Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Broadcast Programming

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Broadcast Programming"— Transcript presentasi:

1 Broadcast Programming
RUBIYANTO, MM

2 Pengertian Kata “program” asal dari “programme” yang artinya : acara atau rencana. (Menurut undang-undang penyiaran di Indonesia) Untuk acara tidak menggunakan kata program, tapi menggunakan istilah “siaran” yang didefinisikan sebagai pesan atau rangkaian pesan yang disajikan dalam berbagai bentuk. RUBIYANTO, MM

3 Namun kata “program” lebih sering digunakan dalam dunia penyiaran di Indonesia daripada kata “siaran” untuk mengacu kepada pengertian acara. Program adalah : segala hal yang ditampilkan stasiun penyiaran untuk memenuhi kebutuhan audiennya. Program dapat disamakan atau dianalogikan dengan produk / barang (goods) atau pelayanan (services) yang dijual kepada pihak lain. Dalam hal ini audience atau pemasang iklan. RUBIYANTO, MM

4 Dengan demikian, program adalah produk yang dibutuhkan orang sehingga mereka bersedia mengikutinya.
Jadi program yang baik akan mendapatkan pendengar atau penonton yang lebih besar, sedangkan program yang buruk tidak akan mendapatkan pendengar atau penonton. RUBIYANTO, MM

5 Tujuan Secara umum tujuan program adalah :
untuk menarik dan mendapatkan sebanyak mungkin audien. Terdapat 5 (lima) tujuan penanyangan suatu program TV komersil : Mendapatkan sebanyak mungkin audien. Target audien tertentu. Prestise. Penghargaan. Kepentingan publik. (Menurut Edwin T Vane dan Lynne S Gross dalam bukunya “ programming for TV, Radio and Cable “ ) RUBIYANTO, MM

6 1. Mendapatkan sebanyak mungkin audien
Tujuan dari kebanyakan program siaran TV adalah untuk mendapatkan sebanyak mungkin jumlah audien. Pengiklan akan memasang iklan kepada program siaran atau acara yang banyak audiennya. Tentunya harga iklan pada program siaran yang audiensnya banyak pasti mahal dan hal ini akan memberikan pemasukan bagi perusahaan. RUBIYANTO, MM

7 2. Target audien tertentu
Seringkali pemasang iklan lebih tertarik untuk memasang iklan hanya kepada program tertentu dengan jumlah audiens yang tidak terlalu besar. Vane-Gross menyebut program demografis, karena ditujukan untuk audien tertentu saja berdasarkan umur, jenis kelamin, profesi dsb. RUBIYANTO, MM

8 Mantan president Fox Broadcast entertainment, Garth Ancier :
Misal : TV jaringan Fox di AS, mensasar target audiens 18 – 34 tahun. Pada saat itu TV CBS, ABC & NBC sudah menguasai pangsa pasar masing-masing 30%. Mantan president Fox Broadcast entertainment, Garth Ancier : “Anda tidak perlu memiliki 30% audien, Anda bisa juga dengan audien yg lebih kecil namun masih tetap berhasil”. Kemudian pertengahan tahun 1950-an mantan presiden ABC Companies, Inc, Leonard Goldenson : ABC hanya memiliki 14 stasiun afiliasi sementara CBS dan NBC memiliki lebih dari 70 tv afiliasi. Strateginya melakukan counterprogram dengan mensasar target audien kelompok keluarga muda. RUBIYANTO, MM

9 3. Prestise Adakalanya stasiun TV perlu menanyangkan program seperti film-film tertentu yang telah mendapatkan banyak penghargaan diberbagai ajang festival hanya untuk tujuan prestise bagi TV tersebut. Misal : blockbuster movie Film seperti blockbuster harganya mahal atau bahkan tidak sebanding dengan iklan yang diperoleh oleh stasiun televisi tersebut. RUBIYANTO, MM

