Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dokumen Mutu.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dokumen Mutu."— Transcript presentasi:

1 Dokumen Mutu

2 Sistem Mutu (SM) Sistem yang mencakup struktur organisasi, tanggungjawab, prosedur, proses dan sumberdaya untuk melaksanakan manajemen mutu. Biasa didokumentasikan / dituangkan dalam bentuk DOKUMEN

3 SAI (K3A) Kebijakan Akademik Standar Akademik Peraturan Akademik
Institusi Penanggungjawab Pelaksana Dokumen Penjaminan mutu Pengarah: DEKAN Senat Fak. Ketua Jurusan Dokumen Akademik Kebijakan Laporan WADEK I (K3A) Kebijakan Akademik Standar Akademik Peraturan Akademik Manual Mutu Manual Prosedur SAI Kegiatan Akademik Spesifikasi Prodi Kompetensi Lulusan Evaluasi diri Manual Prosedur Instruksi Kerja Dokumen Pendukung Borang SEKJUR (TK2A) MP-AMI Tim AMI Kel. Bid. Ilmu KaLAB (TKS) Manual Prosedur Instruksi Kerja Dokumen Pendukung Borang Tujuan Pembelajaran Bidang Ilmu RPKPS Contoh SPMPT di tingkat Fakultas di UGM

4 Tujuan Dokumentasi Sistem Mutu untuk:
Penetapan ruang lingkup dan kerjasama Perencanaan dan pemantauan Audit dan informasi umpan balik Komunikasi internal Rujukan kegiatan dan kebijakan Petunjuk teknis pekerjaan Pelatihan staf baru

5 Sifat Dokumen Sistem Mutu
Jelas dan memiliki nomor indeks/ berurutan Berklasifikasi (rahasia/ tak rahasia) Dapat ditelusuri (terkendali) Mudah diakses Disimpan dengan baik Ada penanggungjawabnya Memuat waktu/ tanggal pembuatan dan pemeriksaan Selalu diperbaharui Berbentuk cetakan atau media elektronik.

6 DP (Dokumen Pendukung)/
Struktur Dokumen Sistem Mutu APA? (Sesuai standar Mutu) MM (Manual Mutu) Aras 1 BAGAIMANA? (Langkah kerja apa, bagaimana, mengapa, kapan, di mana?) MP (Manual Prosedur) Aras 2 IK (Instruksi Kerja)/ DP (Dokumen Pendukung)/ BO (Borang)/Rekaman RINCI (Langkah kerja rinci, deskripsi tugas setiap individu/kelompok) Aras 3 Catatan: Aras Dokumen dapat dikelompokkan dalam SATU manual teknis bila diperlukan

7 Struktur dan Format Dokumen
Struktur dan format harus didefinisikan dan didokumentasikan oleh unit kerja. Dokumen dapat berbentuk cetakan atau media elektronik.

8 Penyusunan / Pengembangan
Sistem Dokumentasi Kantor/Gugus Jaminan Mutu menganalisis Hasil Evaluasi Mutu apakah telah sesuai dengan Standar Mutu. Tim Pembuat Dokumen merancang MM (Manual Mutu), MP (Manual Prosedur), IK (Instruksi Kerja) dan DP (Dokumen Pendukung). Kantor/Gugus Jaminan Mutu mengkaji rancangan dokumen. Pimpinan unit kerja menyetujui dokumen Sistem Mutu.

9 Penyusunan / Pengembangan
Sistem Dokumentasi Persiapan Pimpinan menunjuk orang/tim yang kompeten, mewakili satu/ beberapa fungsi, untuk menjadi koordinator persiapan dokumen. Persiapan dokumen bisa dilaksanakan oleh orang/tim yang sama atau pun yang lain yang ditunjuk pimpinan. Penggunaan dokumen dan rujukan yang sudah ada dapat mempersingkat waktu pengembangan dokumen. Pengembangan dokumen oleh pihak yang terlibat proses dan kegiatan akan menumbuhkan rasa memiliki dan keterlibatan staf, serta mempermudah pemahaman persyaratan yang diperlukan.

