Habitus Batang Daun Bunga Gymnospermae Semak, perdu atau pohon sistem akar tunggang Tegak lurus, bercabang-cabang Jarang berdaun lebar, jarang bersifat majemuk Sistem pertulangan tidak banyak ragamnya Bunga sesungguhnya belum ada, sporofil terpisah-pisah atau membentuk strobilus betina dan jantan Makrosporofil (daun buah) dengan bakal biji (makrosporangium) yang nampak menempel padanya Makro dan mikrosporofil terpisah Angiospermae Terna, semak, perdu, pohon, sistem akar serabut dan akar tunggang Bermacam-macam, bercabang atau tidak Kebanyakan berdaun lebar, tunggal atau majemuk dengan komposisi yang beraneka ragam Beraneka ragam sistem pertulangan Bunga ada tersusun dari sporofil plus bagian-bagian lain Makrosporofil (daun buah) membentuk badan yang disebut putik dengan bakal biji di dalamnya (tidak tampak) Makrosporofil dan mikrosporofil (benang sari) terpisah atau terkumpul pada satu bunga

3 Perbedaan Gymnospermae dan Angiospermae
Penyerbukan Sel Kelamin Jantan Anatomi Gymnospermae Hampir selalu dengan anemogami Serbuk sari jatuh (pada tetes penyerbukan) langsung pada bakal biji Jarak waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang Sel Kelamin Jantan berupa spermatozoid yang masih bergerak aktif Akar dan batang berkambium, selalu mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, berkas pembuluh pengangkutan koleteral terbuka Angiospermae Bernacam-macam (autogami, anemogami, hidrogami, zoidiogami, dll) Serbuk sari jatuh pada kepala putik Jarak waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif pendek Sel Kelamin Jantan berupa inti sperma (inti generatif) yang tidak bergerak aktif Ada yang berkambium ada yang tidak, Ada yang menebal sekunder ada yang tidak Berkas pembuluh pengangkutan ada yang kolateral terbuka, ada yang kolateral tertutup, ada yang bikolateral

4 Perbedaan Gymnospermae dan Angiospermae
Anatomi Gymnospermae Xilem terdiri atas trakeida saja Floem tanpa sel-sel pengiring Angiospermae Xilem terdiri atas trakea dan trakeida Floem dengan sel-sel pengiring

5 PODACARPACEAE Kelas Coniferae, Ordo Podocarpales, Family Podocarpaceae
Kelas pohon daun jarum. Conus (kerucut), Ferein (mendukung), termasuk kelas pohon dengan tajuk berbentuk kerucut. Habitus : perdu atau pohon Organ Vegetatif : Bergetah bening, harum, daun belum sempurna, daun bersisik-sisik atau melebar, bangun daun biasa (baru satu urat/tulang daun) atau jarum. Kedudukan daun tersebar rapat (marga Dcrydium atau selang-seling (marga Podocarpus). Helaian daun kadang bangun jarum yang sangat kuat melekat pada ranting (gugur bersama ranting) seprti pada Dacrydium. Kulit batang licin, mengelupas lembaran-lembaran kecil

6 PODACARPACEAE Generatif/Bunga : bunga jantan dan bunga betina masih bersifat terbuka, bunga jantan terletak di atas dasar bunga, terdiri dari dua mikrosporangium; tiap mikrosprangium berisi banyak mikrospora. Bunga jantan berkumpul dalam satu strobili jantan, ukuran strobili kecil jantan kecil dan berbentuk bulat panjang. Bunga betina terdiri sendiri-sendiri atau dalam kumpulan tandan, terletak diketiak kedudukan daun atau di ujung ranting. Bunga betina terletak di atas dasar bunga, berupa kantong spora yang disebut makrosporangium berisi satu makrospora. Penyebaran : Seluruh Sumatera kecuali Lampung, Seluruh Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTB, NTT, Maluku, Papua