10 4. penghargaan Terkadang stasiun Tv membuat suatu program khusus dengan tujuan untuk memenangkan salah satu penghargaan di ajang festival. Program tertentu yang dibuat secara serius dengan kualitas yang bagus terkadang tidak selalu berhasil dalam rating sebagaimana film seri Hill Street Blues yang pernah tayang di AS, pernah meraih delapan penghargaan Emmy Award RUBIYANTO, MM

11 5. Kepentingan publik Terkadang stasiun TV membuat program untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan publik di tempat stasiun Tv itu berada. Di beberapa negara tertentu, stasiun daerah wajib dalam siarannya memperhatikan prinsip untuk menjaga kenyamanan, kepentingan, dan kebutuhan publik (public convenience, interest, and necessity) Kondisi ini ada dua perspektif dari sisi program : 1. kegiatan sosial yang tidak menguntungkan secara komersil bagi stasiun tv. 2. kegiatan menguntungkan karena publik memang membutuhkan. RUBIYANTO, MM

12 TV Rating & Audience Share
Riset Penyiaran TV Rating & Audience Share RUBIYANTO, MM

13 Riset Penyiaran TV Rating
Riset penyiaran merupakan upaya media penyiaran untuk mengukur kinerjanya. Riset penyiaran terbagi menjadi dua, yaitu : 1. Riset rating dan 2. Riset non-rating. (menurut Sydney W Head, Christopher H Sterling, Broadcasting in America; A Survey of Television, Radio, and New Technologies) * Riset rating merupakan upaya untuk mengetahui respons audien terhadap program yang sudah disiarkan. * Riset non-rating adalah riset untuk mengetahui prospek suatu program yang akan disiarkan. RUBIYANTO, MM

14 Peringkat program atau Rating sangat penting, karena :
Menjadi indikator apakah program itu memiliki audien atau tidak. Untuk mempromosikan produk atau jasanya, pemasang iklan selalu mencari stasiun penyiaran atau program siaran yang paling banyak ditonton atau didengar orang. Maka dari itu perlu dilakukan riset rating yang pada dasarnya meneliti tindakan audien terhadap pesawat penerima tv/radio. * Tindakan audien, meliputi : - mematikan (turn off) - menghidupkan (turn on) - memindahkan (switching) RUBIYANTO, MM

15 TV Rating adalah : Besarnya presentase rumah tangga pemilik televisi yang menonton acara tertentu, dibandingkan dengan jumlah pemilik televisi di daerah itu. (menurut Ilham Zoebazary, Kamus istilah Televisi dan Film, 2010) “A comparative estimate of set tuning in any given market”, yaitu perkiraan komparatif dari jumlah pesawat televisi yang sedang digunakan pada suatu wilayah siaran tertentu. (menurut Sydney W Head, Christopher H Sterling, Broadcasting in America; A Survey of Television, Radio, and New Technologies) RUBIYANTO, MM

16 Suatu perkiraan karena perhitungannya didasarkan pada jumlah pesawat televisi yang digunakan oleh satu kelompok audien yang dijadikan sampel, dan sampel tidak akan pernah menghasilkan ukuran yang mutlak (absolut) tetapi hanya perkiraan. (menurut Morissan, Manajemen Media Penyiaran; strategi mengelola Radio & Televisi, 2008) RUBIYANTO, MM

17 Misal : Pemilik tv (universe) : 2800 rumah tangga Penonton program “A” (audience) : 500 rumah tangga. Penonton program “B” (audience) : 300 rumah tangga. Maka Rating program “A” = 500 : 2800 = 17,86% = 18 Rating program “B” = 300 : 2800 = 9,33% = 9 Perlu diingat, yaitu : - Penulisan rating cukup angka saja atau tanpa “%” . - Rating hanya memperlihatkan banyaknya pemirsa suatu acara, bukan menunjukkan mutu. RUBIYANTO, MM

18 Audience Share Besarnya presentase rumah tangga yang menonton sebuah program acara dibandingkan dengan seluruh rumah tangga yang menghidupkan (turn on) televisinya. Jumlah audience stasiun televisi juga dihitung berdasarkan presentase rumah tangga, yang sedang menggunakan pesawat televisi atau household using television (HUT). Atau mengukur atas jumlah rumah tangga yang betul-betul menggunakan pesawat tv (tidak dimatikan/on) dan bukan berdasarkan jumlah tv secara keseluruhan. RUBIYANTO, MM