10 Metode Penyiapan Sistem Dokumentasi
Berdasar Standar Mutu yang dipakai, ditentukan Sistem Penjaminan Mutu Kumpulkan data tentang Sistem Penjaminan Mutu yang ada dengan berbagai cara, a.l.: kuesioner, wawancara, lokakarya. Daftar dan pilih dokumen Penjaminan Mutu yang dipakai, lakukan analisis untuk menentukan kegunaannya. Lakukan pelatihan terhadap pihak yang terlibat dalam penyiapan dokumen. Mintalah dan dapatkan tambahan sumber dokumen/acuan dari unit-unit kerja.

11 Metode Penyiapan Sistem Dokumentasi (Lanjutan)
Tentukan struktur dan format dokumen yang dipilih. Siapkan bagan alir untuk menjelaskan proses (di dalam sistem mutu) yang telah ada. Analisis bagan alir untuk perbaikan dan kemungkinan pelaksanakannya. Lakukan uji coba untuk validasi dokumen. Kaji dan setujui dokumen sebelum disebarluaskan.

12 Cara Pengendalian Dokumen
Klasifikasikan dokumen sesuai dengan fungsi kegunaannya. Lakukan analisis kegiatan organisasi untuk identifikasi bahwa setiap dokumen ada kaitannya dengan unit kerja. Unit kerja hanya menyimpan dokumen yang diperlukan. Beri nama dan nomor acuan pada setiap dokumen, agar dapat diacu saat ada perubahan atau mudah dicari saat diperlukan.

13 Cara Pengendalian Dokumen (Lanjutan)
Contoh penomeran dokumen: [MM, MP, IK, DP, BO] – [Institusi] - [Bagian/Jurusan] - [Nomor Dokumen] → MM-UGM-KJM-01 atau MP-TK-TS-02 Tentukan spesifikasi orang yang berwenang mengubah, memperbaiki, memindah atau membawa dokumen dari tempatnya. Tunjuk satu orang/tim untuk mengendalikan dokumen di setiap jurusan Dirikan Pusat Pengendalian Dokumen (PPD) untuk mengorganisasikan, mengumpulkan, dan mengendalikan semua dokumen terkendali.

14 Dokumen mutu terdiri dari:
Manual Mutu Manual Prosedur Instruksi Kerja Dokumen Pendukung Borang

15 a. Manual Mutu (MM)

16 Struktur MM (Manual Mutu)
Bersifat unik untuk setiap organisasi. Fleksibel dalam mendefinisikan Sistem Penjaminan Mutu. Pernyataan ringkas kebijakan, tujuan dan proses utama. Memuat daftar acuan MP (Manual Prosedur) dan DP (Dokumen Pendukung). Memuat nama, lokasi dan cara berkomunikasi. Memuat secara singkat latar belakang, sejarah, dan cakupan organisasi.

17 ISI MM (Manual Mutu) Acuan.
Deskripsi Sistem Mutu (Standar dan Manual Mutu yang dipilih). Lampiran (informasi pendukung). Judul dan Cakupan. Daftar Isi. Persetujuan dan Revisi. Kebijakan dan Tujuan Mutu (Key Performance Indicators) Tanggungjawab dan Wewenang Organisasi.

18 Contoh (UGM) Struktur MM (Manual Mutu) Lihat Manual Mutu Akademik UGM
Kode UGM-KJM

19 b. Manual Prosedur (MP)

20 Struktur dan Format MP (Manual Prosedur)
Struktur dan format MP harus ditentukan dan didokumentasikan terlebih dulu oleh organisasi. Dokumen dapat berbentuk cetakan atau media elektronik.

21 Struktur dan Format MP (lanjutan)
MP memuat: Prosedur Tertulis. Bagan alir. Tabel. Gabungan di atas. Metode lain yang sesuai dengan keperluan organisasi. MP harus mengandung informasi penting minimum. MP harus diidentifikasi dan dikendalikan agar memudahkan penggunaannya.

22 ISI MP (Manual Prosedur) Secara Umum:
Judul Tujuan Lingkup Tanggungjawab dan Wewenang Penjelasan/Keterangan Kegiatan Rekaman Lampiran Kajiulang, Persetujuan, dan Revisi Identifikasi Perubahan

23 ISI MP (Manual Prosedur)
Judul: ditulis jelas. Tujuan (proses dan kegiatan): ditulis jelas. Lingkup (proses dan kegiatan): dideskripsi dengan jelas liputan wilayahnya dan kemungkinan yang bukan wilayahnya. Tanggungjawab dan wewenang (fungsi organisasi dan orang): diidentifikasi (format bagan alir / teks).

