Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN"— Transcript presentasi:

1 DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Programa Linier : (1) Teknik pengambilan keputusan  integrasi serentak pelaksanaan operasi sekuens penggunaan fasilitas yang ada mempertimbangkan segala kemungkinan efisiensi optimal tercapai. (2) Teknik penelitian Operations Research (O/R). [Syamsi, 1995] DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

2 DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Prosedur Pendekatan Masalah O/R : (1) Menyusun model matematis dari situasi kehidupan sehari-hari; (2) Mengeksplorasi struktur penyelesaian, mengembangkan prosedur secara sistematis; (3) Mengembangkan suatu penyelesaian(teori matematis dan nilai optimum. DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

3 DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Langkah-langkah untuk Penyelesaian O/R : (1) Penentuan Tujuan; (2) Merumuskan Masalah : (a) Identifikasi masalah; (b) Penentuan detail -> pengembangan model (1) Penentuan dimensi permasalahan(variabel masalah); (2) Penentuan variabel keputusan terkendali; (3) Penentuan variabel keputusan tak terkendali; (4) Penentuan teknologi, konstanta dan paremeterbatas, dan hub. Antar variabel; (5) Penentuan ukuran keberhasilan. (3) Menyususn Model dan Pengembangannya  Model O/R  model simbolik(matematika). DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

4 DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Programa Linier : Teknik matematika  alternatif penggunanaan terbaik[optimum] pada sumber-sumber organisasi [Levin et. al ,1995]; (2) Penyajian teoritis secara sederhana  hubuangan antar variabel bailk yang langsung maupun presisi proporsional [Dunn, 1981]. (3) Teknik menghitung kombinasi optimum  tujuan tercapai secara maksimal sesuai yang ditetapkan [Welch and Commer, 1983]. DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

5 DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Tahap Proses Pengambilan Keputusan  Programa Linier [Levin, 1995] : (1) Perumusan Masalah; (2) Pemecahan Masalah; (3) Interpretasi dan penerapan solusi: - pemeriksaan penerapan programa linier; - analisis sensitivitas; - penerapan dalam praktek. Persyaratan Pemecahan Masalah Dengan Programa Linier : Memiliki Tujuan Beberapa Alternatif Pilihan Untuk Mencapai Tujuan; Sumber Model Terbatas; Tujuan dan Batasan Dalam Bentuk Matematis—Persamaan Dan Pertidaksamaan. DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

6 DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Programa Linier Persamaan : Laba = (jumlah celana) (jumlah baju) (2) Pertidaksamaan : Total biaya celana C dimana biaya per-unit Rp. 5000,- Total biaya baju B dimana biaya per-unit Rp. 4000,- Modal kerja tidak boleh lebih Rp ,- Maka dapat dirumuskan : 5000 C B <= DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

7 DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Metode Grafik untuk Pemecahan Programa Linier Metode penyelesaian  programa linier sepanjang jumlah variabel tidak lebih dari dua. (2) Mengembangkan teknik kuantitatif. Contoh Industri Konveksi  Menentukan kombinasi produk yang menguntungkan dengan sumberdaya yang terbatas. DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

8 DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
STUDI KASUS Perusahaan konveksi “Trendi” membuat dua produk yaitu celana dan baju. Kedua produk ini diproduksi melalui pemotongan dan pejahitan. Kendala pemotongan bahan yaitu membutuhkan 60 jam kerja sedangkan keterbatasan penjahitan membutuhkan 48 jam kerja. Untuk menghasilkan 1 potong celana dibutuhkan pemotongan bahan selama 4 jam kerja dan penjahitan selama 2 jam kerja. Sedangkan untuk menghasilkan 1 potong baju dibutuhkan pemotongan bahan selama 2 jam kerja dan 4 jam kerja untuk penjahitan. Perusahaan ini berupaya untuk mendapatkan laba tiap celana Rp.8000,- dan tiap baju Rp.6.000,-. Tentukan laba maksimum yang diperoleh. DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

9 DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Studi Kasus : Industri Konveksi “Trendi” Pemotongan bahan membutuhkan 60 jam kerja. Penjahitan membutuhkan 48 jam kerja. 1 celana membutuhkan 4 jam pemotongan bahan dan 2 jam penjahitan. 1 baju membutuhkan 2 jam pemotongan bahan dan 4 jam penjahitan. Laba setiap celana Rp. 8000,- dan setiap baju Rp. 6000,- Tentukan laba maksimum yang diperoleh. DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

10 Waktu untuk 1 unit produk DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Celana Baju Total Jam Tersedia Pemotongan bahan 4 2 60 Penjahitan 48 Laba per-unit Rp.8000 Rp.6000 DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

11 DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Penyelesaian : Langkah 1 - Perumusan secara Matematis Maksimumkan : Laba = 8000 C B Batasan : 4C + 2B <= 60 (fungsi pemotongan bahan) : 2C + 4B <= 48 (fungsi penjahitan) : C dan B >= 0 (ada Celana dan Baju) Langkah 2 Penyusunan asumsi berdasarkan pertidaksamaan : 4C + 2B <= 60 Asumsi 1 Jika C=0 maka B <= 30. Jadi titik pertama (0, 30) Asumsi 2 Jika B = 0 maka C<= 15. Jadi titik kedua (15,0 ) - Hubungkan kedua titik di atas dalam grafik. DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

12 DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Langkah 3 Penyusunan asumsi berdasarkan pertidaksamaan : 2C + 4B <= 48 Asumsi 1 Jika C=0 maka B <= 12. Jadi titik pertama (0, 12) Asumsi 2 Jika B = 0 maka C<= 24. Jadi titik kedua (24,0 ) - Hubungkan kedua titik di atas dalam grafik. Langkah 4 Tetapkan titik pertemuan antara persamaan 1 dan 2 Persamaan 1 : 4C + 2B = 60 Persamaan 2 : 2C + 4B = 48 Menyelesaiakan kedua persamaan diatas -2(4C + 2B = 60) = -8C – 4B = -120 2C + 4B = 48 -6C = -72 C = 12 DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

13 DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Langkah 4 …………… Substitusikan C = 12 dalam persamaan 2 maka 2C + 4B = 48 B = 48 4B = 48 – 24 B = 24 / 4 B = 6 Jadi titik D (pertemuannya) = (12, 6) maka laba terbesar adalah Laba = 8000 C B = 8000 (12) (6) = Rp ,- DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Download ppt "DSS-M11 : TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google