19 Hasil perhitungan audience share ini biasanya lebih disukai pengelola stasiun tv untuk menarik pemasang iklan daripada rating. karena selain angkanya lebih tinggi dari rating. Juga dapat memberikan informasi kepada pemasang iklan secara lebih real mengenai posisi suatu stasiun tv terhadap stasiun tv lainnya. RUBIYANTO, MM

20 Menonton program selain A & B : 80 HH Tidak menjawab : 180 HH
Contoh : Menonton program A : 100 HH Menonton program B : 40 HH Menonton program selain A & B : 80 HH Tidak menjawab : 180 HH Jadi rating untuk program : A = 100 : 400 = 0,25 atau 25 % (rating 25) B = 40 : 400 = 0,10 atau 10 % (rating 10) Selain program A & B : 80 : 400 = 0,20 atau 20 % (rating 20) Tidak menjawab : 180 : 400 = 0,45 atau 45 % Sedangkan untuk audience share Tv A : 100 : 220 = 0,46 atau 46 % Tv B : 40 : 220 = 0,18 atau 18 % Selain Tv A & B = 80 : 220 = 0,36 atau 36 % RUBIYANTO, MM

21 Tv rating RUBIYANTO, MM

22 RUBIYANTO, MM

23 Greater Jakarta In CUME (000’s) Radio Positioning in Wave #2 2010
Total 12072 12623 12326 1 DANGDUTTPI 2520 3091 3578 2 BENS 2894 3195 3408 3 GEN FM 3444 3401 4 ELGANGA 1715 2099 1891 5 ELSHINTA 1598 1953 1890 6 MEGASWARA 2299 2430 1843 7 POP FM 1398 1701 1767 8 I-RADIO 1277 1236 1366 9 RKM 897 1056 868 10 SONORA 722 665 699 11 PRO2 466 450 693 12 PRAMBORS 626 642 671 13 CBB 343 446 14 MERSI 417 579 640 15 M RADIO 585 16 ARH GLOBAL 520 704 582 17 BAHANA 261 441 576 18 TRIJAYA 771 729 521 19 KISI 597 424 444 20 LESMANA 835 713 434 RUBIYANTO, MM

24 Greater Jakarta In CUME (000’s) Radio Positioning in Wave #2 2010
Total 12072 12623 12326 21 MUSTANG 347 297 423 22 ALAIKASLM (RAS) 535 482 421 23 TOPFM 280 362 395 24 HRFM 344 359 379 25 DAKTA 321 310 358 26 SAFARI 230 317 335 27 DELTA 308 416 334 28 MSTRI 402 436 329 29 MUSIC CITY 411 429 324 30 ADYASA 536 413 322 31 WOMEN 153 248 303 32 CENDRAWASI 294 405 287 33 DSP 265 34 CAKRAWALA 252 274 264 35 BANTEN 161 201 256 36 CAMAJAYA 224 295 251 37 KIS 257 272 250 38 SUARA JKT 200 277 246 39 GAYA 194 202 40 FEMALE 261 193 RUBIYANTO, MM

25 Greater Jakarta In CUME (000’s) Radio Positioning in Wave #2 2010
Total 12072 12623 12326 41 PASS 252 290 184 42 JAK FM 336 218 180 43 99ERS FM 163 172 44 ELFAS FM 241 258 168 45 RPK 134 86 159 46 TRAX FM 162 152 47 UFM 174 167 122 48 SUARAMETRO 121 123 49 ALAWIYAH 70 120 50 INDIKA 51 STAR 52 OZ FM 53 LITE FM 54 TRIMEDIA 55 SMART 56 SBY 57 RADIO A 58 PESONA / BRAVA RUBIYANTO, MM

26 terimakasih RUBIYANTO, MM


Download ppt "Broadcast Programming"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google