Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14"— Transcript presentasi:

1 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
PUBLIC CHOICE 1. Pengertian Public Choice Public Choice adalah sebuah perspektif untuk bidang politik yang muncul dari pengembangan dan penerapan perangkat dan metode ilmu ekonomi terhadap proses pengambilan keputusan kolektif dan berbagai fenomena non pasar (non market phenomena). AHS/SOSEK/2011

2 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
Tetapi diakui bahwa keterangan pendek ini tidak cukup memberi deskripsi yang lengkap karena untuk mencapai suatu perspektif bagi politik seperti ini diperlukan pendekatan ekonomi tertentu. AHS/SOSEK/2011

3 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
2. Perkembangan Public Choice Pemikiran PC dalam merombak bidang –bidang sosial maupun politik sesuai hukum ekonomi klasik yang analog dengan permintaan dan penawaran komoditas. Dengan analogi tersebut, maka pemerintah bisa diasumsikan sebagai supplier, yang bisa menyediakan komoditas publik untuk masyarakat. AHS/SOSEK/2011

4 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
Selain itu PC perhatiannya tertuju terhadap fungsi pilihan sosial atau eksplorasi terhadap kepemilikan kesejahteraan sosial. PC bukan suatu objek studi tetapi sebuah cara untuk menelaah subyek, jadi PC bisa menjadi petunjuk bagi pengambil keputusan untuk menentukan pilihan kebijakan yang paling efektif. AHS/SOSEK/2011

5 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
3. Lingkup Public Choice PC merupakan metode-metode ekonomi terhadap bidang politik dengan 2 masalah pokok : masalah tindakan kolektif ( collective action) , dan masalah mengagregasikan preferensi. AHS/SOSEK/2011

6 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
Preferensi atau selera adalah sebuah konsep, yang digunakan pada ilmu sosial, khususnya ekonomi. Ini mengasumsikan pilihan realitas atau imajiner antara alternatif-alternatif dan kemungkinan dari pemeringkatan alternatif tersebut, berdasarkan kesenangan, kepuasan, gratifikasi, pemenuhan, kegunaan yang ada. Lebih luas lagi, bisa dilihat sebagai sumber dari motivasi. Di ilmu kognitif, preferensi individual memungkinkan pemilihan tujuan/goal. AHS/SOSEK/2011

7 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
Ilmu ekonomi terlahir untuk mengatur atau memberikan arah yang tepat dalam pengalokasian sumber-sumber ekonomi yang langka dan politik dipakai untuk menyiasati bagaimana suatu sistem pemerintahan dilaksanakan sebagai suatu art/seni. AHS/SOSEK/2011

8 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
Jika negara memiliki sumberdaya ekonomi yang tak terbatas , maka ilmu ekonomi dan ilmu politik tidak diperlukan lagi untuk mengatur pengalokasiannya dalam mewujudkan sistem pemerintahan dan kekuasaan. Namun , jika sumberdayanya terbatas maka ada beberapa cara untuk mengaturnya antara lain : AHS/SOSEK/2011

9 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
a. Altruisme Adalah pola alokasi sumberdaya ekonomi atas dasar sistem dan hubungan pemberian. Artinya ada keterlibatan moral atau emosional : karena rasa kemanusiaan , persahabatan dan sebagainya . Sebagai contoh , bantuan bencana kepada yang terkena musibah di daerah-daerah. Bantuan tersebut yang merupakan komoditas individu berubah atau bergeser menjadi komoditas publik dalam proses distribusinya. AHS/SOSEK/2011

10 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
b. Anarkhi Adalah suatu sistem tanpa hukum atau aturan . Jadi, suatu komoditas publik yang terbatas dimanfaatkan oleh sekelompok orang tertentu tanpa batasan dan aturan yang jelas dan pemanfaatannya bersifat anarkhi. c. Pasar (Market) Adalah suatu konsep kontroversial sebagai medium pertukaran atau transaksi berbagai hal. Sumberdaya ekonomi dapat menjadi suatu market karena adanya voluntarisme. AHS/SOSEK/2011

