Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu"— Transcript presentasi:

1 Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu
PENYAKIT - PENYAKIT PARASIT DAN PENGENDALIANNYA Oleh: Iskandar Muda, drh Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu

2 RINGWORM Penyebab Trichophyton Microsporum Epidermophyton
Penyakit Cendawan yang dapat berjangkit pada hewan dan manusia Penyebab Trichophyton Microsporum Epidermophyton

3 Sifat Alami Sifat Hayati Spora ringworm tahan lama dalam kandang
Cendawan tetap dapat hidup pada tinja setengah kering Cendawan tetap virulen di luar tubuh (tanah, jerami, kayu) Sifat Hayati Cendawan tidak dapat tumbuh lebih dalam ke jaringan bawah kulit Hidup di permukaan tubuh yang mengalami keratinisasi (kulit, rambut,kuku)

4 GAMBARAN PENDERITA RINGWORM

5 Cara Penularan Gejala Klinik Kontak langsung Timbul bercak warna merah
Eksudasi Rambut rontok Erupsi kulit Tanda khas ialah seperti cincin disertai keropeng Jika kuku terinfeksi, akan kehilang warna atau hancur

6 Pengendalian Perlakuan Pemotongan Hewan dan Daging Pencegahan
Menjaga Kebersihan Kulit dan Kesehatan tubuh hewan Mencegah terjadinya kontak langsung antara penderita dengan hewan sehat Pengobatan Obat yang mengandung lemak, iodium, sulfa atau asam salisilat Perlakuan Pemotongan Hewan dan Daging Daging boleh dikonsumsi, kulit dapat dimusnahkan atau dimasak sebelum diedarkan

7 KUDIS Penyebab Sarcoptes scabei Chorioptes bovis Psoroptes
Penyakit Kulit yang disebabkan oleh sekelompok jenis tungau Penyebab Sarcoptes scabei Chorioptes bovis Psoroptes

8 Cara Penularan Gejala Klinik
Kontak langsung antara hewan sakit dengan hewan sehat Gejala Klinik Hewan terasa gatal Menggaruk –garuk, menggosok – gosokkan atau menggigit – gigit bagian tubuhnya yang teriritasi Luka dan lecet Adanya cairan yang kemudian menggumpal dan membentuk kerak pada permukaan kulit Keadaan kronis, kulit akan mengeras, menebal dan melipat

9 DI DAERAH PANGKAL EKOR PADA LIPATAN EKOR

10 Pengendalian Perlakuan Pemotongan Hewan dan Daging Pencegahan
Sanitasi dan Gizi baik Mencegah terjadinya kontak langsung antara penderita dengan hewan sehat Pengobatan Obat yang dapat digunakan BHC 0,05%, Benzoas bensilikus 10% Perlakuan Pemotongan Hewan dan Daging Daging boleh dikonsumsi, kulit yang mengandung tungau harus dimusnahkan

11 CAPLAK Caplak yang menyerang sapi merupakan caplak keras, sedangkan caplak lunak hanya menyerang unggas Caplak menghisap darah induk semang dengan cara menempel sambil menggigit Sifat hayati Caplak betina setelah kawin dan kenyang dengan darah induk semang akan jatuh ke tanah untuk kemudian bertelur. Setelah tuntas bertelur akan mati Caplak jantan bertahan pada induk semang untuk kawin

12 Telur caplak menetas dalam waktu 2 – 10 minggu Larva
SIKLUS HIDUP Telur caplak menetas dalam waktu 2 – 10 minggu Larva Merambat dan menempel pada ujung rambut pada hewan yang merumput Dewasa Nimfe Caplak berinduk semang satu (Boophilus, sp) Caplak berinduk semang dua (Riphicephalus, sp) Caplak berinduk semang tiga (Amblyoma sp.)

13 Boophilus microphlus

14 Riphicephalus sanguineus

15 Amblyoma

16 PERADANGAN PADA KULIT TERINFEKSI

17 ANEMIA DAN KEKURUSAN

18 KERUSAKAN KULIT – PENURUNAN KUALITAS

19 Pengendalian Penggunaan bahan kimia (pestisida , akarisida) Tatalaksana lingkungan kandang atau padang penggembalaan – pemanfaatan predator (burung, hewan pengerat, semut) Cara Pengendalian Dipping Semprot Tabur

20 MIASIS Penyebab Lalat Chrysomia bezziana Lalat Musca domestika
Penyakit Infestasi Lalat pada jaringan hidup Penyebab Lalat Chrysomia bezziana Lalat Musca domestika Lalat Sarcophaga

21 Cara Penularan Gejala Klinik
Selalu didahului dengan luka traumatik, gigitan caplak Gejala Klinik Luka dengan belatung Kejadian awal, luka segar dan ukurannya kecil Setelah proses pembusukkan dan pernanahan luka menjadi borok, bau anyir dan ada cairan busuk

22 Pengendalian Perlakuan Pemotongan Hewan dan Daging Pencegahan
Pengamatan ternak secara periodik Pemberantasan caplak Pengobatan Coumaphos 2% Bubuk Sulfanilamid Perlakuan Pemotongan Hewan dan Daging Daging boleh dikonsumsi, bagian yang mengandung borok dimusnahkan

23 HELMINTHIASIS

24 CYSTICERCOSIS Cysticercosa bovis Taenia saginata Gejala Klinik Hewan tidak menampakkan gejala yang tampak 2. Hipersensitivitas moncong,kelumpuhan lidah dan kekejangan

25 Sifat : Pendinginan -10 C mati dalam waktu 4 hari Penyimpanan 0 C hidup dalam waktu 70 hari Pengasapan dapat bertahan hidup Pengasaman dan penggaram tidak dapat mematikan dengan segera

26 Cara Penularan Cisticerkosis dalam jaringan otot T. Saginata pada usus manusia Cisticercosis dalam lambung sapi Rumput, hijauan, tanah

27 Pencegahan Sanitasi dan hygiene Pemeriksaan daging yang ketat Penyuluhan yang ketat tentang hygiene

28 FASCIOLASIS = DISTOMATOSIS
Fasciola hepatica Gejala Klinik Akut Pengurusan yang cepat, anemia, lemah, diare Konstipasi yang jelas Kronis Bulu kering, rontok, kebotakan Lemah, kurus Penurunan produktivitas

29 Daur Hidup Cacing dewasa dalam tubuh sapi Metaserkaria Telur Siput
Mirasidium Redia Sporosis

30 GAMBARAN PATOLOGI HATI PENDERITA

31 GAMBARAN KARKAS PENDERITA

32 Pencegahan Memotong siklus hidup siput Rotasi lapangan rumput Pengendalian Pengobatan cacing 3 kali dalam 1 tahun

33 TERNAK SEHAT PETERNAK MAKMUR PENYULUH TENANG

34 Terima Kasih


Download ppt "Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google