Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BIAYA PRODUKSI d i s u s u n oleh : Ari Widianto (061277120439) Kristina Ratnawati Samosir (061277120449) Novaria Simatupang (061277120427) Anggreni Rianawati.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BIAYA PRODUKSI d i s u s u n oleh : Ari Widianto (061277120439) Kristina Ratnawati Samosir (061277120449) Novaria Simatupang (061277120427) Anggreni Rianawati."— Transcript presentasi:

1 BIAYA PRODUKSI d i s u s u n oleh : Ari Widianto ( ) Kristina Ratnawati Samosir ( ) Novaria Simatupang ( ) Anggreni Rianawati ( ) Leli Sujanna Ritonga ( ) Parluhutan ( ) Kelas : Ekstensi (kelompok 4) Mata Kuliah : Ekonomi Manajerial Dosen : Indra Maipita

2 BIAYA PRODUKSI Pengertian
Biaya produksi adalah sebagai semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan oleh perusahaan tersebut.

3 Biaya Jangka Pendek Biaya jangka pendek adalah analisis biaya dengan membedakan biaya tetap ( FC : Fixed Cost) dan biaya variabel ( VC : Variable Cost). Dalam analisis jangka panjang, pembedaan tersebut tidak ada. Semua biaya merupakan biaya variabel. Baik gedung maupun mesin dapat berubah jumlahnya sehingga biaya yang ditimbulkanya merupakan biaya variabel Dalam analisis jangka pendek, konsep-konsep biaya yang digunakan adalah : 1. Biaya Tetap ( fixed cost) 2. Biaya Variabel (variable cost) 3. Biaya Total 4. Biaya Rata-rata (AC) 5. Biaya Marginal

4 2. Biaya Total Biaya Total adalah biaya tetap ditambah biaya variabel ( TC = FC + VC) Fungsi biaya total ini merinci biaya total yang dikenakan oleh perusahaan untuk memproduksi suatu output tertentu selama suatu kurun waktu tertentu. Biaya dapat kita kelompok berdasarkan realitas dan sifatnya. Berdasarkan realitas biaya dapat dibagi menjadi 2 yaitu : a. Biaya Eksplisit b. Biaya Implisit Selain berdasarkasn realitas, biaya dapat kita bagi berdasarkan sifatnya artinya mengkaitkan antara pengeluaran yang harus dibayar dengan produk atau output yang dihasilkan. Berdasarkan pembagian ini, biaya dikelompokan menjadi 3 yaitu : 1. Biaya Tetap 2. Biaya Variabel 3. Biaya Total Hubungan antara biaya dan output yang disajikan dalam bentuk garfik, tabel, atau persamaan merupakan fungsi biaya. Misalnya,l fungsi biaya total dirumuskan sebagai berikut : TC = f(q) Terdapat 2 fungsi biaya yang dapat diturunkan dari fungsi biaya total tersebut diatas yaitu : 1. Fungsi Biaya Tetap Total/Total Fixed Cost (TFC) Fungsi Biaya Variabel Total/Total Variable Cost (TVC) TFC(q) = TC(0) TVC(q) = TC(q) – TFC(q)

5 3. Biaya Rata-rata Seperti yang telah dijelaskan di muka, bahwa dari 3 fungsi biaya total diatas dapat diturunkan fungsi biaya rata-rata yang merupakan suatu nilai tengah aritmatik bilangan, yaitu : 1. Fungsi Biaya Tetap Rata-rata/Average Fixed Cost (AFC), Biaya tetap rata-rata, AFC(q), ialah biaya tetap per unit output : AFC(q) = TFC(q) / q 2. fungsi Biaya Variabel Rata-rata/Average Variable Cost (AVC) Biaya variabel rata-rata, AVC(q), adalah biaya variabel per unit output: AVC(q) = TVC(q) / q 3. Fungsi Biaya Total Rata-Rata Biaya total rata-rata, ATC(q), adalah biaya total per unit output : ATC(q) = ATC (q) / q 4. Fungsi Biaya Marjinal Fungsi biaya marjinal, MC(q) adalah laju perubahan didalam biaya total sebagai akibat perubahan output : MC(q) = d/dq [TVC (q)] Biaya Marjinal adalah suatu kasus khusus dari konsep ini. Karena biaya tetap total adalah konstan, biaya marjinal juga sama dengan turunan dari biaya variabel total : MC(q) = d/dq [TVC (q)]

6 4. Biaya Marjinal Marjinal cost adalah turunan pertama fungsi biaya terhadap outputnya. Bentuk MC mencerminkan efisiensi proses produksi. Jika kenaikan MC semakin tajam sejalan bertambahnya output, hal ini mernunjukan bahwa proses produksi semakin tidak efisien. Sebaliknya, jika kenaikan MC perlahan-lahan sejalan dengan bertambahnya output, maka proses produksi relatif efisien. Jika kenaikan MC sangat cepat, maka MC dengan cepat menyentuh nilai MR yang menurun atau p yang tetap. Akibatnya, kondisi produksi optimal terjadi pada tingkat output yang rendah. Sebaliknya, jika kenaikan MC lambat, maka titik produksi optimal akan tercapai pada tingkat produksi yang tinggi. Karakteristik-karakteristik MC mengindikasikan tingkat efesiensi proses produksi. OPEC, Kartel minyak dunia, menentukan kuota optimalnya bisa menggunakan informasi MC dari masing-masing produsen. OPEC bisa menentukan harga minyak dunia dengan menentukan jumlah produknya di pasar. Kemudian, jumlah produk tersebut didistribusikan ke masing-masing anggota kartel. Produsen yang mempunyai MC lebih rendah, yaitu yang relatif efisien akan mendapatkan kuota yang lebih banyak. Sedangkan produsen yang kurang efisien akan mendapatkan kuota yang relatif lebih kecil. Prinsip alokasi kuota ini pada dasarnya juga terjadi di struktur pasar bersaing sempurna. Masing-masing produsen dalam struktur pasar bersaing sempurna menghadapi sebuah harga yang sama. Masing-masing produsen akan memproduksi hingga MC-nya menyentuh harga pasar. Jika MC perusahaan naik dengan cepat (tidak efisien), maka produsen tersebut hanya mampu menjual relatif sedikit barang. Sebaliknya, produsen dengan kenaikan MC lambat (efisien), skala produksi optimalnya akan relatif tinggi.

7 5. Hubungan Matematis Antar Kurva
Q (1) FC (2) VC (3) TC (4) AFC (5) AVC (6) AC (7) MC (8) 1 2 3 4 5 60 20 30 45 80 135 90 105 140 195 - 15 12 27 35 39 10

8

9 “ Thanks ” By : “ Genk Imoet “ ( Kelompok 4)


Download ppt "BIAYA PRODUKSI d i s u s u n oleh : Ari Widianto (061277120439) Kristina Ratnawati Samosir (061277120449) Novaria Simatupang (061277120427) Anggreni Rianawati."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google