7 PODACARPACEAE Marga-marga penting ; 1. Dacrydium 2. Podocarpus
3. Phyllocladus Jenis-jenis penting : Dacrydium : Dacrydium Baccarii Parl.(Melur) D. junghuhnii Miq. (Melur) Podocarpus : Podocarpus wallichianus Presl (syn P. Blumei Endl.) (melur) P. imbricatus Bl. (jamuju) P. motleyi Dumm. (melur) P. neriifolius D. Don. (Melur)

8 PODACARPACEAE Kegunaan : Kayu melur dapat dipakai untuk konstruksi ringan, lantai, mebel. Alat menggambar, ukiran, korek api, kayu lapis, panel, alat olah raga, musik, pensil dan moulding

9 PINACEAE Kelas Coniferae, Ordo Pinales, Family Pinaceae
Habitus : pohon berkayu Organ vegetatif : bergetah bening, dalam perdagangan dikenal sebagai gondorukem. Daun belum sempurna, bentuk daun jarum yang pada pangkalnya diliputi selaput. Tiap daun terdiri dari dua atau lebih jarum. Tiap jarum beralur memanjang. Kedudukan daun tersebar sangat rapat (tersebar ke ujung ranting). Kulit batang beralur panjang. Generatif/Bunga : Bunga jantan berkumpul dalam kumpulan strobili/kones/kerucut. Organ reproduksi jantan terletak pada suatu sisik berkayu yang berkumpul dalam satu strobili jantan. Bentuk strobili jantan bulat panjang berukuran kecil. Satu sisik mempunyai dua kantong jantan yang disebut mikrosporangium; tiap mikrosprangium berisi banyak mikrospora

10 PINACEAE Generatif : bunga betina berkumpul dalam kumpulan strobili/kones/kerucut. Organ reproduksi betina terletak pada sisik berkayu yang berkumpul dalm satu strobili betina. Bentuk stobili betina bulat panjang lancip di ujung (bangun kerucut) berukuran lebih besar dari pada stobili jantan. Satu sisik mempunyai satu kantong spora betina yang disebut makrosporangium; tiap makrosprangium berisi satu makrospora Penyebaran: Di Indoensia secara alami di Aceh (Strain Kerinci) dan DI Sumatera Utara (Strain Tapanuli) dan Sumatera Barat. Pinus Merkusii Jungh. et De Vr Kegunaan : Pinus (Kayu Tusam) digunakan untuk bahan bangunan, mebel, box/kotak, tangkai korek api, pulp, papan wol kayu. Getahnya dikenal dengan gondorukem diolah menjadi terpentin, vernis dan merupakan bahan untuk dasar untuk pencelupan batik

11 ARAUCARIACEAE Kelas Coniferae, Ordo Podocarpales, Family Podocarpaceae
Kelas pohon daun jarum. Conus (kerucut), Ferein (mendukung), termasuk kelas pohon dengan tajuk berbentuk kerucut. Habitus : pohon Organ Vegetatif : Bergetah bening, harum (resin), belum mempunyai daun sempurna (helaian daun terdiri dari serat-serat), belum ada tangkai daun. Daun berupda jarim (genus Araucaria) atau daun lebar (genus Agathis) dalam kedudukan tersebar rapat atau berpasangan sampai selang-seling. Vegetatif : Percabangan pada marga Agathis melingkar batang pokok, terkulai, sedangkan pada marga Araucaria melingkar batang pokok melengkung ke atas. Vegetatif : Kulit batang mengelupas, Agathis berbincak-bincak, Araucaria mengelupas dalam lingkaran