24 ISI MP (Manual Prosedur) Lanjutan
Deskripsi kegiatan: Tingkat rincian dapat berbeda tergantung pada kerumitan kegiatan, metode yang digunakan, ketrampilan dan latihan yang perlu untuk pelaksanaan kegiatan.

25 Deskripsi Kegiatan Deskripsi kegiatan harus mempertimbangkan:
Kebutuhan organisasi, pelanggan dan subkontraktor. Deskripsi proses dalam bentuk bagan alir sesuai dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. Hal yang akan dikerjakan, oleh siapa, oleh bagian mana organisasi, mengapa, kapan, dimana, dan bagaimana.

26 Deskripsi Kegiatan Deskripsi kendali proses dan kendali kegiatan yang telah diidentifikasi. Sumber daya yang perlu untuk pelaksanaan kegiatan (personalia, pelatihan, perlengkapan dan bahan). Dokumentasi yang tepat sehubungan dengan kegiatan yang dikehendaki. Masukan dan keluaran proses.

27 ISI MP (Lanjutan) Rekaman:
Rekaman kegiatan harus ditentukan dengan pasti. Cara melengkapi, mengarsip, dan menyimpan rekaman, harus dinyatakan dengan jelas.

28 ISI MP (Lanjutan) Lampiran: Informasi pendukung MP dapat ditambahkan
Kajiulang, persetujuan dan revisi: Bukti kajiulang dan persetujuan, status dan tanggal revisi MP harus ditulis dengan jelas. Identifikasi Perubahan: Sifat perubahan harus dinyatakan dengan jelas di dalam dokumen atau pada lampiran yang sesuai.

29 c. Instruksi Kerja (IK)

30 Struktur dan Format IK (Instruksi Kerja)
IK harus dibuat dan diperbarui untuk menjelaskan kinerja semua pekerjaan. Tanpa IK akan berakibat kurang baik bagi pelaksanaannya. Struktur, format, dan tingkat kerincian harus disesuaikan dengan keperluan personalia organisasi dan tergantung pada kerumitan pekerjaan, metode yang dipakai, latihan yang telah diadakan, ketrampilan dan kualifikasi dari personalia.

31 ISI IK IK harus menerangkan kegiatan yang kritis.
Hindari keterangan rinci yang tak berkaitan langsung dengan kendali kegiatan. Pelatihan dapat mengurangi permintaan instruksi-instruksi yang terlalu rinci.

32 Tipe IK (Instruksi Kerja)
IK tidak harus mengikuti struktur atau format tertentu. IK harus menerangkan tujuan, lingkup pekerjaan, dan MP yang terkait, secara cermat, lengkap, dan singkat. IK disajikan dengan berbagai cara, misalnya dokumen tertulis yang terstruktur, checklist, bagan alir, grafik, video, template, model produk, catatan teknis berupa gambar, manual kerja alat atau gabungan cara-cara tsb.

33 Kajiulang, Pengesahan dan Revisi IK
IK harus disahkan oleh unit organisasi Didokumentasikan secara baik: kajiulang dan pengesahan IK, status dan tanggal revisinya.

34 Identifikasi Perubahan (IK)
Sifat/macam perubahan harus diidentifikasi dalam dokumen atau lampiran yang sesuai.

35 d. Dokumen Pendukung (DP)

36 Dokumen Pendukung (DP)
DP adalah dokumen terkendali (semacam MM, MP dan IK). DP dimasukkan ke dalam dokumen Sistem Manajemen Mutu untuk menunjukkan asal informasi penting tentang cara melaksanakan pekerjaan. DP dapat dikembangkan oleh unit organisasi itu sendiri atau oleh pihak lain. Contoh DP: gambar teknik, buku teks, laporan teknis, kriteria, peraturan, dll.

37 e. Borang/Form (FO)

38 Borang Borang dibuat dan dikembangkan untuk mencatat data yang sesuai persyaratan dokumentasi Sistem Penjaminan Mutu. Borang harus mudah dimengerti dan mudah digunakan untuk mencatat data. Borang standar harus dikembangkan dan digunakan. Borang harus memuat judul, nomor identitas, status dan tanggal revisi. Borang dapat diacu dalam lampiran atau ditunjukkan sebagai lampiran dalam MM, MP atau IK.

39 TERIMA KASIH


Download ppt "Dokumen Mutu."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google