11 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
d. Pemerintah dan birokrasi Adalah lembaga yang mampu membuat aturan , menerapkan dan mengenakan sanksi-sanksi tertentu dan mampu menyelesaikan masalah – masalah kompleks seperti kegagalan pasar dan dampak eksternalitas. Sumberdaya ekonomi yang terbatas akan mampu dikelola oleh pemerintah dengan birokrasinya sehingga masalah-masalah ekonomi yang terjadi di lapangan dapat dieliminir. AHS/SOSEK/2011

12 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
RENT SEEKING Sejak tahun 1967, teori mengenai “rent-seeking” ini dikembangkan oleh Gordon Tullock, dan istilah “rent” disini berkembang menjadi tidak dalam pengertian yang sama dengan yang dimaksudkan oleh Adam Smith. Fenomena dari rent seeking ini teridentifikasi dalam hubungannya dengan monopoli. AHS/SOSEK/2011

13 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
Selanjutnya, rent seeking (pemburu rente) menjadi bermakna suatu proses dimana seseorang atau sebuah perusahaan mencari keuntungan melalui manipulasi dari situasi ekonomi (politik, aturan-aturan, regulasi, tariff dll) daripada melalui perdagangan. Istilah rent seeking sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Anne Krueger pada tahun 1973 dalam tulisan yang mengulas tentang pemikiran Gordon Tullock. AHS/SOSEK/2011

14 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
Menurut Didik J Rachbani, “perburuan rente ekonomi terjadi ketika seorang pengusaha atau perusahaan mengambil manfaat atau nilai yang tidak dikompensasikan dari yang lain dengan melakukan manipulasi pada lingkungan usaha atau bisnis. Manipulasi pada lingkungan usaha tersebut juga terjadi, karena perebutan monopoli atas aturan main atau regulasi. AHS/SOSEK/2011

15 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
Karena itu, pelaku usaha yang melobi untuk mempengaruhi aturan lebih memihak dirinya dengan pengorbanan pihak lainnya disebut pemburu rente (“rent seekers”). Praktik berburu rente ekonomi juga diasosiasikan dengan usaha untuk mengatur regulasi ekonomi melalui lobi kepada pemerintah dan parlemen. AHS/SOSEK/2011

16 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
Penetapan tariff oleh pemerintah untuk kelompok bisnis juga merupakan bagian dari praktik tersebut. Hal yang sama dalam pemberian monopoli impor gandum, beras, gula, dan sejenisnya merupakan bagian dari praktik perburuan rente ekonomi. AHS/SOSEK/2011

17 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
MONEY POLITIK Money politik atau juga Politik uang atau politik perut adalah suatu bentuk pemberian atau janji menyuap seseorang baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan cara tertentu pada saat pemilihan umum. AHS/SOSEK/2011

18 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
Pembelian bisa dilakukan menggunakan uang atau barang. Politik uang adalah sebuah bentuk pelanggaran kampanye. Politik uang umumnya dilakukan simpatisan, kader atau bahkan pengurus partai politik menjelang hari H pemilihan umum. AHS/SOSEK/2011

19 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
Praktik politik uang dilakukan dengan cara pemberian berbentuk uang, sembako antara lain beras, minyak dan gula kepada masyarakat dengan tujuan untuk menarik simpati masyarakat agar mereka memberikan suaranya untuk partai yang bersangkutan. AHS/SOSEK/2011

20 SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14
Dasar Hukum Pasal 73 ayat 3 Undang Undang No. 3 tahun 1999 berbunyi: "Barang siapa pada waktu diselenggarakannya pemilihan umum menurut undang-undang ini dengan pemberian atau janji menyuap seseorang, baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan cara tertentu, dipidana dengan pidana hukuman penjara paling lama tiga tahun. Pidana itu dikenakan juga kepada pemilih yang menerima suap berupa pemberian atau janji berbuat sesuatu." AHS/SOSEK/2011


Download ppt "SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-14"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google