12 ARAUCARIACEAE Organ Generatif :Bunga jantan berkumpul dalam kumpulan strobili/kones/kerucut. Organ reproduksi jantan terletak pada suatu sisik berkayu yang berkiumpul dalam satu strobili jantan, Bangun strobili jantan bulat panjang berukuran kecil Satu sisik mempunyai dua kantung spora jantan yang disebut mikrosporangium. Tiap mikrosporangium berisi banyak mikrospora Bunga betina berkumpul dalam kumpulan strobili/kones/kerucut. Organ betina terletak pada suatu sisik berkayu yang berkumpul dalam datu strobili betina. Bangun strobili betina bulat, berukuran besar Satu sisik mempunyai satu kantung spora betina yang disebut mikrosporangium, satu mikrosporangium berisi satu mikrospora. Sisik-sisik dalam strobili betina dari marga Agathis pada ujung-ujungnya membulat, sedangkan sisik-sisik dalam strobili betina dari marga Araucaria pada ujungnya berlidah

13 ARAUCARIACEAE Marga-marga penting ; 1. Araucaria 2. Agathis
Jenis-jenis penting : Dacrydium : Agathis Borneensis Warb (Damar/Agathis) A. celebica Warb. (Agathis) A. dammara (Lambert) L.C. Rich. (Agathis) A. alba Foxw. (Agathis) A. labillardiesri Warb. (Agathis) Araucaria : Araucaria cunninghamii Ait.

14 ARAUCARIACEAE Penyebaran :Secara alamiah terdapat di Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua dan di Jawa di hutan tanaman. Marga Araucaria secara alami hanya terdapat di Papua Kegunaan : Kotak/box, tangkai korek api, sendok/gagang ice cream, pensil, meubel, peti pengepak, alat ukur/gambar, venir dan kayu lapis, pulp dan kayu pertukangan. Damarnya (getah) dikenal sebagai kopal diekspor sebagai bahan untuk vernis, sabun dan alat-alat listrik.

15 DESKRIPSI FAMILY ARACACEAE, FAGACEAE, MELIACEAE, MORACEAE DAN SANTALACEAE,

16 ARECACEAE Disebut juga Family Palmae atau Suku Pinang-pinangan
Kelas Liliopsidae, Ordo Arecales Tumbuhan serbaguna Habitus : pohon, semak atau perdu Penyebaran : Seluruh Kawasan Tropis Ciri Organ vegetatif Batang : jarang bercabang dan tumbuh tegak ke atas. Beberapa anggotanya setengah merambat atau memanjat (rotan). Akarnya tumbuh dari pangkal batang, berbentuk silinder, kurang bercabang tetapi biasanya tumbuh banyak dan masif (padat). Akar palem biasanya menghunjam dalam ke tanah, sehingga mampu menopang batang yang tumbuh menjulang tinggi (hingga 20m atau bahkan lebih). Daun majemuk dan tersusun menyirip tunggal yang khas dan menjadi tanda pengenal yang paling mudah. Pada beberapa kelompok ditumbuhi duri. Tangkai daun dilengkapi pelepah daun yang membungkus batang.

17 ARECACEAE Ciri Organ Generatif
Bunga tersusun dalam karangan yang bila masih muda terlindung oleh seludang bunga. Karangan bunga palem ini disebut mayang. Tangkai mayang ini bila dilukai akan mengeluarkan cairan manis yang disebut nira. Dalam karangan bunga ini terdapat bunga betina dan/atau bunga jantan. Jika keduanya ditemukan bunga betina terletak di bagian lebih pangkal. Orang Jawa menyebut bunga betina sebagai bluluk. Penyerbukan dilakukan oleh serangga atau burung. Buahnya biasanya memiliki kulit luar yang relatif tebal, yang menutupi bagian dalam (mesokarpium) yang berair atau berserat. Biji dilindungi oleh lapisan buah bagian dalam (endokarpium) yang keras dan berkayu. Pada kelapa, lapisan ini disebut sebagai batok. Serat buah dikenal juga sebagai sabut. Di dalam batok terdapat biji yang ketika buah masih muda relatif cair dan berangsur-angsur membentuk endapan yang semakin lama mengeras. Endapan ini biasanya mengandung banyak lemak dan protein. Beberapa jenis masih menyisakan cairan di dalamnya. Cairan ini dapat diminum sebagai minuman penyegar (seperti pada kelapa dan siwalan).

