Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BP-PAUDNI REGIONAL VI SENTANI

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BP-PAUDNI REGIONAL VI SENTANI"— Transcript presentasi:

1 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BP-PAUDNI REGIONAL VI SENTANI
Model Pendidikan Dan Pelatihan Pendidik PAUD Melalui Pendekatan Budaya Lokal DISAMPAIKAN OLEH Pengembang Pokja P2TK KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BP-PAUDNI REGIONAL VI SENTANI 1

2 LATAR BELAKANG Kualifikasi dan kompetensi tenaga Pendidik pada lembaga PAUD masih rendah Pendidik pada umumnya hanya berdasarkan pengalaman yang dimilikinya dan tidak didukung keilmuan yang sesuai standar PAUD Perkembangan lembaga PAUD yang demikian cepat menjamur di lapangan namun belum sejalan dengan peningkatan kualitas

3 Lanjutan Pendidik memiliki pengaruh yang besar terhadap mutu suatu PAUD. salah satu alternatif yang praktis dan efektif untuk meningkatkan kompetensi Pendidik PAUD adalah memberikan Pendidikan dan Pelatihan pada mereka. “Model Pendidikan dan Pelatihan Pendidik PAUD Melalui Pendekatan Budaya Lokal”.

4 Tujuan Untuk memberikan acuan dan pedoman bagi Unit Pelaksana Teknis Daerah ; UPTD BPKB/BPPLSP UPTD SKB Lembaga lain baik pemerintah maupun swasta Organisasi Kemasyarakatan yang peduli terhadap pengembangan lembaga PAUD dengan melaksanakan kegiatan DIKLAT, dalam rangka meningkatkan kompetensi Pendidik PAUD.

5 Pengguna Model UPTD SKB di Tingkat Kabupaten/Kota/Dinas Pendidikan dan Pengajaran BPKB/BPPLSP di Tingkat Provinsi Organisasi Kemasyarakatan atau Lembaga Swadaya Masyarakat yang peduli terhadap lembaga PAUD

6 Manfaat Adanya Peningkatan Wawasan, Pengetahuan, Kompetensi
pendidik PAUD. Dapat meningkatkan motivasi Pendidik PAUD dan meningkatkan kompetensinya secara terus-menerus. Dapat meningkatkan motivasi Pendidik PAUD dalam melaksanakan tugasnya secara bertanggungjawab.

7 Peserta Diklat Peserta dalam pelatihan adalah Pendidik aktif Prioritas Usia Produktif (17 – 45 Th) Jumlah peserta paling banyak 20 (Pembatasan jumlah dimaksudkan agar instruktur mampu mengontrol perkembangan belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta diklat).

8 Skenario Diklat TAHAP AWAL ; Perkenalan antara instruktur dengan peserta dan sesama Peserta lainnya, pemberian informasi singkat mengenai, kompetensi (target Diklat), indikator, alokasi waktu, dan skenario yang akan digunakan dalam pelaksanaan pelatihan; pre-test yang bertujuan untuk mengetahui kompetensi awal peserta

9 Lanjutan TAHAP INTI ; Pelatihan yaitu mengeksplorasi pemahaman mengenai konsep PAUD, Pendidik PAUD, dan Kompetensi Pendidik PAUD, dan materi lain. Persentase materi dengan pendekatan interaktif antara instruktur dengan peserta, menggunakan media teknologi, dilanjutkan dengan diskusi kelompok, simulasi hasil diskusi, refleksi (arahan) dari instruktur, dan praktik peer-teaching, serta masing-masing peserta mencatat pengalaman baru yang diperoleh dari materi yang telah disampaikan.

10 Lanjutan PENUTUP ; yaitu post-tes yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran selama Pendidikan dan Pelatihan Berlangsung.

11 MATERI Diklat Konsep dasar PAUD
Perencanaan Pembelajaran PAUD (Permen 58 Tahun 2009) Pengenalan Budaya Lokal Jenis-jenis permainan tarian-tarian Pakaian Adat Permainan tradisional Alat Musik Ceritera Rakyat

12 Metode Diklat KERJA INDIVIDU
Kegiatan ini bertujuan untuk mengkonfirmasi kebenaran, pengembangan, atau mengaplikasikan konsep atau pengetahuan yang diberikan. . KERJA KELOMPOK Pada dasarnya sama dengan penugasan individual, bedanya pekerjaan dilakukan oleh kelompok. Pekerjaan kelompok biasanya dimulai dengan diskusi kelompok untuk menyatukan persepsi tentang tugas yang harus dikerjakan kelompok, dan out put yang harus dicapai. 12

13 DISKUSI Tujuan diskusi adalah untuk pendalaman, pengembangan konsep atau pengetahuan, sekaligus melatih keberanian partisipan mengemukakan pendapat. CERAMAH Adalah metode pengajaran yang menyandarkan pada ceramah dan ilustrasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Ini dilakukan sebagai pemicu terjadinya kegiatan yang partisipatif (curah pendapat, Pleno, Penugasan, studi kasus, dll).

14 SIMULASI Adalah bentuk metode praktek yang sifatnya untuk mengembangkan keterampilan peserta belajar (keterampilan mental maupun fisik/teknis). Metode ini memindahkan suatu situasi yang nyata ke dalam kegiatan atau ruang belajar karena adanya kesulitan untuk melakukan praktek di dalam situasi yang sesungguhnya DEMONSTRASI Demontrasi atau peragaan dilengkapi dengan presentasi gambar, atau praktik dengan peralatan yang relevan dengan materi Tujuannya adalah untuk lebih memperjelas uraian yang disampaikan.

15 ~PRAKTEK LAPANGAN ~CURAH PENDAPAT
Metode praktek lapangan bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya. Kegiatan ini dilakukan di’lapangan’ yang bisa berarti di tempat kerja maupun di masyarakat. ~CURAH PENDAPAT Bentuk diskusi dalam rangka menghimpun gagasan, pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman, dari semua peserta, dimana gagasan dari seseorang dapat ditanggapi (didukung, dilengkapi, dikurangi atau disepakati) oleh peserta lain.

16 Sekian dan terima kasih


Download ppt "KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BP-PAUDNI REGIONAL VI SENTANI"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google