18 ARECACEAE Jenis-Jenis Penting Arenga pinnata (enau/kolang-kaling)
Cocos nucifera (kelapa) Phoenix dactylifera (kurma) Salacca zalacca (salak) Metroxylon sago (rumbia/sagu) Elaeis guineensis (kelapa sawit) Borassus flabellifer (lontar/siwalan/atep) Calamus sp rotan Chrysalidocarpus lutescens (palem kuning) Cyrtostachys lakka (palem merah) Corypha utan (gebang) Roystonea regia (palem raja) Hyophorbe lagenicaulis (palem botol)

19 CASUARINACEAE Suku cemara-cemaraan atau Casuarinaceae, kelas magnoliopsidae, Ordo Fagales meliputi sekitar 70 jenis tetumbuhan. Termasuk golongan Dicotyledonae Habitus : Perdu dan Pohon Penyebaran : Sebagian besar suku ini terdapat di Belahan Bumi Selatan, terutama di wilayah tropis Dunia Lama, termasuk Indo-Malaysia, Australia, dan Kepulauan Pasifik. Tumbuh apda tanah berpasir. Pohon cemara sendiri merupakan tetumbuhan hijau abadi yang sepintas lalu dapat disangka sebagai tusamkarena rantingnya yang beruas pada dahan besar kelihatan seperti jarum, dan buahnya mirip runjung kecil. Namun kenyataannya pepohonan ini bukan termasuk Gymnospermae, sehingga mempunyai bunga, baik jantan maupun betina. Bunga betinanya nampak seperti berkas rambut, kecil dan kemerah-merahan. Organ Vegetatif Daun , It has needle like leaves similar to a pine although if you look closely you will notice that they are different. For one they don´t grow in groups of two, three or four needles. Each one grows individually from the branch.

20 CASUARINACEAE Daun jarum mirip pinus (tapi berbeda). Daun berbentuk sisik dalam karangan bunga/roset. Pada daun bentuk roset, jumlah sisik menentukan jenis. Casuarina equisetifolia, tiap roset 6 – 8 sisik C. Junghuhniana, tiap roset terdapat sisik Gymnostoma sumatranum tiap roset terdapat 4 sisik Ranting berbuku-buku (tempat kedudukan daun). Akar terdapat bintik-bintik mengandung nitrogen, baik untuk kesuburan tanah. Organ Generatif : Bunga sendiri-sendiri terletak pada kedudukan daun. Buah berkeping dua Buah bersegmen, susunan segmen sesuai dengan jumlah sisik dalam kedudukan roset

21 FAGACEAE Disebut juga Pasang-pasangan, kelas magnoliopsidae, Ordo Fagales merupakan tumbuhan asli kawasan tropis dan subtropis Asia. Marga Quercus menurut pakar botani nama genus pada kawasan subtropis, sedangkan di kawasan tropis disebut Lithocarpus. Namun beberapa pakar masih menyebutnya Quercus. Habitus, semak dan pohon Penyebaran : Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Dibagiann timur Indonesia (dibatasi selat malaka dan selat makasar) terdapat segelintir jenis dari Fagaceae Tumbuh di daerah dataran rendah sampai 2000 mdpl. Marga castanopsis tumbuh di atas 500 mdpl. Organ vegetatif: daun tunggal kedudukan tersebar. Permukaan atas marga quercus/lithocarpus dilapisi lapisan lilin. Bila daun dilipat terlihat bekas lipatan berupa garis putih. Permukaan daun marga castanopsis sebelah bawah berbulu berwarna putih dan coklat.

22 FAGACEAE Organ Vegetatif : Pada kuncup ujung ranting kadang jelas terlihat menonjol daun-daun penumpu melingkari kuncup (kuncup bunga atau kuncup daun) Permukaan bagian kayu pada batang marga Quercus/Lithocarpus tidak rata (ada penonjolan memanjang atau lekukan memanjang ke dalam). Lekukan atau tonjoolan tidak lain ada hubungannya dengan garis empulur bagiankayu,. Organ Generatif : Bunga/buah dalam susunan bulir, atau tandan Buah pada marga Quercus/Lithocarpus dipangkal terletak di atas dasar buah, berupa mangkok yang bersisik (kadang ada yang meliputi sevagian besar dari bagian buah). Buah pada marga Castanopsis ditutupi dasar buah seluruhnya, berbulu kasar dan kadang ujung yang tajam (berkayu)

23 FAGACEAE Jenis Penting
Lithocarpus elegans (Bl.) Hatus. Ex Soepadmo (pasang) L. Sundaicus L. Lineata Castanopsis argantea (Bl.) A.DC. (saninten) Kegunaan : Pasang : kayu balok untuk perumahan dan jembatan, papan, tiang, meubel. Kayu mudah pecah sehingga perlu pengeringan yang benar. Saninten : balok pada perumahan dan jembatan, apapn, tiang dan rusuk dan baik untuk dijadikan sirap. Kayu saninten tidak mudah pecah.

24 MORACEAE Kelas magnolipsidae, ordo Rosales Habitus pohon
Penyebaran : seluruh wilayah Indonesia, daerah tropis Organ Vegetatif : bergetah susu (putih), berdaun penumpu berbentuk tudung, bila gugur meninggalkan bekas perlekatan apda ranting berupa lingkaran cincin di ketiak keduduakn daun. Organ generatif : bunga/buah semu, dasar bunga (receptaculum) pada marga Ficus tumbuh keluar melanjut, melingkar bentuk bulat, pada bagian atasnya terdapat pintu tempat masuknya serangga (semut) Berkelamin satu (bunga jantan dan betina terpisah. Pada marga Artocarpus dan marga Antiaris dasar bunga tumbuh melanjut dengan tangkai bersama (bunga bersama). Bunga jantan dan bunga betina terletak di luar dasar bunga.

25 MORACEAE Jenis penting Ficus elastica Roxb. (karet Hutan)
Artocarpus elastica Reinw. (terap) A. Integer Merr. (cempedak) A. Heterophyllus Lamk. (nangka) Antiaris toxicaria (Upas) Kegunaan Penghasil buah-buahan, kayunya untuk alat rumah tangga, perumahan, kulitnya untuk bahan sol sintetik (marga artocarpus). Getah dari Ficus untuk bahan membuat mainan/bola dan penangkap burung

26 SANTALACEAE Suku Santales Habitus : pohon
Penyebaran : seluruh Indonesia khususnya di Nusa Tenggara Timur Organ VEGETATIF : Batang Tegak, bulat, percabangan simpodial, permukaan kasar, putih kecoklatan. Daun Tunggal, tersebar, tangkai berlekuk, lonjong, ujung runcing, pangkal runcing, tepi rata, panjang 3-8 cm, lebar 1-5 cm, pertulangan menyirip, permukaan licin, hijau. Organ Generatif : Majemuk, bentuk payung, di ujung cabang atau di ketiak daun, daun penumpu 1 atau 2 helai, dasar kelopak membentuk cawan, ujung berbagi 4, panjang 2-3 mm, ijau, benang sari 4 melekat pada mahkota, putik di tengah melekat pada dasar bunga, mahkota lepas, 4 helar, bentuk solet, coklat Buah Buni, bulat telur, garis tengah 3-8 mm, masih muda hijau setelah tua ungu.

27 SANTALACEAE Kegunaan : Kayu Santalum album berkhasiat sebagai penghalus kulit, peluruh keringat, pereda kejang, pencegah mual dan daunnya untuk obat sakit'demam. Untuk penghalus kulit dipakai kayu Santalum album yang sudah kering, diserut halus lalu ditumbuk dan ditambah air hingga menyerupai pasta, kemudian dilulurkan ke seluruh badan, setelah kering dibasuh dengan air bersih.

28 MYRTACEAE ANACARDIACEAE SAPINDACEAE BURSERACEAE
DESKRIPSI FAMILY MYRTACEAE ANACARDIACEAE SAPINDACEAE BURSERACEAE

29 MYRTACEAE Family Jambu-jambuan, Banyak terdapat di Benua Australia, terutama dari marga Eucalyptus Habitus, pohon Penyebaran, seluruh kawsan Indonesia. Marga Eugenia mempunyai sebaran terluas. Di wilayah Indonesia timur terdapat habitat asli dari Melaleuca, Eucalyptus, Tristania dan Metrosideros

30 MYRTACEAE ORGAN VEGETATIF
Daun tunggal, kedudukan berpasangan/berhadapan samapi selang-seling. Pda marga Eudenia sebagian besar berpasangan Terdapat urat daun/tulang daun sejajar pinggir Diantara tulang/urat daun terdapat sel minyak Daun bila diremas harum Kulit Batang licin, mengelupas dalam lembaran kecil/bersisik (Eugenia, Tristania, Metrosideros atau lembaran besar (Melaleuca, Eucalyptus)

31 MYRTACEAE ORGAN GENERATIF Bunga dalam susunan tandan/malai
Buah/bakal buah terletak di dalam dasar buah (receptakulum) yang disebut buah inferior atau buah setengah diatas setengah didalam dasar buah yang disebut buah semi inferior atau buah semi superior (Marga Eucalyptus) Daun kelopak bunga tetap melekat dengan dasar buah sampai buah matang Benangsari banyak melingkar di atas dasar buah dan tangkai putik menonjol di atas dasar buah/bunga

32 MYRTACEAE Kegunaan Penghasil buah-buahan
Penghasil kayu, kayu leda (Eucalyptus deglupta), untuk kayu lapis, bahan bangunan di bawah atap, pulp, korek api dan pembungkus. Kayu pelawan dan kayu lara kuat, awet dan keras untuk tiang jembatan pelabuhan. Marga Melaleuca menghasilkan minyak kayu putih dan dari kulitnya digunakan sebagai bahan penyumbat sela-sela papan dinding dinding papan kecil

33 MYRTACEAE Jenis-jenis Penting Eugenia aromatica O. Ktze (Cengkeh)
Eucalyptus alba Reinw. (Ampupu) E. Deglupta Bl., syn. E. naudiniana F. Muell. (Leda) E. Urophyllus S.T. Blake (Pelawan) Tristania mainganyi Duthie (Pelawan) Metrosideros petiolata Kds. (Lara) M. vera Roxb. (Lara) Melaleuca leucadendron L. (Gelam)

34 ANACARDACEAE Family Mangga-maggaan
Getahnya keras, dapat merusak kulit yang tipis, kadang-kadang bersifat racun. Penyebaran : seluruh wilayah Indonesia ORGAN VEGETATIF Bergetah bening yang tajam dan keras, atau bergetah putih. Bila beroksidasi dan setelah kering berwarna hitam. Berdaun tunggal, kecuali pada Marga Spondias dan Dracontomelon yang berdaun majemuk Kedudukab daun sebagian besar tersebar ke ujung ranting, atau berpasangan (Bouea)

35 ANACARDACEAE ORGAN VEGETATIF
Bentuk daun bulat panjang sampai lanset dan sering melengkung Urat/tulang daun kedua (sekunder) menyirip melengkung busur (pinggiran daun sering turut melengkung karena lengkungan urat urat daun sekunder) Kuncup ujung ranting satu atau lebih dari satu, bersegi, lunak sampai keras Daun penumpu sering terdapat di keliling kuncup bila membuka.

36 ANACARDACEAE ORGAN GENERATIF Bunga dalam susunan malai
Buah dengan biji besar, berserat pada permukaan biji, serta halus sampai kasar KEGUNAAN Penghasil buah-buahan (Mangifera spp) PEnghasil kayu dengan tekstur indah seperti Rengas, baik untuk meubel, tiang, balok pada bangunan rumah dan jembatan, bantalan. Kayu dahu bagus untuk papan, tiang dan balok di bawah atap, peti dan kayu lapis.

37 ANACARDACEAE Jenis-jenis penting
Anacardium occidentale L. (jambu mente) Mangifera indica L. (Mangga dengan bermacam varietas) M. Caesia Jack. (kemang) M. Foetida Lor. (bacang, Embacan) Camposperma auriculata Hk.f. (terentang) C. Macrophylla Hk.f. (terentang) Bouea macrophylla Griff. (Gandaria) Gluta renghas L. (rengas) Melanorrhoea wallichii Hk.f. (syn. Gluta wallichii (Hk.f.) Ding Hou Spondias cyatherea Sonnerat (kedondong) Spondias pinnata (Kedondong hutan)

38 SAPINDACEAE Keluarga rambutan-rambutanan Habitus ; pohon
Penyebaram : Seluruh wilayah Indonesia ORGAN VEGETATIF Berdaun majemuk tunggal menyirip genap (satu anak daun di ujung tidak tumbuh, hanya meninggalkan bekas tangkai anak daun) kedudukan anak daun selang-seling. Helaian anak daun tidak sama besar (dipangkal lebih kecil daripada di atasnya) Pinggiran helaian anak daun di pangkal kadang bergerigi atau bergelombang, yang alam kelamaan menjadi rata

39 SAPINDACEAE ORGAN GENERATIF Bunga/buah dalam susunan malai
Kulit bervariasai dari licin sampai berambut Bji besar dengan selaput arillus yang tebal (dimakan) KEGUNAAN Penghasil buah-buahan Kulit buahnya untuk sabun (marga Sapindus) Kayunya untuk bahan bangunan rumah, jembatan, mebel, lantai, moulding, perkapalan, tangkai peralatan RT dan alat olah raga ( marga Pometia)

40 SAPINDACEAE Jenis-jenis penting Nephelium lappaceum L. (Rambutan)
Pometia pinnata Forst. (Matoa) P. tomentosa Kursz (Matoa) Shcleicera oleosa Merr. (Kesambi) Sapindus rarak D.C. (Lerak)

41 BURSERACEAE Family Kenari-kenarian Habitus, pohon
Penyebaran: seluruh wilayah Indonesia ORGAN VEGETATIF Bergetah bening, harum dan menusuk Daun majemuk tunggal dalam kedudukan tersebar, kedudukan anak daun berpasangan Tangkai anak daun menebal di pangkal dan di ujung Terkadang dijumpai daun penumpu (Marga Canarium) melingkar di di pangkal tangkai daun

42 BURSERACEA ORGAN GENERATIF Bunga/buah dalam susunan tandan atau malai
Buah batu dengan dinding keras, permukaan buah (dinding) segitiga KEGUNAAN Buahnya mengandung lemak pada bijinya Getahnya dipakai untuk penerangan Buahnya untuk bahan souvenir

43 BURSERACEA JENIS-JENIS PENTING Canarium aspermum Benth. (kanari)
C. vulgare Leenh. (kenari) syn. C. commune L. Santiria griffithii Engl. (kenari) S. laevigata Bl. (Kenari) S. oblongifolia (Kenari) S. rubiginosa Bl. (Kenari) S. tomentosa Bl. (kenari) Dacryodes rostrata H.J.L. (kenari) D. rugosa H.J.L. (Kenari)


Download ppt "DESKRIPSI SUKU, MARGA, DAN JENIS-JENIS POHON PENTING"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google